
Hari pernikahan pun tiba . Aira masih duduk termenung didekat jendela kamar hotel itu. Aira gugup dengan apa yang akan ia lakukan nanti , sampai-sampai kemarin tidur nya menjadi gelisah .
"Apa yang harus aku lakukan sekarang? pernikahan ku sudah di depan mata . apa aku akan membatal kan nya nanti?" Ucap nya khawatir .
"Ini sudah jam 6 pagi , tapi aku masih sibuk memikirkan hal-hal yang harus nya tidak terjadi . Aku belum ada istirahat dari tadi malam , rasa nya lelah sekali " Kata nya dengan menghela nafas .
"Tok....tok....tok...." suara pintu kamar Aira yang diketuk dengan entah siapa itu .
"Permisi Nona ...... apakah nona sudah bangun?" Tanya orang di belakang pintu itu .
"Siapa itu? kenapa pagi-pagi begini sudah membangun kan ku ? " Tanya Aira dengan pelan dan berjalan menuju pintu .
"Mungkin dia masih tidur , soal nya emang dia sering tidak terbangun pagi " Ucap seorang lelaki yang mirip suara Arka .
Aira membuka pintu itu dengan penuh tanya , karena ada beberapa wanita dan Arka disana .
"Kenapa kalian datang menemui ku pagi-pagi begini? " tanya Aira .
"Apakah nona sudah lupa ? ini adalah hari pernikahan anda dengan tuan Naja . kami datang kesini ingin menjemput Nona dan membawa nona ke gedung pernikahan "Ucap wanita yang tidak Aira kenali itu.
"oh iya beberapa orang ini adalah wedding organizer yang mengurus tentang keperluan nona " Ucap Arka .
"Aaaa apakah ini tidak terlalu pagi?" tanya Aira .
"Nona , jika kami menjemput mu di bawah jam 6 ini , akan banyak orang yang melihat nya . karena jam 7 sudah menjadi jam orang pergi berkerja dan tuan Arka juga cukup terkenal bukan ?" Ucap Wanita itu .
"maksudnya begini......" ucap Arka terpotong
oleh Aira .
"Iya aku tau , jadi tunggu sebentar , aku mengambil barang ku dulu " ucap Aira dengan senyum di bibir nya .
...----------------...
"Kenapa dia tampak lelah dan murung? apakah dia tidak tidur karena gugup untuk hari ini? " tanya wanita itu kepada teman nya .
"Apa dia tidak menyukai nya? tidak mungkin karena ini adalah hari dimana semua wanita yang mengenal tuan Naja ingin berada di posisi wanita itu" balas teman nya .
"Sutttt!!!! Aku mendengar kalian ! dia adalah calon istri dari Tuan Naja , jika dia mendengar nya apa kah kalian akan tidak akan berada dalam masalah? " Tegas Arka .
"Maaf kan staf saya tuan " Ucap wanita yang lain dengan sedikit membungkuk kan badan nya .
"Sesuai dengan perjanjian , bahwa tidak ada yang boleh tau tentang pernikahan ini , maksud nya tentang dengan siapa tuan Naja menikah !! jika ada orang luar yang tau , makan kalian adalah orang yang pertama menjadi tersangka "
Tegas Arka kembali .
__ADS_1
"Baik tuan " .
Aira yang membawa tas kecil nya itu terhenti ketika mendengar ucapan Arka , dan membuat dirinya sedikit khawatir dengan keputusan yang ia katakan waktu lalu .
"Apakah sudah selesai nona? "Tanya Arka .
"Sudah, Aku sudah selesai ......emm sekarang kemana kita pergi?" Tanya Aira gugup .
"Ayo nona ikut dengan kami " kata staf itu.
"Apa dia mendengar perkataan ku? sehingga dia seperti nya salah paham dengan ucapan ku . atau apa karena dia sekarang goyah dengan keputusan nya kemarin?" Batin Arka yang mengikuti Aira dan para staf dari belakang .
"Apa aku terlalu jelek atau aneh untuk di ketahui orang-orang di luar sana sebagai istri dari Tuan Naja ? " Batin Aira menundukan kepala nya di sepanjang jalan .
...----------------...
Setelah sampai di gedung pernikahan , Aira tidak melihat satu pun orang yang berada di luar gedung itu , tidak seperti biasanya jika ada pernikahan yang di laksanakan di sana pasti gedung itu ramai sekali .
"Ayo nona Silahkan masuk , kami akan merias nona dengan secantik mungkin " Ucap wanita itu .
"Iya aku akan mengikuti mu" Ucap Aira tersenyum .
Di ruang rias itu tampak sangat mewah tapi hanya ada sedikit orang disana. Ada gaun yang Aira pilih kemarin terpajang di lemari ruangan itu .
"Nona Aira duduk lah disini , aku akan merias mu " Kata wanita yang tampak lebih tua dari nya .
"Lihat lah wajah mu , nona sangat cantik sekali , dan aku merasa kalian adalah pasangan serasi"
Ucap wanita itu lagi .
"Aah terimakasih " ucap Aira sambil tersenyum di hadapan cermin yang tepat di depan nya .
"Ya sudah kita mulai yah " kata wanita itu lagi.
setelah begitu lama Aira berias , Akhir nya Aira telah selesai dan akan menuju ke ruang pernikahan . Perasaan Aira campur aduk seakan takut jika pernikahan itu tiba-tiba batal.
...----------------...
"Dah siap bro. Aira lagi di rias , dan Lu ? Lu ga tegang? " Tanya Arka .
"Engga tuh , Gua ngerasa biasa aja kan cuma baca doang , bahkan Gua udah hafal " jawab Naja .
"Aih Lu kok beda sih ? yang lain kalo mau akad pasti deg-deg an lah Lu? malah biasa aje " .
"Ga tau , Gua ga tau !" Ketus Naja panik .
__ADS_1
"Lu kok tiba-tiba panik? Ga jelas banget si Lu Naja !!" ucap Arka kesal .
"Lu liat noh dari arah sana ada siapa yang dateng? " ucap Naja memalingkan wajahnya.
"Cantik banget ......Naja beruntung banget dapetin dia " batin Arka yang kaget melihat Aira .
Aira duduk di sebelah Naja dengan gemetar .
"Tolong jangan panik , ini hanya akad saja " batin Aira .
"Bisa kita mulai?" Tanya penghulu itu.
"Iya " Ucap Naja dengan sigap .
" Baik . Bismillah Kin Naja Dhananjaya , saya nikah kan engkau dengan Saudari Assyla Aira Ranjana binti William dengan mas kawin cincin berlian seberat 1.2gram dan seperangkat alat sholat di bayar tunai " Ucap penghulu itu yang membuat Naja seketika gugup .
"Aaaa kenapa aku lupa ? " batin Naja yang panik .
"Kenapa dia tidak menjawab? apa dia ingin membatalkan pernikahan ini?" Batin Aira yang ikut panik .
"Sa....Saya terima nikah nya Assyla Aira Ranjana binti William dengan mas kawin tersebut di bayar tunai " jawab Naja .
"Sah? "
"Sah"! ucap beberapa orang yang datang di sana .
Setelah mentanda tangani buku nikah dan beberapa berkas , Naja memasang kan cincin pernikahan di jari manis Aira dengan gugup .
dan sebalik nya Aira memasangkan cincin nikah nya di jari Naja .
"Cium tangan suami nya" ucap orang yang duduk di sebelah Naja sebagai wali nya , sontak itu membuat Aira panik dan malu .
Naja memberikan tangan nya kepada Aira . Aira memegang tangan itu dan mencium nya.
"Eh kok udah gitu aja? di cium istri nya Tuan " Ucap Staf wanita yang duduk tepat di belakang Aira .
Aira langsung diam membeku dan hanya menunduk . Naja agak menunduk untuk mencium kening Aira , karena Aira lebih pendek dari nya . Naja memegang kedua pipi Aira dan agak mengangkat nya pelan , lalu mencium kening nya dengan mata terpejam .
Aira pun juga ikut terpejam .
"Sebentar di tahan dulu , Saya ambil foto nya sebentar yah Tuan" Ucap staf itu lagi .
Naja hanya diam dan mengikuti apa kata staf itu.
"Sudah tuan " ucap nya kembali ,yang membuat Naja melepas kan ciuman dan tangan nya dari pipi Aira .
__ADS_1
"Kenapa Aku tidak rela Aira di cium Naja ? padahal Naja adalah suaminya " batin Arka yang datar melihat Naja dan Aira.
...----------------...