Love Disaster

Love Disaster
sick part 2


__ADS_3

...----------------...


Aira keluar dari kamar Naja dan langsung menghampiri bi Imah yang masih berada di dapur.


"bik saya boleh minta tolong untuk masakin tuan bubur dan sup?" tanya Aira


"ya jelas boleh nona" jawab bi Imah dengan penuh senyuman.


"dan juga siapin air hangat ya bik, saya mau ambil kain kompres dulu di kamar" pinta Aira


"baik nona"


setelah menghampiri bi Imah, Aira melangkah pergi ke kamarnya dan menjadi kain di dalam laci meja rias miliknya. selanjutnya Aira pergi kembali menghampiri bi Imah untuk mengambil wadah berisikan air hangat.


"sudah bik?" tanya Aira yang masih melangkah menuju ke arah bik Imah.


"sudah nona" jawab bi Imah sambil menyodorkan wadah air hangat itu.


"terimakasih ya bik"


"sama-sama Nona.....dulu kalo tuan sakit, pasti yang ngurus pak dokter Hans dan tuan Arka. sekarang udah ada nona yang super perhatian" sambung bi Imah penuh senyuman.


"iya bik, makasih loh pujian nya. yasudah bik saya lanjut mau kompres tuan dulu ya bik" sahut Aira dengan membalas senyum yang lebar.


Aira melangkah kembali menuju kamar Naja. setelah memasuki kamar Naja, terlihat Naja terkapar sangat lemas di atas ranjangnya.


Aira memasukan sepotong kain kompres ke dalam air hangat dan memerasnya, lalu ia menempelkan nya tepat di dahi Naja.


"biarkan kain itu di dahi mu ya sampai Hans datang, barangkali panas mu bisa turun setelah di kompres" ucap lembut gadis itu yang hanya di sahuti dengan sebuah gerangan


"Hem...." sahut Naja seakan mengiyakan apa yang dikatakan istrinya.


tok....tok...tok.... suara pintu yang diketuk saling bersusulan keluar dari pintu kamar Naja.


"seperti nya itu Hans, biar aku buka dulu ya" kata gadis itu bangkit dari duduknya dan melangkah menuju pintu kamar.


terlihat dari balik pintu ada seorang pria mengenakan kemeja putih dan stetoskop yang menggantung dileher nya.


"Bisa saya periksa Naja?" tanya pria itu


"oh tuan Hans, silahkan" jawab gadis itu mempersilahkan Hans memasuki ruang kamar Naja.


"masa sih seorang Kinaja Dhananjaya jatuh sakit" ledek pria itu selaku dokter pribadi dan sahabat dari Naja.


"mungkin kecapean kan dok?" tanya Aira yang masih berjalan ke arah ranjang Naja


"oh bisa jadi, soal nya si Naja ini kan sangat sibuk" jawab Hans, yang langsung memasangkan stetoskop di telinga nya, dan di letakan di sekitaran dada bidang milik Naja.


"detak jantung normal, oke kita periksa tekanan darah nya yah" saran Hans sambil mengeluarkan sfigmomanometer yaitu alat mengukur tekanan darah dari tas nya.


"Normal juga, seperti nya benar dia kecapean" kata Hans


"sekarang coba lu ngomong apa yang lu rasakan?". tanya Hans ke Naja yang membuat Naja membukakan matanya.


"pusing, ngantuk, cape, mau mual" singkat Naja

__ADS_1


"oke saya akan beri obat nya ya nona" kata Hans yang mengarah ke Aira.


"ini ada Paracetamol untuk menurunkan panas nya, dan ini ada obat-obat lainnya. nanti langsung di minumkan saja ya, setelah makan 3kali sehari" perintah Hans ke Aira .


"baik dok nanti setelah makan saya akan beri obatnya". jawab Aira


"tapi suhu badan Naja sudah hangat ya, pasti karena nona kompres. bagus sekali, nona tau pertolongan pertama untuk orang demam" puji Hans ke Aira.


"iya dok, terimakasih" jawab Aira dengan senyum yang melekat di bibirnya.


"baik kalau begitu, saya pulang dulu soalnya banyak pasien lagi yang harus di tangani. dan elu Naja cepet sembuh jangan ngerepotin binik lu" goda Hans ke Naja


"ga di repotin kok dok, kan saya istrinya. sekali lagi terimakasih ya dok, sudah meluangkan waktu nya untuk memeriksa suami saya"


"ah bukan masalah nona, lagian kalau dulu Naja sakit, saya sama Arka yang merawatnya. tapi sekarang sudah ada nona jadi kami tidak kerepotan" jawab Hans.


"iya dok. mari saya antar " ajak Aira


Aira dan Hans keluar dari kamar Naja. Setelah Hans berpamitan pergi, Aira menuju dapur kembali untuk mengambil sarapan untuk suaminya itu.


"bik apakah sudah matang?" tanya Aira


"sudah nona ini" jawab bik Imah menyodorkan nampan berisikan mangkuk bubur, sup dan air putih"


"terimakasih bik"ucap Aira sambil membawa nampan itu pergi ke kamar Naja.


perlahan Aira membuka pintu kamar dan mendapati suaminya yang masih terbaring lemas.


"Naja? jangan tidur dulu. ayo sarapan setelah itu minum obat, baru deh boleh tidur" pujuk gadis itu. Naja yang mendengar membuka matanya dan melirik ke arah Aira.


"ayo aku bantu bangkit sebentar" ajak Aira membantu memapah badan Naja untuk bersandar di kepala ranjang milik Naja.


"Hem" balas Naja sambil mengangguk


"yaudah bentar, aku tiupin dulu. bubur nya masih panas"ucap gadis itu yang masih meniup bubur panas di hadapan nya.


"Aaa" kata Aira sambil membuka mulut nya.


Naja melahap bubur itu dengan sedikit demi sedikit. setelah beberapa sendok, Naja sudah tidak mau memakannya lagi.


"kok udah? Baru sedikit....sekali lagi ya?". pujuk Aira


"emm" balas Naja menggeleng kan kepalanya


"Ckkk... yasudah sekarang minum obat yang Hans beri ya" kata Aira sambil membuka bungkus obat-obatan.


setelah meminum obat Naja tampak sangat lemas, sepertinya dia mengantuk.


"nah sekarang baru kau boleh tidur tuan" kata Aira sambil membenahi selimut Naja. Aira membiarkan suaminya untuk istirahat. setelah itu ia kembali membawa nampan yang masih berisi bubur. ia keluar dari ruangan itu dan menuju dapur.


"Bagaimana keadaan tuan, nona?" tanya bik Imah saat mendapati Aira di dapur


"dia kecapean bik. ini buburnya tidak habis, sepertinya dia tidak selera makan" jelas Aira


"sudah nona beri obat?"

__ADS_1


"sudah bik, dan sekarang tuan lanjut istirahat"


"oh yasudah nona kalau begitu, saya lanjut ke depan ya nona"


"iya bik" balas Aira.


dengan segera Aira kembali lagi ke kamar Naja.


...----------------...


Selang beberapa jam, Aira masih menunggu Naja untuk bangun dari tidur nya. ia masih menunggu di sebelah ranjang.


dari tadi Aira menatap wajah pria itu yang nampak masih pucat.


drtttttt......drttttt... suara ponsel yang berasal dari ponsel Aira. dengan cepat ia menjawab telepon itu dan keluar dari kamar Naja, agar tidak mengganggu pria itu dari tidurnya.


"Hallo?" jawab Aira


"Haii.....how are you?" suara yang keluar dari mulut wanita itu membuat Aira kebingungan siapa dia.


"who?" balas Aira


"its me, Luna" kata itu membuat Aira membuang nafas panjang.


"maaf aku kira tadi siapa. ada apa Luna?" tanya Aira


"kau belum memberi aku alamat mu Ra. aku ingin bertemu dengan mu sesering mungkin" jelas Luna membuat Aira bingung. bagaimana bisa Aira memberi alamat rumah nya tanpa izin dari Naja?


"oh soal itu Lun?..... Lun maaf ya nanti aku kirim kalau aku sudah izin dengan suami ku" kata Aira penuh ragu


"loh kenapa harus izin Ra? bukan nya rumah suami mu rumah mu juga? lagian aku sahabat mu"


"iya Luna. tapi aku juga harus izin dong. sekarang suami ku lagi sakit Lun" kata Aira dengan lembut


"oh yasudah lah Ra, lain kali aku akan mengunjungi mu. sampaikan salam ku untuk suami mu" balas Luna


"iya nanti aku sampaikan Luna, dan aku akan menghubungi mu kembali untuk memberi alamat kepada mu"


"tapi Ra, dia benar suami mu kan?" tanya Luna penuh keraguan.


"kenapa kau bertanya seperti itu?" kalimat yang Aira keluarkan dengan tawa kecil.


"abis suami mu ketus sekali"


"dia benar suami ku. nanti aku akan kirimkan foto pernikahan kami deh"


"ah iya kau tidak ada sosial media lagi ?"


"ada lun....aku memiliki Instagram saja. private" jelas Aira


"nah beri aku username nya agar kita bisa saling berkomunikasi"


"Airaasylla_12"


"yasudah aku tutup ya lun" sambung Aira

__ADS_1


"iya iya. byee". balas Luna sambil menutup teleponnya.


...----------------...


__ADS_2