
Ting Ting Ting
Semua siswa siswi bersorak heboh mendengar bel yang baru saja berbunyi di setiap spicker kelas. Selalu seperti itu yah saat mendengar bel pulang berbunyi. hahaha Sensasinya macam ayam yang keluar dari kandang.
Wkwkwkwkwk
"El, ayok!" Ajak Mira seraya menggandeng lengan kanan El.
El tersenyum seraya menganggukkan kepalanya. Mereka bertiga pun berjalan beriringan.
"Mau kemana sih, Mir?" Tanya Dira membuat Mira menatapnya heran.
"Lah lo lupa apa otak lo lagi miring?" Tanya Mira sarkas membuat Dira langsung menyentil kepala Mira sampai gadis itu meringis sakit berlebihan.
"Aw awsss, iihh sakit Diiirrrr." Ucap Mira lebay membuat Dira berdecak seraya berkacak pinggang satu tangan.
"Lebay lo, pelan juga. Buruan bilang elah, mau kemana kita?" Tanya Dira lagi sedikit nge-gas.
"Ish, Dira kek emak emak pasar, galak banget, gayanya so iye lagi." Gumam Mira yang masih terdengar di telinga kedua sahabatnya.
"Apa lo bilang heh? Buruan ah jawab, gue aus iniih." Ucap Dira gregetan dengan satu sahabatnya ini.
Sedangkan Elsa terkekeh pelan seraya menggelengkan kepalanya pelan dan berpindah posisi di tengah tengah dua sahabatnya.
"Udah udah berantemnya, tuh urat ngalahin urat bakso, kalian ini. Sekarang, kita beli minum dulu di kantin, abis itu kita ke studio seni. Karena tadi senior kita minta anggota club buat kumpul. Faham?" Ucap El di akhiri pertanyaan untuk memastikan apakah sahabatnya ini sudah konek atau masih nge-HENG gegara mapel mtk di jam terakhir tadi.
Dira manggut manggut. Tanda sudah faham sepertinya. Hahahaha
"OK. Cusss gaaaaaeeess kita serbu kanttiiiin." Seru Dira heboh macam baru mendapatkan lotre gede.
"GOOO." Seru El dan Mira bersamaan dengan semangatnya.
Mereka bertiga pun membeli minuman favorit. Yang enak dan simple kemasannya. Teh kotak. Tinggal tusuk, langsung sedot. kakakakakkk
🌈 Gak usah ngeres lu padaaa 😜
__ADS_1
"Eh beli candy doong, gak enak nih tenggorokan." Ucap Dira tiba tiba pada kedua sahabatnya.
"Bu Tun, El beli permen juga yah. Ada permen apa aja Bu yang buat pereda tenggorokan?" Tanya El ramah pada Ibu pemilik kantin sekolahannya.
"Boleh boleh neng. Ada banyak nih, ada pisermen, wood, streplis juga ada. Atau mau relaksa, kiss, mentos?" Tanya Bu Tun seraya mengabsen candy candy yang ada dengan logat sundanya hihi jadi lucu kan tuh nyebut mereknya.
"Yang woods aja Bu, rasa blueberry yah dua." Jawab El seraya menyerahkan uang pada Bu Tun.
"Tengkyu ya neng. Take keer." Ucap Bu Tun semangat pada ketiga gadis barusan membuat ketiga gadis itu terkekeh seraya melambaikan tangannya pada Bu Tun.
"Kocak abis sih bukan." Ucap Dira tiba tiba membuat dua sahabatnya menatapnya bersamaan dengan kening berkerut.
"Bukan?" Tanya keduanya bersamaan membuat Dira tepok jidat.
"Bu kantin maksud gue. Ah elah gitu aja lola lu pada " Seru Dira dongkol pada dua sahabatnya.
"Ya lagian, ngomong itu coba sesua kbbi." Ucap Mira songong membuat Dira mempoutkan bibirnya.
"Udah gak usah debat. Tu bibir juga jangan di manyunin gitu, gak bakalan bisa nyaingin bebek juga." Ucap El melerai debat kusir dua sahabatnya.
"Mending kita buruan masuk, tuh udah pada kumpul kayanya." Sela El saat Dira dan Mira akan protes akan ucapannya tadi.
...💜💜💜...
"Huh, kalo gak niat ikut club kita, gak usah dateng sekalian. Buang waktu kita aja cuma buat nunggu kalian." Ucap salah seorang kakel perempuan yang duduk di barisan yang berhadapan dengan anggota club.
Dira dan Mira sudah memasang wajah permusuhan pada kakel perempuan itu yang pernah cari masalah dengan El. Saat Dira dan Mira akan komplain, El sudah terlebih dahulu berucap.
"Maaf sekali lagi, jika kami membuat kakak menunggu." Ucap El dengan senyum ramahnya.
"Sudah sudah. Kalian silahkan duduk. Kita langsung mulai ke inti saja. Bagaiman?" Tanya seorang kakel perempuan yang terlihat ramah.
Semua menjawab serempak dengan menganggukkan kepalanya.
"Jadi gini. Kepengurusan club Saya dan teman teman saya akan berakhir untuk masa jabatan kita. Maka akan diadakan pemilihan kepengurusan baru. Yang pastinya dari angkatan XI. Tapi sebelum itu, kita ada agenda penting dalam waktu dekat ini. Sebenarnya agendanya itu diperuntukan untuk bulan lalu. Namun karena sebab angkatan kami ada study tour, jadilah agenda di pending. Dan setelah berdiskusi dengan Ms. Andin selaku pembina club seni. Insyaa allah agenda kita laksanakan dua minggu ke depan. Setelah itu, barulah kita adakan pemilihan untuk kepengurusan yang baru. Bagaimana menurut kalian?" Tanya Kak Indah pada adik seniornya setelah menjabarkan maksud dan tujuan mereka dikumpulkan.
__ADS_1
"Setuju Kak." Jawab mereka serempak membuat Indah menganggukkan kepalanya seraya tersenyum manis.
"Oke kalau gitu. Kalian bawa baju ganti kan?" Tanya Indah sekali lagi dan di jawab anggukkan kepala oleh semua anggota.
"Kalau begitu kalian ganti dulu di ruang ganti sana. Sementara sampai baju club selesai, kalian pakai baju bebas dulu asalkan masih sopan, yah." Ucap Indah ramah pada semuanya.
"Baik Kaaak." Jawab semua anggota serempak dan mereka langsung berhamburan menuju ruang ganti.
Untung saja, ruang ganti di buat dua ruangan. Untuk memisahkan putera dan puteri lah pastinya. Kalau di satuin, oh noooo kalian faham lah yaaah. haahhaa
"Lo tuh terlalu baik, Ndah. Nanti mereka pada ngelunjak, lo juga kewalahan." Protes salah seorang perempuan yang duduk tak jauh dari Indah.
Para senior yang tak lain angkatan XI dan XII tidak pergi ke ruang ganti, karena mereka sudah mengganti seragam lebih dulu dengan baju club.
Indah tersenyum menanggapi ucapan temannya. "Gue hanya ingin mereka merasa nyaman di club ini dan gak merasa di kekang atau tertekan." Jawab Indah masih dengan senyum manisnya membuat seorang lelaki, salah satu dari senior di club itu tersenyum tipis.
Perempuan tadi menghela nafasnya kasar. "Huuh, serah lah. Lo terlalu kalem Ndah, terlalu pasif. Pantes aja Eugene berpaling dari Lo." Indah tersedak dengan ludahnya sendiri karena mendengar penuturan salah satu temannya itu.
Tak ingin terbawa emosi. Indah beranjak dari tempat duduknya menuju ke arah ruangan pengurus untuk mengambil skrip yang dibutuhkan untuk agenda nanti.
Setelah semua anggota junior mengganti pakaiannya. Mereka langsung saja memberikan araham untuk pemanasan. Selain pemanasan yang berfungsi untuk melenturkan badan dan otot. Mereka juga melakukan latihan pernafasan. Juga olahraga wajah.
Semua latihan atau pemanasan itu sangat berguna untuk mereka yang ikut club seni. Baik untuk unit theater, vokal dan dance. Ketiganya membutuhkan komponen itu semua. Keluesan badan, teknik mengatur ekspresi wajah dan pernafasan.
Setelah dua jam membagi tugas dan latihan pertama untuk agenda mereka. Saat senja baru saja menyapa, mereka berhamburan keluar studio untuk pulang ke rumah masing masing.
"Ikut gue bentar."
...💜💜💜...
...Bersambung...
Aahhh pegelnyaaaaaa. kebanyakan gak siiihhh chapt ini?
Saking serunya siiihhh hahahaha seru menuangkan sedikit pengalamankuh hayyaaaahh
__ADS_1
Yasudah, kita pisah sampai di sini dulu yah! See you in next chapteeeer (bener ga sih kalimatnya gitu? 🤠forget it)
Byeeeeeee Muuuaaahh