Love Disaster

Love Disaster
Beginning of the Story


__ADS_3

...----------------...


Kin Naja Dhananjaya adalah seorang pemilik perusahaan terbesar yang terkenal di berbagai negara . Selain tampan Kin Naja Dhananjaya adalah seseorang yang memiliki karakter kepribadian yang kuat , bertanggung jawab dan pasti berwibawa .


Kin Naja Dhananjaya Seorang lelaki Yatim Piatu yang di besar kan dari lingkungan Panti asuhan . Naja atau yang kerap di panggil Tuan Naja itu terbiasa hidup menyendiri dan tidak terlalu senang tentang keramaian .


Kin Naja Dhananjaya tidak pernah memiliki riwayat hubungan percintaan atau memiliki kekasih , karena Ia menganggap belum bisa mengenal atau percaya terhadap orang-orang asing yang akan datang kedalam hidup nya untuk menjalin hubungan dengan Nya .


...----------------...


...Di malam yang larut Naja mengendari mobil untuk pulang ke rumahnya , Ia merasa amat lelah karena lembur pekerjaan yang ia kerjakan di malam hari itu ....


"Brukkk......." Suara keras yang menghantam bagian depan mobil Naja , seperti Naja menabrak sesuatu .


Naja segera melepas sabuk pengaman yang ia pakai dan keluar dari mobil nya .


ternyata Naja baru saja menabrak Seorang lelaki tua yang hendak menyeberang jalan saat itu .


"Kenapa aku tidak melihat nya menyebrang begitu saja ?" ucap Naja kebingungan.


" Pak......Pak.....?" Panggilan Naja untuk membangun kan bapak tua yang sudah hampir tidak sadarkan diri .


"kalau begini aku harus bagaimana?" ucap Naja kebingungan .


Naja langsung menuntun bapak tua itu ke dalam mobil nya untuk di di bawa ke rumah sakit .


...----------------...


Di dalam mobil Naja memfokus kan diri nya untuk melihat ke jalan dan sesekali melihat ke belakang dari kaca mobil, untuk mengecek apa kah bapak itu masih tidak sadar kan diri .


" aku harus menghubungi Arka , siapa tau dia bisa membantu ku untuk mengurus masalah ini " batin Naja.


Naja menghubungi Arka , karena Arka adalah asisten pribadi dan sekaligus sahabat Naja dari semenjak Naja berada di Panti Asuhan.


"hallo ? " panggil Arka untuk menjawab telpon dari Naja.


" hallo ? Arka tolong bantu Gua ! " jawab Naja yang panik.


"Lu kenapa?" tanya Arka yang sontak ikut membuat Arka panik .


" Gua ga sengaja nabrak bapak tua yang mau nyebrang di jalan tadi " jawab Naja .


"Kok bisa coba? Lu pasti ngebut kan? Lu itu kalo lembur , ya pesen taksi online aja ga usah maksain diri buat nyetir sendirian" ketus Arka .


" Entar Gua jelasin , pokok nya sekarang bantu Gua , Gua lagi mau menuju ke rumah sakit Citra Medika ! " ucap Naja yang makin panik .


" Oke tungguin Gua di sana ya , Gua onthe way ke rumah sakit sekarang " jawab Arka .

__ADS_1


" oke Gua tutup " sahut Naja .


...----------------...


Sampai di rumah sakit Naja langsung memanggil perawat disana untuk membantu mengangkat Bapak tua itu untuk segera mendapatkan perawatan Darurat .


"Suster!! Bantu saya ada pasien darurat disini" teriak Naja yang panik dan membuat para suster itu lari ke arah mobil nya yang terparkir tepat di depan pintu masuk rumah sakit itu .


"baik pak . saya akan bawa bapak ini ke ruang UGD . bapak segera ke administrasi dulu untuk mengurus data bapak ini pak ." jawab suster itu .


Naja langsung ke bagian administrasi untuk mengurus data bapak itu sebagai wali nya .


...----------------...


Setelah Bapak tua itu mendapat kan perawatan darurat , Naja menunggu di depan ruang UGD itu dengan rasa bersalah yang menghantui pikiran nya .


"Gimana keadaan bapak itu? " tanya Arka yang ikut panik melihat Naja ikut berlumuran darah di baju nya.


" Dia masih di tangani di UGD " jawab Naja yang berusaha menenangkan pikiran nya .


"Lu udah menghubungi keluarga nya ? "


tanya arka.


"Tadi gua udah kasih handphone bapak itu ke bagian administrasi dan udah berhasil di hubungi sama pihak rumah sakit " jawab Naja.


" Bagus kalo gitu , tapi Lu ga papa kan? atau Lu juga luka ? " tanya Arka kembali karena khawatir dengan keadaan Naja.


Naja melihat Suster dan Dokter yang baru saja menangani Bapak tua itu keluar dari ruang UGD dan Naja langsung sigap menghampiri Dokter itu untuk menanyakan bagaimana kondisi bapak tua yang ia tak sengaja tabrak itu .


"Dok! bagaimana keadaan bapak itu? " tanya Naja .


" Pasien yang di dalam mengalami luka yang cukup serius pak di bagian kepala nya dan pada bagian dada nya dan kami sudah berusaha menanganinya . sekarang kondisi nya sudah setengah sadar pak " jawab dokter itu .


"siapa wali nya? pasien ingin bertemu " tanya suster yang menjaga ruangan itu .


"Saya suster!" Jawab Naja sedikit panik untuk masuk .


"Silahkan masuk pak "


" Gua masuk dulu , Lu tunggu gua di sini " Ucap Naja .


"Iya Gua Nunggu disini , sekalian mana tau ada keluarga bapak itu yang datang "


jawab Arka .


...----------------...

__ADS_1


Naja menghampiri Bapak tua itu yang terbaring di atas tempat tidur pasien dalam kondisi belum sadar sepenuhnya nya .


" Saya disini Pak . Saya yang tidak sengaja menabrak bapak . Maaf kan Saya pak , Saya akan bertanggung jawab untuk biaya rumah sakit dan pengobatan kesembuhan bapak "


Jawab Naja untuk memilih jalur berdamai.


" Kamu? kamu Tuan Naja kan? " tanya bapak itu ketika melihat wajah Naja .


" Iya pak Saya Naja " jawab Naja .


"Saya kenal Tuan , karena Tuan pernah berkerja sama dengan saya untuk pembangunan cabang perusahaan saya " jawab bapak itu .


"Mohon maaf Pak saya mungkin lupa kalo soal itu pak . " ucap Naja .


"Saya yang meminta maaf , karena saya asal menyebrang begitu saja , tapi saya beruntung jika Tuan Naja yang menabrak saya jadi saya tidak jadi menjadi korban selanjutnya istri saya " ungkap bapak itu yang agak susah bernafas.


"Maksud bapak? korban apa pak?" tanya Naja .


"Istri kedua saya berusaha untuk meracuni saya Tuan , saat saya tau saya langsung melarikan diri. dan semua saham saya sudah di pegang alih oleh dua anak lelaki tiri saya . " jawab bapak tua itu lagi .


"Kenapa bapak tidak melapor pada pihak berwajib ? " tanya Naja kembali .


" Ya pada saat saya ingin menyebrang dan tertabrak oleh Tuan , Saya sedang melarikan diri menuju kantor polisi . Tuan mungkin ini akhir dari hidup saya , seperti nya saya sudah mau menghadap kematian " ucap bapak tua itu dengan sedikit susah berkata-kata .


"Pak ....!!! " teriak Naja yang berusaha untuk membuat bapak itu tetap sadar dan melanjutkan apa yang ingin dia katakan .


" Saya mau minta tolong sama Tuan...... Sa-saya memiliki Putri kandung yang sedang dalam bahaya karena dia adalah target selanjutnya untuk di celakai ibu tiri nya , saya mohon untuk Tuan bersedia menjaga dan melindungi anak saya satu-satu nya Tuan .


Ini permintaan terakhir Saya , Saya mohon untuk di kabulkan Tuan , agar Saya tenang untuk Pergi Tuan . Anggap saja nyawa saya sebagai ganti untuk Tuan agar mau menjaga dan melindungi putri Saya ". ungkap bapak tua itu yang sudah hampir di nafas terakhir nya .


tanpa berpikir panjang , Naja langsung mengiya kan apa yang bapak itu katakan .


"Iya Pak , Saya bersedia untuk menjaga dan melindungi putri bapak " .


"Terima......kasih .....Tuan " jawab bapak itu di nafas terakhir nya .


"Pak!!!! " teriak Naja berusaha membangun kan bapak itu .


"Dokter!!!! " *teriak Naja panik .


Para Dokter dan suster itu berlarian menuju ruang UGD tersebut dan na'as malam itu adalah malam terakhir dari bapak tua yang malang itu* .


" mohon maaf Pak , Saya sudah berusaha semaksimal mungkin tapi Tuhan berkehendak lain , jadi ikhlas kan saja pak" *jawab dokter itu sambil melipat tangan bapak itu dan menutup nya dengan selimut .


Naja yang mendengar pernyataan Dokter itu pun langsung merasa panik dan gemetar , tak tau apa yang harus di lakukan dan apa yang harus di pertanggung jawabkan . Naja keluar dari ruangan itu dengan sempoyongan karena kaki tak sanggup lagi untuk berdiri tegap seperti biasa nya Tuan Naja di kenal .


Naja duduk di ruang tunggu depan ruang UGD dengan kepanikan yang amat menghantui pikiran nya* .

__ADS_1


" Udah Lu jangan terlalu berpikir keras , kita urus masalah ini dengan keluarga nya " ucap Arka berusaha menenangkan Naja yang duduk tak berdaya .


...----------------...


__ADS_2