
☀☀☀☀☀
Setelah makan siang dengan sahabatnya Rully memilih kembali ke kantor dengan Dania yang sudah duduk manis di dalam mobil. Rully benar-benar merasa di bodohi oleh wanita ini dan Ayah sialannya itu. Bagaimana mungkin malah ia yang harus menyupir mobil sedangkan Dania enakan-enakan duduk manis di jog penumpang.
Baik sekarang siapa yang bos disini?
Selama di perjalanan Rully hanya diam karna ia tidak ingin berdebat dengan perempuan itu bahkan saat gadis itu bertanya padanya ia hanya diam dan beberapa kali berdehem untuk mengacuhkan gadis itu, karna ia sangat yakin gadis itu akan selalu pandai membuatnya meresa sangat kesal dan gondok dengan semua ucapannya,—untuk itu Rully benar-benar malas.
Setelah sampai di office nya Rully langsung masuk ke ruang kerjanya dan kembali menyelesaikan pekerjaanya yang sempat tertunda. Tak beberapa lama mereka di selimuti keheningan sebelum datang seorang pria membawa sebuah berkas yang membuat Rully kembali di sibukkan untuk mengamati dan mengoreksi berkas yang di berikan oleh pria yang tak lain adalah seorang Gendral Meneger di perusahaannya.
Rully menghempaskan berkas yang di berikan GMnya kasar membuat pria itu serta Dania ikut terkejut. "Apa semua ini, kenapa banyak kesalahan dalam laporan kemaren dan hari ini?" tanya Rully tajam.
"Apa kau mau membuat ku bangkrut, kemaren aku harus kembali menunda rapat karna presentasi keuangan yang kau buat banyak mengalami kesilapan, sekarang semua data yang aku tugaskan pada mu untuk di rangkum juga tidak berurutan dan tidak jelas," ujar Rully emosi.
"Ma-maaf pak," ujar pria itu takut-takut.
"Kalau kau tidak mampu berada di perusahaan ini lagi, lebih baik kau angkat kaki dan cari perusahaan yang mampu menampung orang bodoh seperti mu, aku masih bisa mencari pekerja yang lain," cecar Rully kasar membuat pria itu hanya menunduk takut.
"Jangan terlalu kasar pada pegawai anda tuan, kalau mereka mengundurkan diri maka tidak akan ada yang membantu anda nantinya," ujar Dania dengan nada santai melihat kasian pria itu yang sudah berkeringat dingin.
Mata Rully beraliha menatap Dania tajam,—berani-beraninya seorang gadis biasa menyelanya dan itu sunggu hal yang sangat nelukai harga diri seorang Danuarta.
"Keluar," ujar Rully membuat Dania langsung menatapnya tak percaya.
Mata Rully beralih menatap pria yang masih setia berdiri di depan mejanya. "Kau tak mendengarku, keluar!!" bentak Rully yang ternyata di tunjukan pada GMnya.
Genral meneger itu menatap Rully tak percaya sebelum kemudian mengangguk. "Ba-baik pak," ujar pria itu.
"Tutup pintunya dari luar dan jangan ijinkan siapapun masuk," perintah Rully tegas dingin dan penuh kemarahan.
Setelah pria tadi keluar, Rully langsung berdiri menatap Dania galak. "Apa yang kau inginkan sebenarnya nona?" tanya Rully berjalan mendekati Dania menatap gadis itu dengan tatapan mengintimidasi.
Dania memundurkan langkahnya saat Rully mendekatinya,—tak bereaksi. "Berani sekali kau mendikteku di depan bawahan ku sendiri," Rully masih melangkah mendekati Dania,karna terus mundur menghindari Rully ia jadi menabrak jendelah besar yang berlapis kaca di belakangnya.
"Saya tidak melakukan apa-apa, saya hanya sedikit keberatan dengan tingakah Anda yang selalu menghina bawahan anda dengan sangat kasar dan terkesan sangat keterlaluan, tuan bisa mengatakan pada pria itu dengan baik-baik," Bantah Dania dengan sedikit senyum di bibirnya mencoba santai walaupun rasa takut dan ngerih akan kemarahan Danuarta muda itu membuat jantungnya tak hentinya berdetak.
__ADS_1
"Apa kau tau apa kesalahan yang di lakukan pria bodoh tadi?" ujar Rully dengan wajah sangat dekat dengan Dania menatap gadis itu tajam.
Dania masih bungkam dan mencerna seluruh ucapan pria arogant itu,"Kebodohnya itu bisa menyebabkan kerugian besar dengan kehilangan tender ratusan juta karna presentasi yang gagal ditambah lagi profesionalitas perusahaan yang akan mulai di ragukan," terang Rully penuh penekanan dengan tangan yang berada di sebelah tubuh Dania.
"Maaf, meskipun begitu anda juga tidak bole menghina seseorang seperti itu tuan. Kadang sikap anda yang seperti itulah membuat pegawai anda sendiri tertekan dan tidak fokus pada pekerjaanya," ujar Dania menatap mata Rully.
"Hah, gadis sepertimu apa mengerti?" ujar Rully meremehkan.
"Ya saya memang tidak mengerti dengan masalah perusahaan atau sejenisnya, tapi saya masih mengerti tentang bagaimana bersikap dan menghargai kerja keras orang lain apalagi seorang pegawai yang membantu menpermudah pekerjaan anda tuan," ujar Dania masih santai.
Rully terdiam dan kembali menampilkan wajah menantangngnya. "Lalu bagaiman aku harus bersikap pada bawahan ku?" tantang Rully.
Dania tersenyum. "Mudah. Pertama Anda tidak boleh bersikap seperti ini pada bawahan anda," Dania menunjuk dirinya yang masih berada dalam kurungan Rully.
Rully melihat ke arah yang di tunjukan Dania dan kembali menatapnya dengan alis yang terangkat."Seperti apa?"
"Seperti ini, dan ini namanya tidak sopan dan bisa disebut pelecehan," Dania menurunkan tangan Rully yang mengurung tubuhnya dan mendorong sedikit tubuh pria itu memberi jarak di antara mereka yang tadinya terlalu dekat.
"Kedua usahakan tersenyum dan jangan sering membentak dan berteriak apa lagi mengumpat. Kalau memang ada yang salah maka nasehati dengan baik dan terkesan sedikit tegas agar mereka juga tidak manja," ujar Dania sedangkan Rully menatap tanpa ekspresi gadis di depanya.
"Mudah bukan," ujar Dania tersenyum sumringah.
Rully hanya melihat malas pada Dania. "Sangat tidak penting, lagi pula itu bukanlah tugas mu," Rully kembali duduk di kursi kebesaranya.
Dania menggeleng. "Anda salah, itulah tugas utama saya tuan,"bantah Dania.
"Tapi bisa ku jamin kau tidak akan bisa merubah cara ku bersikap pada bawahan ku atau pada siapapun," angkuh Rully membuat Dania hanya tersenyum dan menganguk, ia merasa sangat tertantang dengan arogansi pria di hadapanya ini.
"Anda benar tuan," jawab Dania dengan senyum manis tercekat di bibirnya.
☀☀☀☀☀☀
Dania langsung menghempaskan tubuhnya dikamar yang sudah di sediakan untuknya, berkat ancaman yang di berikan Bram pada Rully,Dania tidak perlu merasa takut kalau Rully akan lari atau menghambat pekerjaanya.
Buktinya sekarang Dania masih bisa berbaring di kamarnya sejenak sementara Rully mandi di kamar milik pria itu tentunya, dan pekerjaan Dania semakin di permuda karna kamarnya dan kamar Rully terletak berhadapan jadi ia juga bisa memantau apa yang di lakuakan Rully dari kaca besar jendela kamarnya, itu semua berkat Taya adik bungsu Rully yang merekomendasikan semua itu.
__ADS_1
Setelah merasa tubuhnya sudah sedikit membaik Dania memilih membersihkan tubuhnya di kamar mandi sebelum memilih kembali ke kamar Rully.
Setelah selesai dengan urursanya, Dania pun keluar dari kamarnya dan langsung membuka pintu kamar yang berhadapan dengan kamarnya untuk memeriksa keadaan pria arogant itu tanpa ia sadari ia melupakan satu hal yaitu, mengetuk.
Ceklek..
Hening beberapa saat, sebelum terdengar jeritan melengking Dania saat melihat sosok pria tampan tanpa sehelai benangpun, kecuali handuk yang sekarang melilit pingganya menampilkan karya tuhan yang tidak bisa di ragukan oleh siapa pun.

"Aaaaa........!!!" Dania langsung membalikan tubuhnya dengan mata yang masih terpejam.
"Kenapa?" tanya Rully kaget dengan teriakan Dania dan masuknya wanita itu secara tiba-tiba di kamarnya.
"Baju anda tuan," ujar Dania yang masih memunggungi Rully.
Rully melihat ke arah tubuhnya yang masih menggunakan handuk, "Oh, aku pikir kau sudah biasa melihat hal seperti ini," Ujar Rully dengan senyum miring.
"A-apa?" tanya Dania tidak paham dengan maksud pria tampan itu.
Rully berjalan mendekati Dania masih dengan handuk yang melilit tubuhnya, kemudian berbisik di lekukan leher jenjang gadis itu.
"Aku tau kau tidak sepolos itu kucing liar," Seketika itu juga mata Dania yang tadinya terpejam kini terbuka sempurna.
"Apa? kucing liar."
Sebagaimana kuatnya seorang wanita, sebagaimana tegas, dan kerasnya seorang wanita
Ia tetaplah seorang wanita yang tidak fokus saat melihat pria bertelanjang dada.
Dan mungkin ia juga sama dengan wanita pada umumnya....
---------------
TO BE CONTINUE....😊😊
__ADS_1
Seperti biasa jangan lupa koment and vote nya love....😘😘