Love Disaster

Love Disaster
hal mengejutkan


__ADS_3

...----------------...


Mobil perlahan berjalan meninggalkan rumah megah milik Naja . terlihat wajah Naja sangat serius ketika mengendarai mobil tersebut.


saat keluar dari gerbang, orang-orang di luar sangat memusatkan perhatian pada mobil yang


mereka kendarai. wah sangat aneh, tapi ini memang benar ada.


tiba suasana di dalam mobil sangat sepi, mungkin ini karena mereka pertama kali pergi berdua.


"dimana cafe yang kau maksud" tanya Naja yang memecah kan kesunyian.


"h-hah?" tanya Aira kembali, ia tidak mendengarkan pertanyaan suaminya itu. tatapan nya dari tadi hanya fokus pada jendela mobil. mungkin ia sangat menikmati perjalanan.


"dimana cafe yang kau maksud" tanya Naja kembali.


"itu, sebenarnya aku tidak tahu" jawab Aira singkat yang membuat Naja menghentikan mobil nya secara mendadak.


"hei! kau sebenarnya bisa tidak mengendarai mobil?!" sambung Aira kaget.


"kau!" decak Naja agak kesal , setelah itu mehembuskan nafas nya pelan ." aku kira kau sudah tau dimana cafe itu" sambung nya dengan senyum kecil yang terpaksa dibibir sexynya.


"aku hanya iseng mengajak mu ke cafe, aku kira kau akan menolaknya. dan aku kira kau lebih memilih hutan belantara daripada mall" cibir Aira polos.


"baiklah aku akan membawa mu ke hutan belantara" sambung Naja sambil menginjak gas mobilnya.


"hei! aku hanya bercanda" cibir Aira panik.


"diam lah dan ketatkan sabuk pengaman mu" sahut Naja datar.


"hei Naja! jika kau ingin membunuhku, kurasa tempat itu cocok" cibir Aira yang melirik tajam ke wajah suaminya .


"sangat cocok" *sahut Naja tanpa melihat kembali ke arah Aira .


...----------------...


Mobil perlahan berjalan pelan, seperti ingin berhenti. sekarang posisi mereka berada di cafe alami. bisa dibilang seperti itu , karena cafe tersebut tampak sangat menyatu dengan alam terbuka*.


"sudah? aku akan membunuhmu disini" cibir Naja sambil membuka seatbelt nya.


" hei jangan keluar dulu. pakai ini" ucap Aira sambil menyodorkan sebuah masker hitam ke arah suaminya itu.


"untuk apa?" tanya Naja bingung.


"pakai, agar tidak ada yang mengenali mu. aku takut jika mereka melihat kita, lalu mengeluarkan rumor aneh di internet" jelas Aira sambil tersenyum kecil.


"baiklah" jawab Naja langsung mengambil sebuah masker dari tangan istrinya.


...----------------...


"wah aku baru tahu ada cafe seperti ini. unik dan indah" kata Aira sambil memandangi suasana menyejukkan di cafe itu.


"masuklah" ucap Naja yang seolah membiarkan Aira jalan lebih dulu darinya.


aira mengangguk, ia peka terhadap tindakan suaminya itu.


mereka berjalan berdampingan namun ada sedikit jarak diantara mereka. mereka memilih duduk di ruang outdoor cafe itu.


mereka duduk berhadapan, tapi pandangan mereka masih tertuju pada pemandangan cafe tersebut.


"kau mau pesan apa?" tanya Naja, yang membuat Aira langsung menatapnya.


"aku tidak tau" sahut Aira yang kembali melihat-lihat semua sudut cafe.

__ADS_1


jawaban yang membuat Naja tercengang.


"yang kau tau apa?" tanya Naja pelan.


"yang ku tau hanya, disini agak ramai, jadi aku malu" jawab Aira.


"aku kan memesankan mu latte art" sahut Naja .


...----------------...


"sudahlah jangan terlalu memandangi suasana disini. ini tidak terlalu menarik, hanya saja bagus untuk di lihat " ucap Naja membuka topik pembicaraan baru.


"berhentilah berkomentar. menurutku ini sudah hampir sempurna untuk sebuah cafe outdoor" cibir Aira melirik kesal ke arah suaminya.


"hei itu tatapan yang sangat jelek" cibir Naja kembali.


"tutup saja mulut mu pakai masker itu tuan, jangan terlalu banyak bicara . nanti mereka tahu siapa kau" decak Aira sambil memajukan wajah nya ke arah Naja.


suasana yang tenang membuat Aira terdiam, ia terlalu bersemangat memandangi pohon-pohon rimbun disana. tapi suasana menjadi kaget , setelah ada yang memanggil namanya dengan keras.


"Aira?!" tanya seorang pria berbadan tinggi dan berwajah tampan.


Aira dan Naja sontak mengarahkan pandangan ke arah orang yang memanggil nama Aira tersebut.


"iya?". jawab Aira singkat.


Naja hanya memperhatikan nya saja.


"wah kita ketemu lagi. aku bingung mencari dimana kau berada " ucap pria itu , ya itu Rey, teman lama Aira


"Rey kau sangat mengejutkan ku" sahut Aira terlihat agak panik.


" kau mengira aku siapa ? " tanya Rey sambil menarik salah satu kursi di meja mereka, ia duduk di tengah-tengah sisi antara Aira dan Naja .


" siapa dia? dia pacar baru mu?" bisik Rey dekat wajah Aira .


Naja yang ingin meminum secangkir kopi, terhenti saat Aira dan Rey menatapnya penuh tanya. ia menutup kembali masker di mulut nya.


"ada apa?" tanya Naja .


"kau kenapa bisa satu meja dengan Aira ?" tanya Rey seolah mengintrogasi


"bukan nya ini tempat umum? terserah ku ingin duduk dengan siapa! " jawab Naja sedikit asal. setelah menjawab , ia sedikit menatap ke arah Aira, takut saja jika Aira tidak terima atas jawaban nya.


"benar juga" tanya Rey Kembali memastikan bahwa jawaban Naja itu benar.


"y...ya" jawab Aira dengan senyum lebar di bibir mungil nya .


"kau jangan berusaha menguping! aku ingin bicara berdua dengan dia!" decak Rey sambil menunjuk ke arah Naja .


"berani sekali dia menunjuk ku seperti itu" batin Naja sambil menyamping kan posisinya , agak tidak berhadapan langsung ke arah mereka berdua .


"apa yang ingin kau bicarakan Rey?" tanya Aira


"aku ada janji dengan sahabat mu hari ini . kau tak ingin bertemu dengan dia?" tanya Rey kembali


"sahabat? siapa?" Aira benar-benar lupa akan nama sahabat nya. mungkin itu karena ia terlalu banyak masalah.


"bisa-bisanya kau melupakan dia?! wahhh kau amnesia?" tuduh Rey yang sangat kaget dengan pertanyaan teman lamanya itu


"ya katakan saja siapa namanya?!" decak Aira mulai kesal.


"Luna!" jawab Rey sambil mengambil alih kopi Aira lalu meminumnya.

__ADS_1


"aku mengingat nya! dia sudah kembali? aku rasa dia yang tak mengingat ku, pertemanan kita sudah lama terlupakan" jelas Aira sedikit murung.


"siapa yang melupakan? kau yang melupakan pertemanan kita!"


"Luna mencari mu! dia bilang, dia sudah mencari akun sosial media mu tapi akun sudah mu tidak aktif. apa kau terlalu sibuk?" tanya Rey .


"aku tidak memiliki perkerjaan, aku pengangguran. soal sosial media, aku lupa kata sandinya. lagipula aku sudah ganti handphone" jawab Aira kembali


"pengangguran? jadi dimana kau tinggal sekarang? kenapa kau masih bisa bersantai disini? tapi katanya kau meninggalkan keluarga ibu tiri mu itu . apa kau mendapatkan warisan yang banyak dari ayah mu? " tanya Rey tanpa henti.


Naja melirik ke arah Rey, si laki-laki yang kelihatan lebih muda dari dia. ekspresi wajah Naja menggambarkan rasa tidak suka ke arah Rey. Aira menyadari tatapan Naja ke arah teman nya itu , ia hanya tersenyum kecil.


"hei jawab! kenapa kau malah menatap dia?!" cibir Rey kesal .


"aku tidak menatapnya, kan aku sudah pernah bilang , kalau aku tidak bisa memberitahu mu dimana aku tinggal" jawab Aira.


"apa kau sudah menikah? apa kau menikah dengan duda kaya raya?" tanya Rey yang sangat heboh.


"ya jaga mulut mu" decak Aira melotot ke arah Rey.


"ya kenapa kau terlihat sangat mengelak, apa benar yang ku katakan?! apa dia disini suami mu?!!!" tanya Rey semakin heboh.


"hei pelankan suaramu ! " ucap Aira semakin kesal.


"katakan sejujurnya pada ku" sahut Rey menunggu jawaban.


ia menatap ke arah Naja sebentar. memastikan Naja membolehkan ia mengatakan yang sebenarnya.


"sebenernya...." ucapan Aira terjeda .


"dia tinggal bersama ku" sahut Naja memotong pembicaraan.


Rey berbalik badan lalu menatap kaget ke arah Naja . ini adalah jawaban yang sangat mustahil.


"yang benar saja! apa kau...." Rey masih tidak menyangka .


"dia istri Ku" singkat Naja yang semangkin membuat Rey heboh . Rey bangkit dari duduknya lalu berjalan mondar-mandir, ia sangat kaget.


"kau sudah menikah?! dan dia suami mu sebenarnya? apa dia duda?! " tanya Rey menggila .


"hei duduklah! bukannya wajar aku sudah menikah?! " tanya Aira kembali


"berarti kau sudah benar-benar melupakan Chandra? bukan nya kalian masih berpacaran selama dia kuliah di Jerman ? " tanya Rey kembali .


Naja sontak memfokuskan perhatian nya ke pertanyaan Rey.


"*berhenti bertanya Rey! kau terlih**at seperti orang gila*!" decak Aira sangat kesal dan bingung bagaimana menjawab pertanyaan dari Rey. bagaimana lagi, hubungan itu sudah lama tidak ada komunikasi , apa masih bisa di sebut berpacaran? .


"tidak mungkin kan dia tidak memiliki pacar baru di sana. apa lagi hubungan kami sudah hampir 5 tahun tanpa komunikasi" jelas Aira .


"benar juga , tapi dia sudah kembali bersama Luna. mereka berdua mencari mu" ungkap Rey.


"aku sudah berkeluarga. tidak mungkin aku akan kembali ke Chandra " jelas Aira .


"tapi aku curiga, apa pernikahan kalian ini benar?" tanya Rey pelan ke arah Naja .


Naja membuka maskernya , ia melihat datar ke arah Rey lalu menatapnya .


"apa kau tidak percaya? aku bisa menunjukkan surat nikah kami " jelas Naja .


"wajah mu tidak asing, sepertinya aku sudah pernah melihat mu" kata Rey sambil memperhatikan dari ujung rambut sampai ujung kaki Naja.


Aira hanya menunduk pandangan nya , ia bingung bagaimana caranya agar Rey berhenti bertanya.

__ADS_1



...----------------...


__ADS_2