Love Disaster

Love Disaster
pergi bersama


__ADS_3

...----------------...


Pagi hari telah tiba . Aira tebangun dari tidur karena mendengar alarm dari handphone nya . ia bangkit dari ranjang nya dan langsung membuka tirai jendela . ia langsung teringat bahwa hari ini Naja berjanji ingin menemani Aira keluar .


"janji harus ditepati" ucap nya sambil tersenyum ria.


Aira berjalan ke kamar mandi sambil agak bergoyang gembira , tak tahu apa yang sebenarnya ia rasakan, hanya saja seperti keberuntungan bisa keluar dengan suami nya itu.


...----------------...


"aku harus menggunakan dres yang mana ? ini atau ini" kata Aira sambil mengangkat dua dress berwarna peach dengan hijau muda.


ia bingung harus menggunakan yang mana .


"ah sudah lah , paling ini hanya keluar berkeliling kota saja " ucap nya dengan menjatuhkan salah satu dress nya di atas ranjang .


pilihan Aira jatuh pada dress berwarna peach itu . menarik, terlihat mewah tapi casual .


"bukan kah aku terlihat cantik?" ucap Aira sambil tertawa kecil di depan cermin riasnya.


Aira berjalan keluar kamar dan ingin menemui suami nya itu , untuk menagih janji nya semalam .


"Dimana dia ? katanya mau pergi bareng, kok ga ada. apa dia pergi ke kantor ?" decak nya sambil memasang wajah kesal .


"bik?" panggil Aira kepada seorang pelayan di rumah itu .


"iya nona . ada apa?" jawab pelayan itu.


"apakah Naja pergi ke kantor lagi hari ini ?" tanya Aira .


"tadi saya belum liat tuan Naja keluar dari kamar, nona . mungkin tuan masih tidur" jawab pelayan itu .


"baiklah , aku akan membangunkan nya" ucap Aira meninggalkan pelayan itu .


"maaf nona , tuan Naja akan marah jika nona melakukan hal itu" cegah pelayan itu sehingga menahan langkah Aira .


"oh ya? baiklah aku akan tetap melakukan nya. tenang saja dia tak kan marah pada ku sekalipun aku salah" cibir Aira dengan senyum kecil di bibir mungil nya .


"seperti nya akan terjadi keributan disini" *ucap pelayan itu pelan .


Aira bersemangat berjalan menuju kamar Naja .


ia telah sampai di depan pintu kamar milik Naja , ia tersenyum dan langsung masuk tanpa izin.


ia melewati pintu-pintu aneh di kamar Naja , dan mencari dimana ranjang Naja sebenarnya berada?.


akhirnya ia menemukan nya. terlihat Naja sedang tertidur pulas, terlihat seperti kelelahan .


mata yang hampir tertutup rambut nya, menjadi pusat penglihatan Aira . bibir yang sedikit tidak tertutup rapat, membuat Aira memiliki ide jahat* .


"harus nya aku memasukan air di mulut mu." ucap Aira yang berjalan mendekat ke arah Naja yang tertidur. langkah nya terhenti ketika menatap wajah polos Naja yang terlihat sangat lelah .


"jika aku membangun kan nya , pasti itu sangat menganggu. seperti nya dia lelah. baiklah aku biarkan kau istirahat sebentar" ucap Aira yang hendak berbalik badan . tindakan itu terhenti ketika Naja menyahut ucapannya .


"sekarang kau berani masuk ke kamar ku tanpa mengetuk" decak Naja yang masih menutup matanya


"hei , kau membuatku terkejut. apa kau mengigau?" tanya nya.


"aku hanya sedang bermimpi" jawab Naja .


"mimpi apa? apa kau memimpikan seorang wanita cantik?" tanya Aira tanpa segan.


"pikiran ku tidak seburuk itu, tidak sepertimu yang selalu berkhayal tentang pria tampan. tapi kurasa tuhan mengabulkan nya, jadi kau bisa setiap hari melihat pria tampan" cibir Naja yang mulai membuka mata nya.

__ADS_1


"siapa yang kau maksud?" tanya nya polos .


"aku" jawab Naja singkat lalu bangkit dari tidur nya .


"lupakan itu , aku tidak pernah berpikir tentang kau tuan Naja" decak Aira mengkesal .


"Yasudah terserah mu. ada apa kau datang kemari ? mau menyerahkan diri?" tanya Naja sambil melirik tajam dengan senyum kecil ke arah Aira , seolah ia lah Leon, si singa putih itu.


"apa yang kau maksud? aku hanya ingin menagih janji mu. katanya , kau orang yang sangat menepati janji, tapi nyatanya ? kau bangun saja terlambat. lihat ini sudah jam 9!" cibir Aira seolah mengomeli suami nya yang telat kerja.


"hei ya aku janji nya hari ini, tapi bukan nya kita tidak ada janji menentukan jam nya ?" tanya Naja yang membuat Aira terdiam sejenak.


"tak usah banyak bicara. aku mau nya sekarang! jadi bersiaplah . kalau tidak aku akan melakukan kesalahan ku yang kemarin" ancam Aira yang terlihat sangat cantik walaupun sedang kesal .


"bagaimana cara ku bersiap jika kau masih ada disini? apa kau ingin melihat ku bersiap, nona?" tanya Naja menggoda .


"ada apa rupanya? kau bisa saja melepas baju mu itu di dalam kamar mandi kan?" tanya Aira tanpa basa-basi.


"katakan saja jika kau sebenarnya ingin melihat badan sixpack ku bukan?"goda Naja yang langsung membuat Aira terlihat panik.


"aku akan keluar"ucap Aira meninggalkan Naja dengan terburu-buru, takut suami nya itu melakukan hal yang konyol.


...----------------...


Naja beranjak ke kamar mandi. tapi langkah nya terhenti ketika suara handphone nya berbunyi. sepertinya itu panggilan telepon dari seseorang. Naja bergegas mengambil handphone nya di atas lemari kecil di sebelah ranjangnya. dan benar saja itu panggilan dari Arka sahabatnya .


"udah jam 9 ni. lu niat kerja ga? kalo ga tutup aja perusahaan Lu" decak Arka.


"kayak nya gua ga ngantor deh, lagian kan ga ada meeting juga. gua hari ini mau qualitytime hahah" gurau Naja yang tidak menganggap serius ucapan Arka.


"pala lu! kalo ga ada meeting ngapain gua nelpon lu bego! hari ini kita meeting untuk kontrak kerja sama dengan perusahaan bintang anugrah di Malaysia."omel Arka seperti mengomel pada anak kecil.


"gabisa di tunda? kalo bisa, tunda dulu ya atau ga handle deh" jawab Naja mulai serius.


"gua mau nemenin Aira, gua merasa bersalah gitu kemarin. ya jadi gua mau nemeni dia keluar" sahut Naja .


"o bagus deh kalo kalian baikan."


"handle dulu ya, gua juga mau siap-siap mau pergi. sebelum nya makasih ye" ucap Naja


"aelah, iyee. macem sama siape aje lu. yaudah gua matiin " jawab Arka yang langsung mematikan sambungan telepon itu.


...----------------...


Aira duduk di ruang keluarga. ia memperhatikan pintu kamar Naja dengan seksama. ya ia sedang menunggu Naja keluar dari kamar itu.


"kenapa begitu lama?!" batin nya sambil memanyukan bibir mungil nya.


krekkkk....pintu kamar itu terbuka. Aira sigap menatap lelaki itu dari tempat duduk nya.


baju kaos lengan panjang yang Naja kenakan terlihat sangat cocok di tubuhnya. gaya rambut yang hampir menutupi keningnya tampak begitu rapi dan celana casual yang ia pakai , itu penampilan yang terlihat keren. lelaki berbadan tinggi dan bugar itu berhenti dari langkah nya. ia melihat ke arah Aira , apa ada yang salah dengan penampilan nya. kenapa wajah Aira terlihat seperti terkejut.


"hei! kau kenapa? apa ada yang salah dengan baju ku?" tanya Naja yang kembali melihat penampilan nya sendiri dari ujung kaki ke lengan baju .


"eh....engga kok, cuma kayak beda banget gitu" jawab Naja.


"kau terpaku dengan penampilan ku? wah aku juga merasa, aku terlihat sangat tampan hari ini" ucap Naja dengan sedikit salah tingkah .


"kau terlalu percaya diri. aku rasa biasa saja."


"kemana kita hari ini?" sambung Aira yang langsung menatap ke mata Naja .


"ya aku tidak tahu" jawab Naja sambil merapikan sedikit rambut yang hampir menutupi kening nya itu.

__ADS_1


"bagaimana jika kita pergi ke cafe?" tanya Aira dengan mata yang sangat berharap.


" baiklah. mari kita pergi ke tempat yang kau mau" sahut Naja yang langsung berjalan mendahului Aira .


"hei kau tidak protes ? apa itu benar kau akan menuruti semuaaa?" tanya Aira yang sangat penasaran.


"tidak. emang ada apa dengan cafe?"tanya Naja kembali.


"itu tempat ramai, nanti jika ada orang yang melihat kita berdua, bagaimana?" sahut Aira .


"emang kenapa?" tanya Naja kembali


"yang benar saja. Naja kau adalah orang yang sangat menutupi status mu ,dan kehidupan mu . lantas kenapa tiba-tiba jadi begini" tanya Aira yang membuat langkah Naja terhenti. ia berbalik badan dan melihat ke arah Aira berdiri.


"entah lah, aku juga bingung dengan diri ku sendiri. aku rasa sekarang, semua orang harus tau tentang kehidupan ku bukan? atau paling tidak , aku tidak menutupi apa yang seharusnya tidak di tutupi" jawab Naja yang membuat Aira kebingungan.


" jangan paksakan merubah kepribadian mu hanya karena aku meminta nya. tidak, aku tidak memintanya. hanya saja aku ingin merubah sedikit sikap mu terhadap ku" jelas Aira yang membuat Naja menatap kosong ke arahnya. seperti merasa bersalah mendengar istrinya berbicara seperti itu.


"rubah lah selagi kau bisa"sahut Naja dan langsung pergi berjalan lebih cepat dan meninggalkan Aira.


Aira bergegas berjalan lebih cepat agar bisa berdampingan dengan Naja .


tapi tetap saja langkah nya tidak sebesar langkah suami nya itu .


Naja berhenti tepat di depan pintu masuk rumah nya . ia memandangi seluruh sudut dari rumah nya. tidak ada penjaga yang lalai, mereka semua terlihat disiplin.


Aira tidak memperhatikan dimana Naja berhenti, ia hanya fokus pada langkah kakinya , yang dari tadi tidak kunjung sampai di pintu masuk. tanpa melihat ia menabrak bahu Naja, sehingga hampir saja kehilangan keseimbangan. Naja yang terkejut dengan tingkah istrinya itu , langsung sigap mengarah ke Aira .


"awww sakit!" decak Aira kesal


"kau yang menabrak ku dan kau yang kesakitan?" tanya Naja


"apa kau mau menyalahkan ku?. bukan nya kau pernah bilang kalau aku salah kau tak kan menyalahkan ku." sahut Aira menundukan wajah nya .


"ya kau tak pernah salah" jelas Naja yang bergeser dari hadapan Aira .


"ya kau tau itu, bahwa hakikatnya wanita tidak pernah salah" . cibir Aira yang berjalan lebih dulu dari Naja untuk menuruni anak tangga di halaman rumahnya.


"dengan apa kita pergi? motor? sepertinya seru"


kata Aira terlihat polos .


"cuaca nya sepertinya panas. Danu keluarkan mobil ku" perintah Naja ke salah satu penjaga nya.


"kenapa tidak dengan motor, panas juga ga masalah kan?" tanya nya kembali


"kau tidak sadar , kau menggunakan dress!" decak Naja yang langsung membuat Aira tersenyum kecil .


"aku lupa tuan" jelas Aira


"Sudah masuk lah" kata Naja sambil membuka pintu mobil nya .


"kau mengendarai sendiri?" tanya Aira sedikit ragu .


"ya jadi? apa kau mau ada orang ketiga di antara kita?" sahut Naja .


"terserah mu" jawab Aira yang membuka pintu belakang mobil itu.


"kau pikir aku supir mu? kau naik di depan" decak nya agak kesal.



...----------------...

__ADS_1


__ADS_2