Love Disaster

Love Disaster
#12


__ADS_3

Naja berjalan menggendong Aira masuk ke dalam rumah nya .


"Aku akan meletakkan mu di kamar mu sendiri" Ucap Naja.


"e'em" jawab Aira .


Setelah sampai di kamar Aira, Naja membaringkan tubuh Aira .


"Tunggu lah , Aku akan memanggil Hans untuk mengobati kaki mu " Kata Naja yang berdiri di sebelah Aira .


"Hans? Siapa Hans ? " tanya Aira .


"Oh iya , Hans adalah teman ku sekaligus dokter pribadi ku , dan sekarang mungkin dia akan menjadi dokter pribadi mu juga" jawab Naja .


"Baik lah , Terimakasih tuan telah membantu ku" ucap Aira .


"He'em . Aku akan menghubungi Hans dulu , jadi istirahat lah" respon Naja sambil berjalan meninggal kan kamar Aira.


"Ternyata dia memiliki banyak teman yang hebat . Aaaaah aku jadi teringat kata-kata nya tadi yang langsung membuat aku berdebar" Batin Aira yang langsung menutupi wajah nya dengan selimut karena malu .


"Hei! jangan berani menyentuh istri ku !. Ahhhhh dia sangat arogan " kata Aira yang menirukan suara Naja sambil tertawa kecil


"Ah sudah lah Aira jangan berekspetasi seolah-olah dia menyukai mu . ingat dia adalah Tuan Naja yang sangat Dingin dan Cuek ! tidak mungkin dia menyukai mu secepat itu" Kata Aira kembali yang merubah ekspresi wajah nya menjadi datar .


...----------------...


Naja langsung menghubungi Hans .


"Halo , ada apa ? " kata Hans .


"Hei bisa ga Lu dateng ke rumah Gua sekarang?"tanya Naja .


"Lu sakit bro? " tanya Hans kembali .


"Em bukan , Is.....istri Gua tadi ga sengaja ketemu Leon terus jatuh . Jadi lu kerumah Gua ya buat periksa dia" Jawab Naja .


"Istri? istri siape? oh iya lupa Gua . Lu kan udah nikah , maaf ya sibuk Gua nangani pasien , entar Gua dateng , tunggu aja " ucap Hans .


"oke" jawab Naja.


"Eh tunggu!!!! Leon ? singa Lu ? Lu sih aneh , untung aja Istri lu ga sampe trauma kan . haduh" Ucap Hans mengeras kan suara nya .


"Lupa Gua kalo Leon suka di lepas dari kandang nya " jawab Naja yang tidak merasa bersalah .


"Haduh , udah deh ni Gua on the way" jawab Hans mematikan telpon nya .


"Merasa bersalah? kan bukan Gua yang salah " Batin Naja kebingungan.


"Gua lupa hubungi Arka , Gua mau ngomong sesuatu soal Aira ". Kata Naja yang langsung menghubungi Arka .


"Arka!!!! Lu harus kerumah Gua sekarang, Gua ada perlu " Ucap Naja tanpa basa-basi.


"Apaan si Lu? pelan-pelan Lu ngomong , kayak dikejar setan aja Lu " jawab Arka.


"Udah buruan Lu kerumah Gua !"


"Ada Apaan si? Lu kenapa ? " tanya Arka.


"Ga usah banyak tanya , buruan!" jawab Naja yang langsung memutus panggilan nya .


...----------------...


"Lah, Hans? Lu ngapain ? Naja sakit? " tanya Arka yang bertemu Hans di depan rumah Naja .


"Lah Lu asisten Naja ga tau ? Istri nya sakit " jawab Hans .


"Hah?! sakit? sakit apaan ? " tanya Arka panik .

__ADS_1


"Ya mana Gua tau , orang belum Gua periksa" ketus Hans.


"Apa karena Naja main kasar yah?" tanya Arka.


"Main kasar ? maksud Lu? " tanya Hans bingung.


"Ah udah lah Gua mau cari Naja dulu , Lu langsung aja cari Aira " ucap Arka yang langsung berlari masuk mencari Naja .


"aahh itu maksud Lu, tapi bu....." Ucap Hans terpotong .


"woy dengerin dulu! Kan istri nya jatuh karena liat Leon bukan karena itu , ih otak lu Arka " kata Hans yang menggelengkan kepala nya .


...----------------...


"Permisi Tuan Hans , Nona Aira di kamar nya , mari saya antar " Ucap pelayan yang menyambut Hans .


"oke" jawab nya yang langsung mengikuti langkah pelayan itu .


...----------------...


"Dimana Tuan Naja ? " tanya Arka pada pelayan .


"Tadi Tuan Naja ke ruang kerja nya tuan " ucap pelayan itu .


"Oh oke , makasih" jawab Arka yang langsung menuju keruang kerja Naja .


...----------------...


Setelah sampai di depan ruang kerja Naja , Arka langsung membuka pintu ruangan itu dengan tergesa-gesa.


"Brakkkk!!!!!"


"Eh Apa-apaan Lu?" Ucap Naja yang terkejut .


"Sekarang lu ngomong , Aira kenapa ? Aira sakit kenapa ?! Lu apain Aira ? Lu ga mukul Aira kan? Lu ga KDRT kan?!!!" tanya Arka dengan mengeras kan suara nya , seolah-olah dia emosi .


"Terus Aira kenapa ? atau Lu main kasar yah tadi malam?" ucap Arka .


"Heh Aneh Lu , main kasar apa? Udah deh Arka , Gua manggil Lu bukan buat bahas ini , ada yang mau Gua kasih tau" jawab Naja .


"Permisi Tuan Naja , Dokter Hans sudah tiba "


Ucap Pelayan itu yang langsung membuat Naja dan Arka berhenti berdebat.


"Iya aku akan menyusul " jawab Naja .


"Yaudah ayo liat dulu , entar Gua jelasin !" Kata Naja . Arka langsung mengikuti Naja menuju kamar Aira.


"Dari sifat Lu tadi aja ,itu udah membuat Gua berpikir kalo Lu emang bener-bener suka sama Aira . Oke Gua bakal kasih liat sesuatu ke Lu biar Lu ga naksir lagi ke Aira " batin Naja sambil berjalan dan tersenyum tipis .


...----------------...


Setelah di kamar Aira , Hans memeriksa kaki Aira yang seperti nya keseleo .


Melihat situasi yang tepat , Naja duduk di sebelah Aira yang terbaring di tempat tidur nya sambil mengelus rambut nya .


"Apa?! Ada apa dengan Naja ? " batin Aira yang terkejut dengan tingkah suami nya itu .


"Apa kaki nya Patah?" tanya Naja pada Hans.


"Patah? Berlebihan sekali pikiran mu , ini hanya keseleo biasa , mungkin ini akibat tersandung " jawab Hans .


"Ah syukur lah Istri ku , kaki mu tidak kenapa-kenapa " ucap Naja yang kembali mengelus rambut Aira . Aura hanya terdiam dan tersenyum seolah-olah ikut senang mendengar apa kata Hans .


"Hah? Naja menyentuh Aira? Bukan nya menatap Aira saja dia tidak berani ?! Ada apa dengan Naja ? Apa mereka melakukan nya tadi malam ,sehingga membuat sikap Naja luluh " Batin Arka yang terkejut dan cemburu .


"Ah udah deh Naja Lu jangan ..... ah iya Gua tau Lu udah punya istri gitu , cuma hargai Gua , Gua single loh" Ketus Hans .

__ADS_1


"Ah udah selesai kan ? Buruan pulang Lu ! " ketus Naja bercanda .


"Aduh sakit dada Gua " jawab Hans.


"Ih kamu kok gitu sih , ga baik loh " bisik Aira ke Naja sambil mencubit pelan paha suami nya itu .


"Oh berani kamu ya cubit aku? " tanya Naja .


"Jangan mentang-mentang disini ada banyak orang jadi kamu berani usil ke aku , Liat kamu nanti aku mungkin akan menghukum mu Aira "


ketus Naja kembali.


"Ah Gua kira tadi Aira kenapa-kenapa " kata Arka .


"hehehehe , engga kok tadi cuma panik aja makan nya jatuh " jawab Aira sambil tertawa kecil .


"Nah denger tuh? pikiran Lu Aneh sih , kejauhan. orang Aira jatuh karena ketemu Leon"


ketus Naja .


"Ini karena Leon bukan karena yg tadi " kata Hans pelan yang melirik ke Arka.


"Ya maaf , Gua mana tau " jawab Arka pelan .


"Yaudah Gua pamit yah , ada pasien masuk lagi ni" Kata Hans sambil membereskan peralatan medis nya .


"Eh iya Makasih ya Hans , oh iya entar Gua transfer yah " ucap Naja .


"Terimakasih Dokter " Ucap Aira.


"Sama-sama Nona Aira , em nanti kalo mau cek up kehamilan juga bisa sama saya . btw buat Naja , Lu kalo transfer jangan berlebihan angka Nol nya" Jawab Hans .


"Hahahaha Dokter bisa aja " jawab Aira terkekeh .


"Yaudah pergi Lu cepetan!" ketus Naja .


...----------------...


"Istirahat yah , Aku mau ngobrol bentar sama Arka " ucap Naja .


"Iya "


"Naja membuat ku berpikir kembali dengan tingkah nya tadi " batin Aira.


...----------------...


"Apa yang mau lu obrolin ?" tanya Arka.


"Gua mau cerita , Gua udah ga takut lagi natap mata Aira , bahkan Gua berani gendong dia tadi" jelas Naja .


"Iya Gua tadi jadi ngerasa gitu waktu Lu Elus Rambut Aira" Ucap Arka .


"Apa mungkin Gua bisa suka sama Aira yah? Soal nya ....." ucap Naja terpotong.


"Ya suka wajar lah orang istri Lu" jawab Arka .


"iya yah kan bukan suka sama istri orang" ketus Naja sambil tertawa .


"Ah i-iya" jawab Arka yang langsung merasa saat Naja berbicara seperti itu .


"Gua seneng kok Lu bisa Interaksi layak nya suami ke istri nya , congratulation . btw Gua mau ketemu sama orang bentar , Gua pamit yah " ucap Arka


"Iyah Hati-hati Bro" jawab Naja .


"Dari respon Lu , Lu bener takut kalo Gua tau Lu suka sama istri Gua . Sorry kalo Gua nyakitin Perasaan Lu Arka , tapi Gua ga bisa kalo Hak Gua di ambil sama orang lain apalagi kalo sama lu sahabat kecil Gua . Gua ga mau di khianati !" Batin nya yang berubah datar kembali.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2