Lucky Star

Lucky Star
BUKAN SEKEDAR MENGAGUMI


__ADS_3

"Zora kita dicari ka Agung katanya" terdapat Rahmat yang masuk ke kelas Zora tanpa permisi


"ngapain?"


"ga tau ketua divisi ada rapat katanya, ya udah kita samperin aja dulu"


Dengan malas mau tak mau Zora harus berdiri dari kursinya dan pergi menuju rapat yang dimaksudkan oleh Rahmat tadi.


sesampainya di di ruang multimedia yang dijadikan tempat untuk rapat ketua divisi di Marching. Zora yang baru datang oun ikut bergabung


"karena semuanya sudah berkumpul, kita mulai rapat hari ini" merasa semua perwakilan sudah datang


Dikarenakan 2 bulan lagi akan diadakannya perlombaan pentas maka latihan semakin diperketat. Tentu saja mendapatkan banyak protes dari anggota, karena itu diperlukannya rapat. Dan Agung sang ketua pun mengambil jalan tengahnya. Dengan tanggung jawab masing-masing ketua divisi untuk memberikan materi.


Dan saat latihan nanti mereka hanya tinggal menggabungkan materi yang sudah mereka pelajari sebelumnya. Nambah lagi beban yang harus Zora tanggung.


"jelas sampai disini?" pertanyaan Agung tak ada yang menjawabnya sama sekali


"saya rasa semuanya sudah pahan, kalau tak ada pertanyaan lagi rapat saya bubarkan kita ketemu lagi besok dengan materi yang yang sudah dipelajari, ingat tugas ketua divisi membagikan materi dan mengajarkan sampai waktunya hari selasa berlatih mereka sudah siap"


Memang terkadang mendjadi ketua itu enak hanya tinggal merintah tanpa memberi solusi. Itulah yang dipikiran Zora saat ini, bagaimana caranya Zora mengajari temannya disaat Zora mempunyai banyak kesibukan pula. Memang tugas Zora hanya menyampaikan apa yang diminta oleh ketua. Tetapi masalahnya tak semua orang akan langsung menerima materi yang akan Zora sampaikan dengan cepat.


Tanpa ambil pusing Zora mengambil kertas materi dan hendak membagikannya ke setiap anggotanya yang berbeda kelas. Kini Zora harus menelusuri setiap kelas hanya untuk membagikan kertas materi yang besok sudah hrus mereka hafal.


Saat membagikan kertas dan menjelaskannya, banyak protesan dari temannya. Mau giaman lagi Zora pun ingun menolak tapi ini keputusan mutlak dari sang ketua. Zora memberikan pemahaman ke setiap anggotanya, dan dia menyarankan untuk bertanya jika ada hal yang tak mereka mengerti dan mencarinya bersama-sama.


.


.


.


Karena ini haru Senin sepulang sekolah Zora pasti ada rapat anggota OSIS. Namun Untungnya adalah rapat tersebut hanya berjalan sebentar, dan kini rapat sudah dibubarkan.


Begitu pula dengan Zora setelah rapat bubar Zora berdiam dikantin sekolah sambil melihat murid laki-laki yang tengah bermain bola.


Dengan inisiatifnya zora membuat group chat di handphonenya khusus untuk mengejar materi untuk latihan Marching. Group pun ramai oleh protesan dari temannya yang tak memahami materi untuk latihan.


Dengan sabar Zora mengajarkan satu persatu dari temannya sampai mereka paham. Kalau mereka pahamkan beban Zora berkurang walaupun hanya sedikit.

__ADS_1


.


.


.


Keesokan harinya Zora hampir terlambat menuju sekolah, karena semalaman harus mengajarkan satu persatu anggota divisinya Zora.


Pagi-pagi sambil menahan kantuk, seperti biasa untuk membalikan semangatnya Zora melihat ke arah luar jendela dan menemukan sosok orang yang membuat hatinya dag dig dug tak karuan.


"zor lo tumben dateng siang, 1 bulan terakhir ini kan lo biasanya juga masuk pagi. Jangan-jangan lo udah sadar lagi ya?, makanya lo masuk aga siangan lagi" sapa Lala yang menyadarkan Zora


"huusstt berisik. gua lagi males bahas" Zora menempelkan pipinya pada meja.


"zor lo baik-baik aja kan?", " lo kaya orang kurang tidur aja liat itu mata udah item kaya mata panda"


"gua ga baik-baik aja La, sekarang gua butuh berhibernasi selama seharian tapi ga ada waktu"


"lo ada ada aja. hibernasi dikira lo sendi si tupai kali harus hibernasi.",, "tapi ngomong-ngomong Zor tugas matematika udah lo kerjain belum?" tak ingin mengeluarkan suara Zora hanya mengangguk


"nyontek dong" Zora sudah tahu niatan dari teman sebangkunya itu, dan mengeluarkan buku catatannya.


"lo Zor kali ini jangan nyari ribut lo , nilai lo di kurangin aja baru tahu rasa lo"


"iya iya udah buruan, ntar keburu dateng gurunya"


Lala dengan cepan menyalin semua tulisan Zora. Tetapi dengan sebagian sengaja tak iya salin takut ketahuan hasil dari contekan.


Entah kapan Zora mengerjakan tugasnya melihat dia yang sangat sibuk seharian mengajarkan temannya dalam mengejar materi. Tetapi yang jelas Zora sudah mengerjakan tugasnya.


Bell masuk berbunyi, kini Zora tengah fokus terhadap guru yang sedang mengajar di depan papan tulis. hingga tak terasa proses belajar mengajarpun selesai dan kini waktunya Zora dan yang lainnya beristirahat.


"Zora kata ka Arju bales chatnya, penting" zora yang tengah tetidur dengan menempelkan wajahnya di meja pun terbangun.


"tau nomor gua dimana?" dengan matanya yang masih ngantuk


"ga tau. lo tanya aja sendir orangnya, ya udah gua cuman mau nyampein itu doang, gua balik kelas bye"


Zora membuka handphonenya sesuai permintaan dari Arju, takutnya ada hal penting yang ingin disampaikan masalah latihan. Namun terherannya Zora saat melihat isi pesan dari Arju hanya "save Arju"

__ADS_1


"gini doang?, aaahhh kukira ada pengumuman penting apaan gitu, ga jelas banget


Merasa tak ada yang penting zora kembali menyimpan handphonenya ke dalam saku roknya. Dan melanjutkan tidurnya sebelum zia akan beraktivitas kembali.


sebelum tertidur tak sengaja mata zora melihat seorang lelaki yang berjalan diluar kelas Zora, namun terlihat dari jendela. Tengan melintas tanpa permisi membuat kantuk Zora langsung hilang.


Zora terbangun tiba-tiba membuat Lala terkejut setengah mati.


"zor yang bener aja tidur ya tidur jangan ada acara ngagetin segala" Lala memegang dadanya yang masih berdetak kencang karena terkejut.


Lala pun dengan seribu bahasanya dia kini tengah mengoceh memarahi Zora, tetapi orang yang diceramahinya malah tak acuh, dan mengabaikannya.


"zor heloo lo dengerin gua ga?" Lala menggoyahkan badan Zora untuk menyadarkan Zora


"la gua mau tanya,, kalo misal nih lo suka sama seseorang trus biasanya cuman bertahan palingan 3 haru atau lamanya 1-2 mingguan, tapi kaki ini beda udah hampir 2 bulan lo masih suka orang itu,, itu tandanya apa?"


"ya ampun ditanya malah balik nanya. mana di abaikan lagi pertanyaan gua,"


"ya elag iya iya gua dengerin lo tadi", "jadi giaman?"


"Zor lo menyukai seseorang belum 3 bulan sama sekali, ya belum dikategorikan suka sama sekali bisa jadi lo cuman kagun doang"


"gua tahu, tapi hati gua rasanya berbeda, cuman denger namanya doang aja langsung semangat."


"makanya buruan pacaran, puas puasin mumpung masih muda, ntar kalo udah tua mau lo jadi tua tua tapi genit?" Zora menggelengkan kepala


"ya makanya buruan cari pacar"


"gua serius"


"gua juga"


"la..."


"iya iya deh, iya.. lo tunggu aja, kalo misal lo sakit hati saat liat dia deket cewe lain ya kurang lebih perasaan lo itu bukan sekerdar suka lagi. melainkan merasakan jatuh cinta, karena tak semua perasaan cinta itu dirasakan ketika senang jada, melainkan saat bersedihpun akan menyadarin perasaan itu, dan cara yang ampuh adalah ketika kita sedang dalam mode cemburu.


pucuk dicinta ulam pun tiba. kini Vian tengah mengobrol dengan para wanita yang menghampirinya. Ada perasaan sedikit kesal pada diri Zora namun dia menenangkan persaannya karena kini Zora bukan siapa-siapa Vian.


setelah iya merilekskan diri pun zora memegang dadanya dan baru menyadarinya jika perasaannya kini bukan sekedar mengagumi. namun sudah di tahap menyukai.

__ADS_1


__ADS_2