
setelah insiden melempar kotak umpan berlalu, hubungan Lova dan Rain masih sama seperti bisa. Lova tidak bisa marah terlalu lama, apalagi Rain menjatuhkan kotak umpan dengan tidak sengaja.
sudah dua Minggu berlalu, Rain dan Lova belum bertemu lagi sejak memancing bersama.
sibuknya Rain di perusahaan dan tugas kuliah yang menumpuk, ditambah kemurkaan ibunya pada Rain membuatnya dihukum tidak boleh pergi keluar rumah kecuali dengan alasan yang mendesak.
*****
Lova sedang berada di kantin sekolah bersama teman-teman high five nya.
mereka mengobrol ringan seputaran mengisi kegiatan liburan sekolah nanti, mengingat hari ini adalah hari terakhir mereka melaksanakan Ujian Akhir Semester genap.
Lova dan kawan-kawan sibuk mengobrol sambil menikmati makanan yang mereka pesan. bakso, siomay, batagor, menjadi menu favorit di kantin sekolah. sementara minuman, es teh dan es jeruk tentunya.
"kita liburan mau kemana nih" tanya Novi antusias kepada teman satu gengnya.
"kita, Lo aja kali sama Nova" sahut Dea.
"lagian ya, jangan mikir liburan dulu. mana tau Lo dapet Remidial nanti"
Lova dan Firly hanya tersenyum menanggapi perkataan Dea tanpa berkomentar apapun sambil terus mengunyah makanan.
sedangkan Nova dan Novi meringis sedih membayangkan jika nama mereka tercantum di papan pengumuman sebagai siswa yang harus mengulang ujian.
*****
bel pulang sudah berbunyi, semua siswa berhamburan keluar kelas.
saat Lova melangkah keluar, tiba-tiba seorang siswi dari kelas lain lewat di hadapannya dengan membawa cup minuman berisi jus strawberry.
DUKK...
Lova tak sengaja bertabrakan dengan siswi yang penapilannya terlihat cupu.
"duhh, maaf ya kak, saya tidak sengaja" ucap sopan siwi yang menabrak Lova barusan.
"kayaknya adik kelas ya" batin Lova.
keempat teman Lova yang baru saja keluar kelas langsung meradang ketika melihat Lova berantakan dengan tumpahan jus di seragam sekolahnya.
"Wahh apa - apaan nih" Dea menelisik setiap jengkal dari penampilan adik kelasnya itu.
disusul dengan Firly, Nova dan Novi. mereka mendatangi adik kelasnya dengan tatapan tak bersahabat.
Lova yang melihat teman - temannya bersikap tak ramah pun akhirnya angkat bicara.
" udah yuk.. gak pa-pa kok" ajak Lova pada gengnya, namun keempat sahabatnya masih enggan meninggalkan TKP begitu saja.
"entar dulu dong" sahut Dea ngeyel, "nih anak kayaknya sengaja deh, Lov" tuding Dea sambil menunjuk adik kelasnya dengan telunjuk.
"siapa nama Lo ?" Firly membuka pertanyaan.
dengan seksama ia menunggu jawaban sambil menyilang kan tangan di depan dada.
"emmm... ssa_saya.... Nanda" jawabnya dengan terbata dan gemetaran.
Nova dan Novi mengibas-ngibaskan tangan, seolah gerah dengan drama yang mereka hadapi. sementara Lova, dia membersihkan tumpahan jus yang mengenai seregamnya dengan tissue.
Firly menatap Nanda dengan intens, kemudian ia memperingatkan Nanda agar lebih berhati-hati kedepannya bila bersinggungan langsung dengan mereka berlima.
"kali ini gue anggap Lo gak sengaja ya, numpahin itu jus" hardik Dea.
Lova menatap Nanda sekilas, kemudian mengajak teman-temannya untuk segera pulang.
__ADS_1
*****
Rain sedang bekerja di perusahaan milik kakeknya, ia benar-benar disibukkan dengan jadwal meeting dan tugas akhir.
Rain membagi tugas dengan asistennya, Andreas .
Andreas yang mengerjakan tugas kuliah Rain, sementara Rain sibuk menangani tender dan bergelut dengan para klien yang ingin bekerja sama dengan perusahaan kakeknya.
dengan jadwal kerja yang padat, membuat Rain tidak bisa bertemu Lova.
semenjak pertemuan terakhirnya dengan Lova yang kurang menyenangkan dua Minggu lalu, ia terus mengirimi setangkai bunga mawar setiap harinya, dan sebuket bunga plus cokelat di hari Sabtu dan Minggu.
*****
Minggu pagi di rumah Lova, hari lumayan cerah.
Lova sedang membereskan semua peralatan sekolahnya, ia memilih buku pelajaran yang sudah tidak digunakan lagi.
mengingat bulan depan adalah tahun ajaran baru, ia akan mengganti sebagian buku dan perlengkapan sekolah yang ada di meja belajarnya. memasukkannya ke dalam boks yang berukuran lumayan besar.
...Ting...
sebuah chat dari grup high five
Dea : "gengs .. mau pada sekolah ga besok "
...Ting.. ...Ting... ..Ting ...
beberapa balasan datang,
Novi : "ngapain ? emang lo remed ?"
Dea : "nggak tau, makanya mau lihat pengumumannya besok"
hening, ...tidak ada balasan...
Dea : "hellooww.. everybody home ??"
Firly : "sorry, gw besok musti packing buat pergi ke Paris, malam gw pergi. Alain udah nunggu disana"
Nova : "gw Novi aja yang wakilin"
Novi : "enak aja, ogah sekolah sendiri"
Lova : " gue pergi "
Dea : " oke "
*****
esoknya, Firly sibuk menyiapkan keperluannya untuk pergi ke Paris.
sudah dua tahun ini ia menjalin hubungan dengan pria bernama Alain, setiap libur sekolah pastinya Alain akan memintanya untuk datang.
tidak banyak barang bawaan yang Firly siapkan, hanya sebuah koper besar dan satu tas selempang untuk menyimpan ponsel dan dompet.
"musim panas tidak terlalu rumit untuk bepergian, tidak membawa mantel dan boot" gumam Firly sendirian.
*****
sementara Firly yang mempersiapkan diri untuk berlibur di kota cahaya, paris. Dea dan Lova tetap berangkat ke sekolah.
Dea menjemput Lova di rumahnya, mereka pergi ke sekolah bersama.
__ADS_1
sekolah terlihat tidak seramai biasanya, hari ini lengang dan tidak ada kegiatan. siswa dibiarkan bebas, dewan guru juga tidak banyak yang datang karna jadwal hari ini hanya pengumuman remidial. sementara pelaksanaan remidial bisa dilaksanakan secara online atau diberikan tugas sesuai dengan kebutuhan nilai Siwa, tergantung oleh dewan guru yang bersangkutan.
*****
tidak tertera nama Lova, Dea, Firly, Nova dan Novi. setelah melihat pengumuman, Dea dan Lova pergi ke kantin sebelum akhirnya memutuskan untuk pulang.
"Lo yakin nggak mau pulang bareng gue ?" tanya Dea, mereka berjalan menyusuri ruang kelas menuju halaman parkir sekolah.
" ga usah, gue minta jemput sopir di rumah"
"kalo gitu gue duluan ya, Lov" pamit Dea buru-buru karna ibunya meminta Dea cepat pulang, sejak di kantin tadi ibunya sudah menelpon.
Lova duduk di kursi depan kelas, di samping tiang penyangga lantai dua.
saat ia hendak melangkah, tiba-tiba saja ada orang yang membuang air dari lantai atas. dan..
BYURR...
Lova kaget bukan kepalang, tak habis pikir. kenapa juga ada orang yang menyiram air segitu banyaknya dari atas sana, apakah ini murni ketidak sengajaan atau benar-benar air itu sengaja ditumpahkan untuknya, Lova tidak tahu. yang jelas ia sudah basah kuyup, semua pakaiannya tersiram air entah siapa yang membuangnya.
*****
di dalam toilet, Lova menyimpan tas pada marmer di depan cermin besar, terdapat pula wastafel. ia memeriksa keadaan tasnya terlebih dahulu, kemudian mengambil ponsel untuk menelpon seseorang.
"ya halo.. non.."
Lova menelpon pak Rudy, sopir keluarganya.
"halo pak, bapak bisa jemput saya nggak di sekolah" Lova menelpon sambil terus memerhatikan seragamnya di depan cermin.
"sekarang non ?" tanya pak Rudy ragu.
"iya pak, bisa kan ?"
"duh, non.. maaf ya bapak masih di jalan. ini baru berangkat mau ke tempat papanya non Lova, ada barang yang tertinggal jadi bapak yang mengantar" ada nada tak enak hati terdengar dari suara pak Rudy.
"kalau non mau nunggu, kira-kira dua jam lagi pak Rudy bisa jemput non Lova" sambungnya dengan meyakinkan.
Lova berpikir sejenak, kemudian ia memutuskan untuk pulang sendiri.
"nggak usah pak, Lova naik taksi online aja"
*****
Lova bangun dari tidurnya, ia melewatkan beberapa jam di hidupnya dalam kegelapan.
saat membuka mata, bias silau dari cahaya lampu kontras dengan ruangan putih itu membuatnya mengerang kecil. matanya berkedip sesekali untuk menyesuaikan diri dengan keadaan sekitar.
"ini dimana ?" Lova bertanya membuka mulutnya. namun pada kenyataan, tak satupun kalimat terucap dari bibirnya.
ia melihat ke sekitar ruangan, meneliti dengan seksama dimana ia sedang berbaring saat ini.
"rumah sakit ?" Lova bertanya lagi. seakan ia bisa mengeluarkan suara, tapi memang tak terdengar apapun dari mulutnya.
melirik ke arah pintu, terdengar suara orang sedang membicarakan sesuatu tapi tak begitu jelas.
Lova berusaha bangkit, namun ia tak bisa. tenaganya belum sepenuhnya pulih, ia juga kesulitan bergerak karna selang infus di tangannya.
akhirnya Lova memutuskan untuk berbaring saja, ia mengistirahatkan tubuhnya. sambil terus mencerna apa saja yang ia lakukan sebelum terbaring lemah di ruang rawat rumah sakit ini.
"hah.." Lova memekik sambil membungkam mulutnya, ia ingat terakhir kali yang ia lakukan adalah terjatuh di dalam bilik toilet saat berusaha membuka pintu yang terkunci dari luar.
saat masih dalam lamunan, pintu kamar rawat terbuka. seseorang masuk ke dalam ruangan dan menyapa Lova, membuyarkan lamunannya.
__ADS_1
"sudah bangun ??..."