
...----------------...
Di suasana yang amat menegangkan itu Naja benar-benar kebingungan , apa yang harus ia lakukan ? .
Tiba-tiba dari arah pintu rumah sakit ada seorang wanita yang lari terburu-buru menuju ruangan UGD , dimana di UGD itu lah ruangan seseorang yang Naja tabrak .
"Diamana ayah saya ?!!!"teriak wanita tersebut yang sudah sesegukan menahan tangis .
"mohon tenang dulu , pasien ada di dalam , tapi saya minta Anda untuk menahan emosi yah dan bersabar " Saut Arka yang berusaha menenangkan wanita itu .
"Siapa kamu? " tanya wanita itu pada Arka .
"Nanti kita bicarakan , sekarang silahkan lihat pasien di dalam " jawab Arka .
Naja melihat wanita itu dengan sedikit rasa takut dan iba .
"Bagaimana jika itu putri nya? Aku yang sudah membuat ayah nya meninggal . apakah dia akan membenci ku? " batin Naja yang masih duduk di ruang tunggu dengan kepanikan yang masih sama .
Naja berusaha berjalan ke dalam ruang UGD itu , untuk memastikan apa kah benar dia putri yang bapak itu maksud? .
...----------------...
wanita itu tak bisa menahan emosi dan tangisan nya atas apa yang ia alami saat malam itu , ia kehilangan Ayah nya untuk selamanya . Ia mendekap tubuh Ayah nya sangat kuat dan berusaha membangun kan nya .
" Ayah !!!! Bangun . apa kau tega meninggalkan ku sendiri di kehidupan yang menyakitkan ini? "
ucap wanita itu yang masih memeluk ayah nya .
Naja menghampiri wanita itu yang memang benar dia lah putri kandung dari bapak itu .
"*Maaf kan Saya , Saya yang tidak sengaja menabrak ayah mu . tapi asal kamu tau , saya tidak sepenuh nya bersalah karena ayah mu sembarang menyebran***g* " ucap Naja berusaha memberi kan penjelasan* .
"kamu yang menabrak ayah ku? . apa yang ia lakukan sehingga ia sembarang menyebrang ? ia sedang berusaha untuk menyelamatkan ku ! tapi kenapa ? kenapa Ayah ku harus mengalami ini semua ?!!!!" *tanya wanita itu ke pada Naja .
Naja hanya bisa diam membisu dan menyerah kan masalah ini pada Arka untuk segera membantu nya*.
...----------------...
setelah beberapa hari Naja masih memikirkan kejadian yang terjadi pada waktu itu . Naja sekarang lebih sering melamun dan merasa dihantui rasa ketakutan dan kepanikan setiap melihat putri kandung bapak itu .
"Tuan Naja ? " panggil asisten pribadi nya , yaitu Arka .
"Arka , kenapa ? " jawab Naja .
" Tuan ada hal yang harus saya bicarakan terkait kejadian waktu itu , yah soal kompensasi dan apa yang harus Tuan Naja pertanggung jawabkan " ucap Arka yang mengagetkan Naja.
__ADS_1
" Silah kan duduk , dan mari kita bahas " saut Naja .
"Tuan Naja , seperti apa yang saya khawatir kan , saya sudah berbicara pada Nona Aira , tentang kompensasi , dan ia menolak untuk menerima nya." ucap Arka
" Nona Aira ? menolak kompensasi yang saya berikan? , kalau begitu dimana dia tinggal? Saya akan menghampiri nya dan akan membahas masalah ini dan saya juga minta kamu untuk ikut membantu saya kembali " jawab Naja
"iya Tuan namanya nya Assyla Aira Ranjana . sekarang Nona Aira berada di apartemen persembunyian yang sebelum nya ia tinggali bersama Almarhum Ayah nya . tapi Tuan apakah Anda yakin ingin menemui Nona Aira ? bukan nya Tuan sangat merasa di hantui kepanikan bila bertemu dengan Nona Aira ? ."
sahut Arka .
" Kalau soal itu biar saya yang kontrol. pokok nya kita harus menemui Nona Aira segera. agar saya tidak merasa bersalah " jawab Naja .
"Baik kalau begitu , Saya akan menyiapkan surat perjanjian . Saya permisi Tuan Naja . "
" Silahkan" .
...----------------...
Naja sekarang berada di depan pintu apartemen Aira , tapi Naja masih ragu untuk mengetuk pintu nya.
"Tuan apakah ada masalah? tanya Arka .
"Tidak . saya hanya berusaha mengontrol pikiran saya ". jawab Naja
"Tok ...... Tok....." suara pintu apartemen yang di ketuk .
Aira berjalan ke arah pintu dan melihat dari lubang kecil* .
"aaaa ternyata itu Tuan Naja dan asisten nya " batin Aira dan segera membuka kan pintu.
"Silahkan masuk Tuan Naja " ucap Aira yang mempersilahkan Naja untuk masuk .
mereka duduk dan mulai membahas mengenai kompensasi dan wasiat dari Ayah Aira .
"Apakah Tuan Naja kemari untuk membahas kompensasi itu lagi? " tanya Aira .
"Ya , Saya kesini untuk membahas itu . kenapa kamu tidak menerima nya ? " jawab Naja yang tidak bisa memandang wajah Aira .
"Kenapa dia tidak menatap ku? padahal dia sedang berbicara dengan ku. dasar tidak dapat menghargai lawan bicara . " batin Aira yang agak kesal .
"Nona Aira ? " panggil Arka .
"aaa Iyah . " dengan sedikit kaget .
" saya tidak menerima uang itu bukan berarti tidak memaaf kan Tuan Naja , tapi memang saya tidak mengharap kan uang itu dan saya tidak memerlukan nya . " jawab Aira
__ADS_1
" jadi apa yang kamu harapkan ?" tanya Naja
"Saya tidak mengharap kan apapun dari Tuan Naja yang terhormat " ketus Aira
" Kenapa begitu?" lagi-lagi Naja masih bertanya pada Aira .
" karena menurut saya , dengan Tuan Naja sudah bertanggung jawab dan membawa Ayah saya ke rumah sakit , itu sudah cukup. kalau soal menerima atau tidak nya kepergian ayah saya , Saya masih berusaha untuk mengikhlaskan . jadi saya mengganggap kita sudah bisa untuk melupakan masalah ini ". jawab Aira dengan begitu lembut dan penuh keikhlasan .
"Sebenarnya ada hal yang mengganjal di pikiran Saya . ini harus di katakan karena ini adalah wasiat dari Ayah mu " . ucap Naja
"Wasiat? Ayah saya mengatakan apa Tuan ? ".
jawab Aira kebingungan .
" Sebelum ayah mu meninggal , ia meminta untuk Saya menjaga dan melindungi kamu . bahkan iya menukar kan nyawa nya agar saya mau menuruti perintah dari ayah mu " . Ucap Naja .
" Apa ? Ayah saya mengatakan itu? . Ya sudah saya tidak ambil pusing Tuan . saya bisa menjaga diri saya sendiri Tuan ,jadi Tuan tidak perlu repot-repot untuk menuruti wasiat dari ayah saya " ketus Aira yang membuat Naja dan Arka terheran-heran atas jawaban nya .
" tapi jika saya tidak menepati apa yang ayah kamu katakan , berarti saya bukan orang yang bertanggung jawab atas apa yang saya iya kan pada wasiat itu " ucap Naja kembali .
" Ya sudah saya akan mengikuti apa yang Tuan Naja lakukan untuk memenuhi wasiat ayah saya ". Jawab Aira .
"Saya sudah memutuskan bahwa dengan menikah lah cara satu satu nya untuk memenuhi wasiat itu , agar saya bisa menjaga dan melindungi kamu seutuh nya." Ucap Naja yang membuat Aira dan Arka kaget .
" Apa maksud yang Tuan Naja katakan? . Tuan kita kenal karena peristiwa yang menyedih kan ini , saya tidak bisa mengambil keputusan begitu saja . " tegas Aira
"Tapi ini adalah wasiat dari Ayah mu , yah cara saya melindungi dan menjaga kamu yah dengan cara menikah , dengan begitu tak ada satu pun orang yang berani mengusik atau bahkan berusaha untuk menyakiti mu termasuk ibu tiri kamu ." Jawab Naja meninggi .
"Tapi Tuan ......"
"Tidak ada penolakan sedikit pun . Kamu dan saya akan segera menikah agar wasiat itu terpenuhi" jawab Naja yang membuat Aira kesal .
"Tuan saya tidak bisa begitu saja asal menikah"
ketus Aira kembali .
Tanpa mendengar kan apa yang Aira katakan , Naja berdiri dari duduknya dan pamit untuk pulang .
" oke kalau begitu , sudah tidak ada lagi yang harus kita bahas , karena saya menganggap semua sudah selesai dan Saya sebagai tamu pamit untuk pulang ". ucap Naja yang bergegas menuju pintu keluar .
"Tuan Naja dengarkan saya dulu....... ini belum selesai " ucap Aira yang mengikuti langkah kaki Naja dari belakang .
"Kalau begitu kami pamit Nona Aira. selamat sore menjelang malam dan semoga hari nona menyenang kan " ucap Arka dengan penuh senyuman.
" Hei kalian belum mendengar kan keputusan saya !!!" *Teriak Aira di pintu apartemen nya .
__ADS_1
Tanpa peduli Naja dan Arka terus berjalan untuk meninggal kan Apartemen itu* .
...----------------...