
...----------------...
Aira duduk di atas ranjang nya sambil memegang handphone nya . "apa aku harus menghubungi nya , untuk mengetahui apa dia marah pada ku?" tanya nya yang kebingungan.
Aira mengumpulkan keberanian nya untuk menghubungi Naja , dan akhirnya ia menghubungi Naja .
"Tut......" suara yang menunjukan bahwa panggilan nya masuk .
"wah kenapa dia tidak mengangkat nya? biasanya dia selalu tepat waktu telpon dari ku" ucap nya agak kesal .
"Ah sudah lah terserah mu , aku tidak akan menghubungi mu lagi" *sambung nya lagi .
...----------------...
Di kantor, Naja sedang meeting dengan para klien nya untuk membahas proyek besar. tiba-tiba ponsel nya bunyi karena ada panggilan masuk . itu adalah panggilan Aira tadi . tapi karena tidak ingin menghentikan meeting , Naja menatap ke arah Arka untuk menyingkirkan ponsel itu dulu tanpa melihat siapa orang yang menghubungi nya . Arka langsung mengikuti apa yang Naja katakan . meeting pun berjalan dengan lancar* .
...----------------...
"Aku bosan" ucap Aira sambil menghela nafas .
Aira menatap keluar jendela kamar nya , dan melihat beberapa anggota penjaga yang menjaga setiap sisi rumah suami nya itu . Aira terheran-heran dengan semua penjaga nya . mereka menjaga dengan sangat disiplin dan tidak ada yang mengobrol , semua nya berdiri tegak dan siap siaga .
"Aku ingin keluar dari rumah ini untuk berjalan-jalan , dan aku ingin sekali mengunjungi makam ayah ku lagi" ucap nya murung.
"tapi apa aku bisa keluar ? tidak mungkin karena penjaga itu tidak bisa aku lewati. lihat lah badan-badan mereka yang berotot , itu saja sudah membuat ku takut " *ucap nya sambil menutup gorden jendela nya .
Aira berpikir keras agar ia bisa keluar dari rumah ini tanpa di ketahui oleh Naja dan para penjaga nya .
"aku dapat ide" ucap nya sambil tersenyum lebar . Aira segera bersiap-siap dan keluar dari kamar nya dengan memakai ransel dan topi .
Saat ia hendak membuka pintu rumah , ia di kejutkan dengan pelayan yang bertanya pada nya ."nona ingin pergi kemana?" ucap pelayan itu sambil memperhatikan penampilan Aira yang tidak biasa . "A....aku ...aku ada janji dengan teman ku jadi aku ingin keluar sebentar" ucap Aira gugup.
"owh baik nona , saya permisi dulu" ucap pelayan itu dan langsung kembali ke belakangnya.
"uhhhh , hampir saja" ucap Aira sambil menghela nafas .
Aira kembali melanjutkan aksi nya untuk pergi , dan akhir nya ia sampai di depan gerbang rumah . saat ingin melangkah ia di hadang oleh para penjaga gerbang itu .
"Mau kemana ?" ucap seorang penjaga yang berbadan besar dan tegap. "Aku ada janji dengan teman ku , jadi aku akan keluar sebentar " ucap Aira kembali dengan agak gemetar dan tersenyum kecil.
"Apa sudah mendapat izin dari Tuan Naja? " tanya penjaga itu lagi untuk memastikan Aira tidak berbohong .
"Ya , aku sudah mendapat kan nya , jika tidak mana mungkin aku berani keluar dari sini hahahah" jawab Aira .
"Biarkan saya menghubungi tuan Naja dulu untuk memastikan nya" ucap penjaga itu sambil mengeluarkan handphone nya , dan membuat Aira panik tak karuan.
"hei , apa kau tidak percaya dengan ku? aku ...adalah nona di rumah ini . dan aku tidak berbohong" ucap Aira mengotot.
"Bukan begitu nona , saya hanya menjalan kan perintah " ucap penjaga itu menjelaskan.
__ADS_1
"Terserah padamu , sekarang buka gerbang nya , jika tidak biar yang menghubungi Naja untuk memecat mu" tegas Aira kesal.
"Baik nona !" kata penjaga itu ketakutan dan langsung membuka gerbang nya.
"Nona! apa nona tidak butuh di antar ?" tanya penjaga itu.
"tidak! aku hanya ingin sendirian , dan aku bisa menjaga diri ku sendiri " ucap Aira sambil memakai masker dan topi nya .
"Mencurigakan" *batin penjaga itu agak ragu.
...----------------...
Aira berjalan agak jauh dari depan rumah Naja, dan memerhatikan sekeliling untuk memastikan tidak ada yang melihat nya keluar dari rumah itu apa lagi jika wartawan yang melihat nya , pasti sudah berantakan rencana Aira*.
"Taksi!" ucap nya menstop taksi .
Aira masuk kedalam taksi itu , dan melepas masker nya.
"Pak ke pemakaman jalan mawar ya " ucap Aira
"akhir nya aku berhasil" batin nya.
Aira memandangi jalan sekitar.
...----------------...
Aira telah sampai di pemakaman umum . ia segera masuk dan mencari makam ayah nya. tapi dari kejauhan Aira melihat seorang laki-laki berpakaian kemeja hitam serta tinggi dan terlihat tampan berdiri di sebelah makam ayah nya sambil memegang buket bunga. Aira terkejut dan mengira bahwa itu saudar tiri nya. ia menghampiri pelan-pelan sambil memperhatikan siapa sebenarnya dia .
pria itu langsung menoleh ke arah Aira. ia membuka kacamata hitam yang ia kenakan .
"Aira?" sahut nya dengan mata berbinar-binar .
Aira kebingungan , ia tak ingat siapa pria yang berada di hadapan nya itu .
"kau mengenal ku?" tanya nya.
"Ya tentu saja , aku sangat mengenal mu , bahkan aku tidak melupakan mu Aira " jawab pria itu .
"apa ? lantas mengapa aku tidak mengingat siapa kau? " tanya Aira kembali.
" Aku Rey , Sahabat mu waktu SMA , apa kau melupakan ku? padahal kita hanya berpisah beberapa tahun saja" ucap pria itu.
"Rey? aaaa maaf kan aku , aku sudah tidak mengenali mu , karena penampilan kau sangat berbeda " ucap Aira.
"kebetulan sekali aku sedang mencari mu " ucap Rey .
"ada apa kau mencari ku Rey?" tanya Aira.
"aku baru saja kembali dari Korea karena aku telah lulus , dan aku mendengar bahwa ayah mu meninggal dunia bulan lalu . dan aku mencari tau dimana makam ayah mu dan akhirnya ketemu . tapi tak disangka aku juga bertemu dengan mu Aira" ucap Rey .
__ADS_1
"Kau sudah lulus kuliah? emmm selamat Rey , maaf aku agak canggung karena kita sudah lama tidak bertemu " ucap Aira.
"Tidak masalah . ngomong-ngomong bagaimana kabar mu? " tanya Rey .
"Aku baik . Rey bisa kita lanjut obrolan kita nanti ? aku ingin mengobrol dengan ayah ku dulu" ucap Aira .
"ya sudah Aira , aku tunggu kau di luar " ucap Rey .
Rey meninggal kan Aira yang sudah duduk membersihkan makan ayah nya itu .
Setelah beberapa menit , Aira selesai dan keluar dari makam itu . ia melihat Rey masih menunggu di sebelah mobil mewah milik nya.
ia berjalan menghampiri Rey .
"Apa sudah selesai ? " tanya Rey .
"Ya aku sudah selesai " jawab Aira sambil tersenyum kecil.
"Oh ya Aira , sekarang kau tinggal dimana ? kemarin aku mencari mu ke rumah mu , tapi aku hanya melihat ibu tiri mu , dan katanya kau sudah tidak tinggal bersama mereka lagi" jelas Rey .
" Aku sekarang tinggal di....." ucap Aira yang tak tahu harus bilang apa .
"dimana ? apa kau tinggal di luar negeri? soal nya semua orang juga tidak mengetahui keberadaan mu sekarang , semenjak ayah mu meninggal dan kau juga menghilang" tanya Rey .
"maaf , aku masih merahasiakan nya , tapi aku baik-baik saja . aku hanya ingin menenangkan diri ku . kalau begitu aku pamit dulu ya Rey , lain kali kalau kita ketemu baru kita mengobrol lagi" Ucap Aira.
"Yasudah kalau begitu beri aku nomor mu , agar aku bisa menghubungi mu kembali" kata Rey sambil memberikan ponsel nya ke Aira.
Aira mengambil ponsel itu dan mengetik nomor nya . Aira buru-buru pergi dari tempat itu dan segera pulang , karena takut Naja sudah lebih dulu sampai di rumah .
Aira menghentikan taksi , dan masuk.
Ia begitu panik dan takut jika Naja mengetahui kalau dia tidak berada di rumah.
tiba-tiba ponsel nya berbunyi , dan benar saja itu telpon dari suami nya , yaitu Naja . ia begitu panik sehingga tidak mau mengangkat nya , karena takut Naja akan menjemput nya dan memarahi nya.
"Pak bisa lebih ngebut lagi? soal nya saya buru-buru" *ucap Aira.
...----------------...
Aira telah sampai , tapi tidak di depan rumah Naja , ia sengaja turun agak jauh dari kediaman nya karena takut ada orang yang melihat nya masuk ke rumah Naja . ia berlari sekuat tenaga .
dan"Brukkkk ....... awwwwww" Aira terjatuh karena terlalu kencang berlari sehingga menggoyahkan keseimbangan nya .
tangan nya tergores tanah dan bebatuan hingga menyebabkan siku nya berdarah lumayan banyak .
Aira bangun dan melanjutkan lari nya , dan sampai nya di depan gerbang ia mendengar suara Naja yang menggelegar . ia gemetaran saat ingin melewati gerbang itu .
dan ia tetap masuk , terlihat Naja sedang membentak para penjaga dan pelayang di rumah nya . saat Aira masuk , Naja melihat Aira , matanya langsung tertuju kepada Aira , menatap Aira seolah ia marah besar . Aira melangkah mendekat , sambil menutupi tangan nya yang terluka .
__ADS_1
"Apa maksudmu ?!! kau benar-benar berani membantah ku?! " teriak Naja kepada Aira yang membuat Aira langsung tertunduk ketakutan.
...----------------...