
Aira berjalan dengan santai dan menghirup udara segar di halaman yang luas itu . Ia melangkah pelan sambil menikmati suasana teduh di bawah pohon-pohon rindang yang tumbuh di halaman taman rumah Naja .
"Aku bisa bersantai disini sambil menenangkan pikiran dan mengembalikan mood ku " kata Aira sambil mengambil dedaunan yang jatuh .
"krsek.......krsekkkkk......." Suara dari balik semak-semak dekat Aira .
"Apa itu ? ..... mungkin itu tupai " Ucap Aira yang tidak menghiraukan apa yang ada di balik semak-semak itu .
"Rawrrrrrrrrr ........" naungan seram itu tiba-tiba keluar dari semak- semak itu , dan menampakkan wujud nya .
Aira menoleh ke arah suara itu sambil gemetar .
"Aaaaaaaaaa!!!!!" Teriak Aira kuat dan langsung melangkah mundur .
Suara nyaring Aira terdengar oleh beberapa penjaga rumah Naja , dan seketika membuat mereka panik dan ketakutan .
"Suara nona Aira !!! cari nona Aira cepat !" Ucap dari penjaga rumah yang memerintahkan para penjaga rumah lain nya untuk mencari Aira.
Mereka berlarian mencari Aira di sekeliling halaman luas itu .
"Nona Aira ? apa yang membuat nona Aira berteriak ? apa terjadi sesuatu? " teriak penjaga itu yang berhasil menemukan Aira dari kejauhan.
"To.....long aku !" sahut Aira gemetar .
Penjaga itu langsung berlari ke arah Aira .
Lari penjaga itu terhenti ketika melihat ada singa di hadapan Aira .
"Owh ini yang membuat nona berteriak ? " tanya penjaga itu sambil mengelus hewan berambut tebal itu .
"Hei! pergilah menjauh dari singa itu !!!! Kau akan di makan nya " Tegas Aira yang langsung mengambil ranting kecil untuk berjaga-jaga.
"Nona tenang lah , Ini Leon " ucap penjaga itu .
"Le.....Leon?" tanya Aira yang kaget dan masih gemetaran .
"Iya Nona , ini peliharaan kesayangan dan sekaligus teman baik Tuan Naja " sahut pelayan itu sambil mengelus rambut singa itu .
"Apa?! dia memelihara singa ini? " Ucap Aira yang tidak menyangka bahwa suami nya itu, memelihara hewan buas dirumah sebagai peliharaan kesayangan nya .
"Iya Nona . sudah jangan panik nona , Leon sudah jinak dari kecil" jawab penjaga itu.
"Bagaimana aku bisa tidak panik ? Aku kira dia akan menerkam ku " Ucap Aira menetes kan air mata nya .
...----------------...
"Tin.....tin.....tin....."Suara klakson mobil Naja di depan gerbang.
"Kenapa lama sekali ? " Tanya Naja datar.
"Maaf tuan saya tidak tau " jawab supir yang mengendarai mobil Naja.
"Jika aku sampai menunggu lebih dari satu menit , aku akan memecat mereka semua termasuk kau " Ucap Naja datar kembali .
"Iya Tuan saya akan menghubungi mereka untuk membuka pintu gerbang nya " Jawab supir itu dengan sedikit takut .
"Grakkkk....." Suara pintu gerbang yang dibuka oleh penjaga rumah Naja .
__ADS_1
setelah masuk ke dalam halaman rumah nya , Naja langsung turun dengan ekspresi kesal.
"Ma....Maaf Tuan kami telat membuka gerbang nya " ucap penjaga itu dengan sedikit membungkuk .
"Hampir saja aku memecat mu karena telah membuat ku menunggu " Ucap Naja sangar.
"Maaf tuan tadi kami sedang mencari nona Aira" ucap penjaga lain .
"Mencari Aira ? apa dia kabur ?" Ucap Naja dengan sangat panik .
"Tidak tuan , tapi tadi nona ......" ucap penjaga itu terpotong
"Ah sudah , dimana sekarang nona Aira ?!" tanya Naja sedikit mengeraskan suara nya .
"Nona Aira berada di taman pepohonan tuan "
Naja langsung berlari mencari Aira . Langkah nya menjadi pelan saat sudah melihat Aira duduk tepat di balik pohon rindang.
"Apa yang kamu lakukan disitu ?!" teriak Naja kesal dan langsung menghampiri Aira.
Aira yang mendengar teriakan Naja , langsung menoleh ke arah nya .
"Kenapa kamu menangis ? apa ada yang melukai mu hingga kamu jatuh seperti ini ?" tanya Naja sambil menghapus air mata di pipi Aira dan tak sengaja bertatapan dengan mata Aira langsung .
"Kenapa kamu tidak memberitahu aku jika ada singa di rumah mu !!!!!" Teriak Aira yang masih sesegukan karena menangis ketakutan .
"Singa ? Leon ? " sahut Naja yang belum melihat Peliharaan kesayangan nya di dekat Aira.
"Dia di belakang mu ! . Hampir saja aku di terkam nya !!!!" Ucap Aira dengan suara yang keras .
"Aaahhh ... telinga ku sakit mendengar ucapan mu. bisakah kamu kecil kan suara mu? " Sahut Naja dengan menutup telinga nya .
"Aku mencari mu karena khawatir dengan keadaan mu nona Airaaaaaaa" ucap Naja dengan memanjang kan ucapan nya .
"Penjaga, bawa Leon ke kandang nya , dan jangan lupa beri makanan nya . dan satu lagi, jangan lepas kan Leon ketika aku tidak di rumah !" perintah Naja kepada penjaga rumah nya .
"Baik tuan " jawab penjaga itu sambil menarik Singa besar itu untuk masuk ke kandang nya .
"Sekarang sudah tidak ada singa nya , apa kamu masih takut ?" tanya Naja yang menatap langsung ke wajah Aira .
"Dia menatap ku ? apa aku tidak salah liat ? " batin Aira yang kaget melihat sikap Naja kepada nya .
"Sekarang bangun lah . kenapa kamu duduk di balik pohon ini ? banyak semut di dahan pohon ini " ucap Naja yang langsung berdiri .
Aira yang melihat Naja yang berdiri dan tidak membantu nya , langsung menaikan tatapan nya tepat di wajah Naja dengan kesal .
"Apa ? kamu berani menatap ku seperti itu ? " Ucap Naja melihat ke arah Aira.
"Wah kamu tidak membantu ku untuk berdiri Tuan ? " tanya Aira dengan kesal.
"Nona kamu memiliki kaki bukan ? kan bisa bangun sendiri " sahut Naja yang masih berdiri di hadapan nya .
"Ah sudah , aku tidak butuh bantuan mu" jawab Aira yang berusaha bangkit .
"Awww.." kata Aira yang hampir jatuh saat berusaha berdiri . Naja langsung sigap menangkap tubuh Aira yang hampir terjatuh kembali .
"Untung aku menangkap mu" ucap Naja .
__ADS_1
Aira memegang bahu Naja untuk menyeimbangkan kaki nya .
"kaki ku sakit" jawab Aira dengan memegang kaki nya .
"Apa kamu terjatuh karena takut dengan Leon ?"
tanya Naja .
"Siapa yang ga takut dan panik kalo ketemu singa !" bentak Aira .
"Sudah ku bilang , kecil kan suara mu " ketus Naja .
"ya maaf " jawab Aira .
"Berjalan lah sendiri " ucap Naja datar .
mendengar ucapan Naja yang kembali datar itu , Aira langsung melepas kan pegangan tangan nya di bahu Naja .
"Ya udah tinggalin aku , aku bisa sendiri " jawab Aira yang menyender ke pohon rindang di sebelah nya , untuk tumpuan keseimbangan kaki nya .
Naja melihat raut wajah kesal Aira , ia tersenyum licik .
"Emang bisa ? yaudah aku tinggal " jawab Naja yang melangkah pelan meninggal kan Aira .
"aneh !!! bisa berubah-ubah yah sikap nya" batin Aira kesal .
"Pak!!!! bantu saya masuk ke dalam " panggil Aira ke penjaga rumah Naja .
"Baik Nona , mari saya bantu " jawab penjaga itu .
Naja yang mendengar ucapan Aira tadi, seketika berbalik arah dan menghampiri Aira kembali dan langsung menggendong nya .
"heh......" Ucap Aira terkejut dengan tingkah suami nya itu .
"Jangan pernah sentuh istri saya ! " ketus Naja meninggal kan penjaga itu .
"Apa ? dia bilang apa ? istri saya ? ini orang kerasukan apa si, bisa berubah gini " batin Aira yang tak henti menatap wajah Naja .
"Lain kali kalo mau jalan-jalan ke halaman rumah , bawa pelayan buat nemeni kamu biar kamu ga kenapa-kenapa kek gini " kata Naja .
"Kamu yang salah kenapa pelihara singa ? kenapa ga yang lain gitu . ekstrim banget tau ga !" ketus Aira kesal .
"Dia jinak , jadi jangan takut" jawab Naja.
"Mau jinak atau engga , singa itu tetap hewan buas . emang kamu udah ada izin buat pelihara singa ? " tanya Aira .
"Udah dong , aku urus surat izin negara buat pelihara Leon " jawab Naja .
"Serem si Leon , kayak kamu " ucap Aira .
"apa kamu bilang ? berani yah ngatain aku kek gitu?! aku lepas ni tangan aku " ancam Naja .
"Jangan ! " sahut Aira yang langsung mengencangkan pegangan nya di leher Naja .
"ughuk......"
"heh kamu mau bunuh aku ? sakit leher aku Aira " ketus Naja .
__ADS_1
"maaf tuan " jawab Aira deg-degan.
...----------------...