Love Secret

Love Secret
#9 salam kenal


__ADS_3

setelah percakapan mr. Saif dan mrs. raya tempo hari di gazebo, kakak Lova, yaitu Agler. ia akan datang berkunjung ke kediaman orang tuanya setelah mendapat telepon dari papa dan mama yang menyuruhnya untuk datang.


Lova yang baru masuk kedalam rumah setelah pulang dari sekolah melihat mama dan papanya sedang bercakap di ruang keluarga, mereka membicarakan tentang Agler yang akan datang besok dengan istri dan naknya.


"kak Agler datang besok ?" sambil mencium tangan kedua orang tuanya ia bertanya demikian. papa dan mamanya membalas dengan mencium pipi putri tersayang mereka.


"iya nak, besok hari Sabtu. jadi Agler bisa berkunjung kemari" jawab ibunya seraya menepuk nepuk sofa sebelahnya yang kosong. "sini" menyuruh Lova duduk.


"Lova ganti baju dulu deh mah" Lova berasalan, padahal ia ingin kekamarnya untuk istirahat.


*****


keesokan harinya, Agler datang sekitar pukul 10 pagi. ia beserta istri dan anaknya turun dari mobil dan disambut hangat oleh mama raya, sedangkan papa Saif berada di ruang baca.


mereka memasuki rumah dan menuju ke ruang keluarga, sedangkan pelayan membawakan barang bawaan mereka ke kamar atas, kamar yang dulu di tempati agler sebelum menikah. "tolong panggilkan bapak di perpustakaan ya, bi" perintah mama raya kepada pelayan dengan sopan dan senyumnya yang merekah. mama raya senang putra sulungnya datang dengan selamat dan makin tampan tentunya.


setelah papa datang mereka berbincang hangat, sementara Yura (istri agler) menemani Hana di kamar untuk beristirahat.


*****


pagi hari.....


keluarga Mr. Saif sedang sarapan bersama, terlihat suasana yang hangat dari mereka yang begitu akrab dan penuh senyum di sela makan.


seusai sarapan, mama pergi ke taman bunga untuk memetik bunga mawar dan beberapa jenis bunga lain yang sudah mekar untuk di simpan kedalam vas bunga guna menghiasi dan memberi wangi alami si dalam ruangan rumahnya.


Yura dan hana menemani mama raya, mama raya mengajari Hana bagaimana cara berkebun bunga dan memperkenalkan jenis jenis tanaman herbal rumahan kepada cucunya itu. sedangkan lova duduk di ruang keluarga bersama kak agler, mereka sedang berbincang dengan papa di ruang keluarga.


"kamu sama Rain gimana ? apa sekolahmu tidak terganggu ?" tanya agler kepada Lova yang duduk di samping papanya, Lova memang lebih dekat dengan papa daripada mama.


"biasa aja, ganggu gimana ? ketemu aja jarang" jawab Lova dengan nada malasnya.


"yah siapa tau kamu lebih mikirin pacaran daripada sekolah" sahut agler yang suka menggoda adiknya itu. Lova memang emosian jika ditanyai tentang masalah pribadinya.

__ADS_1


"enggak lah.. kayak gak tau aja kakak sama security rumah. tiap hari kerjanya mantau aku terus, kalo gak belajar dilaporin deh ke papa mama. kalau Rain main kesini juga, dia terus tuh yang ladeni." security yang Lova maksud adalah Ken, adiknya yang hobi mengadu kepada papa dan mamanya tentang keseharian Lova didalam rumah.


mendengar keluh kesah Lova dan tingkah Ken yang seperti Lova ceritakan, agler malah tertawa lepas. ia benar-benar tak habis pikir jika Lova selalu dipantau oleh Ken, adik bungsu mereka. "hahaha, ya bagus kalo gitu !"


papa hanya tersenyum menanggapi perbincangan antara kedua anaknya itu.


"Oya, Ken kemana pah ?" tanya Lova sambil celingukan mencari keberadaan si bungsu.


"Ken pergi ke sekolah, katanya ada kegiatan ekstra di kelasnya."


"oohh" kompak Lova dan agler membulatkan bibir mereka sambil menganggukan kepala.


setelah berbincang cukup lama akhirnya mereka beranjak dari ruang keluarga. papa pergi ke ruang baca, Lova masuk kedalam kamarnya, sedangkan agler pergi ke taman untuk menyusul Hana dan Yura, agler mengajaknya ke ruang bermain anak, karna matahari sudah mulai meninggi.


*****


di kampus Rain..


"kapan lulusnya sih kita ?" Zaki seolah bertanya pada dua temannya, padahal ia berbicara pada dirinya sendiri. ya jelas, karna Rain dan Haikal berada di jarak empat meter dari titik Zaki berada.


setelah mendapatkan buku yang dicari, akhirnya mereka keluar area kampus dan mencari tempat untuk nongkrong.


tak jauh dari kampus, ada sebuah coffee shop yang cukup populer. biasanya mahasiswa sekitaran kampus mengerjakan tugas kuliah mereka disana, karna tempatnya cukup nyaman dan menyediakan Wi-Fi pastinya.


Haikal, dan Zaki akhirnya duduk di sudut kafe, karna meja di sudut ruangan cukup luas dengan menyediakan kursi sofa yang nyaman.


hari itu terlihat cukup ramai, karna memang weekend menjadi hari paling sibuk di kafe itu. sebagian pengunjung mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas, terlihat mereka berkelompok dan membahas mata kuliah, sebagian lainnya pengunjung muda mudi yang memiliki waktu luang yang cukup untuk berkencan dengan pasangan.


Haikal mulai mengeluarkan isi dari tas ranselnya, laptop. kemudian ia mulai mengetik. "duh banyak amat ni gak kelar-kelar" gumamnya sembari membuka file di folder yang isinya tugas semua.


"melelahkan ya jadi mahasiswa" timpal Zaki, ia juga memilah buku dan membuka setiap halaman demi halaman dari buku yang ia pegang, cukup tebal dan terlihat rumit.


sedangkan Rain, disaat kedua temannya tadi sedang memilih tempat duduk, ia pergi ke kasir memesan minuman dingin untuk mereka bertiga. dan sekarang ia malah bersantai sambil menyandarkan punggungnya di sofa pojokan dinding dengan mata terpejam dan tangannya bersidekap dada. sebuah earphone di telinga membuatnya terlihat nyaman seperti tidak terganggu suara bising di tempat itu.

__ADS_1


Haikal dan Zaki tetap fokus pada tugas masing masing, sesekali melirik ke depan, dimana Rain sedang terlelap. "emang enak ya, masih muda udah jadi bos. kuliah semaunya, tugas juga sekenanya" celoteh Haikal sambil tetap fokus mengetik.


"sebenarnya dia kuliah nyari apa sih, gak lulus juga gak masalah kali" Zaki juga heran kenapa Rain masih melanjutkan kuliahnya yang belum selesai.


"kalo gue jadi dia sih mending berhenti aja, udah jadi bos kok repot" sambung Zaki, dan Haikal setuju dengan mengacungkan ibu jari ke arah Zaki. "sip, bener ucapan Lo".


Rain yang merasa terganggu karena sedari tadi menjadi bahan perbincangan kedua sahabatnya itu lantas membuka kelopak matanya sambil melepas earphone yang terpasang di telinganya, yang sebenarnya Rain tak memutar musik apapun sehingga ia jelas mendengar ucapan Zaki dan Haikal dengan jelas. "berisik Lo berdua, ganggu orang tidur aja " dengan kesal ia menegakkan tubuhnya, membenarkan posisi duduk lalu kemudian meminum ice cappucino miliknya.


"loh, Lo nggak tidur Rain ?" tanya Zaki sambil menutup buku yang ia baca.


"gimana bisa ? kalian terlalu berisik !" sahut rain yang kemudian mengambil ponselnya di saku celana.


"gue kira Lo udah terbang ke alam mimpi, nyariin Lova" Haikal tak bisa menahan tawanya kemudian tergelak sambil memegangi perutnya, ia terpingkal-pingkal menertawakan Rain yang wajahnya kusut karna sibuk dengan pekerjaan dan belum bisa menemui Lova. Zaki pun ikut tertawa.


Rain melirik ke meja yang berada di sebrang mejanya, terlihat empat orang wanita sejak tadi memerhatikan mereka bertiga. "berisik Lo berdua, ganggu meja sebelah tuh" sambil menunjuk ke meja sebrang sana dengan dagunya.


Zaki dan Haikal yang penasaran, mereka mendongkakkan kepala dan melihat kemana arah Rain menunjuk. "gilaaa, gila, cewek men, bening banget" Haikal berkata dengan senyum merekah ke arah Zaki.


"iya, coba kalo duduknya pindah kesini. mantap ya, bro" kata Zaki dengan nada penuh harap.


"emang kalo mereka duduk disini mau Lo apain, Zaki ?" tanya Rain yang sedari tadi sibuk bermain game dengan ponselnya.


baru saja ingin menjawab, Zaki yang sudah membuka mulutnya untuk bersuara pun tak jadi berucap karna Haikal mensabotase duluan. "ya buat ngerjain tugas-tugas kita ini lah, ngapain lagi" Haikal lanjut fokus pada layar laptopnya. "ya gak bro ?" imbuhnya dengan melirik Zaki yang duduk disebelahnya.


Rain cuek saja dengan memainkan game online walaupun sedari tadi keempat wanita itu terus melihat ke arahnya, sedangkan Zaki dan Haikal lanjut fokus dengan tugas kuliah mereka masing-masing. ketiga orang itu memang tidak terlalu memikirkan perkara wanita, walau tidak sedikit wanita yang mendekati.


saat ketiga sahabat itu sibuk dengan kegiatannya masing-masing, tiba-tiba salah satu dari keempat wanita di meja sebelah yang tadi dibicarakan datang menghampiri Rain, dengan santainya ia duduk di samping rain.


"hei.. boleh kenalan ?" sapa wanita itu dengan senyum penuh percaya diri.


"aku Gita, salam kenal" lanjutnya dengan mengulurkan jabat tangan ke arah Rain"


cantik memang, tapi rain cuek saja tak terpesona sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2