Love Secret

Love Secret
#11 pulang


__ADS_3

Lova turun dari kamarnya yang sudah menunggu sekitar 30 menit lamanya. ia berpamitan kepada papa dan mama, setelah Rain meminta izin untuk pergi.


"kami pergi dulu ya, mah.. pah.." ucap Rain sopan, kemudian melangkah keluar bersama Lova.


*****


mobil melaju perlahan, sesekali Rain menginjak Rem akibat kemacetan yang melanda. beginilah suasana ibu kota, bukan hanya sibuk di hari kerja, tapi saat weekend dan hari libur nasional pun tetap sama padatnya. kecepatan mobil hanya mampu bergerak di kisaran angka 40km/h.


"jauh gak tempatnya ?" tanya Lova kepada Rain, karna memang ia tidak tau dimana pesta undangan pernikahan yang akan dituju.


"sebentar lagi" jawab Rain mencoba sesantai mungkin agar Lova tetap duduk manis disela kemacetan.


"mau minum ?" tanya Rain kemudian sambil menoleh ke arah Lova dan menggenggam jemarinya lembut. Lova hanya menjawab dengan gelengan kepala.


*****


Rain memarkirkan mobilnya di area parkir gedung.


"sampai" ucap Rain lalu membuka pintu mobil, kemudian membukakan pintu untuk Lova.


Lova melihat sekeliling. terlihat ada beberapa tamu undangan yang baru saja datang selain dirinya dan Rain, ia juga melihat ada banyak rangkaian bunga dengan berbagai ucapan selamat kepada kedua mempelai.


di pintu masuk utama, bagian depan gedung dipenuhi dengan dekorasi bunga segar yang cantik dan harum. wanginya semerbak memanjakan indera penciuman bagi tamu yang datang. serta terpampang pula foto pengantin yang terlihat bahagia dengan senyum mengembang seolah menyambut kedatangan para tamu undangan.


Lova mematung berdiam diri melihat sekeliling yang terlihat ramai. ia terkejut saat ada seseorang yang memegang tangannya, seketika kecemasan berubah menjadi senyum ketika mendongkak ke arah pemilik tangan tersebut ternyata Rain.


Rain meraih tangan Lova dan menggandengnya masuk kedalam gedung.


"ada apa ?" tanya Rain penuh perhatian sambil terus berjalan di lorong sebelum sampai ke pintu ballroom.


"engga ada, cuma... perasaan aku kenal deh sama pengantin pria nya" kata lova sambil mengingat-ingat siapa pria dalam foto yang ia lihat di depan gedung tadi.


Rain tersenyum penuh, "pasti kenal, dia kan sepupu aku, baby~"

__ADS_1


saat Rain bilang bahwa mempelai pria adalah sepupunya, sontak lova menarik tangannya dari lengan Rain.


"loh.. kok kamu enggak bilang dari tadi sih kalau kita perginya ke acara keluarga kamu?" tanya Lova dengan nada suara meninggi.


bagaimana tidak, kalau tau akan di ajak ke pesta keluarga Rain, pasti ia sudah menolak untuk pergi karna takut bertemu dengan ibunya Rain.


"kalau aku bilang mau kesini memangnya kamu mau ikut ?" tanya Rain agak mendekat ke tubuh Lova, "enggak kan?" imbuhnya. Lova mundur satu langkah, tapi rain langsung menarik tangan Lova dan menggenggam erat jemarinya. "ayo, kita gak bisa balik lagi"


*****


banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka saat memasuki ruang pesta, tanpa terkecuali Mrs. yulia, ibunya Rain.


tak berselang lama stelah masuk, seorang wanita cantik datang menghampiri mereka berdua yang terlihat sangat anggun.


"hey... kenapa baru datang ? kami semua mencarimu saat berangkat kemari" kak mayya memarahi Rain yang tidak menghargai acara sakral sepupunya itu.


"maaf, aku bangun kesiangan kak" jawab Rain sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


pandangan mayya jatuh pada gadis disamping adik laki-lakinya itu.


"kamu bilang Lova tak bisa datang, sudah ku pesan gaun untuk lova tapi tidak aku ambil. dasar, menyebalkan sekali kau ini" sambil memukul lengan Rain keras-keras.


"aduh.. sakit tau" kata Rain sambil mengelus-elus lengannya yang tadi dipukul.


"sudah terlihat anggun, masih saja berbuat kasar" imbuhnya sambil memegang tangan Lova . "sayang, usap-usap dong... sakit ini" pinta Rain dengan menggerak-gerakan tangan Lova di atas lengannya seperti mengelus anak kucing.


"rain jangan gini, diliatin kan malu" Lova setengah berbisik kepada Rain.


kak mayya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya pelan, "udah Rain, nanti lecet tuh tangannya Lova disuruh ngusap-usap tangan kamu yang kasarnya kayak kulit buaya.


"sirik aja" Rain melongos pergi meninggalkan kak mayya diikuti Lova dibelakangnya.


tak jauh dari sana, ibu Rain memerhatikan gerak gerik putranya yang sedang dimabuk cinta. ia meremas kaki gelas kristal yang ada di genggaman tangannyan, minuman yang ada di dalam gelas sampai hampir tumpah. "gadis s*alan" umpatnya dalam hati.

__ADS_1


*****


satu setengah jam berlalu. Rain dan Lova menghabiskan waktu dengan menyantap hidangan yang tersedia. mereka memilih makanan manis berupa cake dan makanan ringan lainnya, karna Lova menolak ketika ditawari makanan berat. sisanya digunakan untuk menyapa kerabat dekat dan relasi bisnis keluarga, sampai kemidian Lova meminta pulang.


"Rain.. pulang yuk" Lova merengek sambil menarik sisi pakaian Rain bagian pinggang.


Lova merasa sangat tidak nyaman berada di keramaian, ditambah eksistensi Mrs. yulia membuat Lova jadi salah tingkah. ketika pandangan mereka bertemu, mata ibunya Rain rasanya seperti tatapan elang yang sedang mengintai mangsa.


"oh... ayo" tanpa basa basi Rain segera menarik tangan Lova keluar ruangan pesta.


"engga pamit dulu sama yang lain ?" tanya Lova sambil terus berjalan menyeimbangkan langkahnya dengan langkah kaki Rain.


"engga usah" jawab Rain singkat


*****


saat berada dalam mobil rain mulai pembicaraan, sejak keluar tadi mereka hanya saling diam.


"kamu kenapa ? gak nyaman ya sama keluargaku ?" tanya Rain penuh perhatian dengan memegang kedua tangan Lova, m meremas lembut jemarinya.


"bukannya gitu Rain... kamu kan tau aku gak suka datang ke pesta atau semacamnya" jawab Lova dengan mata sendu. "kalau sebentar sih gak masalah, tapi lama-lama aku jadi pusing kalau ditempat ramai" imbuhnya, dengan pandangan menunduk.


"iya maaf" Kata Rain sambil mengelus puncak kepala Lova pelan. "kita berangkat sekarang ya" lanjutnya sambil menyalakan mesin mobil lalu melajukan mobilnya keluar area parkir menuju jalan raya.


Lova sempat kebingungan saat mobil melaju berlawanan arah dengan jalan pulang ke rumah Lova,


"kita mau kemana lagi, Rain ?" tanya Lova ketika mobil berbelok arah di persimpangan jalan.


"ke rumah Zaki dulu, mau mancing" jawab Rain dengan santai sambil terus melihat jalan didepannya.


Lova membuang nafas berat, ia hanya bisa pasrah ikut bersama Rain karna tidak bisa pulang sendirian. kemudian melihat jam tangan yang ia kenakan tanpa berbicara apapun, lalu kembali bersandar di kursi penumpang sambil melihat ke arah luar.


Rain dari tadi sesekali melirik ke arah Lova disela mengemudi. "baru jam dua kok, masih banyak waktu" katanya.

__ADS_1


mobil terus melaju dengan kecepatan sedang, butuh waktu sekitar 45 menit untuk sampai ke Rumah Zaki. disana sudah ada Haikal juga yang ingin memancing bersama.


__ADS_2