
...----------------...
setelah melihat mobil Naja makin menghilang dari tatapan nya, ia pergi memasuki rumah yang hanya ada dirinya dan para pelayan. perlahan langkah Aira menuju tempat tidur nya.
cklekkk.....suara pintu yang dibuka. hanya ada kesunyian seperti biasa.
Aira langsung menjatuhkan tubuhnya diatas tempat tidur besar miliknya. ia menatap langit-langit penuh imajinasi.
"Andai saja pernikahan ini benar tanpa berlandaskan musibah, pasti tadi aku dengan bangga akan memamerkan mu di hadapan teman-teman ku" ucapnya dengan senyum tipis yang melekat di bibirnya.
"Resiko menjadi istri dari pria yang introvert dan sibuk ya seperti ini kesepian...." belum selesai mengatakan apa yang ada dipikiran nya Aira mendadak bangkit dari baring nya.
"Apa yang kau pikirkan Aira? hubungan ini tidak akan berjalan lama. berhenti memikirkan bahwa aku dan dia akan selamanya menjadi suami istri. tapi jika benar hubungan ini akan berakhir, aku berharap Tuhan tidak memberi aku rasa suka kepada Naja" jelas Aira mengatakan pada dirinya sendiri.
...----------------...
Dengan penuh semangat Naja mengendarai mobilnya sambil memikirkan hadiah apa yang akan dia berikan pada istrinya. pikirannya tertuju pada sebuah toko perhiasan di seberang jalan. sepertinya itu memang hal yang dia cari. segera Naja memarkirkan mobil nya tepat di depan toko perhiasan. dengan sigap Naja keluar dari mobilnya dan langsung memasuki toko tersebut. langkah nya disambut hangat dengan pelayan toko tersebut.
"mau cari apa tuan?" tanya seorang pelayan wanita dari belakang etalase perhiasan.
"eumm bisa tolong Carikan perhiasan yang bagus?" dengan polos Naja bertanya seperti itu membuat pelayan wanita tersebut kebingungan.
"menurut saya semua bagus tuan" jawab pelayan itu.
"ahhh maksud ku, aku sedang mencari perhiasan yang paling bagus, mahal dan istimewa. apakah ada rekomendasi dari toko?" ucapan Naja penuh wibawa. maklum ini kali pertama Naja mencari barang seperti itu.
"baik tuan, disini toko kami ada menjual kalung berlian. perhiasan ini hanya ada satu di Indonesia" tawar pelayan tersebut menyodorkan sebuah kotak yang berisi kalung berlian penuh kilauan.
"baiklah saya ambil itu" singkat Naja.
...----------------...
selesai membeli kalung, Naja segera mengendarai mobil nya menuju rumahnya.
"sepertinya ada yang kurang...... ya menelpon chef hotel bintang lima untuk menyediakan hidangan dinner sepertinya romantis" ucapnya di sambili menghubungi Arka.
tutttt........
"hallo?" sahut Arka menjawab telpon.
"tolong dong hubungi chef hotel bintang 5 terserah lu yang mana. suruh dateng kerumah gua sekarang juga buat siapin dinner" jelas Naja membuat Arka bingung
"kenapa ga dari tadi bego. emang keburu?" tanya Arka
"keburu pasti keburu. cepetan oke?"
"oke gua usahain"
"urusan chef udah kelar, saat nya kita balik terus siap-siap dan kasih kejutan" kata Naja dengan senyum lebar di bibirnya.
...----------------...
Naja telah memasuki gerbang rumahnya. ia segera keluar dengan sedikit waspada takut Aira melihat dan menghampiri nya. ia keluar dari garasi mobil dan berjalan dengan cepat menuju kamar. dengan cepat dia mengamati sekitaran pintu kamarnya. dan sampai depan pintu kamar.
dengan pelan Naja membuka pintu kamarnya agar tidak ketahuan oleh Aira. tapi,
"Naja? kenapa kau seperti itu?" suara kecil tapi mengagetkan seluruh tubuh Naja.
Naja hanya menolehkan wajahnya sambil berusaha menutupi hadiah yang dia genggam.
"seperti apa?" tanya Naja
"Seperti pencuri....apa yang kau sembunyikan?" tanya Aira sambil mencuri-curi pandang ke belakang tangan Naja.
"tidak ada Aira. aku akan istirahat" jelas Naja langsung masuk dan menutup pintu kamarnya.
"tidak sopan...." kesal Aira langsung menekukan wajahnya.
Naja kembali mengeluarkan kepala nya dari balik pintu dan memanggil Aira yang sudah hampir menjauh dari depan kamarnya.
__ADS_1
"Aira?"
"ya?" sahut Aira sambil membalikan badannya.
"tunggu aku untuk makan malam"
"ada apa?" tanya Aira. lagi-lagi Naja menutup pintu kamarnya sebelum Aira menjawab.
"kenapa dia? freak banget" ketus Aira kesal kembali.
...----------------...
"huh untung saja....kenapa dia tau aku sudah kembali? alih-alih muncul di belakang ku sudah seperti hantu" cibir Naja kebingungan.
tringgg.....getaran handphone berasal dari kantong celana Naja. Naja segera mengeluarkan dan menjawab telepon itu. Arka menghubungi nya.
"Apa bro?" jawab Naja
"sorry Jak, ga ada chef nya. gua bahkan udah nawari harga mahal tapi ga ada yang mau mereka sibuk" jelas Arka
"Demi?! jadi gimana? ga mungkin gua batalin ni rencana" keluh Naja memelas
"emang lu udah bilang ke Aira?" tanya Arka
"gua suruh dia nunggu gua buat makan malam" jelas Naja
"aman itu masih bisa....udah batalin aja" saran Arka
"gabisa gitu dong. gua melanggar pendirian gua itu namanya" Naja menolak saran
"ah yaudah lu aja yang masak sendiri, jadi kayak dia nungguin lu masak dengan suasana romantis yang remang-remang bro. kek sweet ga si?" saran Arka kembali
"ck...tapi gua ga expect itu bakal enak"
"coba duluuu. btw pelayan lu suruh pulang aja semua wkwkwk jadi itu benar-benar waktu kalian quality time hahah"
"boleh juga si. yaudah gua mau siap-siap biar wangi hahha"
"eh Jak, yang romantis ya. biar cepet ada Naja junior hahaha. entar kan gua lucu tuh jadi uncle" pinta Arka penuh tawa
"siap deh si paling cuma mau dinner.....entar kalo kebablasan yahhhhhh gapapa kan udah nikah" goda Arka
"apa sih? lu kenapa?mending lu nikah buru deh soal nya kasian sampe segitunya. entar lu praktek sendiri deck" goda Naja kembali.
"ah ga asik lu tai" kesal Arka menurunkan nada bicara nya
"yaudah matiin biar gua prepare"
"oke good luck boy"
*tutt.....sambungan telepon berakhir.
Naja langsung menuju kamar mandi.
...----------------...
Naja keluar kamar dan menuju dapur untuk mempersiapkan tempat yang sesuai apa yang dikatakan Arka.
perlahan dia menuju dapur, ya takut tiba-tiba Aira muncul.
ia merapikan meja khusus dua orang, meletakan vas yang berisi bunga mawar merah, dan menyusun beberapa cangkir dan piring.
selanjutnya Naja mematikan lampu di sekitar dapur dan hanya menyalakan lampu duduk bernuansa kuning seperti senja. tak lupa ia menyalakan lilin*.
"sudah selesai....sekarang gua panggil Aira kan? atau gua masak dulu?.....tapi kata Arka gua masakin terus dia disini ngeliat gua masak kan?" tanya Naja kebingungan. ia bersandar disebelah meja kompor sambil memegang dagu. "gua panggil Aira dulu" ucap nya sambil melepas celemek yang terpasang di tubuh bugarnya.
Naja melangkah cepat menuju pintu kamar Aira. sesaat mau mengetuk pintu Naja menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya agar terlihat lebih rileks.
tok....tokkk....tokkk... pintu kamar di ketuk. tak lama Naja menunggu Aira, pintu terbuka.
Aira muncul dengan dress tidurnya.
__ADS_1
Naja memandang penampilan istrinya itu dari ujung kaki sampai rambut, ia merasa itu terlalu terbuka.
"kenapa lama sekali? aku sudah mau tidur" decak Aira memasang wajah tertekuk.
"aaa...itu...apa...eummmm" tidak fokus menjawab
"apaa? apa yang ingin kau katakan?" tanya Aira ikut kebingungan
"ayo....makan....malam?" ajak Naja dengan penuh senyum.
"baiklah ayo" sahut Aira. Naja mempersilahkan Aira untuk berjalan terlebih dahulu. Aira merespon dengan tatapan penuh tanya
"ada apa dengan Naja? aneh.." batin Aira
"apa gua suruh dia ganti baju dulu aja ya? tapi nanti dia ngerasa dia jelek. tapi...gimana ya" batin Naja yang masih tampak kebingungan dengan semua hal.
Langkah Naja terhenti saat gadis itu menghentikan langkahnya setelah melihat suasana dapur. ia menoleh kebelakang penuh tanya. Naja tersenyum tipis seolah ia tau apa yang akan Aira tanyakan.
"mari lah duduk dulu" ajak Naja meraih tangan Aira dan menuntunnya. ia menarikkan salah satu kursi untuk mempersilahkan istrinya duduk.
Aira tampak kebingungan, memang tampak aneh yang Naja lakukan, ini seperti bukan dirinya.
"eumm kita dinner ya? maaf tadi udah merusak waktu qualitytime mu" kata Naja membuat Aira menatap penuh haru
"tidak papa, lagian kita bisa rencanakan lain kali" balas Aira yang tidak mau membuat suaminya tampak merasa bersalah.
"tapi aku masakin dulu...soal nya ga ada pelayan hehe" ucapan Naja disambili dengan tertawa kecil. kali pertama Aira melihat ia tertawa membuat Aira ikut tersenyum lebar.
"emang tuan Naja yang super sibuk itu bisa masak?" Aira bertanya dengan ekspresi wajah meragukan
"bisa....cuma pasta doang...di tunggu nona Aira cuma 5 menit" *tingkah pria itu membuat aira seakan salah tingkah. ada apa dengan pria itu, tingkah nya sunggu menggemaskan.
Selama Naja memasak, Aira hanya menatap dari meja makan. ia melihat pria itu penuh semangat untuk memasak.
...----------------...
makanan telah dihidangkan. Naja melepas celemek nya lagi dan menyusul Aira yang duduk di meja makan*.
"bisa kita mulai makan kan?" tanya Naja terlihat seperti pria lugu.
"ya"
"maaf ya Ra, kamu udah nunggu lama. mana ada makan malam jam 12 begini" ucap Naja
"berapa kali si Naja kamu bilang maaf? ga ada yang salah juga"
"tapi tetap saja aku merasa tidak enak pada mu Ra. oh ya Ra aku lupa...bentar" Naja bangkit dari duduk nya dan mengambil kotak kalung dari kabinet dapur.
"ini" kata pria itu menyodorkan kotak tersebut.
"apa ini?" tanya Aira
"buka aj"
Aira membuka kotak tersebut penuh rasa penasaran. saat melihat ada kalung berlian di kotak itu, dia membelalakkan matanya ke arah naja.
"ini untuk apa?" tanya Aira memastikan
"it's for you" jawab Naja
"ini mahal banget pasti....aku ga bisa terima" ucap Aira menutup kembali kotak tersebut.
"apa si? mahal nya emang berapa? wajar aja si harganya.....kenapa ga diterima, kamu kan istri aku Aira" decak pria itu mengambil kotak nya dan mengeluarkan kalung tersebut. ia membuka nya dan mengarahkan kalung tersebut ke leher Aira. Naja memasangkan kalung tersebut dengan penuh kelembutan.
setelah terpasang dileher Aira, ia merapikan rambut istrinya itu.
"bagus kok"
"makasih ya" ucap gadis itu sambil memegangi liontin di kalungnya yang berkilau.
"sama-sama Aira"
__ADS_1
...----------------...