
Saat diperjalanan menuju rumah Nindya, Ridwan mampir ke mini market untuk membeli beberapa snack dan minuman dingin untuk menemani mereka belajar nanti. Nindya yang melihatnya pun heran
"Rid, niat banget sih lo bukannya belajar bareng kita ini adalah hukuman dan paksaan?" Tanya Nindya kepada Ridwan, Ridwan membalasnya dengan senyuman
"Iya gue tau kali, belajar bareng ini adalah hukuman, tapi kan gue juga ga mau udah tersiksa karena dihukum dan juga tersiksa karena belajar ga ada temennya" jawab Ridwan dan langsung melajukan mobilnya menuju rumah Nindya
Beberapa saat kemudian, mobil milik Ridwan telah sampai di halamab depan rumah Nindya
"Ayo masuk, biar cepet selesai kita belajar dan lo juga bisa cepet pulang" ucap Nindya
"Lo mau usir gue, nyuruh gue cepet cepet pulang dari rumah lo?" Tanya Ridwan dengan nada yang agak meninggi
"Ya nggak lah, jahat banget gue ngusir tamu gue sendiri. Maksudnya itu kalo lo cepet pulang, lo juga bisa cepet istirahat di rumah lo. Gitu" jawab Nindya dengan nada santai
Setelah itu, mereka pun mulai belajar bersama. Mata pelajaran pertama yang akan mereka berdua pelajari adalah matematika. Sementara itu, matematika adalah pelajaran yang sangat tidak disukai oleh Ridwan dan sangat disukai oleh Nindya.
__ADS_1
"Nin, kita ga bisa belajar yang lain dulu nih? Masa iya baru sampe langsung disuguhin matematika?" Tanya Ridwan kepada Nindya. Nindya hanya bisa menggelengkan kepala mendengar permintaan dari Ridwan
"Lo kalo belajar sama gue, lo harus ikutin aturan belajar gue, salah satu aturan belajar gue adalah no protes dan juga gue janji sama lo, selama lo belajar ama gue, gue bakalan buat lo suka sama matematika" ucap Nindya yang dianggukkan oleh Ridwan
"Bener ya! Kalo selama belajar sama lo, lo gagal bikin gue suka sama matematika. Lo harus jadi pacar gue, gimana? Mau nggak?" Tanya Ridwan sambil menaik turunkan alisnya
"Ok, gue sanggupin persyaratan dari lo. Tapi kalo lo suka sama matematika, lo harus jadi partner gue saat ada lomba di mata pelajaran matematika, fisika, ataupun biologi. Gimana? Setuju?" Tanya Nindya sambil mengulurkan tangannya
"Setuju" jawab Ridwan sambil menjabat tangan Nindya
"Ini diminum dulu teh sama cemilannya" suruh mama Fitri kepada mereka berdua, dan mereka berdua langsung meminum dan menyantap cemilab yang ada di hadapan mereka.
Jam telah menunjukkan pukul 20.00 WIB, Ridwan pun segera merapikan bukunya dan Nindya yang membersihkan sampah bekas mereka makan. Setelah semua beres Ridwan berpamitan kepada mama Fitri dan papa Indra
"Nin, gue duluan ya. Oh iya, gimana kalo besok gue jemput lo, biar kita bareng ke sekolah" ajak Ridwan kepada Nindya
__ADS_1
"Gapapa sih sebenarnya, tapi ga ngerepotin lo kan?" Tanya Nindya
"Gak kok. Yaudah gue pulang ya. Assalamualaikum"
" Waalaikumsalam, hati hati ya" ucap Nindya.
"kok gue ngerasa kalo ada perhatian lebih ya dari Ridwan ke gue? Apa ada yang salah ya dari gue? Aduuh kok gue jadi kek gini siiih, ini nih gara gara Ridwan ngasih perhatian dikit ke gue. Jadinya kan gue baper" gumam Nindya didalam hati.
.
.
.
.
__ADS_1
---------------thank you🤗---------------