Love For Emelly

Love For Emelly
Bab 7. Tidak sesuai ekspektasi


__ADS_3

7 Tidak sesuai ekspestasi


Emelly menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Dirinya bingung harus mengatakannya dari mana, melihat Morgan yang sepertinya marah membuatnya semakin takut.


"Apa, yang ingin anda katakan?" tanya Morgan. Dirinya sudah cukup sabar, tidak mungkin juga dirinya melukai wanita.


Emelly, masih saja terdiam. Morgan menghela nafas, lalu pergi ke arah pintu untuk membukakannya.


Pintu terbuka, Claudia terkejut melihat Morgan yang membukannya.


"Mengapa, kalian masih di sini? Kembali bekerja!"


Sang Satpam mengangguk lalu pergi, jika bos nya sudah seperti ini. Dia tidak berani untuk bertanya.


"Mengapa, kamu masih di sini?" tanya Morgan dingin. Claudia tersenyum tipis, walaupun hatinya seperti perih menahan sesuatu.


"Apa, Pak Morgan mengenalnya? Jika tidak, saya akan membawanya keluar, saya tidak mau pekerjaan Pak Morgan jadi tergangu."


Morgan tak merubah ekspresi wajahnya, tetap datar. "Apa, kamu tidak mendengar saya? Kamu itu seorang Sekretaris. Tugas kamu, menuruti apa yang saya perintahkan, bukan menanyai hal yang tidak penting! Sekarang, kembali bekerja!"


Claudia tertegun. Baru kali ini ia dimarahi oleh Morgan. Sakit? Tentu saja! Apalagi Morgan menatapnya dengan ekspresi yang tak mengenakkan.


Morgan menutup pintunya dengan kasar, dia kesal karena Claudia tak kunjung pergi. Pria itu mengunci pintunya, lalu duduk kembali di kursi kerjanya.


Emelly masih berdiri, Morgan mengacuhkannya, pria itu malah berkutat dengan berkasnya. Karena tak tahu apa yang harus dilakukan, Emelly memilih untuk duduk di sofa panjang.


"Ada, kepentingan apa kau kemari?"


Pertanyaan itu, membuat Emelly sedikit linglung.


"Ak--"


"Apa, yang kau inginkan Emelly Carolyn?!"


Emelly terdiam. Apa, sedari tadi Morgan sudah mengenalnya? Kenapa, dia memperlakukannya seperti itu? Jika pria itu membencinya karena Emelly pernah menyatakan perasaannya, setidaknya Morgan harus memperlakukannya baik sebagai seorang sahabat.

__ADS_1


"Sejak, kapan kau mengenalku?"


Morgan, terkekeh kecil, tawaan yang menyeramkan. "Sejak kau masuk pun, aku sudah mengenalmu. Kenapa kau kemari? Kau tidak akan menyatakan cinta seperti waktu itu, kan?"


Emelly melihat ke arah lain, ejekkan Morgan membuatnya teringat masa itu, masa putih abu yang memalukan.


Emelly memejamkan matanya sebentar. Ia harus mengatakan niatnya, ini hanya pertungan bukan pernikahan! Bertunangan bukan berarti harus menikah kan? Batinnya.


"Orangtua kita, menjodohkanku denganmu. Bagaimana pendapatmu? Apa kau akan menolaknya?"


Jari-jari Morgan yang sedang mengetik pun terhenti, pertanyaan yang sangat mengejutkannya. Kenapa setiap ia bertemu dengan wanita ini, selalu ada kejadian yang tak diinginkannya terjadi?


"Kau, tahu jawabannya."


Emelly tersenyum tipis. Ia lupa, jika Morgan tak akan bisa membantah keinginan dari orangtuanya.


"Namun, kenapa kau melakukan itu?"


Emelly tak mengerti. Melakukan apa? Ia tidak paham. "Aku melakuka apa? Apa yang kau maksud?"


Keadaan ini, membuat Emelly tidak nyaman. Morgan salah! Sedari awal, Emelly tidak mengharapkan semua ini! Tetapi, demi karirnya, ia harus melakukan hal yang membuat dirinya seperti wanita egois. "Ya, itu memang keinginanku. Jika kau tak suka, cobalah untuk menolaknya."


Sebelum pergi, Emelly tersenyum miring. Hal itu membuat Morgan geram. Wanita itu memang tidak pernah berubah! Dia masih wanita licik yang selalu membuatnya jengkel. Bagaimana ini? Dirinya harus membatalkan perjodohan! Morgan, tak akan membiarkan wanita itu mengendalikannya lagi! Ia tak mau masa itu, terulang kembali.


***


Emelly, keluar dari ruangan Morgan, saat ini ia tidak memakai masker seperti saat masuk kemari. Wanita itu berjalan dengan penuh percaya diri, Emelly masuk ke dalam litf yang terdapat banyak orang. Mereka kaget, tak menyangka jika aktris fenomenal ini berada di perusahaan, pertanyaannya, apa yang Emelly lakukan di lantai yang sama dengan sang pemimpin perusahaan?


"Apa, kau Emelly Carolyn?"


Emelly menoleh ke kebelakang, ia mengangguk sambil tersenyum.


"Wah! Dia benar-benar Emelly!"


Terdapat lima orang yang ingin berfoto dengannya, mereka antusias yang pasti membuat Emelly senang.

__ADS_1


Saat keluar pun, semua mata memandang ke arahnya, tidak seperti saat datang, mereka memandangnya dengan tatapan aneh.


"Apa, dia Emelly Carolyn?" tanya seorang wanita berpakaian merah, yang hanya bisa terdiam, mulutnya menganga, merasa takjub.


Wanita yang berambut pendek mengangguk, mengiyakan. "Dia memang Emelly Carolyn, namun ada urusan apa dia sampai kemari?"


"Aku mendengar dari Pak Satpam, kalau ada seorang aktris yang memaksa untuk masuk ke ruangan Pak Morgan. Apa aktris itu, adalah Emelly Carolyn?!" tanya seorang pria yang terlihat sedikit kaget.


Wanita yang berbaju merah itu, kembali menyahut. "Kalau begitu, Emelly dan Pak Morgan, apa mereka saling mengenal satu sama lain? Apa, mereka memiliki hubungan istimewa?" tanyanya penasaran, matanya terus menatap Emelly yang baru saja keluar, namun para manusia ini tetap membicarakannya.


"Tidak, mungkin! Menurutku, Pak Morgan memiliki hubungan dengan Claudia!" jelas pria itu, ia menyuruh dua temannya untuk lebih dekat. Agar tidak ada yang mendengar ucapannnya selain mereka bertiga. Ini sedikit rahasia. "Apa, kalian tak menyadarinya? Tatapan Pak Morgan, pada Claudia terlihat berbeda! Seperti ada sesuatu. Mereka pasti, lebih dari seorang atasan dan sekretaris!"


Wanita, berambut pendek itu terlihat tak setuju. "Tetapi si gadis SMA juga! Tak bisa dianggap remeh! Bisa saja, mereka juga memiliki hubungan?"


Pria yang berada di sampingnya tertawa kecil. "Maksudmu, gadis SMA, yang selalu datang kemari? Yang selalu menguntit Pak Morgan? Tidak mungkin tipe Pak Morgan, seperti itu! Dia memang cantik, namun sikapnya jauh dari kata cantik," jelasnya pedas.


"Sudahlah, kembali bekerja. Sedari tadi Claudia terus menatap kita," tegur wanita berbaju hijau. Kedua temannya langsung menurut, mereka berdua pergi ke tempat kerja masing-masing.


Claudia terdiam, dia masih memikirkan sesuatu, apa Morgan mengenalnya? Apa mereka memiliki hubungan istimewa seperti yang dikatakan para karyawan itu? Jika benar ada sesuatu diantara mereka, Claudia tak tahu harus berbuat apa, menyerah? Atau memperjungkan  cintanya?


***


"Mengapa, kamu menemui Morgan?" tanya Wilona.


Emelly baru saja datang, tetapi sudah disambut seperti ini. Emelly tersenyum manis. "Kemarin malam, Tante Maina menyuruhku, menemui Morgan. Aku juga tadi sudah bertemu dengannya."


Wilona, mengusap rambut Emelly.


"Kalau kamu memang benar-benar mencintainya, besok kita rencanakan saja tanggal pertunangannya, bagaimana, kamu setuju?"


Emelly mengangguk setuju. "Aku setuju, lebih cepat lebih baik."


Emelly dan Wilona berjalan bersama ke ruang keluarga, kebetulan juga televisi menyala, menayangkan sebuah berita.


"Pagi ini, beberapa orang melihat Emelly Carolyn mengunjungi perusahaan Zach'grup. Sang pemeran utama dari film Attention itu diduga memiliki hubungan istimewa dengan pemimpin perusahaan? Dan Bagaimana tanggapan dari Bryan Wio, seseorang yang selalu dijodohkan oleh fans dengan Emelly Carolyn? Terus saksikan acara secret love, untuk mengetahui berita selanjutnya."

__ADS_1


Emelly memutar matanya malas, berita ini memang sangat bagus, namun tidak sesuai ekspestasinya! Bagaimana bisa, Bryan Wio masuk ke dalam beritanya?! Mengapa pria itu terus saja dikaitkan dengan dirinya?!


__ADS_2