
Pagi hari yang begitu lumayan menegang kan untuk menjelang pernikahan esok .
Aira terbangun dari tidur nya , Ia termenung sejenak karena masih mengumpulkan kesadaran nya. ia memegang pundak nya dengan tangan yang bersilangan lalu membuka kain yang menutupi jendela nya .
Aira melihat ada taman di bawah jendela kamar nya .
"Em . ada taman di sana . ingin sekali aku turun dan duduk di sana "Ucap Aira .
" Kalau begitu Ayo kita bebersih dulu dan turun ke bawah . Ayo Aira nikmati hari ini karena ini adalah hari terakhir kamu melepas masa gadis mu " *Ucap nya dengan agak sedikit gugup untuk esok .
Setelah Aira bebersih , Ia ingin turun ke loby untuk sarapan pagi di cafe loby hotel . setelah itu dia ingin mengunjungi taman yang ia lihat tadi.
tapi saat membuka pintu kamar nya , ia melihat Arka yang juga keluar dari kamar tepat didepan pintu kamar Aira itu* .
"Tuan Arka ? kenapa anda bisa berada di sana ?" Tanya Aira kaget .
"Aaaaa itu emmm...... Listrik di rumah ku terputus jadi aku menginap disini dan kebetulan dapat kamar tepat depan kamar nona" Ucap Arka dengan sedikit gugup dan senyum .
"Apakah listrik mu di putus? apa kamu tak sanggup membayar listrik? atau tuan Naja tidak menggaji mu dengan cukup? " Tanya Aira meledek .
"Bukan begitu nona , Listrik dirumah ku tiba-tiba bermasalah dan terputus " ucap nya menjelaskan .
"Iya iya aku hanya bercanda " Ucap Aira sambil tertawa kecil .
"Nona mau kemana? "Tanya Arka yang melihat Aira sudah rapi .
"Aku ingin sarapan di cafe loby , dan mencari angin segar di taman belakang hotel " Ucap Aira .
"Oh ya kebetulan aku juga ingin sarapan di sana . bagaimana kalau kita pergi bersama ?" Ajak Arka .
"Tentu saja boleh " Ucap nya senyum dan berjalan terlebih dahulu .
"Kenapa dia murah senyum sekali? aku seketika lelah melihat nya senyum " *batin Arka murung dan memasuki lift berdua dengan Aira .
Tiba-tiba lift yang mereka naiki sedang ada masalah* .
"Gruduk........" guncang lift itu dan tiba-tiba lampu nya mati dan berubah menjadi gelap yang seketika membuat Aira dan Arka panik dan langsung memegang pegangan tangan di lift itu.
"Kenapa ini? " Ucap Aira ketakutan.
"Tenang nona mungkin ini sedang ada masalah dengan lift nya . aku akan menghubungi penjaga lift nya " Ucap Arka menenangkan Aira karena Aira sungguh ketakutan .
"Titttt......" suara bel lift itu .
"Hallo Tuan dan nona , mohon maaf ada kendala di lift ini . mohon tenang dan jangan panik , kendala ini sedang di tangani " Ucap orang yang berbicara di bel itu .
__ADS_1
"Nona sudah mendengar nya bukan , jadi jangan lah takut , Aku ada di sini nona " Ucap Arka sambil melihat Aira yang menunduk.
"Aku......Aku takut kegelapan" Ucap Aira gemetar . Arka mendengar nya langsung berjalan mendekati Aira dan mendekap nya .
"Tenang lah nona , ini tidak seseram apa yang nona pikirkan . Aku ada disini nona " Ucap Arka sambil mengelus kepala Aira.
"Aku......Aku takut " Ucap Aira yang sesegukan menahan tangis .
"Apakah nona setakut itu? tenang lah ada aku disini , aku akan melindungi mu " Ucap Arka semakin mendekap erat tubuh Aira .
Aira hanya bisa diam dan tiba-tiba ketakutan nya mulai mereda saat di dekap Arka .
"Kenapa jantung ku berdetak sangat kencang?" Batin Arka .
"Tuan Arka , lepaskan aku , aku sudah tidak terlalu takut " Ucap Aira yang membuat Arka tersadar .
"Owh maaf kan aku nona , Aku begitu lancang telah memeluk mu . Maaf kan aku " Ucap Arka melepaskan pelukan nya dan langsung menyalakan lampu dari handphone nya .
"Iya terimakasih telah memenangkan ku . Aku tidak tau apa yang akan terjadi jika aku sendiri yang naik di lift ini ............ nah sekarang sudah agak terang , jadi aku tidak terlalu panik . maaf kan aku yang sudah membuat mu panik Tuan Arka " Ucap Aira .
"Iya Nona " *jawab Arka.
Setelah beberapa saat , mereka berhasil keluar dari lift itu .
" Maaf atas ketidaknyamanan nona dan tuan" Ucap penjaga lift itu .
" Bagaimana nona apakah dirimu sudah lega ?" tanya Arka .
"Ya aku sudah merasa seperti biasa nya . Tapi apakah Tuan Arka sedang cuti?" Tanya Aira.
"Aku sedang libur nona karena Tuan Naja sedang tidak lagi membutuhkan ku " ucap nya .
"aaa iya aku maksud apa perkataan mu . berarti tuan hanya berkerja saat dibutuh kan saja ? " tanya Aira kembali.
"Ya seperti itu lah . jam kerja ku hanya di perusahaan dan di saat-saat tertentu saja, dan pada saat berkerja aku harus memanggil nya Tuan . tapi jika di luar pekerjaan aku dan dia seperti biasa hanya memanggil nama saja "
Ucap Arka menjelas kan .
"Owh pantas lah aku tidak pernah mendengar mu mengucap nama nya secara langsung , dan ternyata itu jam kerja mu" kata Aira sambil duduk di kursi cafe .
"Ya setiap aku dan dia bertemu dengan mu , itu juga jam kerja ku , dan saat ini aku sedang bersama mu juga bisa hitung sebagai jam kerja ku "
"kenapa begitu?"
"karena Aku membantu segala pekerjaan dan urusan dari Tuan Naja . menjaga dan melindungi mu itu adalah pekerja tuan Naja jadi aku membantu nya menjaga mu juga sebagai pekerjaan Ku" Ucap Arka sambil menatap Aira di hadapan nya .
__ADS_1
" hahahaha maaf telah merepotkan mu tuan Arka dalam menjaga ku , dan maaf telah membuat mu sibuk dengan masalah ku" Ucap Aira tertawa kecil .
"Bukan masalah nona Aira. aku senang bisa mengenal mu dan bisa menjaga mu seperti ini" kata Arka yang mengejutkan Aira .
Aira terdiam seolah-olah mengalihkan topik pembicaraan .
"Makanan nya sudah datang " Ucap Aira melihat pelayan yang membawakan sarapan mereka . Arka juga langsung melihat pelayan itu .
"Silah kan Nona dan Tuan " ucap pelayan itu .
" terimakasih" Kata Aira .
"Dia selalu menghormati orang-orang yang berbicara dengan nya walau pun orang itu lebih muda dari nya " Batin Arka memperhatikan Aira yang sedang mencoba sarapan nya .
"emmm ini enak . makan lah sarapan mu tuan Arka " Kata Aira mengkaget kan Arka yang memperhatikan nya .
"ah iya , aku akan memakan nya" .
"Kenapa dia dari tadi selalu memperhatikan ku? apa aku aneh? apa karena kejadian di lift tadi? ini membuat ku canggung . ah tidak usah canggung lagian ini memang bagian dari perkerjaan dia atas perintah dari Naja . Tapi kata-kata nya tadi membuat ku terkejut dan berpikir bahwa kalau dia menyukai ku. semoga saja itu tidak terjadi " Batin Aira sambil memakan sarapannya .
...----------------...
"Oh ya nona , tadi nona sempat mengatakan setelah sarapan nona akan ketaman belakang . Apakah aku boleh ikut ? yah sekalian aku mencari udara segar " tanya Arka yang mengikuti Aira berjalan dari belakang .
"Boleh saja lagian itu adalah tempat umum " jawab nya dengan senyum .
"Nona apakah aku boleh bertanya ? " Tanya Arka.
"Tanya lah tuan , apa yang ingin Tuan katakan?" tanya Aira kembali.
"Kenapa nona Aira merasa biasa saja bahkan selalu tersenyum . apakah nona ikut bahagia dengan pernikahan Nona besok? bukan nya pernikahan itu tidak sesuai dengan keinginan nona ?" Tanya Arka yang membuat Aira bingung untuk menjawab pertanyaan nya .
"Aaaa soal itu? bahagia atau tidak , aku harus menjalani nya karena aku sudah setuju untuk menikah dengan Tuan Naja . awal nya memang aku tidak menyetujui nya dan menerima kompensasi yang kalian berikan kepada ku ,tapi aku merasa apa yang Tuan Naja katakan itu juga demi kebaikan ku . apalagi Ia menganggap itu adalah wasiat ayah ku sebelum meninggal . Lagian ini juga bisa membuat ku terhindar dari perlakuan ibu tiri ku"
Ucap Aira menjelas kan di bangku taman itu .
"tapi apakah nona menyukai tuan Naja ?" tanya nya kembali yang duduk di sebelah Aira .
"Aku tidak memiliki perasaan apapun kepada siapapun itu , termasuk tuan Naja , walaupun besok adalah hari pernikahan ku dengan nya " jawab Aira kembali .
"Ya mereka menikah tanpa perasaan sama sekali , ini bisa jadi pernikahan mereka tidak bertahan lama " batin Arka .
"Mungkin hanya itu saja yang ingin ku tanyakan nona . maaf sudah bertanya hal seperti ini" Ucap Arka .
"Tidak masalah tuan " ucap Aira tersenyum lebar .
__ADS_1
...----------------...