Love Disaster

Love Disaster
#6


__ADS_3

Setelah selesai fitting , Arka mengantar pulang Aira ke hotel sesuai dengan perintah dari Naja .


Di hotel , Arka mengurus segala keperluan cek-in dan segala perlengkapan Aira .


Disitu Aira duduk di kursi tunggu loby hotel dan tampak nya Aira muram mungkin karena kelelahan .


"Baik Nona . segala keperluan dan perlengkapan sudah saya siap kan . sesuai dengan apa yang Tuan Naja katakan , bahwa nona harus tinggal disini dulu untuk 1 hari kedepan sebelum pernikahan . mungkin setelah pernikahan Nona akan tinggal bersama Tuan Naja di kediaman Tuan Naja " Ucap Arka menjelas kan .


Aira hanya mengangguk seolah iya paham perkataan dari Arka .


"Tampak nya nona sudah kelelahan . ini kunci kamar nya . " kata Arka sambil memberikan kunci kamar .


"Baik lah kalau begitu saya mau ke kamar " ucap Aira sambil senyum .


Aira mengambil tas nya dan berjalan meninggalkan Arka dan pelayan nya .


"Nona tunggu!!!....." Teriak Arka sambil menyusul Aira di depan Lift .


Aira kaget dan menoleh kebelakang .


"Ada apa ? " ucap nya .


"Kemarin saya telah mengganti nomor handphone , jadi apakah boleh saya meminta nomor nona ? yah sambil berjaga-jaga nona bisa menghubungi saya di saat nona membutuh kan saya " Ucap Arka senyum .


"Aku kira ada apa . kamu mengkaget kan aku saja tuan Arka . ya sudah berikan handphone mu " ucap Aira sambil menyodorkan tangan nya untuk meminta handphone Arka .


"Maaf Nona sudah mengagetkan mu . ini handphone ku" kata Arka sambil memperhatikan wajah Aira yang tampak kelelahan .


"Ni sudah ku ketik nomor ku , dan aku akan menghubungi mu jika aku membutuhkan pertolongan mu " Ucap Aira sambil menunggu pintu lift terbuka .


"Baik kalau begitu saya pamit Nona . nona hati-hati lah " Ucap Arka sambil berjalan mundur untuk memastikan Aira masuk kedalam lift nya .


"Iya jangan khawatir . pulang lah " Ucap Aira sambil melambaikan tangan .


...----------------...


Disepanjang jalan menuju pulang , Arka memikirkan tentang raut wajah Aira yang tampak kelelahan.


"Apakah dia sangat lelah sekarang? kenapa dia begitu tampak tangguh didepan ku seolah-olah dia ikut bahagia di pernikahan yang seharus nya tidak terjadi, padahal awal nya dia menolak pernikahan dengan tegas dan ketus .selalu tersenyum jika bertanya dan menjawab pertanyaan dari ku ? apa lagi saat dia tersenyum saat aku mengambil gambar nya, dia tampak begitu manis . Apa Naja tidak merasa beruntung telah mendapatkan nya? karena dia mungkin akan menjadi seorang istri yang baik dan wanita yang di idamkan para pria di luar sana " Gumam Arka sambil melihat jendela mobil nya .


"Kenapa aku memikirkan nya? tidak mungkin aku menyukai nya !!! kau Gila Arka , jika itu benar terjadi" Kata Arka kuat .

__ADS_1


"Apa yang terjadi Tuan sehingga membuat mu gila ? " tanya pelayan yang sedang menyetir mobil itu .


"tidak bukan apa-apa . kau fokus saja menyetir" Ucap Arka .


"Aku tampak nya terlalu memikirkan yang bukan-bukan . Sekarang saat nya aku membuang semua pikiran ku tentang Aira karena ia adalah calon istri sahabat ku ". Batin Arka sambil mengecek handphone nya.


Itu notifikasi dari Naja yang mengirim pesan kepada Arka . Naja bertanya tentang bagaimana situasi Arka tadi saat mengantar Aira untuk fitting .


"Gimana tadi? Lu udah selesai? " tanya Naja di pesan itu .


"Yah ga gimana-gimana. semua lancar sesuai permintaan Lu . Tadi Gua baru aja anterin Aira ke hotel terus yah dia Lagi istirahat mungkin. oh iya tadi pas fitting Gua lupa kirim foto Aira ke Lu ". Balas Arka .


"Foto Aira ? foto apaan ? Gua ga ada minta tuh" Tanya Naja membalas pesan Arka kembali .


"Foto Aira waktu fitting gaun . ni !" Kata Arka sambil mengirim foto nya .


"oh yaudah kalo berjalan lancar . Thanks bro" kata Naja .


Naja melihat foto yang Arka kirim kan . Naja tampak biasa saja karena Naja belum melihat foto itu sepenuh nya . Naja masih merasakan ketakutan jika melihat Aira .


Sedangkan Arka yang yang tidak sengaja membuka foto Aira , merasakan kekhawatiran .


...----------------...


Setelah sampai dikamar , Aira langsung menjatuhkan badan nya di atas tempat tidur yang lembut itu . Ia melihat ke Kaca lemari yang tepat di samping tempat tidur nya , Ia menatap wajah nya sendiri dan duduk menghadap ke kaca itu .


"Aira lihat lah diri mu , kamu melupakan beban mu hari ini . Aira ku harap diri mu selalu kuat dan sabar yah dalam menghadapi segala masalah dan urusan yang mungkin kamu belum sanggup menyelesaikan nya . ingat Aira kamu sudah tidak memiliki siapapun di dunia ini , Kamu sekarang hanya sendiri . sendiri dalam menghadapi semua hal . Mungkin Diri ku saat ini masih merasakan kehilangan Ayah dan Ibu ku , tapi kenapa seolah-olah aku selalu tersenyum ? hei ayo kenapa ? kenapa aku membohongi setiap orang yang melihat ku? Aku menggambarkan diri seperti baik-baik saja padahal Aku setiap malam menangis memikir kan apa yang akan terjadi esok? apa yang akan ku lakukan sendirian? sampai saat ini di mana aku akan menjadi istri dari seseorang yang tak ku kenal selama sekali . apakah penderitaan ini akan berlanjut? kalau iya , sampai kapan? sampai kapan? . Tapi Aira sadar lah mungkin saat ini kamu masih di uji untuk melihat seberapa kuat nya dirimu menyelesaikan ini semua tanpa menyerah , jika sudah selesai maka diri mu pasti sudah berbahagia " Ucap Aira di depan kaca yang menatap wajah nya sendiri seperti berbicara dengan jiwa nya ,dan tak sengaja air mata nya sudah berderai di pipi nya .


"Jangan nangis ! kuatin sendiri oke . mungkin kamu terlalu Lelah hari ini , makan nya kamu menangis . Istirahat lah "*Ucap nya sendiri sambil memegang dada nya .


Aira mengusap air mata nya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. setelah itu Aira berbaring di atas tempat tidur dan ingin beristirahat* .


"Ting ....." Suara handphone Aira berbunyi .


itu berasal dari Arka yang mengirim kan pesan.


"Nona apakah nona baik-baik saja ? hubungi aku jika Nona membutuhkan sesuatu atau pertolongan " Kata Arka di pesan itu .


"Mengapa dia mengirim ku pesan ? apa kah ini atas perintah dari Naja itu? " Ucap Aira .


"Aku tidak apa-apa , aku baik-baik saja . tolong jangan khawatir . ya sudah aku ingin istirahat" Kata Aira membalas pesan Arka .

__ADS_1


"Oh iya aku lupa , dia sangat kelelahan hari ini , tapi kenapa aku mengganggu nya untuk istirahat? ini pasti karena pikiran ga jelas ku !!". Ucap Arka sambil memukul kening yang setengah tertutup rambut tipis dengan pelan .


"Ayo lah Arka . Naja saja tidak peduli , kenapa kamu yang kebingungan seolah-olah dia lah calon istri mu!!!.........Kenapa aku menjadi tidak tenang? baik lah aku akan memesan tiket hotel sebelah kamar Aira , agar aku bisa memantau nya " *Ucap Arka sambil berdiri dari duduk nya .


Arka mengambil jaket nya dan pergi ke hotel dengan sepeda motor , agar tidak ada yang mengenal nya di jalan .


...----------------...


Setelah di hotel , Arka memarkir kan sepeda motor nya di parkiran bawah hotel . Arka menuju loby hotel dengan menggunakan masker , yah dengan tujuan agar tidak ada yang mengenal nya . Arka memesan kamar yang harus bersebelahan dengan kamar Aira* .


"Mbak saya mau pesan kamar yang harus bersebelahan dengan kamar no 235 !" Ucap Arka tanpa melepaskan masker nya .


"Maaf mas tidak ada yang bersebelahan , karena kamar itu sudah paling ujung " ucap pelayan hotel itu .


"Jadi bagaimana caranya agar saya bisa dekat dengan kamar itu? " tanya Arka buru-buru .


"Emang ada apa yah mas ? "


"Saya mau menjaga adik saya , itu kamar yang pesan tadi untuk dia , jadi saya mau awasi dia gituh " ucap nya bohong .


"yah ini ada mas kamar no 236 di depan kamar no 235 " ucap pelayan itu sambil senyum .


"yaudah sini ! dari tadi kek , harus banget apa dia nanya BLA BLA BLA !!!!" Ucap Arka kesal .


"Loh mas kan tadi mas nya minta sebelahan bukan depan-depanan " Ucap pelayan itu lagi .


"Udah deh mbak , sini kunci nya "


"ni......Selamat menikmati pelayanan hotel kami" *memberikan kunci nya .


Arka berlari ke arah lift , dan menuju lantai 11.setelah tiba di lantai itu , ia buru-buru masuk ke kamar nya , agar tidak ketauan Aira*.


"Huh cepetan , nanti kalo Aira tiba-tiba keluar bisa ketauan ni" ucap nya buru-buru.


Pintu kamar terbuka , dan Arka memasuki dengan tergesa-gesa . Arka menutup kembali pintu itu dan duduk di kursi dekat tempat tidur nya.


"Ngapain Gua kesini? segitu nya Gua ? apa Gua suka sama Aira? . ini ga mungkin! Gua harus pulang , kalo misal nya ini ketauan Naja , pasti Gua bakal berabe " Ucap Arka ketakutan .


"Tapi , ya kali Gua pulang , gua juga udah malu-maluin tadi . dah lah bodo amat " Ucap nya kesal dan langsung berbaring di tempat tidur nya .


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2