
"oh ya sebelum penutupan, karena sebentar lagi memasuki bulan puasa jadi sebelum bulan puasa datang gimana kalo kita bikin acara makan bersama, kuta rundingkan waktu dan tempatnya" ucap Ketua OSIS
serentak semuanya antusias ingin menghadiri acara dan tak sabar untuk hari dimana acara tersebut diselenggarakan.
"ok jangan ribut, kita diskusikan sama-sama masalah waktu dan tempatnya" teriak kembali ketua OSIS untuk menenangkan keadaan
Pada akhirnya kesimpulang waktu dan tempatnya jatuh pada hari Jumat ini karena waktunya sudah mepet dan anak-anak yang lainnya tak bisa jika tidak di hari Jumat. Dan masalah tempat semuanya menyerahkannya pada ketua OSIS mau dimanapun tak jadi masalah bagi mereka.
Ketua OSIS berunding dengan Taufiq sahabatnya dan mendapatkan keputusan bahwa tempatnya akn diselenggarakan di rumah kediamannya Taufik. Final dari keputusan Ketua OSIS.
"untuk kalian yang tak tahu posisi rumah ka Taufik bisa berkumpul pas hari Jumat setelah Jum'at an di ruang multimedia, apa sampai sini ada yang mau ditanyakan?"
semuanya terdiam tandanya sudah mengerti dan tak bersabar ingin segera hari Jum'at. memang acaranya sederhana dan tak mewah, hanya acara masak-memasak dirumah kakak tingkat Zora namun kebersamaannya lah yang membuat mereka bersemangat. Karena akan ada banyak cerita dibalik acara tersebut yang menambah memori kenangan dimasa sekolahnya.
"karena tak ada pertanyaan seperti biasanya saya tutup pertemuan kali ini, assalamualaikum wr wb,, sampai jumpa ketemu lagi di hari Jum'at" ketua OSIS meninggalkan ruangan disusul dengan yang lainnya yang saling membubarkan diri.
"Zora ikut ga?" tanya Arju yang datang dari belakang menghampiri Zora dan Riswanti
"ga kayanya, ada acara " bohong Zora pada Arju yang langsung dilirik oleh Riswanti
sebab tadi saat rapat mereka berdua sudah antusias untuk mengikutinya, ya sebenarnya hanya Riswanti yang antusias. Awalnya Zora tak ingin ikut, dia terlalu malas untuk pulang malam nantinya namun karena paksaan dari Riswanti akhirnya mereka berjanji dan sepakat akan ikut.
"yah ga seru dong kurang orang " lesu Arju mendengar Zora takkan ikut
"kan masih banyak lainnya" Zora memberi isyarat pada Riswanti seolah kata-katanya adalah bohong. dan Riswanti memahami maksud Zora.
"yuk balik wat" ajak Zora para Riswanti
"ah iya ayo, ka Arju kita pamit pulang duluan ya. bye"
"ngapai bilang-bilang segala orang dia juga mau balik ayo buruan" ajak Zora terburu-buru
Hari ini memang Zora sangat terburu-buru dikarenakan film yang ia tunggu-tunggu hari ini akan tayang dan tak ingin ketinggalan beritanya. Jadi Zora ingin segera berada di kamarnya dan melakukan streaming.
"Zora tapi kan itu kakak kelas seengganya kita meski menghormatinya"
"gua tau kan bisa lain waktu Wati, Sekar Zora lagi buru-buru"
"pasti ada film baru" tebakan Riswanti
"nah itu tau" menaik turunkan alisnya sambil tersenyum jail
"hmm lo ini dasar, ya udah balik duluan aja, gua ada urusan bentar"
"ya udah kalo gitu gua duluan bye" berlari sambil melambaikan tangan meninggalkan Riswanti sendiri di sekolah, tentunya ada murid lain tapi mereka tak terlaku mengenal satu sama lain.
__ADS_1
Dan benar setibanya dirumah tanpa mengganti seragam yang Zora kenakan. Zora langsung membuka laptopnya dan membuka pemberitahuan update terbaru di layar laptopnya. Zora pun mulai streaming film yang dia tunggu-tunggu itu.
.
.
.
Malam jumat sebelum acara makan-makan digelar. Zora sempat berebut TV dengan nazeera, karena merasa bosan tontonan baru Zora belum tayang jadi dia harus menunggu tayang minggu depan itu pun jika tak ada kendala. ingin menonton yang sudah pernah ia tonton, Zora terlalu malas untuk hari ini dan berniat ingin menonton acara di TV.
"Naz kan lo bisa nonton dirumah lo sendiri, gantian nontonnya"
"dih gamau orang Nera mau nginep di rumah Ua yey"
melihat Zora dan Nera adu mulut dan malam-malam hanya membuat kegaduhan pun dihentikan oleh mama.
"udah udah, udah malem juga berisik nanti orang lain ke ganggu, Zora lagian kan kamu bisa nonton di laptop ngalah aja sekali ini" bukan yang pertama kali padahal tapi apa daya nasib orang yang lebih tua memang seperti itu.
"bosen ma, pengen nonton di TV"
"biasanya juga nonton di komputer kan"
"huuh ngalah sama anak kecil nanti bakal dapet keuntungan" merasa dirinya menang
"apa keuntungannya coba?"
"ngarang aja lu biasanya"
"udah udah bukannya kamu mau siapin bekel buat dibawa besok?"
"oh iya Zora lupa. Zora kebagian bawa sayuran besok,"
" sana siapin dulu ntar lupa lagi besok"
"iya udah Zora ke dapur dulu nyari sayuran"
Zora pun pergi ke dapur dan mengambil beberapa jenis sayuran mengumpulkannya dan menjadikannya se kantong besar.
Keesokan paginya Zora membawa kantong isi sayuran itu ke sekolah dan menyimpannya dipojokan kelas milik Zora. Banyak pertanyaan yang dia dapatkan dari temannya karena kantong tersebut, namun dengan bodo amatnya Zora, Zora mengabaikan semua pertanyaan yang terlontar padanya.
sampai pelajaran selesai dan jam sekolah sudah beres. kini Zora tinggal menunggu bubar Jumat an di mesjid. sambil menunggu dengan yang lainnya Zora menyempatkan tidur di ruang multimedia dengan menempelkan pipinya pada meja.
"Zora lo bohong katanya ga ikut" Zora yang tertidur kini terbangun karena teriakan Arju
"berubah pikiran" zora mengumpulkan nyawanya sambil mengucek matanya
__ADS_1
"kembali ke tempat masing-masing" pinta Ketua OSIS yang baru saja datang
"apa semuanya sudah kumpul ju?" tanyanya pada Arju
"sipp bos" jawab Arju
"ya udah kita berangkat sekarang" semuanya pun bersiap-siap untuk berangkat
"saya sudah booking 1 mobil, cukup untuk semuanya, sisanya nebeng sama yang bawa motor "
semuanya keluar dari ruang multimedia dan nenuju ke parkiran sekolah yang sudah terdapat mobil bookingan ketua OSIS. walaupun hanya mobil angkutan umum, setidaknya muat untuk 14 orang masuk kedalamnya.
Zora, Arju, Riswanti dan yang lainnya pun memasuki mobil Angkot tersebut yang di dalamnya hanya ada 14 orang bersama supir. sisanya mereka manaiki motor dan sebagian sudah ada disana.
"ka, ka Vian ga ikut?" tanya Zora pelan pada Arju malah hambir berbisik namun masih terdengar oleh Arju.
"ga tau" yang ditanya masih sedikit ngambek karena Zora membohongi dirinya
Tak ingin membahas lagi Zora pun mengalah dan hanya bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
Dan sesampainya di rumah Taufik ternyata Vian sudah terlebih dahulu sampai di tempat, karena bareng berangkat dari sekolah ke rumah Taufik dengan Taufiknya langsung menggunakan sepeda motor.
acara masak-memasak pun di laksanakan dan kini mereka tinggal menikmati hasil dari masakan yang mereka masak.
"jadi ke inget dulu, lo pernah gua suapin pas acara makan-makan tahun lalu," Arju mengenang memori masa lalu dengan bermaksud memanas-manasi Zora.
yang diajak bercanda pun menanggapinya, "iya itu mah ga sengaja gara-gara tantangan aja"
"iya iya tau, tapi enak juga kan?, mau lagi ga lo?"
"dih ogah mending sama ayang Taufik sekarang mah dari pada sama lo, ntar gua ikutan sengkleknya kaya lo" bercanda ka Dini
Zora yang dipanasi merasa baik-baik saja, malah merasa risih ketika yang lainnya beranggapan jika itu hal yang romantis. Tak ingin ambil pusing Zora pun melirik Vian dan tersenyum manis ketika Vian ikut melontarkan candaannya.
"euy jangan liatin senyum manis itu sama orang lain" refleks Arju berkata seperti itu melihat Zora tengah. tersenyum manis pada orang lain
"apa sih terserah gua lah"
"aahh bener juga serah lo deh," lain dikata lain dihati
Karena hari sudah malam acara pun dibubarkan karena khawatir terlalu kemalaman. mereka kembali menaiki angkot yang tengah di booking oleh Arju untuk pulang ke rumah masing-masing.
Demi apa kini Zora tengah berbunga-bunga, masanya kini Vian ikut pulang diangkot yang di tumpangi Zora. Dan duduk bersebelahan dengan Zora. Entah apa yang di katakan orang lain selama perjalan, Zora tak bisa mendengarnya karena terlalu sibuk mendengarkan detak jantungnya yang melaju begitu kencang.
"berhentilah nanti orang lain mendengarnya" gumam Zora pelan dan tak terdengar orang lain
__ADS_1
Hal baru yang Zora ketahui jika rumah mereka itu searah.
Dilain sisi Arju melihat sorot mata Zora yang selalu tertuju pada Vian merasa sedikit terusik.