Love Secret

Love Secret
#16 saling tunggu


__ADS_3

mama dan papa Lova membawa putrinya pulang ke rumah setelah dokter mengijinkan untuk rawat jalan di rumah, dengan catatan harus rutin tetap check up setiap 2 kali dalam satu bulan.


setelah sampai di rumah, mereka di sambut oleh Ken, adik bungsu Lova.


"Wahh, kak Lova keren ih... kayak di film-film drama yang suka kakak tonton" ucap Ken dengan terkagum-kagum melihat kakaknya duduk diatas kursi roda yang didorong papa.


sambutan Ken membuat kedua alis Lova terangkat dan membikin mama mengernyit keheranan.


"bicara apa sih anak kecil !!" seru Lova.


kalau kondisinya baik-baik saja pasti sudah ia kejar adiknya yang sangat meggemaskan itu.


"itu kakak pakai kursi roda beneran sakit emang ?" tanya Ken dengan polosnya.


Ken tidak tau kalau Lova mengalami cedera pada pergelangan kaki. yang ia tau kursi roda biasanya dipakai Oma / Opa yang sudah tidak kuat berjalan terlalu lama, itu yang biasa ia tonton di film drama televisi.


mendengar pertanyaan Ken, Lova menggeram, "uughh... Ken... awas ya kamu"


Ken yang biasa dikerjai Lova merasa menang saat itu, karna Lova tak mampu membalas kejahilannya.


dengan konyolnya Ken menjulurkan lidah untuk menggoda Lova. meminta kakaknya untuk mengejar kalau bisa, lalu dengan gelak tawa Ken berlari masuk kedalam rumah.


Lova tidak bisa kalah begitu saja, ia meminta papanya untuk mendorong kursi roda yang ia duduki untuk mengejar Ken.


"ayo pah.... dorong....!!"


papa dan mama Lova hanya tersenyum simpul. mereka senang karna Lova tidak mengeluh dengan keadaannya yang sekarang.


awalnya mama Lova sangat takut ketika mendengar Lova masuk rumah sakit. pasalnya, sejak dua tahun lalu Lova sangat membenci ruang lingkup di rumah sakit.


sejak dua tahun terakhir, jika keadaan mengharuskan Lova untuk memeriksakan kesehatannya ia sangat menolak. entah apa alasannya Lova juga tidak tau, lebih tepatnya ia TIDAK INGAT . seolah ada kenangan buruk disana, tapi lebih jelasnya Lova tidak mengingat kejadian buruk yang pernah ia alami.


kedua orang tua Lova juga menutup rapat semua yang pernah terjadi, mereka tidak pernah membahas dan menutup segala sesuatu yang berhubungan dengan masa lalu yang pernah putri mereka alami.


hingga saat dimana Lova bermimpi tadi, ia mulai mengingat kembali kepingan memory yang pernah membuatnya depresi.


*****


di kediaman Rain...


saat makan malam berlangsung, tidak ada suara ataupun adu argumen diatas meja makan. yang terdengar hanyalah suara dentingan alat makan yang beradu satu dengan yang lain.

__ADS_1


keheningan melanda keluarga besar itu ketika sedang berada di meja makan.


setelah makan malam usai, ayah Rain pergi ke ruang baca, kak Reza dan istrinya kembali ke kamar mereka bersama putra semata wayangnya. sedangkan ibu memilih bercakap dengan kedua anak perempuannya, Mayya dan Azalea. mereka duduk di ruang keluarga sambil menonton dan membahas tentang kehidupan selebritis.


mengingat saat ini awal debut Lea di dunia entertainment, membuat Mrs. yulia sangat bersemangat untuk memberikan petuah-petuah bijak (menurut definisinya sendiri)


Rain yang sedang bermain Vidio game di ruangan sebelah mendengar dengan jelas kata demi kata yang terucap dari bibir manis ibunya, karna ruangan itu hanya disekat partisi dengan beragam hiasan untuk pembatas.


"Lea sayang... nanti kalau ada yang suka sama kamu, atau ada yang menyatakan cinta, jangan langsung diterima ya" ucap Mrs. Yulia sambil menyuapi potongan buah kepada putri bungsunya.


"pokoknya Lea harus lapor dulu sama ibu. biar nanti ibu yang mempertimbangkan, cocok apa tidaknya dengan putri ibu, mengerti !!" perintahnya dengan terus menyuapi Lea, padahal Lea sangat keberatan dengan seruan ibunya.


"aku yang punya gebetan, aku yang ditembak, aku yang jalanin, kok ibu yang harus nentuin ?? sayang sih sayang bu.... kalau begini mana bisa dibilang sayang. ini sih namanya seleksi calon pegawai negeri"


Lea hanya membatin, pikirannya berkelana. ia tau kalau ibunya hanya akan mencari pria yang sesuai standarnya, bukan sesuai yang anaknya inginkan.


"kalau begitu caranya kan ibu nyari jodoh buat dirinya sendiri, bukan buat aku"


Lea hanya bisa berbicara dalam hati. tentu saja, mana bisa ia membantah setiap perintah ibunya. kakak-kakaknya saja tidak mampu, apalagi dia ??


Rain yang sedari tadi mendengarkan suara di ruang sebelah, hanya geleng-geleng kepala saat mendengar ibunya berkata bijak versi dirinya sendiri.


sampai-sampai ia tidak fokus saat bermain Vidio game.


sedih ? jangan ditanya.


meski semuanya diatur oleh sang ibu, namun tidak dengan percintaannya. Rain tetap akan mempertahankan cintanya meski sang ibu menyalakan genderang perang.


*****


Rain kembali ke kamarnya ketika bosan mendengar serba serbi peraturan yang ibunya berikan kepada Lea dan kak mayya.


ketika menginjakkan kaki di puncak tangga teratas, ia mendengar suara ponselnya berdering. dengan secepat kilat Rain berlari menuju kamarnya yang terletak di ujung sebelah kiri. berharap itu telepon dari Lova, pujaan hatinya.


langkahnya sempat oleng ketika sampai di depan pintu, hampir saja terjatuh jika ia tak berpegangan pada handle pintu kamarnya.


nada dering panggilan sudah berhenti...


Rain masuk kedalam kamar, dengan gerak cepat tangannya menyambar ponsel yang tergeletak diatas tempat tidur. dan benar saja dugaannya.


tujuh panggilan suara tak terjawab dari : My Lovely.

__ADS_1


saat Rain membuka aplikasi pesan singkat, ia melihat banyak pesan chat dari Lova, namun sayangnya ia tak tau pesan apa yang Lova kirimkan padanaya. disana hanya tertulis


*PESAN INI SUDAH DIHAPUS* sebanyak 12 pesan.


"******" gumamnya sambil menepuk dahi dengan telapak tangan.


*****


diwaktu yang bersamaan, Lova terlihat kesal di dalam kamarnya. sudah tujuh kali ia menghubungi Rain namun tak ada jawaban darinya.


akhirnya Lova menghapus semua pesan chat yang ia kirimkan kepada Rain.


"terserah deh... udah berapa hari ngga ada kabar, masih aja gue berharap" batin Lova sambil menekan ikon pilihan _HAPUS UNTUK SEMUA ORANG* pada ponselnya. lalu meletakkan ponselnya sembarang.


ketika ia mulai memejamkan mata, ponselnya bergetar. lantas ia ambil kembali ponsel yang tadi menjadi sumber kekesalan di hatinya.


dengan gerakan lambat ia menggeser tombol hijau untuk menjawab panggilan.


"ya hallo, ada apa ?" tanya Lova.


"sayang, kamu belum tidur ?" tanya Rain di seberang panggilan.


"kalau aku tidur ngapain juga nelepon kamu barusan ?'


akhirnya Lova menumpahkan kekesalannya dengan nada sarkas, setelah tadi ia menahan emosi dengan nada bicaranya yang dibuat sesantai mungkin.


"jangan marah gitu dong... nanti hilang loh cantiknya" goda Rain mencoba mencairkan suasana.


"terserah mau aku cantik atau jelek memang apa urusan kamu ?" tanya Lova, "engga usah nyari alasan deh, kalau udah bosan yaudah kamu langsung putusin aku aja. ngapain nyari alasan bilang cantik jadi jelek" jawab Lova tanpa jeda di setiap kalimat.


"lohh kok jadi gak nyambung sih ?" pikir Rain.


inilah kebiasaan buruk Lova. setiap tidak ada kabar dari Rain walau hanya sehari saja, ia langsung berpikiran negatif terhadap Rain. berpikir bahwa Rain sudah bosan padanya, dan akan meninggalkannya.


tapi kenyataannya tidak seperti yang Lova pikirkan. Rain hanya sibuk, dan ia berharap Lova yang akan mulai menghubunginya lebih dulu.


dan pada kenyataannya, Lova dan Rain sama-sama ingin dimengerti.


siapa yang menunggu siapa ?


jika ada yang harus mengalah diantara mereka, sudah pasti Rain lah orangnya. karna dia laki-laki, sedangkan Lova perempuan.

__ADS_1


pada dasarnya, laki-laki selalu salah dimata wanita.


begitulah prinsip dasar sebuah hubungan.


__ADS_2