
...----------------...
Naja berjalan ke ruang kerja nya kembali . ia duduk di kursi kerja nya sambil mengamati surat perjanjiannya dengan ayah Aira waktu itu. ia membaca kembali setiap baris kata nya , yang isi nya berupa tanggung jawab untuk menikahi putri semata wayangnya itu. Naja berpikir keras seperti ada yang mengganjal di hati nya .
"apa surat ini juga menyuruh ku untuk mencintai nya ? " ucap nya sambil gemetar .
"Tah apa yang kurasakan sekarang , aku baru mengenal mu karena kejadian yang buruk itu ,tapi entah kenapa aku merasa begitu akrab dengan mu . kau membuat ku takut ketika kau terluka , tapi apa aku orang yang secepat itu untuk menyukai orang baru ?" *batin nya yang membuat ia melamun sebentar .
setelah beberapa menit ia berpikir dan merasa bahu nya sedikit pegal , ia bangkit dari duduk nya dan keluar dari ruang kerja nya . Naja berdiri diam dan menatap pintu kamar Aira yang tidak tertutup sepenuh nya . ia menghampiri kamar Aira dan mengintip apa yang sedang Aira lakukan* .
"apa dia sudah tidur?"batin Naja yang penasaran .Naja terus memajukan langkah nya dan akhir nya terlihat Aira yang sedang berbicara pada dirinya sendiri .
"Kenapa Naja tadi melakukan hal yang 100% berbeda dari sifat asli nya pada teman teman nya ? " ucap gadis itu yang membuat Naja sedikit kaget di balik pintu .
"Naja benar benar orang yang menyebal kan , kenapa setiap tingkah ia lakukan pada aku , membuat aku berpikir kalau dia sangat peduli pada ku" ucap gadis itu dengan sedikit menundukan wajah nya .
"wah ternyata kau sangat kesal dengan ku?" *tanya Naja yang langsung masuk ke kamar nya karena kesal dengan ucapan Aira .
Aira terkejut hingga matanya nya melotot ketika melihat Naja muncul secara tiba-tiba di depan nya* .
"Ayo katakan lagi " ucap Naja dengan sedikit tersenyum licik .
"Mengapa kau menguping pembicaraan ku? " tanya Aira yang kesal .
"aku tidak sengaja menguping , aku hanya berjalan ke sini untuk melihat mu tapi ternyata kau sedang membicarakan ku dengan teman mu yang tidak terlihat" jelas Naja .
"tapi sama saja kau melanggar privasi ku tuan Najaaaaaa" ucap Aira yang sengaja memanjangkan nama Naja .
"yasudah terserah mu , aku datang kemari ingin melihat kaki mu " ketus Naja yang mengalihkan pembicaraan .
"kau berusaha mengalihkan pembicaraan dengan ku? " kata Aira dengan sedikit tertawa kecil .
"ah yasudah lah aku juga sudah memaafkan mu , tuan Naja " lanjut nya sambil melihat mata Naja.
"kau jangan membuat ku kesal nona Aira Assyla Ranjana , jika itu terjadi maka aku tidak akan segan-segan untuk menarik kaki mu keluar dari rumah ku dan melempar kan mu ke kandang singa ku" balas Naja dengan datar.
jawaban Naja membuat Aira menatap nya dengan sangat marah .
"Heii!!!! kenapa kau sangat kejam dengan ku?! apa kau sangat membenci ku? sehingga kau tidak segan untuk melempar ku ke kandang binatang mu!" ucap Aira dengan keras dan meninggi kan nada bicara nya .
"wahhh selain berani membicarakan ku , kau juga berani membentak ku?" tanya Naja .
"kau membuat ku kesal" jawab Aira singkat dan memalingkan wajah nya .
"yasudah aku tidak akan melempar mu ke kandang singa ku agar kau tidak marah pada ku" ucap Naja yang merendah kan nada bicara nya .
__ADS_1
"tetap saja , kau sudah membuat ku kesal dengan ucapan mu" ketus Aira .
"Ya! kau pikir aku juga tidak kesal dengan perkataan mu tadi?" jawab Naja kembali .
"yasudah kita sekarang seri" jawab Aira tidak mau kalah
"apa ini pertandingan ? sekarang tutup mulut mu dan ku anggap kau menang" kata Naja .
"hei itu tidak adil , aku tidak mau menutup mulut ku " jawab Aira lagi.
"apa aku yang harus menutup mulut mu?" tanya Naja kembali .
"jangan paksa aku , aku tidak akan menutup mulut ku jika kau masih ingin berdebat dengan ku" jawab Aira melawan
"Kau begitu keras kepala " ucap Naja .
"Kau juga !" jawab nya .
Naja mengambil kursi rias Aira dan langsung duduk di sebelah Aira . "Sekarang kita akhiri dan istirahat lah kau" ucap Naja mengalah .
"bagaimana aku bisa tidur jika ada kau disini" tanya Aira .
"apa kau berani mengusirku?" tanya Naja dengan kesal.
"tapi ini bagian dari rumah ku , jadi ini milik ku" jawab Naja tidak mau kalah .
"wahhh lihat lah bahkan kau tidak mau mengalah dengan ku Tuan , padahal aku sedang sakit karena ulah binatang peliharaan mu" balas Aira .
"berhenti menyalah kan Leon Aira , karena itu juga salah mu , kenapa kau pergi sendiri ? " jawab Naja yang membuat mereka terdiam sebentar.
"Ah sudah lah , sekarang aku ingin istirahat tapi jika kau disini , kau sangat menggangguku , bisa kah kau keluar dari sini, dan menutup pintu kamar ku dengan rapat ?" ketus Aira yang menatap datar wajah Naja .
"lama-lama aku yang akan menerkam mu, kau begitu cerewet " ucap Naja yang membuat Aira melotot dan menutup kerah baju nya dengan kedua tangan nya .
"kenapa kau langsung begitu?" tanya Naja
"kau menakutkan" *jawab Aira.
mendengar jawaban Aira yang singkat , Naja langsung berdiri dari kursi itu dan keluar meninggalkan Aira tanpa sepatah kata pun. tingkah nya sekarang membuat istri nya bertanya tanya kembali . saat diluar kamar Aira , ia melihat para ajudan dan pelayan nya menatap nya dengan sedikit tertawa lucu*.
"kalian menertawakan ku? aku akan memotong gaji kalian "tegasnya dan berjalan ke kamar nya dengan sedikit malu.
setelah dikamar nya , ia menutup pintu dan membaringkan tubuh nya di atas ranjang , ia menarik nafas panjang lalu di hembuskan nya .
"berdebat dengan nya membuat ku kelelahan" kata Naja .
__ADS_1
"tring" *bunyi notifikasi ponsel Naja , ia mengeluarkan ponsel nya dan melihat notifikasi itu , ternyata itu pesan dari asisten nya yang berisi jadwal meeting untuk besok .
(besok meeting di majuin ,
kita mau bahas proposal
proyek baru ) 22.40 seen*
^^^ seen 22.41 (ok)^^^
(gua sarani lu besok berangkat
agak pagi deh biar ga kejebak
macet dan meeting ontime) 22.43 *seen
^^^seen* 22.44 (*ok , pokoknya handle aja duluan)^^^
...----------------...
Aira terbangun dari tidur nya dan berusaha menggerakkan kaki nya* .
"emmm udah ga terlalu sakit" ucap nya yang langsung beranjak turun dari ranjang nya .
ia keluar dari kamar nya sambil mengusap mata nya . dari kejauhan Aira melihat ke arah meja makan , dan tidak melihat Naja disana .
ia menghampiri kesana untuk memastikan lebih dekat , ternyata Naja memang tidak ada di sana . ia bertanya ke pelayan yang sedang membersihkan meja makan itu.
"bik, tuan Naja kemana ya?" tanya nya pada pelayan itu .
"Tuan sudah berangkat kantor dari tadi pagi non" jawab pelayan itu.
"kenapa begitu pagi ya bik? " tanya nya kembali .
"saya kurang tau nona kalau soal itu" jawab pelayan itu kembali .
"emm ya sudah lah" Aira meninggal kan ruangan itu dan pergi kembali ke kamar nya.
"Apa Naja marah dengan ku karena tadi malam? " tanya Aira kebingungan.
"dan dia sengaja pergi ke kantor tanpa meninggalkan ku pesan karena ingin menghindari ku?" lanjut nya lagi .
"Ah sudah lah aku tidak perlu khawatir , karena dia memang menyebalkan "
...----------------...
__ADS_1