Love At School (Love Yourself)

Love At School (Love Yourself)
Kunjungan Eyang


__ADS_3

Assalamu'alaikum haaaai long time no see yaah. Berapa hari gak up.


Nyantai aja ya gaes storynyaa, aku belum bisa bikin yang serius gitu hehe


Okelah, jangan lupa komeeeeeen kalo ada kritik dan saran yaaah. Aku bakalan seneng banget kalo cerita kedua aku ini banyak yang baca kaya cerita pertama juga, moga aja melebihi. hihi


Aamiin


Okelah kalau gitu, mari kita lanjutkaaan


...🤍🤍🤍...


Setelah hari kemarin digunakan untuk perkenalan teman kelas, menentukan struktur organisasi kelas lalu parade ekskul.


Hari ini, hari selasa. Hari pertama untuknya mengenyam ilmu pendidikan menengah kejuruan. Awalnya, ia ingin memilih pendidikan menengah atas. Namun ia ingin memiliki pengalaman baru.


Akhirnya, jatuhlah pilihannya untuk sekolah menengah kejuruan. Dan beruntungnya ia memiliki kedua orang tua yang sangat mensuport anak anaknya. Selama itu hal yang positif.


"Sayang, sudah siap?" Suara ketukan di barengi suara seorang wanita terdengar di telinga seorang gadis yang baru saja selesai dengan pakaian dan keperluan sekolahnya.


Ceklek


Pintu di buka dari dalam. Munculah seorang gadis cantik yang selalu ceria sudah siap dengan seragamnya juga tas ransel yang disampirkan di bahu kanan di hadapan wanita tadi.


"Pagi, Mam." Sapanya pada orang yang berdiri di hadapannya yang tak lain ialah sang Mamih.


"Pagi juga sayang." Balas sang Mamih menyapà pada anak keduanya.


Mereka berjalan beriringan ke lantai satu dari lantai dua. Mereka terlihat terlibat obrolan ringan dengan candaan dan tawa renyah dari keduanya. Jika sedang seperti itu, entah dimanapun dan kapanpun kedua wanita beda generasi itu selalu terlihat seperti kakak beradik, bukan orang tua dan anak.


"Bener ya ternyata, kalian itu lebih mirip kakak adik di banding ibu dan anak." Sebuah suara barihone mengintrupsi kedua wanita beda generasi yang baru saja menginjakkan kaki di tangga terakhir.

__ADS_1


Terlihat seorang pria paruh baya dengan wajah berkeriput, sedikit. Namun tak menghilangkan aura ketampanannya juga tubuh yang senantiasa sehat dan tegap tak sama dengan paruh baya lainnya yang kebanyakan punggungnya membungkuk dan selalu membawa tongkat kemana mana.


"Eyaaaang..." Si gadis langsung saja berlari menghambur ke pelukan pria paruh baya tadi.


Grep


"Ututu cucu gadis eyang, apa kabar hm?" Tanyanya dengan suara yang masih sama seperti bukan pria paruh baya.


Si gadis melepaskan pelukannya dengan senyum mengembang lalu berputar ke kanan dan kiri.


"See, aku baik. Sangat baik. Eyang kenapa gak bilang El kalo mau ke sini? Eyang nginep kan? Lama kan? El kangen tauuuu udah lama gak ketemy Eyaang." Cerocos si gadis manja setelah duduk di samping sang Eyang.


"Baru kemarin ketemu dek." Cibir seorang remaja lelaki tampan yang mirip dengan sang ayah dan eyangnya.


Si gadis cemberut mepoutkan bibirnya lucu. "Kemarin, tahun baru kan itu abaaaang udah 6 bulan. Lama tauuu." Gerutu si gadis seraya mengambil sandwich setelah sang Mamih mengambilkan sarapan untuk suami dan ayah mertuanya.


"Ih, bentar itu dek. Kalo dua tahun, baru lama." Jawab sang abang tak mau kalah.


"Udah udah, ayok sarapan. Kasian Eyang, jangan di buat makin lama nunggu karena debat unfaedah kalian." Lerai sang Mamih yang lebih tepatnya menyindir kedua anakanya.


"Kalian ini, masih lucu. Bedanya, dulu waktu kecil kalian montok, gembul gembul. Kalo jalan, pasti kaya bebek." Ucap sang Eyang terkekeh di akhir kalimat.


"Eyaaang." Seru kedua remaja dengan ekspresi muka sama.


Sama sama makin menekuk wajahnya di katai bebek oleh sang Eyang.


"Kalian ini kalo ketemu gak jauh jauh dari kata mengejek yah. Astagaaa." Ucap si pria dewasa yang masih berusia kepala 4.


"Hilih, bilang aja kamu tersaingi oleh Dady mu ini, hah. Jangan terlalu serius itu mukamu, nanti yang ada kamu terlihat seperti orang tua di banding Dady." Cibir sang Eyang pada puteranya yang langsung membuat cemberut di muka sang putera.


Sang Eyang terkekeh puas setelah menggoda puteranya itu.

__ADS_1


"Hihi yaudah, El sama Abang berangkat sekolah dulu yak. Oyah, Eyang. Pokoknya El gak mau tahu, Eyang harus nginep di sini laamaaaa. Okkeh!" Ucap sang gadis berpamitan.


Kedua orang tuanya hanya tersenyum seraya menggelengkan kepalanya pelan.


"Hilih, childist." Cibir sang Abang setelah menyalami kedua orang tuanya.


"Eyang, jangan lupa kita tanding badminton lagi oke." Ucap sang Abang antusias pada sang Eyang.


"Hillih, sama sama childist tidak boleh saking sikut." Ejek sang adik yang berdiri tak jauh dari Abang dan keluarganya.


Sang Abang hanya menjulurkan lidahnya pada sang adik.


"Iya iya, Eyang memang akan menginap lama di sini. Dan kita bisa tanding badminton sepuasnya." Ucap sang Eyang membuat kedua kakak adik itu senang bukan main.


"Yes." Seru keduanya dengan menarik kepalan tangannya.


"Ya sudah kalian berangkat sama sama dulu yah. Pak Jo mau Mamih minta buat antar Mamih." Ucap sang Mamih di balas anggukkan kepala sang anak.


"Oke." Jawabnya serempak seraya memberikan tanda oke dengan jarinya.


"Yasudah, Papih juga berangkat ya, Mam. Dad aku berangkat ke kantor dulu." Pamit sang kepala keluarga pada isteri dan ayahnya.


"Iyah hati hati." Jawab keduanya hampir bersamaan.


"Ah yah, Dady lupa. Nanti Dady ke kantormu yah." Ucap Eyang di angguki oleh puteranya.


"Bye Eyaang, Mamih. Love you. Assalamu'alaikum." Pamit keduanya seraya mengucap salan.


"Wa'alaikumsalam."


...🤍🤍🤍...

__ADS_1


...Bersambung ......


...Jangan lupa! LIKE, VOTE FAVORIIITTT!!!...


__ADS_2