Love For Emelly

Love For Emelly
Bab 26. Sebuah pesan


__ADS_3

Brak


Seseorang terjatuh ke lantai, akibat pukulan yang sangat keras. Lelaki itu, memegang hidungnya yang mengeluarkan benda merah.


"Kau harus bertanggung jawab!" Teriakkan itu membuatnya, mendongakkan kepalanya. Dia semakin terpukul.


Lelaki itu tak berniat melawan, bahkan saat orang itu menarik kerah bajunya. "Karena kau, orang yang kusayangi harus terbaring di rumah sakit! Ini kan, yang selalu kau inginkan?!"


Dia masih tak menjawabnya.


"Jawab, bajingan!" orang itu menghempaskannya ke lantai. Saat ini, dirinya sangat marah, ingin sekali rasanya membunuh lelaki tak tahu malu itu.


"Ini memang salahku." Hanya itu yang bisa keluar dari mulutnya. Terlalu shok sampai tak bisa mengatakan sesuatu lagi.


"Yah! Ini memang salahmu, Rion!" teriak Theo yang kembali murka. Dia, kembali meninju Rion yang masih terdiam. "Ini, yang kau inginkan bukan? Sedari awal, kau memang berniat menghancurkan keluargaku!"


"STOP, THEO!" Untung saja, jika telat sedikit saja, mungkin Rion sudah habis ditangan Theo.


"Tahan, emosimu! Apa, menurutmu Emelly akan senang jika melihatmu seperti ini?!" Agra menjauhkan Theo dari Rion, beliau memeluk putranya yang terlihat sangat rapuh. "Tolong, Ayah tak ingin melihatmu seperti ini."


Theo memejamkan matanya, menahan rasa sakit yang menghantam dadanya, ini salahnya! Seharusnya, ia lebih menjaga Kakaknya! Dirinya, memang adik yang tak becus.


"Kamu baik-baik saja?" Maina langsung memeluk Rion, ia semakin sedih melihat wajah Rion yang memar, hatinya pun semakin sakit melihat Rion yang tak berdaya.


"Ma, Kak Melly akan baik-baik saja kan? Dia, tidak akan meninggalkanku kan?!" seru Rion yang tiba-tiba panik, wajahnya terlihat ketakutan, bahkan tubuhnya semakin tak bisa dikendalikan. Lelaki itu meronta-ronta meminta untuk dilepaskan. "Lepaskan, aku! Aku ingin melihat Kak Melly!"


Wilona semakin mengeratkan pelukannya, tangisannya semakin pecah. "Emelly akan baik-baik saja, kita akan berkumpul bersama lagi dengannya ya, kamu tak perlu khawatir." Rion menangis dipelukan ibunya, dia merasa sangat terpukul. Ia tak menyangka, jika Emelly akan menyelamatkannya dari kecelakaan. Mengapa, ia baru sadar jika Kakaknya itu sangat menyanginya? Rion, ingin memeluk Kakaknya, lelaki itu ingin memperbaiki sikapnya yang selalu membuat Kakaknya sedih.


Kejadian ini, membuatnya tersadar akan sesuatu fakta. "Orang yang kuanggap baik, bahkan berniat menyelakakanku."


Kedua pria datang bersamaan, mereka bertanya pula dengan bersama-sama. "Apa, Emelly baik-baik saja?"

__ADS_1


Kedua pria itu saling menatap satu sama lain, memasang wajah bingung. "Mangapa anda ada di sini?


Morgan pun menjawab. "Seharusnya saya yang bertanya, mengapa anda menanyakan tentang keadaan tunangan saya."


Sebelum pertikaian terjadi. Arga lebih dulu berbicara, beliau memberitahukan jika Emelly masih belum sadar.


Kedua pria itupun hanya mengangguk saja, mereka duduk menunggu Emelly siuman.


Maina duduk di tengah Rion dan Theo. Memeluk kedua putranya. Sedangkan Agra, dia menghampiri Morgan dan Jevano.


Morgan dan Jevano berdiri, menyapa Agra.


"Saya minta maaf yang sebesar-besarnya. Keluarga saya sedang tak baik, saya harap kalian bisa memakluminya."


"Saya seharusnya yang meminta maaf. Maaf karena telah menggangu," sahut Morgan dengan sopan.


"Saya juga minta maaf, karena datang terlalu mendadak dan menganggu kenyamanan Om Agra dan keluarga," ungkap Jevano.


"Ngomong-ngomong, kapan kamu datang ke Indonesia?"


Jevano, tersenyum tipis. "Minggu kemarin, Om."


Morgan hanya mendelik kesal melihat senyum Jevano yang terlalu lebay itu.


Agra mengangguk paham, kemudian beliau menoleh pada Morgan. "Apa, orangtuamu sudah mengetahui keadaan Emelly?"


"Sudah, Om. Mereka sedang dalam perjalanan kemari."


Waktu semakin larut, bahkan Theo dan Rion sudah tertidur di pundak Wilona. Agra sudah menyuruh keluarganya untuk pulang, namun mereka kekeh menunggu Emelly sadar.


Beberapa menit kemudian, seorang dokter keluar dari ruangan.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan, putri saya?" Agra langsung berdiri, menanyakan keadaan putrinya.


Semua orang terbangun dari tidurnya, mereka terkejut melihat kedatangan sang dokter.


"Bagaimana, keadaan Emelly? Dia, baik-baik saja, kan Dok?" tanya Wilona yang sudah ingin menangis. Agra dengan sigap, langsung merengkuhnya dalam pelukannya.


"Dok, bagaimana keadaan kakak saya?" Theo dan Rion pun bertanya dengan bersamaan.


Jevano ingin menanyakan hal yang sama, namun Morgan malah memotong ucapannya.


"Bagaimana keadaan calon tunangan saya?" tanya Morgan dengan cepat. Jevano hanya memutar matanya, dia kesal dengan ucapan Morgan. Namun ia lebih penasaran dengan jawaban yang diberikan sang dokter.


"Keadaan Ibu Emelly sudah baik-baik saja, dan bisa untuk dikunjungi. Namun kalian bisa bergiliran jika ingin bertemu dengan pasien."


Agra dan Wilona terlebih dahulu untuk masuk. Disusul, Theo dan Rion, lalu Jevano dan Morgan.


Besoknya...


Emelly, membuka matanya secara perlahan. Dia menoleh ke kiri dan kanannya.


Seutas senyuman terukir di bibirnya. Kedua orangtuanya berada di sisi kanannya, lalu kedua adiknya berada di sisi kirinya. Emelly bersyukur bisa bertemu dengan keluarganya lagi. Bahkan hatinya merasa tersentuh melihat kedatangan Jevano dan Morgan.


Mulai saat ini, ia akan belajar melupakan Morgan. Dirinya akan menerima kenyataan jika Morgan bukanlah untuknya. Sedangkan Jevano, Emelly akan berusaha bersikap baik padanya. Dirinya merasa bersalah karena selalu mencapakkan pria itu saat di bangku kuliah.


Namun, ada satu hal yang menggangunya. Dimana para sahabatnya? Apa mereka tak mendengar kabar tentang kecelakaannya? Atau, mereka tak mau menemuinya?


Emelly mengambil ponselnya, dia ingin menghubungi mereka. Namun ketika ingin menelepon, tiba-tiba, sebuah pesan masuk. Emelly langsung membukannya, siapa tahu itu pesan dari Claudia, Seyra atau Bima.


[ "Saat ini, aku masih mengampunimu. Jika, kau tak segera mengakunya. Hidupmu akan berakhir ditanganku." ]


Emelly langsung mematiikan ponselnya. Di situasinya yang sekarang, dirinya harus bisa setenang mungkin. Namun, apa pesan itu dari orang yang sama, yang mengganggunya pada waktu saat Emelly di dalam mobil pada saat waktu syuting?

__ADS_1


__ADS_2