Love Secret

Love Secret
Bab 9


__ADS_3

~happy reading all🤗~





Setelah sampai di SMA Bina Bangsa,Nindya memarkirkan mobilnya diparkiran sekolah dan segera menuju kelas. Saat sedang berjalan menuju kelas, Nindya bertemu dengan Ainun dan Melisya. Mereka berdua bingung karena baru pertama kali Nindya memakai masker ke sekolah.


"Nin, tumben lo ke sekolah pakai masker? Biasanya juga nggak. Itu juga mata lo kenapa sembab?" Tanya Melisya. "Gue gapapa kok. Gue cabut ke kelas dulu ya" pamit Nindya. "Yaudah kita berdua temenin ya?" Tanya Ainun dan di anggukan oleh Nindya. Setelah sampai dikelas, Nindya menuju tempat duduknya dan disana sudah ada Ridwan yang sedang membaca buku fisika.


Saat melihat Nindya datang menggunakan masker, Ridwan bingung melihat kelakuan temannya tersebut karena, tidak biasanya Nindya memakai masker walaupun sakit pun dia tidak memakai masker.


"Nin, lu tumben pake masker? Mata lu kok sembab? Lo habis nangis?" Tanya Ridwab sambil memegang wajah Nindya dan langsung di tepis oleh Nindya. "Gue gapapa kok" jawab Nindya. Setelah menaruh tas di kelas, Nindya dan kedua sahabatnya menuju ke kantin untuk membeli makanan.

__ADS_1


Saat sampai di kantin, Nindya dikejutkan dengan pemandangan didepannya yaitu Adit yang sedang memakan sarapannya dan dia menggunakan baju seragam. Adit sarapan bersama adiknya yaitu, Fasha. Nindya pun langsung memutar badannya untuk menuju kelas. Ainun dan Melisya pun bingung dibuatnya.


Mereka berdua sampai bingung di buat oleh Nindya. Setelah sampai di kelas, Nindya langsung duduk ke tempat duduknya yang disampingnya adalah Ridwan. Saat Nindya mengingat wajah Adit di kantin tadi, seketika air matanya menetes dan itu dilihat oleh Ridwan.


"Nin, lu kenapa? Kok nangis" tanya Ridwan dengan lemah lembut. "Gapapa kok" jawab Nindya sambil tersenyum. Tak lama kemudian bel masuk berbunyi dan pelajaran pertama pun dimulai. Saat guru menjelaskan materi pelajaran, Nindya tidak begitu konsentrasi karena pikirannya tentang Adit dan Fasha yang terus ada di otaknya.


*****


Jam pulang sekolah pun berbunyi, seperti biasanya, Ridwan mengajak Nindya untuk belajar bersama untuk mempersiapkan diri seleksi olimpiade sains.


*******


Mereka berdua pun sampai di cafe biasaya mereka belajar. Ridwan telah sampai terlebih dahulu, dia pun segera memesan makanan dan minuman untuk menemani mereka berdua belajar. Ridwan mengambil tempat duduk di dekat jendela yang menghadap langsung ke arah taman. Sesaat kemudian, Nindya pun datang. Dia melihat meja yang penuh makanan dan minuman langsung mendengus kesal.


"Woy, lo mau belajar apa mau mukbang? Kok makanannya segini banyak?" Tanya Nindya. "Ya belajar lah, ini buat nemenin kita belajar" jawab Ridwan sambil tertawa.

__ADS_1


Nindya langsung duduk dihadapan Ridwan dan mengeluarkan buku yang dia pinjam di perpustakaan. Ridwan yang melihatnya pun terkejut karena buku yang dibawa Nindya sangatlah tebal.


"Nin, itu buku tebal amat, isinya apaan dah?" Tanya Ridwan sambil melihat ke arah buku yang dipegang Nindya. "Ooh, buku ini isinya rumus rumus, materi pelajaran, latihan soal, dan langkah-langkah eksperimen. Pokoknya buku ini worth it sesuai dengan harga dan ketebalannya" jawab Nindya sambil tersenyum. "Gue laper nih, gue makan dulu ya, baru kita belajar, oke?" Lanjut Nindya. "Dan dianggukkan oleh Ridwan.


Saat Nindya membuka maskernya untuk makan, terlihatlah hidung merah Nindya dan mata sembab dibalik kaca mata nya. Ridwan yang melihatnya pun tidak bisa menahan tawa nya.


"Ih Nin, lu kek b***, itu hidung merah banget" ucap Ridwan sambil tertawa dan tidak di tanggapi oleh Nindya. Nindya lebih memilih untuk memakan makanannya. Setelah itu, mereka pun belajar sampai jam yang di tentukan. Setelah pukul 16.00 WIB, mereka selesai belajar dan segera pulang ke rumah masing-masing.





---------------thank you🤗---------------

__ADS_1


jangan lupa di like, tambah ke favorit, dan juga vote yaa😊❤️terima kasih


__ADS_2