
Naja berjalan menggendong Aira masuk ke dalam rumah nya .
"Aku akan meletakkan mu di kamar mu sendiri" Ucap Naja.
"e'em" jawab Aira .
Setelah sampai di kamar Aira, Naja membaringkan tubuh Aira .
"Tunggu lah , Aku akan memanggil Hans untuk mengobati kaki mu " Kata Naja yang berdiri di sebelah Aira .
"Hans? Siapa Hans ? " tanya Aira .
"Oh iya , Hans adalah teman ku sekaligus dokter pribadi ku , dan sekarang mungkin dia akan menjadi dokter pribadi mu juga" jawab Naja .
"Baik lah , Terimakasih tuan telah membantu ku" ucap Aira .
"He'em . Aku akan menghubungi Hans dulu , jadi istirahat lah" respon Naja sambil berjalan meninggal kan kamar Aira.
"Ternyata dia memiliki banyak teman yang hebat . Aaaaah aku jadi teringat kata-kata nya tadi yang langsung membuat aku berdebar" Batin Aira yang langsung menutupi wajah nya dengan selimut karena malu .
"Hei! jangan berani menyentuh istri ku !. Ahhhhh dia sangat arogan " kata Aira yang menirukan suara Naja sambil tertawa kecil
"Ah sudah lah Aira jangan berekspetasi seolah-olah dia menyukai mu . ingat dia adalah Tuan Naja yang sangat Dingin dan Cuek ! tidak mungkin dia menyukai mu secepat itu" Kata Aira kembali yang merubah ekspresi wajah nya menjadi datar .
...----------------...
Naja langsung menghubungi Hans .
"Halo , ada apa ? " kata Hans .
"Hei bisa ga Lu dateng ke rumah Gua sekarang?"tanya Naja .
"Lu sakit bro? " tanya Hans kembali .
"Em bukan , Is.....istri Gua tadi ga sengaja ketemu Leon terus jatuh . Jadi lu kerumah Gua ya buat periksa dia" Jawab Naja .
"Istri? istri siape? oh iya lupa Gua . Lu kan udah nikah , maaf ya sibuk Gua nangani pasien , entar Gua dateng , tunggu aja " ucap Hans .
"oke" jawab Naja.
"Eh tunggu!!!! Leon ? singa Lu ? Lu sih aneh , untung aja Istri lu ga sampe trauma kan . haduh" Ucap Hans mengeras kan suara nya .
"Lupa Gua kalo Leon suka di lepas dari kandang nya " jawab Naja yang tidak merasa bersalah .
"Haduh , udah deh ni Gua on the way" jawab Hans mematikan telpon nya .
"Merasa bersalah? kan bukan Gua yang salah " Batin Naja kebingungan.
"Gua lupa hubungi Arka , Gua mau ngomong sesuatu soal Aira ". Kata Naja yang langsung menghubungi Arka .
"Arka!!!! Lu harus kerumah Gua sekarang, Gua ada perlu " Ucap Naja tanpa basa-basi.
"Apaan si Lu? pelan-pelan Lu ngomong , kayak dikejar setan aja Lu " jawab Arka.
"Udah buruan Lu kerumah Gua !"
"Ada Apaan si? Lu kenapa ? " tanya Arka.
"Ga usah banyak tanya , buruan!" jawab Naja yang langsung memutus panggilan nya .
...----------------...
"Lah, Hans? Lu ngapain ? Naja sakit? " tanya Arka yang bertemu Hans di depan rumah Naja .
"Lah Lu asisten Naja ga tau ? Istri nya sakit " jawab Hans .
"Hah?! sakit? sakit apaan ? " tanya Arka panik .
__ADS_1
"Ya mana Gua tau , orang belum Gua periksa" ketus Hans.
"Apa karena Naja main kasar yah?" tanya Arka.
"Main kasar ? maksud Lu? " tanya Hans bingung.
"Ah udah lah Gua mau cari Naja dulu , Lu langsung aja cari Aira " ucap Arka yang langsung berlari masuk mencari Naja .
"aahh itu maksud Lu, tapi bu....." Ucap Hans terpotong .
"woy dengerin dulu! Kan istri nya jatuh karena liat Leon bukan karena itu , ih otak lu Arka " kata Hans yang menggelengkan kepala nya .
...----------------...
"Permisi Tuan Hans , Nona Aira di kamar nya , mari saya antar " Ucap pelayan yang menyambut Hans .
"oke" jawab nya yang langsung mengikuti langkah pelayan itu .
...----------------...
"Dimana Tuan Naja ? " tanya Arka pada pelayan .
"Tadi Tuan Naja ke ruang kerja nya tuan " ucap pelayan itu .
"Oh oke , makasih" jawab Arka yang langsung menuju keruang kerja Naja .
...----------------...
Setelah sampai di depan ruang kerja Naja , Arka langsung membuka pintu ruangan itu dengan tergesa-gesa.
"Brakkkk!!!!!"
"Eh Apa-apaan Lu?" Ucap Naja yang terkejut .
"Sekarang lu ngomong , Aira kenapa ? Aira sakit kenapa ?! Lu apain Aira ? Lu ga mukul Aira kan? Lu ga KDRT kan?!!!" tanya Arka dengan mengeras kan suara nya , seolah-olah dia emosi .
"Terus Aira kenapa ? atau Lu main kasar yah tadi malam?" ucap Arka .
"Heh Aneh Lu , main kasar apa? Udah deh Arka , Gua manggil Lu bukan buat bahas ini , ada yang mau Gua kasih tau" jawab Naja .
"Permisi Tuan Naja , Dokter Hans sudah tiba "
Ucap Pelayan itu yang langsung membuat Naja dan Arka berhenti berdebat.
"Iya aku akan menyusul " jawab Naja .
"Yaudah ayo liat dulu , entar Gua jelasin !" Kata Naja . Arka langsung mengikuti Naja menuju kamar Aira.
"Dari sifat Lu tadi aja ,itu udah membuat Gua berpikir kalo Lu emang bener-bener suka sama Aira . Oke Gua bakal kasih liat sesuatu ke Lu biar Lu ga naksir lagi ke Aira " batin Naja sambil berjalan dan tersenyum tipis .
...----------------...
Setelah di kamar Aira , Hans memeriksa kaki Aira yang seperti nya keseleo .
Melihat situasi yang tepat , Naja duduk di sebelah Aira yang terbaring di tempat tidur nya sambil mengelus rambut nya .
"Apa?! Ada apa dengan Naja ? " batin Aira yang terkejut dengan tingkah suami nya itu .
"Apa kaki nya Patah?" tanya Naja pada Hans.
"Patah? Berlebihan sekali pikiran mu , ini hanya keseleo biasa , mungkin ini akibat tersandung " jawab Hans .
"Ah syukur lah Istri ku , kaki mu tidak kenapa-kenapa " ucap Naja yang kembali mengelus rambut Aira . Aura hanya terdiam dan tersenyum seolah-olah ikut senang mendengar apa kata Hans .
"Hah? Naja menyentuh Aira? Bukan nya menatap Aira saja dia tidak berani ?! Ada apa dengan Naja ? Apa mereka melakukan nya tadi malam ,sehingga membuat sikap Naja luluh " Batin Arka yang terkejut dan cemburu .
"Ah udah deh Naja Lu jangan ..... ah iya Gua tau Lu udah punya istri gitu , cuma hargai Gua , Gua single loh" Ketus Hans .
__ADS_1
"Ah udah selesai kan ? Buruan pulang Lu ! " ketus Naja bercanda .
"Aduh sakit dada Gua " jawab Hans.
"Ih kamu kok gitu sih , ga baik loh " bisik Aira ke Naja sambil mencubit pelan paha suami nya itu .
"Oh berani kamu ya cubit aku? " tanya Naja .
"Jangan mentang-mentang disini ada banyak orang jadi kamu berani usil ke aku , Liat kamu nanti aku mungkin akan menghukum mu Aira "
ketus Naja kembali.
"Ah Gua kira tadi Aira kenapa-kenapa " kata Arka .
"hehehehe , engga kok tadi cuma panik aja makan nya jatuh " jawab Aira sambil tertawa kecil .
"Nah denger tuh? pikiran Lu Aneh sih , kejauhan. orang Aira jatuh karena ketemu Leon"
ketus Naja .
"Ini karena Leon bukan karena yg tadi " kata Hans pelan yang melirik ke Arka.
"Ya maaf , Gua mana tau " jawab Arka pelan .
"Yaudah Gua pamit yah , ada pasien masuk lagi ni" Kata Hans sambil membereskan peralatan medis nya .
"Eh iya Makasih ya Hans , oh iya entar Gua transfer yah " ucap Naja .
"Terimakasih Dokter " Ucap Aira.
"Sama-sama Nona Aira , em nanti kalo mau cek up kehamilan juga bisa sama saya . btw buat Naja , Lu kalo transfer jangan berlebihan angka Nol nya" Jawab Hans .
"Hahahaha Dokter bisa aja " jawab Aira terkekeh .
"Yaudah pergi Lu cepetan!" ketus Naja .
...----------------...
"Istirahat yah , Aku mau ngobrol bentar sama Arka " ucap Naja .
"Iya "
"Naja membuat ku berpikir kembali dengan tingkah nya tadi " batin Aira.
...----------------...
"Apa yang mau lu obrolin ?" tanya Arka.
"Gua mau cerita , Gua udah ga takut lagi natap mata Aira , bahkan Gua berani gendong dia tadi" jelas Naja .
"Iya Gua tadi jadi ngerasa gitu waktu Lu Elus Rambut Aira" Ucap Arka .
"Apa mungkin Gua bisa suka sama Aira yah? Soal nya ....." ucap Naja terpotong.
"Ya suka wajar lah orang istri Lu" jawab Arka .
"iya yah kan bukan suka sama istri orang" ketus Naja sambil tertawa .
"Ah i-iya" jawab Arka yang langsung merasa saat Naja berbicara seperti itu .
"Gua seneng kok Lu bisa Interaksi layak nya suami ke istri nya , congratulation . btw Gua mau ketemu sama orang bentar , Gua pamit yah " ucap Arka
"Iyah Hati-hati Bro" jawab Naja .
"Dari respon Lu , Lu bener takut kalo Gua tau Lu suka sama istri Gua . Sorry kalo Gua nyakitin Perasaan Lu Arka , tapi Gua ga bisa kalo Hak Gua di ambil sama orang lain apalagi kalo sama lu sahabat kecil Gua . Gua ga mau di khianati !" Batin nya yang berubah datar kembali.
...----------------...
__ADS_1