Lucky Star

Lucky Star
PANDANGAN PERTAMA


__ADS_3

"ZORAAAA" teriak Lala dari bangkunya, padahal Zora ada di sebelahnya


"woi telinga gua masih sehat kenapa teriak-teriak segala?" kesal zora sambil memegang telinganya karena sedikit berdengung akibat teriakan Lala


"maaf maaf abis kaget gua, gua lupa ngerjain tugas ilmu resep, mana killer lagi gurunya, lo udah ngerjain tugas?" panik Lala yang ga tau harus ngapain. Dan Zora hanya membalas dengan senyuman dan anggukan tandanya dia sudah mengerjakan tugasnya.


"curang Zor"


"ko curang?"


"iya abis kapan lo ngerjainnya tiap gua chat nanya lagi ngapain jawabannya pasti apaan gua sibuk nonton jangan ganggu pasti kaya gitu jadi kapan ngerjain tugasnya?"


"abis megrib sebelum isya" jawab Zora


"emang cukup gua aja yang 2 jam ga selesai selesai, malah bingung yang ada, gua nyampe chat semua anak-anak disini, tapi pada bilang belum juga" Lala tak terima jika Zora telah mengerjakan tugasnya. Lala ingin protes lebih tapi jika sekarang dia ngerajuk, dia ga akan dapat contekan dan lebih parahnya Lala bisa dihukum karena ga ngerjain tugas.


"ya tinggal kerjain doang sih ribet amat, ya kalo salah tinggal koreksi,"


"nyontek". lala tersenyum terpaksa, dan merebut buku catatan Zora


Zora hanya menggeleng pasrah karena dijadikan bahan contekan terus oleh teman sebangkunya, yang terkadang anak-anak lain yang tipikal pemalas juga jadi ikut nimrung bareng Lala.


Dan kali ini pun mereka melakukan hal yang sama. dikarenakan tugasnya yang susah dan tak dimengerti akibat dari pelajaran awam yang mereka baru temui.


Berjalannya waktu dan jam pelajaran ilmu resep pun berakhir, dan pula menandakan kelas berakhir mereka bersiap untuk pulang. Tak ada hambatan hukuman karena satu kelas tengah mengerjakan tugasnya, ya walau jawaban dari tugasnya hampir semua sama.


Namun aksi mereka untuk pulang tertahan ketika Bu Susi sang walikelas datang ke kelas yang kini didalamnya ada Zora dan kawannya.


"tunggu sebentar ibu punya pengumuman penting, semuanya duduk dibangku masing-masing " titah Bu Susi yang membuat semua murid menghela nafas kecewa karena tak jadi pulang.


"ibu tahu kalian sudah tak sabar untuk pulang, ibu cuman butuh waktu kalian selama 5 menit saja" "ok langsung saja, berhubung karena adanya perekrutan anggota baru untuk OSIS, kepala sekolah memerintakhan setiap guru yang mewalikelasi kelas merekrut 3 murid dari masing-masing kelas"


"yah buu" teriak semuanya yang paham maksud walikelasnya tersebut.

__ADS_1


"iya ibu tahu, ibu tak memaksa yang ibu inginkan barangkali ada yang mau dengan suka rela menunjukkan dirinya sendiri, apa ada yang mau jadi calon anggota?" semuanya hening seketika saling bertukar pandangan.


"kalo tak ada yang mau, ibu terpaksa pilih secara acak" mendengar itu sekelas protes tak terima.


brak brak brak


Bu Susi memukul mejanya serasa suasana kelas sangat ricuh. "tenang semuanya tenang, jika kalian ribut kaya gini waktu pulang kalian akan terulur lebih lama lagi" mendengar teriakan Bu Susi kelas pun kembali tenang


"jadi gimana ada mau mengajukan diri?"


Riswanti sang ketua kelas pun mengacungkan dirinya. "saya mau bu" ucapnya yang membuat seisi kelas bernafas sedikit lega.


Namun kembali tegang saat yang mengajukan diri hanyalah ketua kelasnya saja yang berarti ada tempat untuk 2 orang lagi.


"tak ada lagi?" melirik semua muridnya hanya terdiam "ok ibu langsung tunjuk asal aja ya, untuk mempersingkat waktu"


Seisi kelas tegang takut dirinya terpilih, terkecuali Zora. Dia hanya menanggapinya tak terlalu serius kalo dia terpilih ya gimana lagi kalo ga terpilih ya syukur dia ga harus capek-capekan ikut organisasi karena kalo ikut zora harus banyak berkomunikasi. sedangkan Zora tak terlalu suka banyak bicara.


"Ahdi kamu ibu tunjuk" yang tak terpanggilapun merasa lega, namun masih ada cemas karena tinggal 1 nama lagi "dan selanjutnya" perjataanya terhenti dan melihat buku absen dengan acak memilih nama. "Kinsley Alzora"


"ok semuanya bisa pulang, terkecuali yang 3 tadi"


Kini mereka pulang beneran dan langsung pamit, wanti-wanti takut Bu susi berubah pikiran.


"kalian bertiga datanglah ke ruang multimedia calon anggota disuruh berkumpul sepulang sekolah sekarang" Zora, Ahdi, dan Riswanti pun menganggung dan mengemasi barangnya. "kalo gitu ibu pamit pulang duluan, jangan telat zdarang kesananya."


Bu Susi melangkahkan kali keluar kelas dan hendak pulang. Dan untuk Zora dan dua kawannya yang terpilih kini pergi bersama menuju ruang multimedia.


.


.


.

__ADS_1


Sesampai didepan ruang multimedia Zora dan kawannya sudah mendengar suara ricuh di dalam ruangan. Galak tawa yang berdominan suara laki-laki itu kini membuat zora dan Riswanti menjadi gugup.


Benar saja saat pintu dibuka semuanya telah berkumpul, dan perwakilan dari kelas zora datang paling akhir, ya walau tak terlambat. Tapi telah membuat mereka menjadi pusat perhatian.


Bukan hanya karena datang terakhir, tapi karena yang datang adalah Zora dan. Riswanti yang merupakan 2 dari 3 perempuan calon anggota diangkatnya.


kini Zora pun tengah duduk di bangku paling ujung dan belakang. Dimana di dalam ruangan hanya Zora san Riswanti dan satu lagi anak teknik yang Zora pun tak tahu namanya. Yang merupakan murid perempuan di situ. dan sisanya adalah murid laki-laki.


Suara ricuh di dalam tehenti ketika seorang kelaki yang disebut sebagai ketua OSIS itu masuk ke ruangan yang Zora tempati. Karisma dan aura tegas yang keluar sari ketua OSIS itu pun dapat mengintimidasi anak baru yang terbilang baru masuk itu.


Karena tak ingin mengulur waktu Ketua OSIS itu memperkenalkan dirinya beserta sederetan orang yang sudah resmi menjadi anggotanya. Satu persatu ia kenalkan.


"namun masih ada 3 orang lagi yang belum datang mereka akan memperkenalkan diri di akhir sebagai hukuman karena telat." ucapnya yang kemudian menyuruh calon anggora baru untuk mulai memperkenalkan dirinya masing-masing.


Dari ujung paling depan semuanya sudah memperkenalkan dirinya. kini saatnya seorang wanita yang merupakan salah satu anggota wanita dari kelas teknik. Terdengarnya sorakan keras untuk wanita itu, namun iya terlihat sudah terbiasa dengan situasi tersebut dan malah menikmatinya.


Berbeda dengan Zora dan Riswanti kini mereka berdua tengah gugup segugupnya. Riswanti yang awalnya duduk sebelah kanan Zora kini berpindah ke sebelah kiti Zora tak ingin memperkenalkan diri sebelum Zora memperkenalkan diri. Lalu memilih menjadi yang terakhir dalam memperkenalkan dirinya.


Tiba saatnya giliran Zora berkenalan. saat mempersiapkan diri belum sempat berucap, suara Zora tertahan karena ada 3 orang lelaki yang satang ke ruangan bahkan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"sorry sorry kirain belum mulai acaranya" ucap seseorang yang Zora kenal sambil ketawa tak merasa bersalah


"Arju, kalian bertiga perkenalkan diri kalian, dan ganti aku berbicara di depan sebagai hukuman" titah Ketua OSIS mutlak tak ada penolakan


Arju dan yang lainya pun berkenalan dan melemparkn tugasnya pada seseorang yang pas pertama datang langsung mengalihkan perhatian Zora.


"ah nama saya Jovian anak-anak sering manggil saya Vian salam kenal untuk semuanya"


Anak lelaki yang bernama Vian itu tersenyum dan melihat Zora yang sedari tadi hanya berdir mematung mencolok karena yang lainnya sedang duduk.


Karena dihukum Vian menggantikan ketua OSIS berbicara didepan lalu bertanya pada ketua OSIS sampai dimana acaranya tadi dan ketua OSIS menjelaskannya pada Vian.


Zora bingung harus bagaimana, Vian yang paham situasi pun tersenyum pada Zora dengan wajahnya yang memberi kode pada Zora tak apa-apa kau bisa melanjutkannya.

__ADS_1


melihat perlakuan seniornya itu Zora merasa aneh dengan dirinya. Iya merasa seperti berada di taman bintang yang selama ini selalu cerah menghiasi awan yang diterjang oleh gelapnya malam.


__ADS_2