
Raya seorang gadis berusia 27 tahun yang saat ini berprofesi sebagai seorang Dokter memilih hidup mandiri dengan tinggal terpisah dari kedua orang tuanya dan tinggal di sebuah apartemen yang ia beli dari hasil kerja kerasnya sendiri.
"*Ra kapan kamu a*kan mulai serius dengan hidupmu?" tanya sang ibu dari sebrang telepon membuat Dokter cantik itu menjadi sangat bosan karna bukan hanya sekali namun ribuan kali ia sudah mendengar pertanya yang sama dari ibunya. "Kamu sudah punya calon? kalau belum Mama punya calon yang cocok untuk kamu."
"Ma please Raya akan memilih calon Raya sendiri," kata wanita dengan tinggi seratus enam puluh senti itu.
"Kalau begitu mana calon mu, kenalkan pada kami."
"Ya nanti Raya tunjukan," kata Raya berjalan keluar dari area rumah sakit menuju mobilnya.
"Kamu serius?"
"Iya Ma, setelah cuti Raya dari rumah sakit di setuju Raya akan langsung membawa calon Raya untuk bertemu Mama," kata Raya lagi memasuki mobilnya.
"Bagus segera kabari Mama kalau kamu pulang kerumah bersama calonmu," pesan ibunya lagi. "Mama sudah sangat tidak sabar membungkam tetangga yang mengatakan anak Mama adalah seorang gadis tua."
"Iya Ma iya," jawab Raya lagi, "Oh ya Ma, Raya sudah mau pulang ke Apartemen."
"Ya sudah kalau begitu Mama tutup teleponnya."
"Ya bye Mom love you."
"Ya jaga dirimu."
tut
Setelah sambungan teleponnya dengan sang ibu terputus Raya langsung menghela nafas lega dan menyandarkan punggungnya ke jok mobil. Raya menatap ponselnya di sana terlihat fotonya bersama seorang pria yang sudah beberapa hari tidak ada kabar dengan perasaan yang tak menentu sebelum mencoba memanggil nomor pria yang di beri nama Hubby itu.
"Maaf nomor yang anda hubungi tidak dapat di hubungi coba...—"
tut
Raya langsung menekan tombol merah di ponselnya dan meletakkan ponselnya kasar di dashboar mobil dan mulai melajukan mobilnya, malam ini adalah malam minggu dimana biasanya pria dan wanita menghabiskan waktu bersama seperti menonton di bioskop, makan malam romantis atau sebagainya. namun semua itu tak di rasakan Raya karna ia terlalu sibuk di rumah sakit dan kekasihnya yang tidak ada kabar.
__ADS_1
"Rey?" gumam Raya menyadari kehadiran orang yang ia kenal tampak menyebrangi jalan. "Who is she?" Raya yang terjebak di lampu merah menatap fokus keluar jendela melihat apakah pria yang ia lihat bergandengan dengan seorang wanita adalah pria yang sama dengan pria yang selama ini berstatus sebagai kekasihnya.
"Ya itu Rey, Oh shit."
Dengan kesal Raya keluar dari mobilnya mengabaikan kelakson pengendara lain yang jalannya terhambat oleh mobil Raya.
"Rey," panggil Raya dan sontak pria bernama asli Reynald itu berbalik karna merasa dirinya di panggil seseorang.
"Who is she?"
"Raya?" ucap Reynald tampak terkejut akan kehadiran Dokter cantik di hadapannya, "Apa yang kamu lakukan disini?"
"Itu tidak penting, yang terpenting sekarang siapa gadis ini dan apa yang kalian lakukan?" tanya Raya menatap tangan Reynald yang menggenggam erat tangan gadis cantik di sebelahnya.
"Hun perempuan ini siapa?" tanya gadis itu menatap Raya.
"Hun?" tanya Raya tak habis pikir.
"Ya Ra, she is my girlfriend," jawab Reynald tanpa rasa bersalah.
"Aku tau Ra, tapi aku sudah berusaha dan aku pikir kita tidak cocok."
"Semudah itu? kita sudah menjalin hubungan selama beberapa tahun dan semudah itu kamu bilang tidak cocok?" tanya Raya mulai kesal. "Lalu sudah berapa lama kamu bersama gadis ini sampai kamu bisa merasa begitu cocok dengannya."
"Seumur hidupku Ra," kata pria itu yang membuat Raya semakin terkejut.
"What?"
"Ya Ra, aku dan Helen adalah teman sejak kami masih sangat kecil, kami terpisah selama beberapa tahun karna Helen yang pindah bersama keluarganya," kata Reynald menceritakan pengalam cinta masa kecilnya pada Raya tanpa rasa bersalah sedangkan Raya hanya menatap Reynald tak habis pikir.
"Dan sekarang aku sudah kembali menemukannya," sambung Reynald lagi tersenyum kearah gadis cantik di sebelahnya.
"Oh shit what ever for your love story," kata Raya mulai kesal, "Tapi kenapa kamu harus mengajak ku berpacaran dan berjanji akan menikah dengan ku kalau kamu ternyata punya cinta masa kecil yang masih kamu tunggu."
__ADS_1
"Maaf Raya itu hanya sebuah kesalahan."
What the hell, apakah pria ini baru saja mengatakan bahwa ia adalah sebuah kesalahan.
"Argghhhh... I hate you Reynaldy," maki Raya menendang kaki Reynald dengan keras sebelum dengan marah berlalu pergi si sertai umpatan kesal Reynald akibat tendangan Raya pada kakinya dan teriakan marah gadis bernama Helen padanya.
tin.... tin.. tin
"Iya sabar bodoh. " teriak Raya kesal pada pengendara yang terus menekan klakson di belakang mobilnya.
Raya masuk ke dalam mobilnya dan melaju menuju Apartemen dengan perasaan yang campur aduk sesampai di apartemen miliknya Raya langsung melempar tasnya asal dan menangis sejadi-jadinya di kaki sofa.
"Dasar pria tidak berguna, bertahun-tahun aku menunggu agar dia melamarku ternyata di situ dia juga menunggu kepulangan cinta masa kecilnya," maki Raya sesegukan menangis.
"Dasar Raya bodoh berapa kali lagi kamu mau di selingkuhi," ujar Raya memukul kepalanya kesal sebelum kembali sesegukkan. Pasalnya bukan hanua Reynald pria yang pernah menyelingkuhinya bahkan beberapa mantan Raya sebelumnya juga bertingkah sama.
"Susah paya aku memendam hasratku agar bisa menghemat uang untuk biaya pernikahan dan dia dengan tanpa dosa memutuskan hubungan kami," kesal Raya menghapus air matanya kasar.
"Aku bahkan rela melewatkan album comeback EXO agar bisa menabung untuk biaya pernikahan," racaunya lagi.
Ya setelah bertahun-tahun akhirnya group K-Pop yang sangat ia sukai akhirnya kembali comeback namun Raya harus menelan hasratnya untuk membeli album dan lighstick mereka agar bisa berhemat untuk biaya pernikahan bersama sang kekasih yang ternyata malah menyelingkuhi dirinya.
Karna emosi Raya kembali meraih ponselnya dari dalam tas dan memesan tiket pesawat dari ponselnya dan kemudian menekan salah satu nomor yang tersimpan di ponselnya.
"Hallo Ma Raya akan liburan beberapa bulan keluar negri."
"Apa? kamu bercanda? kenapa tiba-tiba sekali," ujar sang ibu terdengar terkejut dari sebrang telepon. "Lalu calonnya bagaimana?"
"Calonnya Mama pilih saja, setelah pulang dari liburan Raya akan langsung menikah," kata Raya tampak sangat yakin.
"Ra kamu yakin?" tanya ibunya yang malah tak yakin.
"Raya yakin Ma, Mama urus saja," kata Raya lagi sebelum memutuskan sambungan teleponnya.
__ADS_1
Raya berjalan memasuki kamarnya menatap beberapa foto pria tampan yang berpose memenuhi dinding kamarnya dan menatap mereka penuh dendam bukan-bukan pada 9 pria tampan yang tersenyum ke arahnya itu namun pada beberapa pria bodoh yang telah menyelingkuhinya.
"Semua pria benar-benar mengecewakan andai tuhan menciptakan aku satu pria semanis kalian," ujar Raya kembali menghela nafas dan berbicara pada salah satu foto yang berada di sana.