
"hiks makasih bu, kami minta maaf jika selama ini nyusahin ibu" ucap selin teman kelas Zora sambil menangis terharu sekaligus senang.
deru tangis terdengar menggema di sebuah gedung dalam acara pelepasan atau perpisahan. Kini Zora dan teman satu angkatannya telah selesai melaksanakan graduation. Sedih sekaligus senang bercampur aduk menjadi satu. Masanya kini mereka yang merupakan teman seperjuangan selama tiga tahun ini akan berpisah dan melanjutkan pendidikan baru. Dan senangnya adalah kini mereka telah lulus dan akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu Sekolah Menengah Akhir maupun Kejuruan.
Begitupun dengan Zora, kini ia telah diterima di sekolah yang sudah disepakati sebelumnya bersama mamanya yakni sekolah dimana dulu kedua kakanya belajar disana.
Dalam rangka graduation ini Zora dan teman-temannya akan mengabadikan sebuah moment untuk mereka kenang.
Setelah mereka disinukan dengan menangis dan berpelukan, kini tiba saatnya mengabadikan moment dengan berphoto bersama. Satu persatu teman Zora menghampirinya mengajak untuk mengambil gambar agar bisa diabadikan di sosial medianya.
kini giliran Yadi yang menghampiri Zora.
"mau apa lo?" dihampirinya Zora oleh Yadi
"mau photo berdua" dijawab Zora dengan gelengan kepala
Keras kepala juga ternyata Zora, kirain cuman bercanda. Ternyata Zora memang tak ingin berphoto dengan Yadi, ya alasannya karena pada akhirnya Yadi akan menjaili zora.
Dipaksanya Zora untuk merekam kenangan mereka dalam sebuah gambar. Dan sepeti yang Zora duga hasil dari jepretan Yadi memang sengaja agar Zoranya terlihat jelek di kamera. Lalu Yadi dengan senyum jailnya berniat mengupdate photonya di sosial media milik Yadi dengan men-tag Zora.
"yadi lo ya bener-bener, hapus ga?" teriak Zora kesal melihat hasil photonya yang di update di sosial medianya Yadi saat muka dia ga connect.
Bukannya mengiyakan Yadi malah balik ngeledek Zora. yang alhasil mereka malah jadi saling kejar-kejaran.
"hah hah hah zor.. udahan cape.." nafas Yadi tersengal karena lelah berlari.
"ya udah hapus makanya" seru Zora yang juga ikut ngos-ngosan
"tapi ga mau wleee" Yadi memasang wajah mengejek
Tanpa aba-aba Zora hendak merebut handphone Yadi yang kini tengah iya genggam. Namun dengan refleks yang cepat pula Yadi mengangkat tangannya keatas agar Zora tak bisa meraih handphone yang ada dalam genggamannya itu.
"Yadi hapuus" Zora mulai merengek
jika kaya gini akan belibet nantinya, niatnya Yadi becandain Zora agar dia setuju untuk kencan dengan Yadi. Tapi kalo Zora keburu ngerengek buknnya kecan malah males ketemu dan ngambek berminggu-minggu. Sebelum rengekan Zora kembali keluar kini Yadi sudah pasrah mengalah, eits tapi tak segampang itu pula Yadi mengalah.
"iya iya nih gua hapus, tapi dengan syarat" menaik turunkan alisnya
merasa tak sanggup lagi menggapai handphone yang Yadi kepalkan ke atas Zora menyerah dan mengiyakan syaratnya "ya udah apa syaratnya?" dengan suara yang melemah karena merasa kalah
"kencan ama gua"
"ah ga mau, mending diem dirumah nonton"
"astaghfirullah Zora, cuman sekali doang ga bakalan lama Zor beneran deh. lagian gua yang traktir semua yang lo mau deh ya ya ya"
"lo traktir?, ga lama?, seriusan?"
"iya Zora, ya itung-itung perpisahan juga kan ga tau lagi kapan gua bisa ketemu lo"
"emang kapan lo berangkat?"
"besok subuh"
"ngedadak?"
"ga ngedadak emang udh direncanain dari dulu berangkatnya abis beres wisuda"
"iya udah iya jam berapa ntat ketemuannya?" dimana?"
"ditaman deket alun-alun disana banyak cafe yang enak-enak, gua tunggu jam 4 sore ok" setelah rencananya terlaksana Yadi berlari meninggalkan Zora kembali ke kerumunan teman lelakinya. Dan Zora juga mengikuti acaranya sampai dengan selesai.
.
__ADS_1
.
.
Awalnya Zora malas untuk mengiyakan, seperti yang ia katakan mending dirumah nonton ga panas-panaan. Tapi zora juga peka terhadap keinginan Yadi. Ya lagian selagi Zora ga dirugiin kan ya udah toh Zora juga ga tau kapan lagi akan ketemu sahabatnya itu. Karena kesibukan masing-masing ditambah Yadi yang bersekolah di pesantren, jangankan liburan keluar dari sekolahannya aja pasti ketat.
"cuman berdua aja nih?" menghampirinya Zora pada lelaki yang duduk di bangku taman tengah asik memainkan handphonenya
"ya iya lah Zora namanya juga kencan ya berdua kalo bertiga yang ke 3 setan Zor"
"ya udah ayo jadinya mau makan dimana? panas nih"
"zor matahari ga akan bisa ngebunuh lo secara langsung hanya karena sekali keluar rumah, emangnya lo vampire zor?"
"banyak omong, ayo buruan" Zora mulai gerah karena tak disangka matahari sore bisa menyengat juga panasnya.
"ya udah ayo, gua tadi udah datang ke cafe udah pesen makanan sama tempat juga"
"kalo gitu ngapain lo janjian disini kan bisa langsung ke cafenya Yadi"
"iya kan takut lo ga tau makanya gua keluar jemput dulu li, zor bener ya gua sumpahin lo dapet cowo yang nempel nempel terus sama lo ga bisa lepas. jadi orang ga ada romantis romantisnya"
"jangan ngomong mulu ayo jalan"
"iya iya"
Zora dan Yadi melangkahkan kaki menuju cafe yang tadi sudah di pesan Yadi. Tempan cafenya tak jauh dari taman yang tadi dijadikan tempat ketemuan, hanya menempuh 10 menit jalan.
Sebenarnya Yadi bisa saja bawa motornya agar bisa romantisan di motor. Tapi tidak dengan Zora jika Yadi bawa motor yang ada Zora duduknya malah ingin berjauhan dan mentok di ujung jok motor.
Jadi Yadi memilih untuk berjalan kaki saja, baginya itu juga romantis bisa jalan sambil ngobrol bareng Zora. ya walau perasaan itu hanya cukup sirasa oleh Yadi saja, tapi seenganya kalo jalan Zora tak terlalu menghindar sari Yadi.
Setelah asik berbincang akhirnya mereka sampai di cafe. jarak 10 menit ternyanya benar-benar sebentar.
"duduk Zor" menggeser kursi yang akan diduduki Zora
Makanan yang dipesan oleh Yadipun datang kini mereka tengah menikmati cake kesukaan Zora dengan minuman yang tak terlalu manis juga kesukaan Zora, sambil berbincang hal-hal random.
"Zor lo ga sedih apa? bentar lagi gua jadi anak santri Zor" menampakan wajah sedihnya
"ga biasa aja, yang ada gua seneng ga ada yang ganggu lagi"
"maka dari itu lo ga sedih apa nyar ga ada yang ngajakin lo pacaran lagi, nembak lo, usilin lo"
"ya bagus tenang idup gua"
"iya sih mending jangan pacaran ntar kita langsung ta'aruf aja"
plak
Terdengar nyaring tamparan Zora pada lengan Yadi. "ngadi ngadi lo" tanpa merasa bersalah melanjutkan makan cakenya.
"canda Zor ya ampun enteng bener itu tangan ngegeplaknya, gua kasian sama cowo lo ntar Zor" sambil mengelus lengannya yang kesakita
"bodo amat itu mah urusan cowo gua ntar" lagi-lagi Zora tak ingin ambil pusing
mereka berdua pun saling melemparkan candaan. Sebenarnya Zora itu tak terlalu terbuka orangnya, nanmun saat berada di sekitar orang yang bikin dia nyaman dia akan berubah jadi orang yang asik.
"ngomong-ngomong jam berapa lo besok berangkat?"
"kenapa lo udah kangen gua?" Zora hanya menyipitkan matanya " oalah terharu sekali gua seorang Zora kangen gua, belum juga berangkat lo udah kangen gua aja" nada bicaranya Yadi agak tinggi, hingga semua pengunjung cafe menatap mereka berdua
"berisik Yadi lo ih, malu tau diliatin banyak orang, udah ah gua pulang aja" ancam Zora yang merasa malu karena jadi pusat perhatian di cafe
__ADS_1
"eh eh iya iya udahan jangan balik kan kapan bisa ngedate bareng lo kaya gini!"
"kalo lo udah kaya oppa oppa korea"
"yah tua dong gua" maksud yadi opah panghilannya untuk kakeknya
"udah tua lo sekarang juga" Zora tersenyum kembali
"nah gitu dong senyum jangan cemberut kaya tadi jelek"
"gua kaya gini ngalah karena tau ga tau kapan lagi bisa ketemu lo, ya itung-itung perpisahan juga"
"jangan gitu Zor gua jadi sedih, kan masih bisa ketemuan zor kapan-kapan"
"iya tapi ga tau kapan" ledek Zora
"jangan gitu Kikin gua beneran sedih ini"
"lah kan emang iya yang gua omongin"
"iya juga sih, udah ah jangan bahas fokus ngedate aja udah "
"dih gaje "
Mereka derdua terus mengulang-ulang tawanya, hingga tak terasa waktupun berlalu begitu cepat dan jam kini menunjukan pukul 8 malam. Berasa terlalu lama diluar dan tak ingin membuat khawatir orang rumah akhirnya Zora meminta dirinya untuk pulang pada Yadi.
"udah ah pung yuk" ajak Zora
"ya udah ayo udah kemaleman nanti calon mertua gua nyari lo"
"sasar lo, gua pesen ojek online dulu"
"iya iya nyampe tumah ngabarin"
"dih siape lo" yadi hanya menggelengkan kepalanya
tak sampai 5 menit ojek online pesenan Zora datang, Zora pun naik ke jok, dan motor mulai melajukan mesinnya menjauh dari tempat Yadi berdiri.
Kini Zora pun tengah sampai dirumahnya dan pergi menuju kamar kesayangan itu. Sebelum melanjutkan rebahan Zora berniat membersihkan badannya terlebih dahulu. Belum juga Zora masuk ke WC kini benda pipih yang dari tadi dia genggam bergetar tanda ada panggilan masuk.
"apa lagi Yadi? belum puas lo?, masih kangen gua ya?" ucap Zora setelah menggeser tombol warna hijau di handphonenya lalu mendekatkan pada telinganya.
"ya ampun neng geulis jangan marah-marah wae, kan cuman mastiin udah nyampe apa belomnya"
"iya iya tau, udah nyampe barusan ini gua baru mau rebahan, tapi terasa lengket jadi mau mandi dulu"
"ikut"
"ikut kemana ari kamu"
"ga jadi"
"dih ga jelas, ya udah badan gua udah ga enak mau mandi dulu eh tapi ngomong-ngomong besok jadinua berangkat jam berapa lo tadi ga jawab"
"ga usah tahu, lo masih tidur Zor "
"oh berarti pagi buta lo berangkatnya"
"pinter juga sahabat gua ini, ya udah sono mandi terus istirahat"
"iya ini mau, ya udah matiin panggilannya"
"iya iya gua ngerti, mer istir Zora sayang, babay"
__ADS_1
"bye" Final Zora tak merisihkan candaan temannya itu, karena iya tahu kapan lagi temannya akan seperti itu
Zora pun melangkah kakinya ke kamar mandi dan pergi membersihkan dirinya sebelum istirahat dan tidur. karena hari ini Zora sangat kelelahan jadi jam 10 malam Zora sudah merasa mengantuk.