
Selesai meeting , Naja kembali ke rumah nya tanpa menanyakan siapa yang menghubungi nya tadi .
Ia beranjak memasuki mobil bersama Arka.
"Kita langsung pulang saja ke rumah ku " perintah Naja ke supir pribadi nya .
"Lu ngapain ikut? " tanya Naja kepada Arka.
" ya kenapa ? emang ga boleh? " tanya Arka kembali .
"tumben " jawab Naja singkat sambil melihat ponsel nya .
"eh tadi itu Aira yang nelpon Gua " ucap Naja dan menghubungi Aira kembali .
"entar dia kenapa-kenapa " jawab Arka yang ikut panik .
"Diem dulu , gua panik ni" Ucap Naja .
"Lebih ngebut ya !!" *tegas nya pada supir .
Mobil nya pun berlaju sangat kencang . setelah sampai di rumah Naja keluar dari mobil nya dan langsung berlari ke kamar Aira . tapi ia tidak menemukan Aira di sana . ia pergi menanyakan pada pelayan di rumah , tapi tidak ada yang mengetahui dimana Aira . Arka mengumpulkan para penjaga rumah di luar, dan menunggu Naja keluar* .
"Pelayan!!!! pelayan!!!!! kumpul cepat!" teriak Naja gelisah .
"iya tuan ada apa" sahut para pelayan .
"Aira!!!! kemana Aira ?!!!!" teriak Naja kembali .
"tidak tahu tuan " ucap sebagian pelayan .
"saya .... saya tau tuan , tadi nona Aira pergi membawa ransel , kata nya ingin bertemu dengan teman nya " ucap pelayan itu takut .
"Apa?!!!!!! " teriak Naja kembali .
"Penjaga di luar kek nya tau deh kemana Aira , bagus lu tanya mereka deh " bisik Arka .
Naja pun berlari keluar , dan menatap marah para penjaga nya itu .
"Siapa yang mengetahui Aira keluar?! " teriak Naja kembali
"Saya tuan" ucap salah satu penjaga .
"Apa kau tidak menanyakan bahwa dia sudah izin pada ku?!!!! aku sudah pernah bilang ke kalian semua ! jangan izinkan Aira keluar tanpa sepengetahuan ku dan tanpa ku! " teriak nya.
__ADS_1
"Maaf Tuan , tapi tadi kata nona Aira sudah izin kepada tuan , dan saya ingin menghubungi tuan untuk menanyakan kembali , tapi nona Aira menolak nya dengan bilang kalau saya tidak mempercayai nona " ucap penjaga itu .
"Bodoh! kenapa kalian tidak mengantar nya !!!!" teriak Naja yang begitu emosi .
"maaf tuan saya tidak di perbolehkan nona untuk mengantar nya" jawab penjaga itu .
"Sekarang kalian cari Aira" *tegas nya .
Aira masuk dengan menundukkan wajah nya dan melipat tangan nya ke belakang badan nya .
sontak Naja langsung berteriak kembali*.
"Apa maksudmu ?!! kau benar-benar berani membantah ku?! " teriak Naja yang membuat Aira ketakutan .
"maaf " ucap Aira .
"ikut aku! " *Naja langsung menarik tangan Aira tanpa memerhatikan tangan nya terluka. Arka yang melihat nya langsung mengikuti mereka , takut Naja hilang kendali dan memukul nya.
Naja menarik nya ke dalam*. "Katakan pada ku kemana kau ?! dan siapa yang kau temui!!!! " tanya Naja membentak .
"aku tidak menemui siapa-siapa " jawab Aira ketakutan
"terus kenapa kau keluar ?!!!! kau tidak izin kepada ku dan kau juga membohongi para pelayan dan penjaga rumah ku?!!!" bentak Naja kembali .
"Aku keluar hanya untuk mengunjungi makam Ayah ku, ku mohon semoga kau bisa mengerti" ucap Aira sambil melihat raut wajah Naja.
"Kau tidak menjawab nya , aku pikir kau marah karena aku mengusir mu tadi malam" jelas Aira membela diri .
"Aku tidak marah pada mu, aku pergi tadi pagi karena ada meeting mendadak , dan aku tidak sempat bicara kepada mu , karena kau tidur terlalu pulas " jawab Naja .
"ya apakah ini salah ku?" tanya Aira.
"Ya tentu saja , kau sudah melanggar peraturan yang telah kita sepakati " tegas Naja .
" begini Naja , aku keluar hanya untuk mengunjungi makam ayah ku , aku tidak menemui siapa pun . kau bilang aku boleh keluar harus dengan izin mu dan harus bersama mu , aku pernah mengajak mu keluar tapi kau terlalu sibuk Naja ! kau tidak pernah mengizinkan ku keluar sendiri! " teriak Aira melawan.
"Aku tidak mengizinkan mu keluar sendirian karena di luar sana terlalu bahaya untuk mu Aira , para saudara tiri mu sedang mencari mu ! jika mereka tau tadi kau muncul di pemakaman ayah mu, mungkin kau sudah di culik mereka untuk menanda tangani pengalihan aset ayah mu untuk mereka" jelas Naja .
"apakah kau sadar ? kau secara tidak sengaja menjadi kan ku sebagai tahanan di rumah mu" ucap Aira sesegukan . Naja langsung menatap Aira yang menunduk itu , dia tidak tau apa yang harus ia katakan.
"Aku istri mu , tapi apa kau memperlakukan ku sebagai istri mu? apa kau malu mengakui ku di khalayak ramai? apa karena aku bukan wanita berpendidikan seperti wanita di luar sana ? ya aku yang terlalu berharap kepada mu, padahal pernikahan ini terjadi hanya karena wasiat ayah ku " ucap Aira menangis dan ingin meninggalkan ruangan itu.
Naja menarik tangan nya.
__ADS_1
"Aku belum siap bicara dengan mu....." tegas Naja yang terhenti ketika melihat siku Aira berdarah .
"tangan mu terluka ... apa kau di hadang para penjahat di luar sana ?" tanya Naja pelan
"Aku hanya terjatuh saat berlari karena takut kau sudah kembali lebih dahulu dari aku " ucap Aira yang berusaha melepas kan tangan nya .
"ayo ikut aku , akan ku obati luka mu " ucap Naja.
"tidak usah , aku bisa mengobati nya sendiri . aku ingin istirahat dulu" *ucap Aira yang langsung melepaskan tangan nya dari genggaman Naja, dan pergi ke kamar nya.
...----------------...
Di kamar Aira melepas ransel dan topi nya , ia duduk di balik pintu kamar nya sambil menangis*.
"Ayah ku tidak pernah membentak ku dan sekarang aku malah mendapatkan bentakan mu Naja" ucap nya menangis pelan.
"Jika dia mengetahui aku tadi bertemu teman lelaki ku tanpa mengetahui yang sebenarnya , apa dia tidak akan lebih mengamuk dari ini" *ucap Aira sambil bangkit dari duduk nya , ia mengelap air mata nya dan pergi ke kamar mandi.
...----------------...
Arka mengurus Naja yang pergi ke ruang kerja nya* .
"Lu terlalu keras banget sama Aira bro . lagian kan dia cuma ke makam ayah nya , harus nya lu ngertiin dia " ucap Arka membela Aira.
"Gua cuma takut doang dia kenapa-kenapa" ucap Naja datar .
"lu sekarang pasti lagi mikirin omongan dia kan ? jujur gua juga ikut sedih waktu dia sesegukan tadi" ucap Arka .
"Lu makin buat gua overthinking . udah deh gua ga mau di ganggu dulu" ucap Naja memejamkan mata nya .
"Oke gua pulang dulu , gua bawa mobil lu" ucap Arka meninggalkan Naja.
"Yoo"
...----------------...
Naja keluar dari ruang kerja nya dan membawakan P3K milik nya , ia memanggil pelayan rumah nya dan memberikan P3K nya untuk membawa nya ke kamar Aira .
"tolong antar ini ke kamar Aira , dan bantu dia membersihkan luka nya" perintah Naja
"Baik tuan"
Naja memperhatikan pelayan nya yang mengetuk pintu kamar Aira dan masuk ke kamar nya .
__ADS_1
Naja ingin menyusul tapi mungkin Aira masih marah kepada nya .
...----------------...