Love Disaster

Love Disaster
#9


__ADS_3

Setelah pengucapan akad telah selesai , Aira dan Naja mengambil beberapa foto , dan itu semua atas perintah dari Naja .


"Arka sesuai apa yang saya bilang yah " Ucap Naja .


"Siap Tuan . baik gayanya saya yang nentuin ya Tuan?" jawab Arka yang membuat Aira panik .


Aira hanya diam membisu karena tidak tau apa yang harus ia lakukan saat itu .


"Mau Gua suruh tatap-tatapan tapi si Naja masih trauma . gimana dong ya biar mereka bisa deket ? . Aira emmm harus nya sama Gua lebih cocok ga sih?" Batin Arka yang termenung kebingungan .


"Hei! jadi engga sih?" tanya Naja.


"Jadi tuan . kalau begitu berciuman saja " Ucap Arka yang membuat Naja ingin melempar nya.


"Apa yang Lu bilang? " tanya Naja pelan dengan ekspresi tertawa tertekan.


"Lu jangan lupa kalau Gua ...." kata Naja terpotong dengan ucapan Aira .


"Tidak usah berlebihan Tuan Arka , lagian hal seperti itu tidak seharusnya di umbar bukan?" kata Aira yang membuat Arka dan Naja terdiam .


"Ambilah beberapa foto dengan pose yang biasa saja , karena menurut ku Tuan Naja menjadi canggung karena itu " Ucap Aira ketus .


"Tuh kan savage banget ni orang , dah biasa aja . Lu sih cari-cari masalah aja Lu" Ucap Naja berbisik ke Arka .


"Aaa siap Nona . sekarang berdiri disebelah Naja dan tersenyum lah " kata Arka .


"Kalau bisa bergandengan si tapi kalau tidak mau ya sudah tidak apa-apa" kata Arka kembali .


Aira tidak berani memegang tangan Naja jika tidak ada persetujuan dari Naja .


Aira hanya menghadap ke arah kamera dengan tersenyum . Tiba-tiba Naja tanpa ada kata yang keluar dari mulut nya , Dia mengambil tangan Aira dan di letakan di lengan nya . Naja pun mengahadap kamera kembali dan tersenyum manis seolah-olah dia sedang benar-benar berbahagia .


Aira terkejut dengan tingkah Naja itu . tetapi Aira hanya bisa diam dan menatap nya dari samping saja .


"Baiklah . 1.....2....3 " kode Arka.


"Sudah selesai" ucap nya yang membuat Aira langsung menarik tangan nya . Tapi Naja hanya tampak datar saat Aira menarik tangannya yang berada di lengan Naja .


"Cetak foto itu dengan gambar sebesar-besarnya" Kata Naja dengan ekspresi datar sambil membuka jas nya.


"Nona acara sudah selesai apakah nona masih ingin pulang dengan memakai gaun ini? atau berganti baju ?" Ucap staf wedding organizer itu .


"Aaaa aku akan berganti baju seperti biasa saja . akan sangat menyusahkan jika aku memakai ini di dalam mobil " Kata Aira yang mengangkat gaun nya dan berjalan ke ruang rias lagi .


...----------------...


"Abis ini Gua balik ke rumah " Kata Naja datar .


"Apa kerumah? ga ketempat yang romantis gitu? " tanya Arka yang terkejut dengan ucapan Naja.


"Ngapain kesana ? besok Gua udah kerja kek biasa nya jadi ya males dah Gua begituan " Ucap nya datar .


"Benar-benar lu ye , harus nya tuh romantis-romantisan ,lah Lu? malah balik kerumah " kata Arka


"Apaan si lu? mending lu balik dah "


"Iye Gua mau balik ni . have fun bro first night nya hahahahha "


"oh iya soal pernikahan ini udah Lu publish kan? tapi soal Aira lu privasi kan ? "


"Tenang aja udah Gua Handle. Gua balik ye "

__ADS_1


"oke "


...----------------...


Setelah Aira selesai membersihkan riasan dan mengganti baju nya . Ia keluar dari ruangan itu dan menghampiri Naja yang tengah duduk dan mengobrol dengan beberapa bodyguard nya .


Aira hanya diam mematung di dekat Naja dan tidak mendengar kan pembicaraan Naja dengan para bodyguard nya .


"Banyak sekali bodyguard nya "


"Sudah selesai? " tanya Naja yang masih saja tidak menatap langsung ke Aira .


Aira terkejut mendengar suara berat itu keluar dari mulut Naja , dan mengangkat pandangan nya yang tadi nya menunduk kini menatap langsung ke wajah Naja .


"aaa iya aku sudah selesai " kata Aira yang menundukkan pandangan nya kembali .


"kalau begitu ayo ikut pulang bersama ku " *Ucap Naja yang membuat jantung Aira berdetak tidak teratur .


" Baik Tuan " .


Sepanjang perjalanan menuju kediaman Naja, mereka hanya diam membisu dan tidak ada yang membuka topik pembicaraan . Aira hanya menatap keluar dari jendela mobil itu dan begitu pun Naja* .


"Hari ini aku sudah Sah menjadi istrinya , tapi aku tidak merasakan hal yang seharus nya di rasakan pengantin pada umumnya. " Batin Aira yang sesekali melirik ke arah Naja .


...----------------...


Tiba-tiba Mobil mereka berhenti setelah melihat keramaian para wartawan memenuhi gerbang salah satu rumah yang sangat besar di depan nya ,yaitu rumah Naja .


"Itu mobil Tuan Naja !!!" teriak salah satu wartawan yang memperhatikan mobil Naja .


Dan sontak saja membuat para wartawan lain nya langsung berlari menyerbu mengelilingi mobil itu .


" Tabrak saja siapa pun itu yang menghalangi jalan nya mobil ku " Tegas Naja yang datar .


Aira langsung melihat ke arah Naja dengan ekspresi wajah yang terkejut.


"Dia kejam sekali , bukan nya mengkerah kan para bodyguard nya tapi malah langsung memerintahkan untuk menabrak langsung" Batin Aira yang masih menatap kaget wajah Naja .


wartawan-wartawan itu begitu sangat rusuh , bahkan sampai hampir memecahkan kaca jendela mobil Naja .


"Hubungi para satpam dan bodyguard yang menjaga rumah ku , perintah kan mereka untuk membuka gerbang nya dan jangan sampai satu wartawan pun yang masuk kedalam rumah ku" Kata Naja .


"Baik Tuan" .


Naja melihat para wartawan itu serentak menyalakan lampu handphone nya untuk sengaja melihat wajah Aira ,yang kini berstatus istri sah Naja . dengan sigap Naja menarik Aira kepelukan nya ,dan menghalangi para wartawan itu dengan menutup wajah Aira dengan Jas Naja .


"Jangan bergerak . Aku tidak mau satu pun orang di luar sana yang mengetahui siapa istri ku " Ucap Naja yang masih mendekap Aira .


Aira terkejut tiba-tiba dia sudah di pelukan Naja . Aira tidak berkutik sama sekali sesuai dengan perintah Naja .


" Jantung ku . ku mohon jangan berdetak terlalu kencang " Batin Aira yang posisi hidung nya menempel tepat di leher Naja .


" kenapa lama sekali?!!!! Cepatlah ini semakin rusuh ! " bentak Naja .


Aira terkejut dengan teriakan Naja yang begitu keras , dan langsung gemetar di pelukan Naja .


Naja melihat tangan Aira gemetaran di paha nya , ia langsung memegang tangan Aira.


"Maaf kan aku , Aku tidak bermaksud untuk berteriak sehingga menakuti mu " Kata Naja dengan datar .


"grekkkkk......" Suara tarikan Gerbang itu di buka .

__ADS_1


Supir Naja langsung tancap gas tanpa memperdulikan siapa yang ada di depan mobil itu .


...----------------...


Mobil sudah berada di garasi dan para pelayan langsung menghampiri mobil itu , dan menyambut kepulangan Naja .


Supir itu membukakan pintu mobil .


"Silahkan Tuan " Ucap supir dan pelayan dan langsung sedikit membungkuk an badan mereka.


Aira yang mendengar nya langsung melepas kan dekapan Naja . Naja tampak biasa saja dan keluar dari mobil itu dengan wajah datar nya .


Dan salah satu bodyguard membukakan pintu untuk Aira .


"Terimakasih " Ucap Aira tersenyum .


"Selamat Datang Nona Muda" Ucap pelayan di sana .


"Kenapa kalian lama sekali? Kalian baru saja hampir membahayakan Nona Muda ! " Bentak Naja yang langsung mengubah ekspresi wajah nya menjadi sangar.


"Maaf kan kami Tuan . Tadi ada sedikit permasalahan dengan gerbang yang harus di perbaiki " kata salah satu bodyguard di sana .


"Berani sekali kau menjawab ku! apa aku kurang menambah anggota keamanan ? sampai-sampai kalian tidak bisa menangani masalah kecil itu ?!!" Bentak Naja Kembali.


"Sebagian Keamanan juga sedang menjaga gerbang belakang , sebab mereka juga membuat keramaian di belakang " kata satu bodyguard lain nya .


" Aku tidak peduli . saat ini perketat keamanan . jika ada seseorang yang tak di kenal berhasil masuk ke sini , jangan biarkan dia keluar dengan keadaan selamat !" Ucap Naja , yang langsung membuat Aira menatap nya lagi dengan wajah kaget.


"Apa aku salah menerima tawaran untuk menjadi istri nya? kenapa dia sangat kejam " *Batin Aira tanpa berkedip memandang Naja .


Naja menarik tangan Aira dan meninggal kan para pelayan serta ajudan nya , dan langsung masuk ke dalam rumah nya yang begitu megah* .


"Waw rumah nya sangat menakjubkan " gumam Aira .


"Sekarang ini juga rumah mu . besok aku akan melanjutkan beberapa obrolan yang harus kita bahas , jadi istirahat lah sekarang " Ucap Naja datar yang masih tertutupi dengan ekspresi marah nya .


"Aaa iya , pelayan ku sudah menyiapkan kamar mu sendiri . segala keperluan yang mungkin kamu butuh kan ada di sana "


" Baik Tuan " jawab Aira yang kebingungan.


"Aku tidak bermaksud apa-apa , bukan berarti aku membenci mu , tapi aku masih tidak terbiasa dengan orang baru jadi ....."


ucapan Naja terpotong


"Iya Tuan aku mengerti . terimakasih , aku akan Istirahat sekarang . Dimana kamar nya ? " Kata Aira dengan bersemangat .


"Apa ? kenapa respon nya tidak sesuai dugaan ku . ternyata dia menerima nya dengan sangat bersemangat " Batin Naja yang kebingungan dengan respon Aira .


"Pelayan Antar Nona Aira ke kamar nya" .


"Baik tuan . mari nona saya antar " ucap pelayan wanita itu .


"Kalau begitu saya istirahat dulu Tuan . selamat malam " Dengan senyum lebar di wajah nya .


"Aaaa ternyata aku tidak akan melewati malam yang bodoh ini dengan nya " Batin Aira dengan sedikit smirk ,dan meninggal kan Naja yang masih berdiri di ruangan yang sangat besar itu .


"Kenapa dia sangat bahagia ? bukan nya dia harus menentang ku? aaaaaa harus nya aku beruntung jika dia mau berpisah kamar dengan ku " Gumam Naja yang sedikit bingung .


"Aku harus istirahat . jangan pikirkan dia " Ucap Naja sambil berjalan memegang dahi nya untuk menuju kamar nya .


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2