Love At School (Love Yourself)

Love At School (Love Yourself)
Proposal at 18


__ADS_3

Durling you look perfect...tonight


Pria tadi berjongkok di hadapan El seraya mengangkat sebuah kotak putih yang di dalamnya terdapat benda bulat berukuran jari dengan berlian di atasnya.



Elsa menatap pria dan cincin itu bergantian. Matanya tak dapat membohongi sebagahagia apa dirinya saat ini. Buliran bening berjatuhan saat sang pria menyatakan sesuatu.


"Elsa, My Queen. Will you be my wife until the end of my life?" Ucap si pria dengan senyum yang tak luntur sedikitpun dan tatapan yang hanya tertuju pada Elsa, ratunya.


Elsa mengangguk seraya menutup mulutnya dengan sebelah tangannya.


"Yes, I will." Ucap Elsa terbata bata.


Dipasangkannya cincin bertahtakan blur diamond di jari manis kiri Elsa. Lalu si pria berdiri seraya menyerahkan cincin satunya pada El untuk dipakaikan di jari manisnya.


"I miss you, so much. I hate you, but i love you, El. Oh thanks God." Ucap El lirih di pelukan si pria.


"Me too, sorry for worrying you all this time. Cinta menuntunku kembali padamu, El. Thanks for waiting me. Love you more." Ucap si pria yang di ketahui adalah Elliott.


Banyak audience tercengan menatap pria yang selama ini dikabarkan sudah meninggal. Namun saat ini mereka melihat dengan mata kepala sendiri, jika Elliott masih hidup.


"Can you explain?" Tanya Elsa seraya menatap mata biru laut Elliott. Tanpa melepaskan tangannya yang senantiasa bertengger di pinggang Elliott. Kekasihnya. No no, tunangannya. Calon suaminya.


"Not explain. But i have a story for you." Jawab Elliott dengan senyum tampan menawannya.


Elsa balas tersenyum seraya menganggukkan kepalanya.


***


Setelah acara kelulusan Elsa dkk. Dan juga kejutan yang tak terduga, hingga membuat semua orang tercengan. Kecuali beberapa orang yang memang terlibat dalam kejutan itu.


Dira, Dion, Mira, Adit, Fawwaz, Fahira, Eugene, Ayu. Elsa dan Elliott, tentunya.


Bersama orang tua Fawwaz Elsa, orang tua Eugene Mira, orang tua Dira, orang tua Adit dan orang tua Ayu Elliott. Bertambah satu keluarga, yaitu ayah kandung Elliott beserta ibu dan adik sambungnya.


"Jadi selama ini kamu ada di amsetrdam?" Tanya Elsa terkejut.

__ADS_1


Saat ini semua sahabat dan keluarganya tengah berkumpul di taman belakang kediaman keluarga Charless Philip Arthur George. Rumah mewah modern.


Dan yang baru Elsa dkk tahu, jika Elliott merupakan keturunan bangsawan eropa.


(haluin aja lah yaah, nama bapaknya Elliott juga dj ambil dari putra mahkota Ratu Elizabeth hihiiiihiii)





Meski keluarga ayah Elliott keturunan bangsawan, namun tak menghilangkan sifat kesederhanannya. Karena ayah Elliott sudah lama tinggal di asia.


Elsa dkk merasa senang berada di rumah keluarga Elliott. Selain banyak halaman luas, rumah ini terletak di kawasan alami bogor. Udaranya masih sejuk karena di sekelilingnya terdapat pohon pohon besar dan jauh dari keramaian kota.


Elliot mengajak Elsa ke lantai teratas. Lantai yang tak banyak ruang. Yang Elsa lewati hanya ruang library terbuka yang lumayan luas, satu ruang kitchen room terbuka, mini bar, mini swimming pool dan dua pintu putih besar.


Elliott membuka salah satu pintu yang berada paling ujung. Elsa berhenti tepat di ambang pintu. Menatap ke dalam ruangan yang tak seberapa luas, dan dekorasi serta interior yang mencerminkan seorang lelaki. Namun di balik jendela terlihat view dari huta



"Issh apaan siih, Eelll. Emang gpp kalo aku masuk?" Tanya Elsa yang masih ragu untuk memasuki kamar lelaki selain abangnya.


Elliot terkekeh. Ia berjalan mendekat pada Elsa, lalu di tariknya lembuh lengan Elsa untuk di ajak masuk ke dalam kamarnya.


Elsa menatap bed yang berantakan. "Astagaaa Eeel kebiasaan banget siih kasur berantakan." Gerutu Elsa setelah melepaskan cengkraman tangan Elliott.


Elliot bukannya malu atau marah akan komentar orang tentang kamarnya. Tapi ia tersenyum lebar melihat gadisnya inisiatif membereskan bed nya.


Grep


Elsa tersentak saat kedua tangan asing memeluknya dari belakang. Bukan orang asing. Karena yang ada di kamar itu selain dirinya ya, Elliott.


"El, lepasin iihh gak bisa gerak niiihhh." Rengek Elsa mencoba melepaskan diri dari kungkungan Elliott.


Elliott menggelengkan kepalanya yang berada di ceruk leher Elsa. Sehingga membuat Elsa diam membeku. Rasanya macam tersengat listrik bertegangan tinggi.

__ADS_1


"Gak mau. You know i miss you so much." Keukeuh Elliott mempertahankan posisinya.


"Iissshhh kalo ada orang masuk gimana, Ell? Malu nanti." Elsa merengek kembali setelah mendapatkan kesadarannya.


"Nope. Nanti malam juga kita udah halal." Ucap Elliott ambigu bagi Elsa.


Elsa terbengong di buatnya. Dan sadar sadar ketika tubuhnya sudah jatuh di atas bed setelah Elliott mendorongnya pelan.


"E-ell?" Elsa menatap manik birut laut itu dengan gugup.


"Els, saranghae." Ucap Elliott seraya tersenyum.


Elliott tetap merengkuh tubuh tinggi semampai itu, meghadapkannya ke samping. Diletakkannya kepala Elsa di atas lengan kirinya. Menatap manik mata cokelat terang itu penuh kerinduan.


Elsa balik menatap mata biru laut itu pun sama dengan kerinduan mendalam. Dan perasaam yang sama pula yang terpancarkan setelah sekian lama di pendam dalam hati keduanya.


"Nado saranghae." Balas Els seraya memeluk erat dan menyembunyikan wajahnya di dada Elliott.


"Ughh, udah gak sabar buat malam nanti." Ucap Elliott setelah dadanya di hantam kepala Elsa.


"Emang ada apa sih nanti malam?" Tanya Elsa seraya jarinya melukis abstrak di dada Elliott.


Sedangkan Elliott memejamkan matanya erat dan menahan nafasnya meski tak mampu akibat kelakuan jari nakal Elsa.


"Ell?" Panggil Elsa seraya mengangkat kepalanya karena tak ada sahutan dari Elliott.


"Hm-mm?" Elliott terkejut dari lamunannya yang semata mata tengah mengontrol hasratnya.


"Nanti malam, ada apa?" Tanya Elsa sekali lagi.


Namun saat ini posisinya kembali berbaring di samping Elliott.


"Hmm, nanti juga kamu akan tahu sendiri. Udah, sekarang kamu tidur dulu sebentar, nanti aku bangunin sorenya." Elsa mengangguk patuh dengan titah Elliott.


Elliott yang gemas pun akhirnya mengecup kening Elsa. Elsa sudah pulas tertidur di pelukan Elliott. Tak lama, Elliott pun menyusul Elsa ke dalam mimpi.


Keduanya sama sama tersenyum dalam tidur mereka...

__ADS_1


💙


Bersambung


__ADS_2