
Satu bulan sudah anggota club seni berlatih drama musical. Dan juga membuat film pendek untuk di tampilkan saat drama musical nanti.
Seluruh anggota club seni nampak bersemangat menyambut acara hut sekolah nanti. Terlebih, ini pertunjukkan besar pertama bagi mereka.
Namun, ada yang menganggu pandangan seorang gadis selama berlatih.
"Kenapa sih El." Elsa terlonjak kaget dengan tepukan di pundaknya.
"Miiirr lo ngagetin gue aja siihhh.* Kesal Elsa pada si pelaku, yang tak lain ialah Mira.
Mira menyengir. "Abisnya, lo ngelamun terus." Ucap Mira di angguki Dira.
Elsa menggelengkan kepalnya pelan. "Enggak, perasaan lo aja kali." Jawab Elsa acuh namun tidak dengan hatinya. Masih ada yang mengganjal saat dirinya melihat lelaki yang masih spesial bertahta di hatinya tadi saat berlatih.
"Oke. Untuk gladi terakhir ini sangat memuaskan. Sampai bertemu di hari h. Hati hati kalian." Seru si ketua club baru dari angkatan 2.
Mereka pun membubarkan diri. Begitupun dengan Elsa dkk.
Elsa berjalan pelan seraya memperhatikan seorang lelaki yang membuatnya tak tenang selama ini.
'Tumben sih, Dion sama Dinda gak nemenin dia.' Gumam El dalam hati.
Ah yah, gadis yang membuat gempar dulu namanya Dinda. Dan saat ini yang El perhatikan siapa lagi kalau bukan Eliott.
Saat melewati lapangan upacara yang panasnya naudzubillah sebab matahari yang sedang tinggi tingginya. Dan sekolah agak sepi karena hari minggu. Tiba tiba mata Elsa terbelalak sempurna.
Brukk
"ELIOOOTTTTT." Teriak Elsa seraya berlari menghampiri lelaki yang membuatnya tak tenang, yang ternyata adalah Eliott.
Beberapa siswa siswi yang sedang berlalu lalang sekitar lapangan pun terkejut karena teriakan Elsa. Mereka yang sedang mengikuti kegiatan ekskul juga.
"ELLLL." Teriak Dira dan Mira terkejut saat berlari menyusul Elsa, sahabatnya tiba tiba terjatuh di dekat Eliott.
__ADS_1
Dira dan Mira langsung saja menghubungi rumah sakit dan Fawwaz. Abangnya Elsa.
"El-liott." Panggil El terbata dengan nafas tercekat. Satu tangannya menggapai tangan Eliott dan satu tangannya lagi memegang dada kirinya yang terasa sakit.
Eliott mengalihkan pandangannya pada Elsa. Tangannya meraih tangan kanan Elsa dengan menahan sakit teramat di kepalanya.
Tes
Satu bulir bening jatuh bersamaan dari sudut mata Eliott dan Elsa.
Mereka seaka tak mengindahkan kepanikan teman teman dan gurunya di sekitar mereka. Hanya sakit yang mereka rasakan dan kerinduan di mata mereka.
Tatapan Eliott saat ini kembali seperti dulu pada Elsa.
"I l-love y-you my queen." Dada Elsa semakin sakit dengan nafas yang semakin tercekat mendengar ucapan Eliott sebelum lelaki itu menutup matanya dengan menggenggam tangan Elsa.
⭐⭐⭐
"Dimana ini?"
Putih. Semua yang berada di ruangan itu putih. Si pemilik sepasang mata itu merasakan tubuhnya terbaring di atas ranjang.
Saat akan berusaha bangun dari tidurnya, tiba tiba pintu kamar mandi terbuka.
"Sayang. Kamu sudah sadar, nak." Ucap seorang wanita paruh baya cantik berlari kecil ke arah ranjang dan langsung memeluk tubuh yang terbaring di atas ranjang.
Tak lupa si wanita menekan tombol merah yang berada di atas kepala ranjang itu.
"Sudah, tidak apa. Kita tunggu dokter untuk periksa kondisi kamu yah." Ucap si wanita di angguki pelan oleh seseorang yang terbaring lemah itu.
"Kondisinya membaik, Nyonya. Namun kita perlu mengadakan evaluasi beberapa minggu kedepan untuk melihat apakah jantungnya bekerja dengan baik." Si wanita menganggukkan kepalanya mendengar penjelasan si dokter.
Dokter pun pamit keluar ruang inap VVIP itu dan di ikuti beberapa suster di belakangnya.
__ADS_1
⭐⭐⭐
Tak terasa hari berlalu begitu cepat. Hari ini hari ke 22 seseorang di rawat di rumah sakit pasca pencangkokkan jantung.
Brakk
Beberapa orang yang berada di dalam ruang inap VVIP terlonjak kaget dengan suara pintu terbuka kencang itu.
"Eh hehe, maaf Om, Tante, Bang, El. Terlalu excited kita buat jemput sahabat tercinta." Ucap salah seorang gadis yang masuk dengan terburu buru.
"Kalian ini, Dira, Mira. Untung jantung Elsa udah sehat." Gerutu seorang lelaki remaja tampan yang sedang duduk di sofa.
Dira dan Mira hanya menyengir kikuk karena perbuatannya itu.
"Yasudah, kalau gitu kita pulang yah. Yuk, sayang." Ucap seorang pria dewasa yang masih tampan paripurna dengan tubuh atletis itu.
"Bokap gue, Mir. Mata lo keluar tuh." Cibir si lelaki remaja tadi saat sahabat adiknya masih saja suka cengo melihat Papihnya.
"Ehehehee ngefans gue bang elaaah. Yok ah El, go to hooome." Seru Mira membuat semua orang geleng geleng kepala melihatnya.
Ternyata yang menjalani operasi cangkok jantung ialah Elsa. Setelah mengalami koma seminggu pacsa operasi. Hari ini, setelah empat minggu lamanya dirinya berada di rumah sakit, Elsa sudah diperbolehkan pulang oleh dokter dan dinyatakan sehat total.
"Ini keinginannya, Ra. Keinginan yang menjadi harapan terbesarnya. Di saat terakhir dia mengatakan, jika raganya tak bisa menaminya, maka biarkan jantungnya yang menemani kekasih hatinya menjalani hari harinya."
"Siapa yang mereka bicarakan?" Gumam Elsa saat mobil sudah membawanya keluar dari rumah sakit.
...Bersambung...
Hayyoooo siapa yaaaah... penasaran gak penasaran gaaaaa??
Ikutin terus yaaaaaahhhhh. Nih tak kasih crazy up tuuuhhh sama chapt sebelumnya. hehe
See u guuuuyyysssss
__ADS_1