
hari ini akhirnya Rain dan Lova akan bertemu. setelah perdebatan di line telepon kemarin sangat tidak jelas, Rain memutuskan untuk pergi ke rumah Lova saat jam makan siang di kantornya.
pagi sekali Rain sudah berangkat menuju kantor, ia menyetir sendiri.
maklum lah, anak muda mana mau memakai jasa sopir pribadi, terlebih jika orangnya adalah Rain.
ia sangat tidak nyaman jika kemana-mana harus bergantung pada orang lain, kecuali dengan keadaan yang sangat mendesak barulah akan menyuruh salah satu pekerja di rumahnya yang bisa mengemudi untuk mengantarnya.
mobil melaju cukup kencang, mengingat waktu baru menunjukkan pukul 06:00 wib, jadi Rain bisa leluasa memacu kendaraan nya di jalanan yang masih sepi.
perjalanan yang biasanya menyita waktu hingga dua jam lamanya kalau ia berangkat dari rumahnya menuju kantor saat jam sibuk kendaraan, tapi saat ini Rain hanya menghabiskan seperempat dari waktu yang biasanya terbuang.
*****
06:40, Rain melihat arlojinya ketika memasuki lift.
suasana kantor masih terlihat sepi.
tidak heran, karna jam masuk kerja yang ditentukan adalah pukul 09:00 wib. sedangkan untuk disiplin pegawai adalah 30 menit sudah berada di tempat sebelum jam kerja dimulai.
jadi, biasanya para karyawan sudah menempati meja kerja masing-masing pada jam 08:30.
hal ini sukses membuat semua pekerja disiplin waktu, tanpa pengecualian.
dan disinilah saat ini Rain berada, ruangan direktur. jabatan yang Rain emban adalah tentu perintah dari sang kakek, kakek Rain percaya bahwa cucu nya yang satu ini bisa di andalkan.
berbeda dengan kak Reza, Rain sangat spesial Dimata kakeknya karna sejak kecil Rain lebih dekat dan menurut hanya pada kekeknya saja, daripada kedua orangtuanya.
*****
masih di kantor Rain...
seseorang mengetuk pintu sebanyak Tiga kali ketukan, kemudian tanpa menunggu jawaban orang itu masuk kedalam ruangan dimana Rain sedang duduk di meja kerjanya saat ini.
Rain melihat sekilas siapa yang datang. tanpa basa basi, ia kembali berkutat dengan berkas-berkas yang menumpuk diatas meja.
ternyata Andreas datang dengan membawa sarapan pagi untuk Rain. terlihat ada brand restoran ternama di kantong belanjaannya, yang khusus menjual beragam jenis makanan sehat.
Andreas meletakkan kantung belanjaan di atas meja ruang duduk. ia membawa dua kantung belanjaan, yang satu untuk Rain dan satu lagi untuknya .
kotak makan milik Rain berisikan makanan sehat, yaitu sandwich tuna asap. menggunakan Roti gandum pilihan dengan isian ikan tuna serta sayuran organik disetiap lapisnya. serta mix salad, jus jeruk dan air mineral.
terjamin kualitasnya. terjamin pula sehatnya.
sedangkan Andreas, ia memilih menu sarapan dengan mie goreng dengan campuran berbagai macam seafood, ditemani nasi hangat, dan jangan lupakan Rok*k ketika ia sudah menghabiskan makanannya nanti sambil meminum americano kesukaannya.
terjamin kualitasnya, tapi belum terjamin sehatnya.
Andreas membuka kotak makan miliknya, ia sudah tidak sabar memakannya karna sudah merasa sangat lapar. tercium aroma sedap dari uap yang masih mengepul diatas makanannya.
__ADS_1
"sarapan dulu Rain, kerjaan belakangan" Andreas mulai memasukkan suapan pertamanya, dikunyahnya perlahan, dirasakan kemudian ditelan.
suapan kedua, ketiga, keempat, ia bemar-benar merasa puas dengan Rasa uang diberikan oleh restoran andalannya ini.
saat hendak memasukkan suapan kelima pada mulutnya, gerakannya terhenti. Andreas menoleh ke arah Rain yang masih sibuk dengan pekerjaannya.
diletakkannya sumpit yang ia gunakan untuk makan, lalu meneguk air mineral di dalam gelas.
"makan dulu Rain, kerjaan gak bakal selesai kalo nanti kamu sakit" perintah Andreas dengan nada sedikit memaksa. "pecuma Lo minta dibawain menu sehat buat sarapan, tapi dimakannya pas jam makan siang, kan gak lucu Rain" imbuhnya.
"ngajak bercanda ya ?" tanya Rain singkat, dengan tersenyum miring .
"sayang aja ni makanan, udah mahal... isinya cuma roti sama daun. kalo gak mau kasih kambing aja" jawab Andreas sambil membuka sedikit kotak makan milik Rain.
"hahahaha"
perkataan Andreas tak urung membuat Rain tergelak, ia bangkit dari kursi kebesarannya untuk ikut sarapan bersama asisten sekaligus teman terbaiknya. Rain sudah menganggap Andreas seperti kakak kandungnya sendiri.
*****
di rumah Lova...
Lova sangat terbatas pergerakannya, untuk mandi dan ke kamar kecil saja ia masih harus dibantu mama atau Bu Dewi agar tidak terjatuh saat berjalan.
kaki kanannya belum bisa menapak sempurna diatas permukaan, dokter menyarankan terapi secara teratur agar proses pemulihan pada pergelangan kakinya berangsur cepat.
saat ini ia sedang membantu mama dan Bu Dewi memasak untuk makan siang nanti, Lova bilang pada mamanya bahwa siang ini Rain akan datang untuk makan siang bersama di rumah.
ia hanya memerhatikan apa yang dilakukan dua orang yang ada didepan sana.
bukan karena Lova sedang sakit, ia berdiam diri karna memang tidak bisa memasak. jangankan untuk memasak, menyalakan tungku api saja ia tak bisa. padahal jenis tungku yang digunakan sudah sangat modern. Lova juga tidak tau caranya menggunakan alat-alat elektronik yang berada di dapur rumahnya.
terkecuali lemari pendingin, ia hapal bagaimana cara kerja dan fungsinya.
hari ini mama membuat berbagai masakan khas Nusantara. sambil memasak, mama terus saja memberitahu nama makanan apa yang sedang dibuat, terbuat dari apa, bahan-bahannya apa saja, dan cara memasaknya bagaimana, juga alat masak yang dibutuhkan seperti spatula, wajan, mama sebutkan secara terperinci.
berasa di sekolah, mungkin kalau di dalam kelas mama akan menjelaskan semuanya secara terminologi dan etimologi.
Lova sampai pusing mendengarkan ocehan mama yang tiada henti, sepertinya ia akan menolak jika mama yang nanti mengajarinya memasak.
"mah... Lova ke kamar dulu ya" ucap Lova,
"oh... oke sayang, ini mama lagi bikin dissert . kamu sendiri ke kamar bisa kan ?"
mama mengangkat kedua tangannya yang berlumurkan tepung, menunjukkannya pada Lova .
"bisa ma..." jawab Lova singkat lalu menjalankan kursi rodanya sendiri, kamar Lova sudah dipindah ke lantai dasar agar memudahkan Lova untuk beraktivitas.
*****
__ADS_1
tepat pukul 12:00 wib. Rain datang ke rumah Lova untuk numpang makan. Ralat... untuk makan siang bersama.
Rain menekan bel di dekat pintu, kemudian disambut kedatangannya oleh Bu Dewi setelah pintu rumah terbuka.
"wah.. nak Rain apa kabar ? lama ya tidak bertemu" senyum Bu Dewi sambil membimbing Rain masuk kedalam rumah.
"baik kok BuDe " ucapnya dengan tersenyum simpul.
"duduk dulu disini, bude panggil dulu non Lova nya"
"ngga apa-apa bude, saya sedang tidak buru-buru"
"oh... tidak apa-apa, lagian non Lova dari tadi sudah nungguin nak Rain loh" jawab Bu Dewi sambil meluyur hendak memanggil Lova di kamar.
Rain menunggu Lova di ruang tamu, ia membawa sebuket bunga mawar merah untuk Lova.
senyum lebar menghias di bibirnya, dengan terus memandangi kelopak mawar yang masih segar dan terhirup aromanya.
sejurus kemudian Rain terpaku pada sosok yang dicintainya.
Rain menjatuhkan buket bunga yang ia pegang erat sedari tadi, kekuatannya melemah ketika melihat Lova menghampirinya dengan menggunakan kursi roda.
Rain termangu menatap Lova dalam. ia rindu sudah beberapa Minggu tidak bertemu. namun tatapannya bukan mengartikan rindu, melainkan rasa terkejutnya dengan keadaan Lova saat ini.
susah payah Lova mengayuh kursi roda dengan tangan lembutnya, seketika Rain bangkir dari duduknya untuk mendekat ke pada Lova.
BRUKKK
Rain memeluk erat Lova, ia wakilkan rasa rindunya dalam sebuah pelukan.
"apa yang sudah kulewatkan ? mengapa aku lalai ? sejak kapan Lova seperti ini ? dan mengapa Lova tidak mengabariku ?"
batin Rain berkecamuk dengan segudang pertanyaan. dan terlintas dipikirannya tentang perdebatan antar dirinya dengan Lova di telepon semalam.
"pesan yang kamu hapus itu, apa kamu mau bilang kalau kamu sedang tidak dalam kondisi baik ?" akhirnya rain berucap, setelah memeluk Lova cukup lama.
Lova mwngangguk pelan, ia meneteskan air mata.
"maaf...." Rain kembali memeluk Lova, kemudian menghapus jejak air mata yang membasahi pipi kekasihnya .
*****
acara makan siang berlangsung khidmat, hanya mama Lova yang sesekali melempar lelucon dan kadang membicarakan masa kecil Lova.
Rain dan Lova hanya menganggapi dengan senyuman. terkadang Rain juga bertanya apa yang Lova sukai dan yang tidak disukainya kepada calon mama mertuanya.
mama Lova menjawab dengan sedikit gombalan.
yang Lova sukai ya KAMU, rain. dan uang tidak disukainya adalah jauh-jauh dari KAMU.
__ADS_1
"iiiihhhh apa sih mama" jerit Lova. yang disambut gelak tawa oleh mama dan Rain.