Lucky Star

Lucky Star
SEKOLAH BARU


__ADS_3

"maaa" teriak Zora yang kini hari pertama Zora mengenakan seragam putih abu.


"apa kenapa teriak-teriak ini masih pagi Zora"


"ma liat Zora udah cantik?" memutar badannya dan bergaya depan mamanya


"tumben pengen si bilang cantik?" mama sambil menyiapkan makanan


"hemm" Zora salah tingkah, katena memang selama ini iya selalu risih jika ada orang yang bilang dirinya cantik " maksud Zora, Zora udah keren belum?" mengulang pertanyaannya


tingkah Zora kini membuat semua yang ada di meja makan tertawa. Bahkan Sky yang ngeliatnya jadi pengen ngejaikin adik bungsunya itu, tapi jika dia jail nanti ribet masalahnya dia harus menghadapi mamanya ketambah Time sumber keuangan ke duanya.


"ya udah ma bye Zora berangkat sekolah" melangkah kan kakinya keluar rumah.


Kini Zora sudah sampai di sekolah barunya, sebelumnya Zora sudah datang kesekolah ini selama 3 hari, tapi masih menggunakan seragam putih biru. Dan saat ini hari pertama Zora disekolah itu dengan menggunakan seragam putih abunya.


"Zora tunggu" panggil seorang wanita dari kejauhan


"ada apa la?" menyapanya dengan pertanyaan saat temannya yang bernama lala itu menghampirinya.


Ternyata lala adalah teman barunya yang saat 3 hari kebelakang menjadi partner saat mereka menjalani MOS atau masa orientasi siswa. Mereka kini semakin dekat setelah 3 hari barengan terus.


Sebelumnya Lala bertanya terlebih dahulu apa dia sudah punya teman sebangku atau belum. dan setelah Zora menggelengkan kepalanya tanda belum punya teman sebangku, Lala pun lanjut mengajak Zora untuk menjadi teman sebangkunya.


Tentunya Zora tak keberatan, toh dia juga belum punya teman sebangku dan itu bukan masalah besar. Setelah mereka sepakat menjadi teman sebangku, mereka melanjutkan langkahnya menuju ke ruang kelas barunya.


Sesampainya di kelas Lala menunjuk meja dekat jendela " zor disana aja, enak deket jendela" zora pun menyetujuinya.


"humm iya lumayan bisa nyuri pandang kalo bosan belajar" niat Zora untuk malas belajar sudah terdeteksi dini hari.


Tak lama bell masuk pun berbunyi, para murid pun kini duduk rapi dibangkunya masing-masing. Setelah Bell berhenti hanya berjarak 2 menit seorang guru dengan pakaian rapi dangan seragamnya yang berwarna hijau army datang lalu memperkenalkan dirinya.

__ADS_1


"pagi semuanya" sambutannya pun di jawab serentak oleh Zora dan semua teman sekelasnya


"perkenalkan nama saya Susi Hartini, kalian bisa panggil saya bu Susi saja, saya disini sebagai walikelas kalian, jadi jika nanti ada apa-apa kalian bisa satangi saya di ruang guru, atau mau hanya sekedar berkonsultasi juga boleh" panjang lebarnya perkenalan bu susi yang kini bertugas sebagai walikelas dari kelas Zora.


Bu Susi pun mengabsen satu persatu anak muridnya itu, meneliti wajah mereka masing-masing. walau tak langsung kenal tapi setidaknya mengingat beberapa bukan hal yang buruk.


Setelah selesai sesi perkenalan nama satu sama lain, kini mereka pun mulai berbincang-bincang dengan sesi tanya jawab. Bahkan dalam pertanyaan mereka ada yang serius ada juga yang hanya bercanda, hingga menimbulkan galak tawa dari teman lainnya.


Lama mereka saling berkenalan hingga tak terasa jam istirahat sebentar lagi berbunyi. Sebelum bell istirahat berbunyi Bu Susi terlebih dahulu menutup sesi perkenalannya dan pamit menuju ruang guru, karena iya harus menyiapkan materi yang setelah istirahat selesai bu susi punya jadwal mengajar di kelas lain.


sebelumnya Bu Susi sudah membentuk organisasi kelas telebih dahulu. Dan sebelum meninggalkan kelas iya beramanat pada ketua membuat group chat kelas dan membagikan jadwal belajarnya pada group.


.


.


.


"zor, la isi ini kalian berdua aja yang belum ngisi data ini" data yang didalamnya nomor WA


"buat apaan jar?" lala yang penasaran kenapa Fajar meminta nomor kepada mereka berdua


"isi aja buat bikin group kelas, biar nyat kalo ada informasi apa-apa tinggal masukin ke group jadi ga ribet" jelas Fajar pada Lala


"nih" zora dan Lala selesai menisi data


Tak butuh waktu lama karena hanya mengisi nomor telepon saja yang digunakan sebagai nomor pada WhatsApp.


"ok makasih gua masukin group ya" zora dan lala mengangguk mengizinkan.


"oh ya Zor lo mau ekskul apa ntat?"

__ADS_1


"ga tau deh gua penasaran sama Ekskul Marching Band tapi gua pengen ikutan paskibra, jadi gua bingung, kalo bisa masuk dua duanya ya gua masuk keduanya."


"lo ga cape apa punya ekskul 2 Zor"


"ga lah, suka aja lebih menangtang soalnya. tapi ngomong-ngomong lo sendiri mau ikut ekskul apa?"


"hehe ga deh gua mah ga ikutan ekskul apa-apa, ga bakalan kuat gua mah yang ada ntar malah pingsan gara-gara kecapean"


"lo mah, makanya banyak gerak biar jadi kebiasaan, biar ga gampang sakit juga"


"lo enak banyak gerak tapi masih kuat, lah gua jalan kaki 500 meter aja kayanya langsung pingsan saat itu juga"


"bukannya hari ini ada kumpulan ya ekskul Marching?"


"heem gua liat pengumumannya tadi di mading sekolah, kumpulannya ntar abis pulang sekolah, ya ga langsung latihan sih cuman sekedar perkenalan itu inti dari yang gua baca"


"zor gua ke si tata bentaran ya mau pinjem dulu kaca" berdiri dari bangkunya dan menuju meja ke 3 dari tempat duduknya.


Zora yang kini ditinggal sendiri di mejanya itu menatap lurus ke luar jendela. Terlihatnya pemandangan taman kecil yang diisi oleh tanaman hias dan beberapa tanaman lainnya yang memenuhi tanah yang mungkin panjang sepanjang kelas dengan lebar hanya 2 meter kurang lebihnya.


Saat memandang ke depan jendela mata Zora ditunjukan pada arah kelas XI teknik 1 dimana seniornya belajar. pandangannya sangat jelas karena hanya disekat oleh taman kecil yang posisinya ada di tengah kelas Zora dan kelas XI teknik 1. Bahkan Zora pun dapat melihat jelas aktifitas kakak kelasnya tersebut dengan jelas.


Zora sepertinya akan mendapat hobi baru sekarang. Yaitu menatapi jendela, karena kini saat Zora menatap ke jendela entah kenapa perasaannya sangat terasa tenang. Dan sepertinya iya merasa akan melakukan hal ini berkali-kali sambil menenggelamkan pikirannya.


Saat Zora tenggelam dalam pikirannya sambil menatap lurus keluar jendela, Zora tengah memutuskan mulai hari ini dia akan bersikap lebih tenang dari sebelumnya. Apapun yang terjadi kini dia tengah melangkahkan kakinya ke dunia menuju dewasa, yang dimana mau ga mau akan dihadapkan dengan berbagai macam pilihan.


Zora tak ingin nantinya salah memilih, jadi dia akan lebih teliti dalam membuat keputusan agar dia tak menyesali setiap keputusan yang Zora buat. Ya walaupun tenang dalam artian mudah bergaul juga.


Tapi memang apa bagusnya menjadi tenang?


Entah lah tapi bagi Zora disinilah kisahnya dimulai, disaat dia dengan sendirinya tanpa ada angin atau hujan berkukuh pada pendiriannya untuk menjadi seorang yang lebih cuek safn tenang.

__ADS_1


Dan siapa sangka kisah ini mungkin sejarah terhebat dalam kehidupannya. walau kedepannya masih banyak hal-hal yang akan terjadi.


__ADS_2