Love Secret

Love Secret
#10 baby i'm coming


__ADS_3

"Gita"...


Saat gadis itu memperkenalkan diri, Rain hanya sibuk dengan ponselnya. tak mau menggubris apa yang ada disampingnya itu. sadar akan Rain yang enggan menerima perkenalan diri dari seseorang yang bernama Gita, hening sesaat kemudian Zaki mengambil alih suasana agar tak canggung dan tidak membuat gadis di depannya merasa dipermalukan.


"hai, aku Zaki dan yang disebelah ku namanya Haikal" ucap Zaki dengan senyum yang dipaksakan. "oh ya, yang di samping kamu itu namanya Rain, dia jangan di ganggu kalau sedang bermain game" terangnya, dengan melirik ke arah Rain dan menyiku lengan Haikal yang ada di sebelahnya agar membatu mengatasi gadis yang mengajak kenalan tadi.


"eh.. siapa tadi ? Gita ya ?" spontan Haikal menutup laptop nya karna mendapat peringatan dari Zaki tadi, menyiku seolah ia meminta bantuan. "Rain jangan di ganggu dulu ya. emang kelihatan jinak sekarang, tapi nanti berubah jadi buas kalo dia kalah mainnya" imbuhnya agar Gita mengerti dan segera pergi dari meja mereka.


Gita dengan senyum malu dan wajah yang merah padam akibat penolakan yang ia terima secara halus namun tetap membuatnya kesal dan marah. siapa yang bisa menolak pesonanya ? ia gadis yang cantik, menarik, modis dan tampak glamour dengan barang branded yang dikenakan darinujung kaki sampai ujung kepala. pun rambutnya yang dikuncir kuda dengan agak sedikit Curly dan rambut yang harum, terlihat manis seperti permen kapas karna rambutnya dicat berwarna unicorn.


"o..oh.. iya gapapa kok, aku ngerti" dengan berat hati ia beranjak dari meja Rain dan kawan kawannya. "lain kali kalo ketemu aku dimana aja jangan sungkan ya, aku inget wajah kalian bertiga kok" ucapnya dengan senyum manis dari bibir tipis yang terlihat glossy berwarna pink coral. "bye.." ucapnya sambil beranjak dari kursi meninggalkan tiga sekawan itu, dan kembali duduk di mejanya semula".


Gita duduk menghempaskan tubuhnya sehingga membuat kursi yang ia duduki menjadi sedikit bergeser, dengan gusar ia mengepalkan tangan diatas paha yang mengenakan rok mini berbahan jins. "awas ya kalian, aku ingat .. akan ku ingat kalian, terutama kamu, Rain. !!" ucapnya dalam hati.


*****


kak agler beserta keluarga kecilnya sedang dalam perjalanan pulang, ia dan keluarga kecilnya meninggalkan rumah papa setelah sarapan bersama. Minggu pagi yang seharusnya diisi dengan jalan-jalan bersama keluarga besarnya untuk bertolak ke villa milik keluarga di bukit pelangi, akhirnya urung terjadi. ia harus meninggalkan kediaman papa Saif karna asisten di kantor menelfon agar besok pagi di hari Senin agler harus tiba di perusahaan tepat pukul tujuh, karna ada investor yang tertarik dengan perusahaan milik agler dan ingin berinvestasi.


Lova dan Ken adiknya, cemberut karna liburan mereka gagal. mereka kembali ke kamar masing-masing usai sarapan.


Lova kembali ke atas tempat tidurnya yang empuk dan terlihat hangat, ia menyingkap selimut dan merebahkan diri didalamnya.


saat hendak memejamkan mata, ia meraih ponsel uang berada di atas nakas samping ranjang.


...Ting...


"dari Rain" gumamnya pelan hampir tak terdengar. Lova membuka kolom chat kemudian membacanya dan berbalas pesan dengan Rain.


R : cinta lagi apa ?...


L : tiduran aja, kenapa ? kangen ya ?.. hehe:)


R : iya, very2 Miss you.. muach*


L : iihh apa siy, enggak banget. nooo !!


R : bercanda sayang, cium lewat hp masa gk boleh ?


L : enggak boleh.. kalau beneran boleh.. hehe

__ADS_1


*****


dirumah rain, diwaktu yang sama


Rain yang membaca balasan chat dari sang kekasih, ia sangat senang dibuatnya. Rain berguling-guling kegirangan di atas tempat tidur setelah membaca balasan chat dari Lova. dengan celana pendek dan kaos polos warna putih berbahan katun ia terlihat masih berantakan karna saat membuka mata yang ia lakukan adalah menghubungi Lova, kekasihnya.


L : enggak boleh, kalau beneran boleh.. hehe


"hah, beneran nih gak salah baca ?"


Rain bertanya pada dirinya sendiri di dalam hati, lantas mengucek kedua matanya dengan punggung tangangan sembari menegakkan tubuhnya untuk duduk bersandar di sandaran springbed nya kemudian menelfon Lova.


"ya halo" suara di sebrang panggilan.


"morning cantik, aku kangen"


"aku enggak"


"dihh keterlaluan kamu bohongnya, kangen juga kan ?" tuding Rain dengan senyum yang tak pudar sedari tadi.


"iya iya. iya-in aja deh daripada ngambek"


"nah gitu dong harus jujur"


merasa rindu berat Rain tak kuasa ingin jumpa dengan pujaan hatinya, ia berinisiatif mengajak Lova keluar untuk menghadiri acara pernikahan salah satu temannya. setidaknya ia punya alasan untuk mengajak Lova pergi keluar rumah, karna sulit baginya membujuk Lova agar mau pergi keluar tanpa alasan.


Rain melihat jam digital yang berada di atas nakas samping tempat tidurnya, jam menunjukkan pukul 8:30. masih ada waktu dua jam untuk bersiap pikirnya, kemudian bertanya pada Lova.


"sayang, nanti jam 10:30 aku jemput kamu ya ke rumah. ada undangan pernikahan dari temanku. kamu mau ya.." mohon rain dengan nada memelas.


"teman dekat ?" tanya Lova yang sedikit ragu untuk langsung mengatakan YA.


"ya iya lah.. kalau jauh masa dia ngundang aku sih" jawab Rain sedikit sarkas. bukan kesal ataupun marah, Rain hanya bosan berdebat lebih lama untuk membujuk Lova, ia bukan tipikal orang yang suka gombal dan puitis untuk drama semacam ini. "jadi kamu bisa atau tidak ?" tanya Rain sekali lagi untuk memastikan.


"iya deh.. jangan marah gitu, serem tau"


seringai muncul di bibir tipis Rain. ia senang akhirnya bisa bertemu dan jalan bersama lova setelah sekian lama, sejak pertemuannya entah berapa Minggu yang lalu.


"nah.. ini baru pacarku yang paling cantik"

__ADS_1


Lova sedikit agak mual mendengarnya, ia menerka-nerka dalam pikirannya sendiri. akhirnya ia mencoba menegaskan maksud dari perkataan Rain yang tadi diucapkan.


"pacarku yang paling cantik ? berarti masih ada yang lain dong ? pacar kamu yang kurang cantik.... atau pacar kamu yang biasa aja ?..." sahut Lova dengan nada sedikit meninggi.


"enggak sayaaang.. maksud aku tuh kamu nomor satu di hati aku"


"ooh.. jadi masih ada nomor dua, tiga, atau empat dibelakang aku.. gitu ?"


Rain yang kehabisan kata. pusing menghadapi sikap Lova yang mudah berubah, emosinya yang naik turun bagaikan harga saham menurut Rain membuatnya kadang bingung bagaimana menanggapinya.


"kamu itu cuma satu buat aku, titik. gak ada yang lain" tegas Rain membuang segala kemungkinan Lova akan menyerangnya dengan kata-kata yang tak masuk akal menurutnya. Rain sangat mencintai Lova, ia sangat mendamba kekasihnya itu. tak ada yang lain, itu pasti.


Lova masih dalam posisi berbaring dalam selimutnya itu perlahan bangun dan menurunkan kedua kakinya di atas lantai sambil memakai sandal rumah. "iya maaf, aku percaya kamu beibh.. maafin aku. udah dulu ya ini lagi mau siap-siap" ucapnya manja dengan nada menyesal terselip diantara kata maaf yang diucapkan.


*****


dua jam berlalu, Lova sudah bersiap dan terlihat cantik. ia mengenakan dress putih 5cm diatas lutut tanpa lengan, riasan wajah yang tipis dengan perona pipi yang terlihat alami, senada dengan warna bibirnya yang terlihat segar seperti buah peach. tatanan rambut yang rapi tergerai, panjangnya dibawah bahu. tanpa poni ia menjepit rambut bagian depan dengan jepitan tipis kecil berhiaskan satu butir mutiara asli. terlihat sederhana memang, namun harganya pasti tidak sesederhana kelihatannya. ia juga mengenakan aksesori jam tangan buatan Swiss, hadiah dari Rain kala Lova menerima pernyataan cinta darinya. tak lupa dengan kalung platina dengan bandul mutiara, terlihat seperti satu set dengan jepit rambut yang ia kenakan saat ini.


"sempurna" Lova melihat pantulan dirinya dari cermin, kemudian meninggalkan kamar. ia meraih tas selempang dan memasukkan barang-barang yang sekiranya akan diperlukan diluar sana. "dompet, kacamata, handphone, hmmmm... apalagi ya" gumamnya sambil memasukkan barang yang ia sebutkan. "udah deh kayaknya" lalu duduk di pinggiran tempat tidurnya .


Lova menunggu Rain di dalam kamar, yang sebelumnya mengirimkan chat kepada kekasihnya itu.


L : kalau udah dateng telp ya. aku nunggu di kamar soalnya, gak enak nanti Papa sama Mama interogasi aku. nanti kamu aja yang jelasin sekaligus minta izin buat pergi.


R : okay baby.. see u, muach*


setelah membaca pesan dari Lova, Rain turun dari kamarnya dengan sebuah kunci mobil BMW, terlihat keren dengan gaya casualnya.


setelah masuk kedalam mobil sportnya Rain duduk dibalik kemudi, ia mengeluarkan ponsel dari saku celananya sebelum menyalakan mesin mobil. ternyata mengirim pesan kepada Lova. "baby i'm coming" isi pesan dari Rain. setelah mengirimkan pesan chat ia langsung menyalakan mesin mobil dan mengemudi dengan kecepatan sedang.


.....brummmm.....


mobil berjalan perlahan. terdengar lagu yang diputar di audio mobil, Rain sesekali menyanyikan lirik lagu kesukaannya.


duhai kekasihku...


hanyalah dirimu yang kumau...


engkaulah yang ada di hati...

__ADS_1


selamanya ada di hati...


________thank you for reading_______


__ADS_2