
...----------------...
"Kenapa Gua munafik ? Bisa-bisa nya Gua ga suka liat Sahabat Gua yang dari kecil selalu bareng bahkan udah seperti saudara sendiri itu Nikah !!!!!" ....teriak Arka di dalam kamar nya .
"Padahal Gua ketemu sama Aira yah karena Naja .Gua ga boleh punya perasaan ke Istri Sahabat Gua !!!!! " Teriak nya lagi sambil menyingkirkan vas-vas bunga di meja kamar nya .
Arka duduk di atas ranjang nya sambil mengacak-acak rambut nya .
"Gua hampir ga pernah ngerasain suka sama seseorang , tapi sekali suka ,kenapa suka nya sama orang yang bener - bener ga bisa di gapai? malah suka nya sama istri sahabat Gua lagi "
...----------------...
Pagi hari pertama Aira di rumah Naja . Aira tidur terlelap hingga kesiangan .
"Kemana Aira ? " tanya Naja pada pelayan rumah nya .
"Nona Aira belum bangun Tuan "
"Bangun kan dia sekarang, suruh dia menyusul ku sarapan di ruang makan " ucap nya sambil membenar kan dasi .
"Baik tuan " .
...----------------...
"Nona Aira ?? bangun , sudah siang , saat nya anda sarapan " ucap pelayan itu membangun kan Aira .
"hoammmm......" Aira menguap ."Hah kenapa ? maaf aku tidak sengaja kesiangan " Kata Aira sambil meregangkan otot-otot nya .
"Silahkan siap-siap Nona lalu susul Tuan muda Naja di ruang makan . ini perintah dari Tuan Naja " Kata pelayan itu lagi sambil membuka gorden dari jendela yang besar itu , dan melanjut kan membersihkan kamar Aira .
"Dia belum berangkat kerja ? " tanya Aira .
"Belum nona "
"Baiklah Aku akan menyusul nya "
"Iya Nona . cepat lah karena Tuan Naja tidak suka terlalu lama menunggu " .
"Baik lah".
...----------------...
Selesai bersiap Aira langsung menuju ke meja makan . Aira melangkah cepat menuju ruang makan karena takut membuat Naja menunggu nya . Setelah terlihat meja makan yang begitu besar dan kursi yang banyak , Aira mulai melangkah perlahan ke Arah Naja yang berada di ujung meja makan itu.
"Aku bingung harus duduk dimana " batin Aira kebingungan dan masih melangkah pelan.
"Duduk lah disebelah ku . Ada hal yang harus kita bicarakan sebelum aku pergi " ucap Naja sambil menyuapkan sesendok makanan ke mulut nya .
"Baiklah" Aira langsung duduk di sebelah Naja .
"Apa yang ingin Tuan bahas dengan saya ?" tanya Aira .
" Tunggu dulu , bukan nya terlalu canggung memanggil ku dengan sebutan Tuan ?" ketus Naja yang masih tidak menatap Aira secara langsung .
"Apa-apaan dia , kenapa dia membahas ini ?" batin Aira tersenyum .
"Jadi saya harus memanggil Tuan dengan sebutan apa ? " tanya Aira dengan sedikit senyum kesal .
"Kamu memanggil ku Tuan itu membuat ku canggung " Ucap Naja lagi .
Aira hanya terdiam .
__ADS_1
"Jangan katakan bahwa aku harus memanggil mu dengan sebutan Suami ku" batin Aira yang memikir kan omong kosong itu .
"Baik lah terserah mu mau memanggil ku apa . jadi sekarang mari bicarakan hal yang ingin ku sampaikan " Kata Naja sambil meletakkan sendok nya .
"Iya , katakan lah apa yang ingin Tuan bicarakan" Jawab Aira .
" Sebenarnya aku ingin membicarakan peraturan untuk mu "
"Peraturan untuk ku? apa aku disini menyewa ? kenapa seperti asrama tempat ini" batin Aira terkejut .
"Yang pertama Kamu ga boleh keluar dari rumah ini tanpa izin dan sepengetahuan aku , dan pergi sesuai kebutuhan mendesak saja, dan itu harus bersama ku . Jika kamu pergi tanpa sepengetahuan ku , aku akan menghukum mu .
Yang kedua berdiam lah dirumah , lakukan hal yang ingin kamu lakukan dirumah saja . Tugas mu hanya yah menikmati apa yang ada dirumah ini saja . kamu tidak perlu melakukan apapun , dan aku akan memberi mu uang untuk memenuhi kebutuhan mu " Ucap Naja menjelaskan .
"Apa ? Aku tidak boleh keluar kalo tidak bersama mu ?!! kenapa harus bersama mu ?" Ketus Aira kesal .
"Ya harus bersama ku . Aku tidak mempercayai para ajudan ku dan aku hanya percaya pada diri ku sendiri , jadi aku memutuskan untuk melindungi mu dengan cara diriku sendiri" .Kata Naja kembali .
"Begitu banyak bodyguard mu , tapi kamu tidak mempercayai salah satu di antara mereka ? wah rumit banget yah . Tapi....."
"Tidak ada penolakan , peraturan ini berlaku wajib untuk di patuhi oleh mu , karena kamu adalah orang yang harus aku jaga" balas Naja memotong ucapan Aira .
"Baiklah Tuan Naja yang terhormat , saya ingin keluar hari ini . bagaimana?" tanya Aira yang menatap Naja langsung.
"Aku tidak bisa hari ini . Aku sibuk " ucap Naja yang menghindari tatapan mata Aira .
"Kalau begitu biarkan aku keluar dengan bodyguard mu atau siapa pun itu yg kamu percaya " kata Aira lagi .
"Tidak boleh , kan aku sudah bilang harus bersama ku . kumohon jangan menentang ku" ketus Naja memulai perdebatan .
"Kalau begitu ayo keluar bersama ku " Balas Aira kembali .
"Jadi aku ga boleh keluar? " tanya Aira kesal dengan agak mengeras kan suara nya .
"Tidak " jawab Naja singkat .
"Kalau begitu aku akan pergi sendiri " Ancam Aira .
"Coba lah kamu pergi sendiri , jika terjadi sesuatu pada diri mu , aku tidak akan membantu mu " Ancam Naja kembali .
"Bagaimana ini ? Naja benar-benar orang yang sangat kejam " Batin Aira yang masih kesal.
"Masih menentang ku? Terserah apa yang akan kamu lakukan tapi sepertinya itu tidak akan terjadi " kata Naja yang langsung berdiri dari kursi dan berjalan membawa tas kantor nya .
"menyebalkan" Ketus Aira .
"Aku mendengar nya ! " jawab Naja .
...----------------...
Setelah Aira selesai sarapan , ia langsung meninggalkan ruang makan itu , dan kembali ke kamarnya .
sesampainya di kamar , Aira mengomel sangat kesal dengan peraturan yang Naja katakan tadi .
"Dia mengurungku di rumah nya yang sangat besar ini , apa dia mengira aku tidak akan bosan? dia benar-benar kejam termasuk kepada ku "
Ucap nya yang duduk di sudut ranjang .
"Oh iya ! kenapa dia tidak menyuruh ku pergi bersama Arka ? bukan nya dia sangat percaya dengan Arka ? Aku harus menanyakan nya sekarang " Kata Aira yang baru saja mendapat kan ide dan langsung mengeluarkan ponsel nya untuk menghubungi Naja .
"Ini kontak nya . Baiklah tarik nafas .....buang ... huhhhhh mari kita hubungi dia , jangan gugup dan katakan lah dengan lantang " kata Aira lagi sambil mengatur nafas nya .
__ADS_1
"Tut.....Tut..... Tut....." Suara yang keluar dari ponsel nya , yang menandakan panggilan masuk .
...----------------...
"Drtttttttt....." Suara getaran dari ponsel Naja di dalam kantong celana .
Naja langsung melihat ponsel nya . Ternyata Aira menghubunginya . karena takut ada hal yang membahayakan Aira , Naja langsung mengangkat panggilan nya .
"Hallo ? ada apa kamu menghubungi ku ? apa terjadi sesuatu kepada mu ? " hal yang pertama Naja katakan saat menjawab panggilan itu .
"Maaf mengganggu waktu mu yang sangat berharga itu . tidak ada yang terjadi kepada ku ,dan aku hanya ingin menanyakan sesuatu , yaitu kenapa kamu tidak mengizinkan ku pergi dengan Arka saja ? dia kan asisten sekaligus sahabat mu , pasti kamu sangat mempercayai nya bukan? " Tanya Aira dengan lantang .
"Kenapa kamu masih menentang ku lagi soal hal ini? apa kamu menyukai Arka ? " Tanya Naja kembali yang membuat Aira semakin kesal .
"Apa ? aku menyukai Arka ? tidak!!!! jangan berasumsi seperti itu , aku hanya ingin keluar saja . bukan karena aku mengusul kan pergi bersama Arka berarti aku menyukai nya " jawab Aira menjelas kan .
"Jika kamu menyukai nya juga , tak apa " respon Naja .
"Wah suami mana yang merelakan istri nya untuk menyukai lelaki lain ? " Tanya Aira yang sangat kesal dengan respon Naja yang seperti memancing perdebatan kembali.
"Ada . Yaitu aku " Respon singkat Naja kembali .
"Ya ternyata benar kamu menikahi ku hanya sebatas wasiat dari ayah ku ,tetapi tidak memberikan perasaan mu kepada ku juga . ah mungkin aku yang terlalu berlebihan tuan , maaf kan aku " ucap Aira dengan agak bergetar dibibir nya .
" Kenapa kamu membahas yang lain ? sudah aku tidak mengizinkan mu pergi dengan Arka . tapi kalo kamu menyukainya , maka pergilah dan jangan kembali lagi" Ancam Naja yang langsung memutuskan panggilan nya .
Aira yang mendengar ancaman dari Naja langsung duduk di atas ranjang nya kembali , dengan wajah yang murung .
"Wah bahkan dengan Arka saja dia tidak percaya " ucap nya yang menundukan kepala nya dan menggenggam tangan nya sendiri.
"Harus nya aku tidak berharap terlalu banyak dengan pernikahan ini . aku mendengarkan ucapan mu yang merelakan ku untuk menyukai orang lain , itu berarti kamu tidak menyukai ku selama sekali Naja . Aku yang berusaha untuk menyukai mu terpaksa menghapus perasaan itu karena ucapan mu sendiri " Ungkap Aira sambil menangis pelan.
"Sudah lah Aira ,sampai kapan pun dia tak akan menyukai mu bahkan menyikapi mu layak nya sebagai istri nya . Sudah jangan pikir kan lagi , itu akan membuat mu seakan lemah . ayo sekarang pikirkan bagaimana diri mu melewati hari ini sendirian di rumah yang sangat besar ini "Ucap nya lagi sambil melihat ke arah jendela yang begitu lebar , dari jendela itu ia melihat halaman pepohonan yang luas dan sangat indah .
"Harus nya aku menikmati semua fasilitas dari rumah nya dan melakukan semua hal yang ingin aku lakukan . Ayo Aira lupakan hal tentang dia tadi , sekarang mari kita bersenang-senang" Kata Aira sambil menghapus air mata di pipi nya , dan langsung keluar dari kamar nya .
...----------------...
"Apakah perkataan ku tadi menyakiti nya ? kenapa aku menjadi tidak tenang setelah mendengar respon nya tadi" batin Naja yang tengah meeting .
"Apa aku berlebihan ? padahal kan aku tidak mengizinkan dia keluar dengan Arka , karena aku tau Arka menyukai nya , tapi Arka saja berlagak mendukung ku padahal dia menyukai Aira yang sekarang sudah menjadi istri ku "
"Maaf Tuan .....Tuan???" Panggil seorang karyawan yang mengejut kan Naja.
"Aaa iya ? ada apa ? " ketus Naja .
"Apakah Tuan sedang tidak enak badan ? "
"Tidak ! aku sangat sehat " jawab Naja .
"Tuan nampak nya sangat lelah sehingga melamun seperti tadi" .
"Yah mungkin tuan Naja lelah karena telah melewati malam pertama nya " Potong Arka .
"Apaan sih Arka ? " jawab Naja datar yang langsung melihat Arka dengan sinis .
"Wah iya Tuan , selamat atas pernikahan nya " kata mereka si fatner kerja Naja dari perusahaan lain .
"Terimakasih semua. baiklah cukup sampai disini saja meeting nya , dan saya tutup selamat siang " ucap Naja yang langsung meninggalkan ruang meeting itu .
...----------------...
__ADS_1