Love Disaster

Love Disaster
sahabat ku


__ADS_3

...----------------...


"aku lupa" kata yang keluar dari mulut Ray membuat aira menghembuskan nafas lega.


"ini pesanan tuan" ucap pelayan cafe itu.


"ayo kita pulang saja" sontak mata Naja menatap ke Aira dengan penuh tanda tanya.


"hei Aira aku tau aku sudah membuat mu terganggu. mari kita bicarakan pelan-pelan sambil menunggu Luna datang" jelas Ray berusaha meyakinkan.


"suami ku seperti nya sibuk, jadi Mungkin bisa lain kali Ray" kata Aira sambil membereskan tas nya.


"tunggu sayang, biarkan kita menunggu sahabat mu. akan ku luangkan waktu ku" jantung Aira berdetak dua kali lebih kencang setelah mendengar ucapan suami nya itu.


"s-sayang?.....aaa baiklah jika tidak merepotkan mu" jawab Aira kembali duduk.


"seperti nya Luna terjebak macet" ucap Ray membuka percakapan baru.


"dia benar dengan Chandra?" raut wajah itu bisa di tebak, seperti sedang khawatir.


"benar Ra. kau sudah muveon kan?" tanya Ray yang membuat Naja sedikit memajukan wajah nya.


"apa yang kau katakan Rey? aku sudah menikah yang benar saja aku belum muveon" jelas Aira sambil sedikit mencuri pandang ke arah Naja, lelaki itu tampak jelas tidak perduli dengan pembahasan dua sahabat yang sudah lama tidak pernah bertemu.


"Aira?" suara halus yang keluar dari mulut wanita tepat di belakang kursi Aira.


Aira menoleh ke arah suara itu. mata nya berbinar setelah menatap siapa yang memanggil nya.


"Luna?" air mata terjatuh dari mata kecil milik Aira, ia sangat tidak menyangka bisa bertemu kembali dengan sahabat nya itu.


Luna langsung memeluk tubuh Aira dengan sangat erat. tangis haru pun sudah tidak bisa di bendung.


"bagaimana kabar mu? aku sudah mendengar banyak cerita yang malang tentang mu" ucap wanita berambut pendek di pelukan Aira.


"sekarang kabar ku sangat baik setelah bertemu dengan mu Luna" Aira melepas pelukan nya dan memegang tangan Luna.


"lihat lah gadis malang ini dia semakin kurus" ucap Luna membuat Aira sedikit tertawa.


"sudah lah Lun, kau membuat ku semakin sedih" sahut Aira menundukan pandangannya.


"ayo kita duduk dulu, aku sangat merindukanmu" Ucap Luna langsung meletakan tubuh nya diatas kursi sebelah Aira.


"kau tau Aira? sudah banyak orang yang kutemui disana tapi tidak ada yang seperti mu. kau tetap sahabat terbaikku Ra" jelas Luna membuat Aira tersenyum lebar.


"oh ya Lun, perkenalkan itu suami ku" Aira memperkenalkan lelaki bertubuh tinggi di hadapannya.


"kau sedang berbohong?" tanya Luna tidak percaya dengan ucapan sahabat nya itu.

__ADS_1


"kau dan Ray sama saja. apakah mengejutkan seorang asyyla Aira Ranjana ini sudah menikah?" tanya Aira kembali ke Luna, membuat Luna membelalakkan mata nya.


Naja mengulurkan tangan nya untuk menyapa dan di balas oleh Luna


"Aku Kinaja Suami Aira" singkat Naja sedikit tersenyum.


"tampak nya tuan tidak salah pilih seorang istri. Sahabat ku ini sangat baik dan penyayang" puji Luna sambil menarik tubuh kecil Aira ke sandaran nya.


kata itu hanya mengundang senyum kecil di bibir Naja.


"dimana Chandra Lun?" kata yang keluar dari mulut Ray sontak membuat Aira menatap ke sekeliling tempat.


"tadi katanya mau ke toilet sebentar, nerveus ketemu sama mantan nya" ledek Luna dengan tertawa kecil.


"Aira mengapa kau cepat sekali menikah? padahal aku punya mimpi untuk menjadi orang yang paling sibuk di pernikahan mu" ucap Luna yang masih menggenggam tangan Aira.


"Luna, nanti aku aja deh yang sibuk di pernikahan kamu. lagian aku sama suamiku emang ga buat acara besar kok cuma keluarga aja yang hadir" jelas Aira dengan singkat.


"oh iya, ibu tiri mu, aku tidak menyangka dia sekejam itu. apa kau masih berhubungan baik dengan nya?" Luna terlihat sangat datar saat menanyakan masalah keluarga Aira.


"tidak. setelah ayah ku meninggal, aku tinggal di apartemen beberapa minggu sebelum menikah dengan suami ku. dan dia sempat beberapa kali mengunjungi ku untuk mengancam agar aku mau menyerahkan seluruh aset ayah ku. tapi untung saja suami ku melindungi ku " penjelasan begitu singkat namun membuat pipi Naja merona.


"sudah berapa lama kau berpacaran dengan suami mu?" sambung Luna


"beberapa...." Aira kebingungan menjawab pertanyaan itu, jika menjawab hanya beberapa minggu, pasti sahabat nya mengira ini adalah pernikahan paksa. melihat aira sedikit kesulitan menjawab, Naja langsung memotong pembicaraan.


"hanya beberapa bulan, karena aku jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihat nya. aku tidak memiliki waktu untuk bermain main jadi aku langsung melamar nya" karangan yang membuat Aira menatap sangat tajam.


...----------------...


"Maaf aku telat " suara bass yang membuat meja obrolan menjadi diam. seorang lelaki tidak jauh tinggi dari Naja, membuat semua mata terpaku pada wajah nya. ia adalah Chandra mantan kekasih Aira 5 tahun lalu.


Naja menatap lelaki itu dari balik topi nya, ia melihat dari ujung kaki hingga rambut, dia memang menarik.


"hey bro kau begitu lama hingga kami hampir pulang" sahut Ray sambil meraih tangan Chandra.


"aku tadi ada telepon sebentar" tatapan Chandra mencari keberadaan Aira yang menunduk malu.


Naja yang melihat tingkah Aira sedikit memasang ekspresi tidak suka nya.


"Aira? sudah lama tidak bertemu. bagaimana kabar mu?" Chandra membuat Aira menoleh kearah nya dan semakin membuat Naja memasang wajah tak suka.


"baik" singkat aura sedikit tersenyum.


"teman mu?" tanya Chandra pada Ray, sambil menunjuk ke arah Naja duduk.


"Iya dia suami Aira"

__ADS_1


"kalian jangan bercanda tidak mungkin Aira secepat itu menikah dan melupakan ku. kan aku cinta pertama nya" sahut Chandra yang mengambil duduk di sebelah Naja.


perkataan itu membuat Naja mengepalkan tangan nya sangat kuat.


"Aira sayang bisa kah kau yang duduk di sebelah ku. aku tidak biasa dengan orang baru" ucap Naja membuat Aira memasang wajah kaget dan terpaksa tersenyum.


"Chandra bisa kita bertukar tempat? maaf suami ku orang yang sangat introvert" pinta Aira membuat Chandra menatap ke arah suami nya dengan tajam


"dia benar suami mu?" suara yang agak sedikit bergetar membuat Ray memotong pembicaraan.


"apakah kau cemburu?" sahut Ray


"Aira bukan nya kita belum ada kata putus?" tanya Chandra


"Chan saat ini aku sedang bersama dengan suami ku, bisa kau menjaga perasaan nya. bergeserlah" ucapan yang datar dan mengambil alih duduk Chandra.


"kau meninggal kan nya tanpa kepastian selama 5 tahun. apa masih bisa kau katakan dia milik mu? sekarang dia milik ku seutuhnya, kau tidak berhak meminta penjelasan soal hubungan kalian" potong Naja membuat Chandra menatap tajam ke arah nya


"kau tidak tau apa-apa. kau pernah dengar bahwa cinta pertama tidak bisa di lupakan?" tanya Chandra membuat Naja memanas.


"cinta pertama? aku memang bukan cinta pertama Aira tapi akan ku pastikan aku cinta terakhir nya" balas Naja yang terpancing emosi.


"sudah lah disini kita ingin melepas kerinduan bukan untuk bertengkar. Chandra kau juga sudah dewasa, ditinggal nikah bukan sesuatu yang salah kan? dia punya hak untuk menikah dengan orang lain" Potong Luna berusaha melerai


"yang lalu biarlah berlalu" *sambung Ray


semua kembali duduk di tempat*.


"Sayang aku rasa ada pekerjaan mendesak. bisakah kita kembali lebih dulu?" tanya Naja


"aku baru saja bertemu dengan Aira, kau sudah mau kembali" sahut Luna dengan wajah sedih


"Luna kita bisa bertemu lain kali, nanti kita sambung mengobrol di handphone. Suami ku sangat sibuk" jelas Aira sambil mengelus pelan tangan Luna di atas Meja.


"berikan aku alamat rumah mu biar aku sering datang mengunjungi mu" pinta Luna


"baiklah nanti ku berikan"


"kalau begitu kami pergi dulu" ucap Naja menggandeng tangan Aira keluar cafe.


"kau harus nya bisa menjaga sikap Chandra!" cibir Luna


"aku hanya terpancing karena suami nya seperti tidak menyukai ku. lagian mereka seperti bukan suami istri" jelas Chandra sambil bermain ponsel nya


"aku juga berpikir seperti itu Chan" sahut Ray


...----------------...

__ADS_1



KINAJA DHANANJAYA


__ADS_2