Love Secret

Love Secret
#18 Crazy for you


__ADS_3

makan siang berakhir menyenangkan meski hanya ada mama, Lova dan Rain di meja makan. tapi suasana tidak membosankan.


setelah makan siang usai, Rain tidak kembali ke kantornya. ia memutuskan untuk menemani Lova hari ini sampai nanti malam.


Lova mengajak Rain ke ruang baca untuk menghilangkan kebosanan ketika hampir satu jam menonton televisi.


disana, Rain membantu Lova mengambilkan buku yang akan dibaca kekasihnya itu.


setelah memilih beberapa buku, diantaranya novel, komik, dan ensiklopedia tentang biota laut. Lova meminta Rain untuk menemaninya membaca.


Rain duduk di atas sofa panjang, ada meja di depannya. sedangkan Lova duduk di atas kursi rodanya.


melihat Lova yang kurang nyaman dengan posisinya duduk di atas kursi roda sambil membaca, Rain kemudian bangun dan memindahkan Lova agar bisa duduk nyaman di atas sofa tepat di sebelahnya.


tanpa aba-aba, Rain mengangkat tubuh Lova. dan tanpa perlawanan, Lova hanya tersentak kaget ketika tubuhnya terangkat saat sedang fokus membaca.


kini posisi mereka duduk berdampingan.


Lova melanjutkan aktivitas membacanya, ia sedang asik melihat-lihat buku ensiklopedia bergambar.


membalik lembar demi lembar halaman buku yang ia baca dengan wajah antusiasnya, sesekali Lova menyebutkan ejaan dalam bahasa latin nama-nama biota laut lengkap dengan gambarnya.


"crocodylidae" gumam Lova menyebutkannya dengan lidah keseleo.


Rain yang sedang membaca komik Slam dunk di tangannya, fokusnya kini beralih ke sebelahnya.


mendengar Lova yang membaca dengan terbata, membuat Rain sedikir mengulas senyum di bibirnya.


"apaan sih, crocodylidae... bilang ajja buaya. nyusahin diri sendiri tau ngga' ??" kata rain sambil mengusap wajah Lova dengan tangan kirinya. sedangkan matanya masih membaca komik di tangan kanannya.


Lova memukul paha Rain, kesal karna diganggu dan diledek pacarnya yang usil itu.


"ini lagi belajar, malah diganggu" kemudian kembali membaca.


"Buaya Muara. Buaya ini juga dikenal dengan nama Buaya Air Asin, Buaya Laut, dan nama-nama lokal lainnya......" Lova membaca dengan menaikkan nada satu oktaf dari sebelumnya, yang bertujuan untuk mengganggu Rain yang sedang membaca komik.


"Spesies : c. porosus, Genus : crocodylus" lanjutnya membaca. sambil melirik ke arah Rain yang berada di sebelah kanannya.


melihat Rain cuek saja serius membaca komiknya, Lova melanjutkan kembali bacaannya.


" buaya jenis ini sangat berbahaya, populasinya kini bertambah banyak seiring perkembangan zaman dan perilaku manusia" Lova membaca sambil menatap Rain, tentu saja itu karangan bebas dari mulutnya yang keluar asal-asalan.


Rain menyimpan komiknya, ia balas menatap Lova


"buaya apaan tuh ? kok pake perkembangan jaman segala ?" tanya Rain penasaran.


"Crocodylae daratae / crocodylus daratus" jawab Lova sambil pura-pura membaca tulisan di buku.


mendengar jawaban Lova yang serampangan, Rain menarik buku dari tangan Lova dengan cara merampasnya, kemudian melihat isi dalam buku tersebut.


"wah, udah pinter ya... mau jadi profesor huh ??" tanya Rain dengan menaikkan alis matanya.


"kamu mau jadi penemu buaya spesies terbaru ya, nona profesor" tanya Rain lagi.

__ADS_1


"hehehe" Lova cengengesan ditanyai seperti itu.


"mana ada crocodylus daratus. alias buaya darat" kata Rain berbicara dengan gemasnya sambil mencubit dua pipi Lova.


"udah Rain... kan cuma bercanda" pinta Lova untuk menghentikan aksi cubit pipi yang dilakukan Rain tanpa ampun.


Lova memegang kedua pipinya ketika Rain sudah puas dengan aksinya itu, kemudian duduk bersandar di sofa.


Rain mengikuti apa yang dilakukan Lova, ia ikut bersandar di sofa. namun hanya sebentar ia malah menjatuhkan kepalanya tepat di atas paha Lova. ia memejamkan mata, hal itu bisa membuat Rain merasa nyaman.


Lova tersenyum melihat rain yang sedang memejamkan mata di atas pahanya. sejurus kemudian Lova mengambil komik yang tergeletak diantara tumpukan buku yang berada diatas meja.


Lova membaca salah satu komik kesukaannya, ia mombolak balik setiap halaman yang ia baca.


merasa terusik dengan suara gesekan lembar buku diatasnya, Rain membuka mata dan melihat buku apa yang sedang di baca Lova.


ternyata hanya sebuah komik, Rain mengira Lova tipe gadis yang memilih akan membaca Novel Romantis, atau Kisah Fiksi yang terkenal. misalnya Harry Potter dan Twilight, pikirnya.


"Crazy For You" Rain membaca judul bukunya di dalam hati.


Rain tersenyum, ternyata walaupun sebuah komik yang dibaca, kontennya sama-sama berbumbu asmara.


melihat Lova sedang fokus membaca, Rain menyeringai. ia berniat mengerjai kekasihnya itu.


"gila karena mu"


suara Rain yang tiba-tiba terdengar membuat Lova terkejut, sontak ia melipat komik yang ia baca dan menyimpannya di atas meja.


"kaget tau, kirain tidur" ucap Lova sambil bergeser memindahkan kepala Rain yang berada diatas paha Lova dan menjauhkannya.


"kayak judul lagu ya, Crazy for You" ucapnya, kemudian melihat isi didalamnya.


Rain membelalakkan mata ketika melihat salah satu lembaran yang berisi adegan vulgar didalamnya.


"kamu suka baca ini ?" tanya Rain dengan rasa penasaran yang tak terbantahkan.


Lova hanya bisa menunjukkan senyum yang terbuka, memperlihatkan deretan gigi putihnya yang rapi.


melihat itu, Rain melanjutkan perkataannya. "kalau suka, mari kita coba"


perlahan Rain mendekatkan wajahnya kehadapan Lova , ia mengikis jarak antara mereka.


dengan lembut jemarinya mengusap bibir Lova yang terlihat sangat manis, berwarna merah jambu tanpa memakai pemulas bibir. mengusapnya perlahan, lalu bergeser ke arah pipi dan jemarinya terus bergulir hingga ke telinga dan berhenti disana sekilas. kemudian dengan cepat ia meraih tengkuk dan menariknya hingga mendekatkan jarak antara bibirnya dengan wajah Lova.


Lova memejamkan mata, melihat itu ia melanjutkan aksinya untuk menuntaskan tujuannya, yaitu menc*um kekasihnya.


mereka berc*uman, dengan lembut Rain melakukannya agar Lova merasa nyaman.


ketika terbuai Lova merebahakan tubuhnya hingga berbaring di bawah Rain, dengan kaki tetap menjuntai dibawah.


Rain yang mengikuti pergerakan Lova, ia berada diatasnya. tangannya mulai bergerilya, menyusupkannya kedalam kaus yang lova kenakan. mengandalkan insting berburunya, ia menemukan apa yang sedari tadi menjadi incarannya, akhirnya dapat !!


Rain meraba dan meremasnya perlahan, ada dua gundukan disana, dan ia menjelajahnya satu per satu. sambil terus ******* bibir kekasihnya yang manis dan terasa memabukkan, Rain menindih Lova namun tetap menopang bobot tubuhnya agar Lova tak kesakitan.

__ADS_1


saat keduanya begitu terbuai, mereka bagaikan melayang diatas awan. baru sampai pada titik lapis langit ke empat, semuanya runtuh seketika tepat disaat suara ketukan pintu di ruang baca terdengar keras.


tok...tok... tok....tok...tokk...


dalam sekejap pergerakan antara Rain dan Lova terhenti. mereka jatuh dari langit ke empat, saat hendak menuju lapisan langit ke tujuh.


dengan sigap Rain menarik tangannya yang terkurung didalam pakaian Lova, lalu menarik tubuh Lova agar kembali ke posisi duduk.


Lova merapikan kausnya yang tersingkap akibat ulah tangan manusia disampingnya, kemudian duduk dengan manis sembari memegang buku dan membacanya.


sementara itu, Rain bingung harus berbuat apa. pandangannya masih berkabut dan kesadarannya belum sepenuhnya kembali. akhirnya ia memutuskan untuk pura-pura tidur dengan mengambil jarak duduk antara dirinya dan Lova.


Rain memejamkan matanya Rapat-rapat, nafasnya seolah berhenti, ia merasa gugup, pikirannya menerka-nerka siapa yang akan datang dibalik pintu.


"kak Lova, disuruh minum obat dulu tuh sama mama"


sesosok anak kecil bersuara dengan hanya melongokkan kepalanya kedalam ruangan, sementara tubuhnya masih berada diluar ruangan karna pintunya hanya sedikit dibuka.


Lova dan Rain menjatuhkan bahu secara bersamaan, mereka membuang nafas dengan lega.


"iya Ken, nanti Kaka ambil obatnya" jawab Lova yang masih pura-pura membaca.


Ken menyeringai di kejauhan, ia tersenyum simpul dan membuka pintu lebih lebar .


Ken masuk satu langkah dari pintu, kemudian berdiri tegak didepannya dan menyilangkan kedua yangannya didepan dada.


"oohh.... jadi kayak gini ya cara anak SMA membaca buku" ucap Ken dengan sarkas.


Lova yang mendengar itu, menoleh ke arah dimana adiknya berdiri. "maksud kamu apa ?" tanya Lova.


"ter--ba--lik" jawab Ken singkat seraya balik kanan dan berjalan keluar meninggalkan Lova yang memegangi bukunya dan Rain yang masih setia dengan tidur palsunya.


Lova terkesiap ketika pintu tertutup kembali, dengan kesadaran penuh ia melihat bukunya yang sedari tadi ia pegang. ternyata posisinya memang terbalik.


"ambyarrrr" ucapnya sambil menyimpan dengan kasar buku yang ia pegang secara terbalik itu.


Lova ketahuan hanya pura-pura membaca oleh Ken, adiknya memang cerdas.


*****


Rain berpamitan pulang setelah makan malam bersama, kali ini mereka bukan hanya bertiga. bertambah dengan adanya papa dan Ken.


setelah sampai di rumah, Rain langsung menuju kamarnya. ia enggan untuk berbicara dengan penghuni rumah, walau ibunya sudah memanggil-manggil ketika ia memasuki pintu utama.


Rain melarikan diri didalam rumahnya sendiri.


"dari mana Rain ?" teriak ibunya ketika melihat Rain sudah berada di atas tangga.


"Rain habis dari rumah teman Bu, ada acara" ucapnya lalu menutup pintu kamar dengan kasar kemudian menguncinya.


*****


disisi lain.. Rafael sedang gusar memikirkan Lova. ia sangat rindu, namun tidak bisa berbuat apa-apa.

__ADS_1


akhirnya Rafael mutuskan untuk keluar malam ini, ia akan melepas penatnya. bertemu teman-temannya mungkin cara ampuh membunuh rasa Rindu di hatinya.


__ADS_2