Lucky Star

Lucky Star
PELANTIKAN


__ADS_3

"haaah" Zora memikirkan sesuatu "aahhh" teriak Zora saat lerlarut dalam pemikirannya


"Zor lo sehat?" bukannya menjawab Zora malah menghembuskan nafas beratnya.


begitupun dengan Rahmat yang duduk sebelah Zora mereka melakukan hal yang sama yaitu melamun dan berteriak ga jelas.


Nida yang ada di hadapan Zora melihat muka Rahmat dan Zora secara bergantian karena mereka berdua melakukan hal yang aneh secera bersamaan.


"haahh" Rahmat dan Zora mengeluh secara bersamaan dan hanya menghembuskan nafas kasar. Nida pun ditambah terkejut dengan setiap. pergerakan yang dilakukan Zora dan Rahmat yang senada dan berbarengan.


"ap yang sebenarnya terjadi sama kalian berdua, apa aku ketinggalan info sesuatu?" ucap Nida menyadarkan Zora.


Saat melamun Zora sedikit merengek seperti mau manengis. Nida tambah takut dengan melihat kondisi Zora yang seperti mau menangis lalu berubah memndadak menjadi tertawa.


"Zora lo bikin gua takut, udahan ah" Nida menggoyang-goyangkan badan Zora


"Zora sadar pelatih datang" timpal kembali Nida melihat pelatihnya datang dari kejauhan


Kini pelatih ikut memasuki lapangan yang di dalamnya sudah terdapat para peserta palantikan tengah berkumpul dalam satu tempat.


Acara pun dimulai, diawalai dengan pembukaan yang mendapat berbagai sambutan dari beberapa pelatih. Tak lupa para senior yang ikut yang ikut organisasi pelantikan tak kalah dengan pelatih, mereka juga menyampaikan sepatah dua patah kalimatnya untuk pembukan


Begitu juga dengan Arju kini giliranya yang terakhir menyampaikan pembukaannya. Ucapan salam pun ia lontarkan, tetapi tak seperti yang lainnya menyampaikan dengan panjang dan lebar penyambutan Arju hanya berbicara dengan singkat.


"tak perlu banyak kata lagi, kita mulai acaranya sekarang" ucap bingungnya harus berkata apa lagi setelam menyampaikan salam perkenalan.


"Arju jangan mulai gitu aja sampaikan sesuatu pada adik anggota baru kita" ucap Risma yang sengaja mencari perhatian


Arju tak merespon apapun. Bahkan saat matanya tak sengaja menatap Zora, Zora memberikan senyuman pada Arju. Dan Arju melihatnya namun mengabaikan Zora juga.


"sudah lah kita mulai saja acaranya"


Dan pembukaan pun selesai, acara berlangsung sesuai dengan rangkaiannya yang sudah dirancang. Sepanjang acara Arju mengabaikan Zora, benar-benar diabaikan sampai Zora yang menyapanya duluan pun Arju acuh. Zora merasa kecewa dengan sikap acuh Arju. Namun tak ingin ambil pusing Zora berniat mengabaikannya balik tetapi tak bisa.


Dan kini anggota pelantikan tengah sampai di tengah acara dengan jadwal yang berjudul 'have fun' yang isinya kegiatan penunjukan bakat setiap anggota baru.


Anggota baru wajib maju ke depan satu per satu lalu mempertunjukan keahlian yang dikuasainya. Dan Semuanya tengah menampilkan satu persatu bakat mereka kini giliran Zora, Nida dan Rahmat. Karena mereka duduk pling belakang jadi antrian mereka paling akhir.


Nida pun tampil di atas namun bingung harus tampilin apa aja, padahal di panggung kecil itu semua alat musik sudah lengkap disediakan begitu pun oeralatan lainnya yang memadai. Akhirnya diantara sekian banyak alat musik Nida hanya memilih untuk bernyanyi saja.


Dipertengahan pertunjukan Nida, Zora sudah menahan dari tadi ingin ke kamar mandi. Sekarang ia benar-benar tak tahan lalu meminta izin pada pelatih untuk kebelakang sebentar. Padahal sebentar lagi gilirannya maju, tapi apa boleh buat melihat tingkah Zora yang sudah tak bisa menahan lagi. Tak perduli diizinkan atau tidak Zora berlari menuju toilet.


Saat Zora dikamar mandi pertunjukan Nida selesai. Karena Zora tak bisa tampil sekarang, pertunjukan Zora fitunda sampi ia selesai. Dan untuk menghemat waktu dibiarkan Rahmat dulu yang tampil dan Zora tampil paling akhir.

__ADS_1


"aaahh" Zora bernafas lega seolah sudah mengeluarkan semua bebannya. Lalu kembali menuju lapangan


Saat menuju lapangan ia tak sengaja berpasasan dengan Arju yang hendak menuju toilet pula.


"ka mau ke toilet?" tanya basa-basi Zora


Arju tak menjawabnya dan hanya berjalan lurus menuju toilet. Sakit dirasa Zora karena diabaikan tapi Zora ingin bodo amat. Mungkin mood Arju hari ini sedang tak baik. Dan Zora pun melanjutkn perjalanannya.


Saat Zora sampai dilapang belum juga duduk Rahmat sudah mendapatkan tepukan tangan dari semua orang dan nama Zora pun dipanggil untuk tampil


Zora kini tengah berada di atas panggung dadakan yang dibuat oleh pelaksanaan pelantikan.


"apa harus melakikan ini?" gugup Zora di depan


"tentu saja" jawab ketua penyelenggara


"ah tunggu jangan dulu tampilkan keahlianmu kita berbincang dulu sedikit untuk menghilangkan rasa gugupmu" timpal kembali ketua pelaksana yang melihat Zora tampak gugup.


"tapi semakin lama disini zora justru makin gugup" jawab Zora dengan berani walau dia sedang gugup


"karena kau peserta terakhir aku hanya ingin berbincang, hanya perbincangan dasar apa tak keberatan?"


"baiklah tanyakan saja apa yang ingin ditanyakan , akan Zora jawab kalo Zora mau" Zora duduk dikursi yang ada di dekatnya dengan santai


Diujung matanya Zora melihat Arju sudah kembali ke lapangan lagi.


"apa yang akan kau tampilkan sekarang?" antusias Ketua pelaksana


"aku bingung dengan yang akan ditampilkan, tapi setelah memikirkannya, Zora akan memainkan gitar sambil sedikit bernyanyi" Zora sedikit percaya diri sekarang


"baiklah ini gitarmu" ketua memberikan gitar pada Zora "lagu apa yang akan kau tampilkan?"


"untuk masalah itu, giaman kalo dengerin langsung sekarang?"


"aku suka sikapmu, baiklah tunggu apa lagi langsung saja mainkan"


Zora langsung menyetel gitar akustik dan sedikit mencobanya. Tak lama Zora mulai memainkan sebuah lagu.


🎶 i can be tough~


i can be strong~


but with you~

__ADS_1


it's not like that at all~


there's a girl that gives a ****~


behind this wall you just walk through it~


and i remember all those crazy things you sad~


you left them running through my head ~


you're always there~


you're everywhere ~


but right now i wish you were here~


all those crazy things we did~


didn't think about it just went with it~


damn,damn,damn~


what I'd do to have you here,here here~


i wish you were here ~


damn, damn, damn~


what I'd do to have you near, near, near~


i wish you were here ~


~


~


~


i wish you were here ~


Zora melambat di akhir lagunya. Zora mengcover lagu dari Avril Lavigne yang berjudul Wish You Were Here untuk ia tampilkan dengan akustik gitarnya.


Diluat ekspektasi orang-orang ternyata Zora bermain gitar dengan bagus dan bernyanyi dengan baik. Hingga membuat surakan terkagum dari teman-temannya dan para seniornya tak lupa para pelatih yang menonton Zora.

__ADS_1


Arju apalagi, dia terkagum namun tetap mempertahankan wajah datarnya. Karena ia tahu lagu yang Zora nyanyikan itu untuk siapa. Namun anehnya diakhir pertunjukan mata Zora menatap mata Arju.


__ADS_2