
hari ini hari Senin, dimana kelas ajaran baru telah dimulai.
Lova sudah tiba di sekolah tepat pukul 7 pagi, sedangkan keempat sahabatnya belum terlihat di kelas barunya.
setelah menunggu selama 15 menit di dalam kelasnya, akhirnya para sahabatnya datang bersamaan. seperti biasa, mereka selalu kompak.
Dea datang menyapa Lova yang duduk di kelas XI IPA 1.
"heyyy... hello cinta. gimana liburan ?" tanya Dea, sembari duduk di kursi depan Lova.
"biasa aja" jawab Lova singkat. Lova sedang membaca buku ensiklopedia kesukaannya.
sementara Dea sedang bersama Lova, Nova dan Novi sedang memilih tempat duduk yang sekiranya cocok untuk mereka tempati.
dan Firly ? ia sedang menelpon seseorang di sudut kelas paling belakang menghadap jendela.
saat mereka disibukkan dengan kegiatan masing-masing, terdengarlah bunyi bel sekolah yang memekakkan telinga. pertanda upacara akan segera dimulai.
bagai anak itik yang mendapati panggilan dari induknya, masing-masing dari para siswa berhamburan menuju lapangan untuk menjalankan rutinitas upacara Senin pagi. terkecuali Lova, ia tidak mengikuti upacara bendera dikarenakan kakinya masih sakit dan masih menggunakan tongkat untuk berdiri.
saat ini mereka kelas XI menengah atas, dimana pada masa-masa itu sangatlah menyenangkan dan penuh tantangan. hidup di kota metropolitan membuat anak-anak seusia mereka rentan terhadap pergaulan bebas dan bahaya penyalah gunaan obat-obatan terlarang. maka dari itu, hari ini saat upacara sangatlah pas jika kepala sekolah memberi kata sambutan dengan diakhiri pesan moral bertemakan pergaulan anak remaja di akhir kalimatnya.
ditengah teriknya sinar mentari pagi, banyak siswa yang mengeluh kepanasan karna cuaca yang tidak bersahabat. membuat murid-murid hilang fokus dengan sosok kepala sekolah yang berdiri tegak ditengah lapangan yang sedang bemberikan pengarahan kepada siswa lama, dan menyambut datangnya siswa siswi baru di sekolah KEBANGSAAN.
"selamat datang anak-anakku di sekolah KEBANGSAAN, semoga kalian semua betah belajar di sekolah ini, dan bapak harap... kalian semua... baik putra maupun putri, bisa bersinergi dengan para dewan guru yang akan membimbing kalian belajar nanti. dan ingat, selalu menjaga kebersihan kelas, patuhi semua peraturan yang sudah diterapkan, juga... bapa minta kepada putra putri tercinta, agar tidak terjerumus kedalam pergaulan bebas. jangan sesekali kalian salah memilih teman, bertemanlah dengan orang-orang baik dan bergaul lah di lingkungan yang baik pula"
kurang lebih seperti itulah pesan yang disampaikan bapak Slamet Sentoso, selaku kepala sekolah .
tampangnya yang garang, serta memiliki pribadi yang tegas dan pemikirannya sangat kolot. membuat para siswa akan bergidik ngeri jika berhadapan langsung dengan pak Slamet. maka dari itu, siswa siswi lebih memilih berbalik arah, atau menikung dan berbelok mengambil jalan lain jika berpapasan dengan pak slamet.
*****
waktu pulang sekolah sudah tiba, sekaranglah waktunya bagi anak sekolah merayakan kebebasan setelah bergelut dengan buku pelajaran.
"Genks... kita nongkrong dulu yuk !? kangen nih, dah lama gak kumpul bareng" ajak Novi kepada teman sekawannya.
mereka yang baru saja melewati koridor, sekarang sudah berada di area parkir khusus siswa.
"gimana nih ? jadi nggak ?" tanya Novi kembali.
melihat teman-temannya yang sedang sibuk masing-masing, membuatnya berdecak malas.
"ishh.. gini ya, kalo gue ngomong tuh nggak pernah ada yang respon. pada dieeeeemmm Mulu semuanya." ucap Novi kesal.
mendengar kembarannya mengomel, Nova akhirnya angkat suara. "eh... bentar dulu kenapa ?? ini kita lagi nungguin Lova minta izin sama nyokap buat pergi bareng kita. Lo bisanya recokin doang ya ?!" sambil mengumpat, Nova menjewer telinga Novi.
"aaawww ampun ampun..."
Dea, Firly dan Lova tertawa melihat tingkah dua kembar itu yang tak bisa akur.
"bentar Novi, ni gue lagi tunggu chat mama dulu. takut sopir keburu Dateng kan kasian kalo balik lagi" ucap Lova sambil menopang kan tubuhnya ke tongkat yang diapit ya diantara lengan dan ketiak.
__ADS_1
"oh, okay.."
setelah menunggu beberapa menit, akhirnya Lova mendapat pesan balasan yang mengizinkannya untuk pergi bersama teman-temannya. "udah yuk jalan. ni gue udah dapet izin mama" ucapnya sembari menyimpan ponsel kedalam tas ranselnya.
akhirnya geng high five meluncur.
Nova dan Novi naik mobil yang dikendarai Nova, Firly sendirian dengan mengendarai mobilnya sendiri, sedangkan Lova menumpang di mobil Dea. mereka beriringan melajukan kendaraan yang dipimpin Dea berada paling depan, Nova dan Novi mengikuti di belakang Dea, sementara Firly mengekor di barisan paling belakang.
tujuan mereka adalah "pink forest" sebuah tempat berkumpulnya para milenial yang terletak di daerah selatan kota. tempat yang mengusung konsep outdoor namun terasa sangat sejuk karna rindangnya pepohonan dan banyaknya tanaman bunga hias, kebanyakan bunga yang tumbuh bermekaran di sekitar area itu berwarna pink. maka dari itu dinamakan pink forest.
setelah menempuh waktu kurang lebih 30menit dari sekolah, akhirnya mereka tiba di tempat tujuan.
Lova dkk sudah reservasi tempat sebelunya. karna mereka adalah member tetap disana, jadi sangat mudah dikenali dengan hanya menunjukkan id card dan nomor reservasi saja sudah cukup. dengan begitu, pelayan akan mengantarkan mereka ke area outdoor dimana meja mereka berada.
"selamat siang, mari ikuti saya" ucap pelayan wanita yang menghampiri mereka berlima ketika sudah Sampai di lobby pink forest.
Lova, Dea, Firly, Nova dan Novi pun mengikuti kemana arah pelayan itu berjalan. bukan karna tidak hapal seluruh area pink forest, tetapi karena sudah merupakan service di tempat itu.
*****
di kantor ARAFAT corps.
kakek Rain sedang berada di ruang kerja Rain.
yah, setelah insiden kabur dari pekerjaan dan tanggung jawabnya sebagai direktur di perusahaan kakeknya, akhirnya Rain dimarahi habis habisan oleh Mrs. yulia yang tak lain adalah ibunya Rain. dan benar saja dugaan Lova, Rain dihukum tidak boleh berkeliaran untuk pergi hang out bersama teman-temannya, dan bonus hukumannya adalah diberikan setumpuk pekerjaan oleh ayah Rain.
inilah yang Rain benci, pekerjaan di perusahaan milik ayah Rain - yang seharusnya ayahnya lah yang mengerjakan - kini dilimpahkan sebagian kepada Rain karna masalah sepele.
dan kini ia harus dihadapkan dengan situasi yang tak menyenangkan, yaitu diceramahi kakeknaya sendiri.
"aku pusing, kakek. belum pulih telingaku yang masih pengang karna Omelan ibu di rumah, sekarang gantian kakek yang memarahiku"
Rain sakit kepala setiap mendengar ibunya marah-marah. bak kereta cepat yang sedang melaju, seperti itulah perumpamaan Rain untuk sang ibu jika sedang mengomel, tiada henti dan terus melaju tanpa hambatan.
"lalu kamu mau kakek diam saja ? bagitu ?" tanya sang kakek lugas dengan gayanya yang cool.
"buakn begitu kakek... Rain hanya kesal kepada ibu. itu saja"
"kalau begitu kamu jangan nakal, turuti apa kata ibumu, jangan membantah" ucap kakek seraya berdiri dengan menumpukan tangan pada sebuah tongkat kayu yang dipegangnya. ada ukiran sisik naga di pinggirannya dan di puncaknya memiliki motif kepala burung elang. dengan perlahan kakek melangkahkan kaki hendak keluar meninggalkan ruangan cucu kesayangannya. namun langkah renta nya tiba-tiba terhenti ketika Rain memanggilnya.
"kakek.... apakah kakek akan meninggalkan orang yang kakek cinta jika orang tua kekek tidak merestui ?" tanya Rain dengan suara tertahan.
sebenarnya Rain enggan membahas masalah pribadinya, namun tak bisa dibendungnya lagi.
jika memang semua keluarganya tak menginginkan kebersamaan Lova dengannya, maka apa lagi yang harus dirinya pertahankan ? sebelum melangkah lebih jauh, dan yang paling penting adalah... bukankah Lova juga belum sepenuhnya membuka hati untuk Rain ? jadi, sebelum Lova jatuh hati, ada baiknya ia mengakhiri perasaannya .
"kamu boleh berhubungan dengan perempuan mana saja, termasuk putri dari Mr. Saif . kakek mengenalnya, dia orang yang sangat baik" ucap kakek bijaksana. lalu melanjutkan kembali langkah kaki yang sebelumnya terhenti.
"maksud kakek ?"
"kakek merestuimu. kakek akan berada di pihakmu"
__ADS_1
bagaikan mendapat pasokan oksigen disaat dirinya tenggelam, tiba-tiba saja semangatnya bangkit kembali. mood-nya seketika melesat menuju tak terbatas, tubuhnya terdorong menghampiri sang kakek lalu dipeluknya erat. mengguncang ke kiri dan ke kanan, sampai suara kakek menghentikan pergerakannya.
"hei sudah.... kenapa kamu mendadak gila ?" ucap kakek keheranan.
"hahaha, aku senang kakek selalu mendukungku" ucap Rain melepaskan pelukannya dari kakek. "kakek yang terbaik" imbuhnya sembari menuntun kakek keluar dari ruangan. "mari, kek... biar ku bantu. kakek pasti lelah, istirahatlah di ruangan kakek. urusan pekerjaan biar aku yang urus"
merasa tingkah Rain yang berlebihan, seketika kakek memukul kepala cucu kesayangannya itu.
"dasar... cucu durhaka ! kamu baik jika kakek sudah memberikan sesuatu !?"
*****
@pinkforest. bagitulah caption pada unggahan foto di akun media sosial milik Nova dan Novi. kembar itu selalu eksis di dunia Maya.
"weeeeehhh kumat deh, apa-apa di upload" ucap Firly nyinyir.
"tau ah tuh anak kembar. makanan aja di foto-foto. sebelum di makan wajib upload dulu" ucap Dea menambahkan, lalu meminum flurry, minuman itu berwarna pink dengan ekstra whipp krim diatasnya.
mendengar nyinyiran Dea dan Firly, membuat Nova dan Novi meringis malu. akhirnya kembar itu kembali fokus pada makanan didepannya.
Lova cekikikan geli menahan tawa, " sebenernya cukup satu diantara kalian aja, Nova atau Novi yang update. kan otomatis semua netizen tau kalo Lo lagi berdua"
mereka tertawa serentak, sangat kompak.
"jadi... gimana di Paris, Fir ?" tanya Lova kepada Firly yang telah menghabiskan masa libur semesternya bersama Alain, pacarnya.
Firly tersenyum. "yah ngga ngimana-gimana gaess.. kalo kata orang Paris sih, comme ci, comme ca" ucap Firly sembari mengangkat bahu.
"apaan sih lu, sok Prancis tau gak ?" Nova berkomentar.
Dea tertawa. "komsi - komsa apaan ???" tanya Dea memukul-mukul tangan Novi.
"aww. apaan sih .. kok mukul gue ?? wah gue lapor kak Seto ya, tau rasa Lo !!" racau Novi tak terima dipukul Dea.
Lova menggelengkan kepala tanda tak habis pikir, bagaimana pertemanan mereka bisa terhubung dengan sangat erat seperti sekarang ini, dengan karakter dan kepribadian yang berbeda. akhirnya Lova menengahi perdebatan diantara mereka. "komsi komsa tuh, artinya... kalau diartikan sih *begini begini saja. kurang lebih seperti itu maknanya.
"Lo bisa bahasa Prancis Lov ??" tanya Dea keheranan. setahu Dea sih, bahasa Inggris saja Lova masih pasif. wkwkwkw.
Lova meringis malu . "enggak juga sih, gue taunya cuma *M*erci, Cherie, sama yang tadi... comme ci - comme ca" udah itu aja. hahaha
teman-temannya menertawakan, "bonjour Lo kemanain ? hm ??" tanya Firly kemudian.
hahaha....
semuanya jadi bahan celotehan mereka berlima. dan itulah yang menjadikan mereka semakin terikat.
*****
"Rain, besok kamu ada jadwal mengunjungi yayasan milik kakekmu" Andreas memberitahukan jadwal dadakan yang baru saja diserahkan oleh sekretaris Rain kepada Andreas.
"besok ?? yayasan yang mana ?" tanya Rain cuek, ia sedang membubuhkan tandatangannya diatas lembaran kertas yang baru saja dibaca dengan teliti.
__ADS_1
"SMA kebangsaan"
"HAH????"