Lucky Star

Lucky Star
AWAL


__ADS_3

"pengumuman untuk para anggota marching band diharap berkumpul di ruangan multimedia saat jam istirahat tiba sekali lagi


Pengumuman untuk para anggota marching band diharap berkumpul di ruangan multimedia saat jam istirahat tiba" ucap seseorang yang terdengar dari speaker pengumuman


Lala yang mendengar pengumuman itu langsung menyenggol lengan Zora, dikarenakan Zora dari tadi hanya melamun menatap jendela.


"Zor lo denger pengumumannya ga?" tanya Lala sambil menyenggol lengan Zora dan Zora tersadar dari lamunannya.


"pengumuman apa?" malah balik nanya


"udah gua duga lo ga denger Zor" perkiraan Lala benar " tadi ada pengumuman katanya anak marching pas jam istirahat disuruh kumpul di ruang multimedia " jelas Lala dan Zora pun mengangguk mengiyakan


"kalian berdua kalau hanya ingin mengobrol dan tak memperhatikan pelajaran saya silahkan keluar " kesalnya pa Ahmad karena saat menerangkan materi mendengar ada yang berisik di pojokan dekat jendela.


"lo sih Zor acara ngelamun segala" Zora terheran


"kan lo yang berisik Lala " lala pun hanya tersenyum canggung pada Zora


Karena jam pelajaran sedang berlangsung, Lala pun kembali fokus pada Pak Ahmad yang sedang menerangkan materi di depan. Terkecuali Zora iya meneruskan kembali lamunannya menatap jendela kelas.


Setelah 1 jam Pak Ahmad menyampaikan materi pembelajaran, kini Pak Ahmad menyudahi pertemuaanya. Yang dimana 5 menit lagi jam istirahat akan berbunyi. Dan pak Ahmad pun berjalan keluar dari kelas Zora.


"Zor lo merhatiin materi yang dikasih Pak Ahmad ga?" Zora mengangguk pelan


"serius, trus lo ngerti apa yang dijelasinnya" Zora kembali mengangguk


"serius lo?, perasaan dari tadi gua liat lo kerjaannya cuman ngelamun doang zor" Lala merasa curiga dan merasa Zora belum mengerti apa yang dijelaskan tadi oleh Pak Ahmad.


Toh Lala saja yang memeperhatikan masih bingungnya dengan penjelasannya. Karena ini sekolah kejuruan jadinya semua pelajaran yang mereka pelajari pun adalah hal yang baru juga.


"gua ga percaya coba lo ulang apa yang tadi Pak Ahmad jelaskan?" menantang ingatan Zora


"hmmm" Zora menarik nafas panjang "guaa ga bisa jelasim secara detailnya, tapi gua ambil kesimpulan intinyaa obat itu adalah racun"


Lala semakin tak mengerti maksud dari pelajaran yang iya dapati itu. Zora sadar jika teman sebangkunya itu masih bingung dengan pelajaran hari ini.

__ADS_1


"udah mending lo baca aja nyampe apal itu materi" merasa Lala kesusahan


"tapi panjang Zor "


Tak ingin ambil pusing Zora membalik bola matanya malas dan menempelkan pipinya pada meja menunggu jam istirahat datang. Dan tentang teman sebangkunya itu setidaknya Zora udah kasih saran.


Belum 1 menit Zora nempelin pipinya di meja suara bell istirahat udah berbunyi. Jadinya jora harus terbangun dan mengikuti arahan pengumuman tadi menuju ruang multimedia karena sekarang Zora resmi jadi anggota dari ekskul Marching Band.


saat Zora sudah tiba di ruang multimedia, zora terkejut karena didalamnya ternyata sudah banyak orang, dan hampir penuh, bahlan Zora ga kebagian tempat untuk duduk.


karena ini masih jam sekolah jadinya rapat dadakan itu hanya diselenggarakan selama 10 menit saja. Tak banyak yang dibahas, hanya pembagian jadwal latihan saja. Yang dimana jadwalnya sudah di print dan sudah di photocopy atau di perbanyak. Jadi sang ketua hanya membagikan selebaran kertas yang isinya jadwal latihan.


Setelah menerima selebaran merekapun membubarkan diri pergi ke kelas masing-masing. Begitu juga dengan Zora kini Zora tengah berada di lapangan hendak menuju kelasnya. Karena jarak ruang multimedia dengan kelasnya harus melewati lapangan terlebih dahulu.


"owoowowowoo" terlihat seorang pria tengah mengendarai sepeda dengan tak seimbang.


"Zora awas ketabrak" tarik seorang wanita yang sepertinya mengenal Zora tapi dia bukan teman sekelas Zora


"ah makasih ka Siska" bersyukur Zora pada seniornya yang bernama Siska


"woy Arju hati-hati makanya kalo maen sepeda" berteriak pada Arju yang tadi mengendarai sepeda " lo gapapakan Zor?" lanjutnya lagi sambil mengecek keberadaan Zora


Karena saat tadi ditarik Zora sempat menabrak tembok yang permukaannya kasar.


"gapapa ko ka, aneh ko maen sepeda di lapang sekolah sih mana masih jam pelajaran juga!" Zora terheran


"lo ga usah pikirin zor dia mah emang gitu orangnya suka jail"


"kaka kenal?" Zora merasa ka Siska mengenal dekat pria sepeda tadi


"hemm kenal, namanya Aarju kadang temannya manggil dia Aju, karena kerendomannya san orangnya sedikit aneh" Siska menceritakan Arju dengan semangat


"ka Siska dekat dengan ka Arju?"


"iya iya lah Zor lo mah suka aneh kan kita berdua satu ekskul, dia senior lo juga di MB"

__ADS_1


"oh kok Zora ga tau ya?"


"lo mah sibuk nempelin muka ke meja trus merem deh" goda Siska yang dimana setiap dia melirik Zora itu anak pasti lagi nempelin wajahnya ke meja sambil merem


"ko tau sih" tertawa garing


"ya iya lah tiap gua ngeliatin lo, lo pasti lagi tiduran, tapi anehnya tiap di kasih materi langsung hafal dalam sekali latihan" dengan nada tak percaya


"hehe, gimana lagi abis Zora ngantuk ka begadang semalaman"


"lo ini jaga kesehatan ntar malah sakit, ya udah gua balik kelas dulu Zor bentar lagi jam istirahat beres" melihat jam yang menempel pada tangannya dan pamit tiba-tiba


"iya ka, Zora juga mau balik lagi ke kelas"


"ya udah bye, kalo ntar ketemu Arju lagi langsung hajar aja Zor kalo ngeresein" Siska berteriak sambil pergi ninggalin Zora


Begitu juga Zora, ia melangkahkan kembali kaki menuju kelasnya. Saat di belokan dekat kelasnya, seseorang yang tadi di sapa Arju tengah mencegahnyabdi pertengahan perjalanan Zora.


"sorry tadi" Zora menjawabnya hanya dengan anggukan, karena merasa tak ingin memperpanjang masalah


"dimaafin ga nih?"


"apa maaf gua lebih penting?"


"ah sorry sorry lo ga kenapa-napa kan?" mengerti maksud Zora dari pada meminta maaf mending tanya kabar terlebih dahulu baru minta maaf.


"hemm ga papa,", "ka.." melirik kaki Arju mengartikan banyak hal


"apa?" Arju tak mengerti maksud Zora


"bisa minggur ga?, bentar lagi bell istirahat kelar" menunjuk kembali dengan wajahnya ke arah kaki Arju yang menghalang jalan.


"ahh iya iya, cewe ko dingin amat" Zora tak menggubrisnya lagi dan berjalan melewati Arju ketika kaki Arju digeser untuk membuka jalan.


"hei cantik mau ke kelas ya?" salah satu mulut kalimat manis yang keluar dari mulut Arju pada setiap perempuan yang melewatinya.

__ADS_1


Zora yang mendengar dari kejauhan hanya bergidik ngeri dan sempat mengumpat dalam hatinya "dasar cowo sialan, berani-beraninya ngalangin jalan, males banget harus ngeladenin orang kaya gini. mudah-mudahan ga ketemu sering-sering" tak ingin berurusan zora melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ke kelasnya


__ADS_2