
"persiapkan diri kalian diminggu ini, kita akan mendatangi sekolah-sekolah untuk membagikan brosur sekolah ke setiap SMP yang ada di kota ini"
pengumuman ketua OSIS yang mengenakan seragam putih abu untuk anggotanya, dilanjutkan dengan pembagian wilayah untuk perkelompoknya.
seperti yang dipintanya karena ini adalah hari dimana selesai masa ujian anak SMP maka para murid SMA terutama para anggota OSIS akan disibukan dengan pembagian brosur sebagai promosi sekolahnya.
......................
"Zora lo kalo ke sekolah cuman buat nonton mending ga usah sekolah dirumah aja" kesal Yadi yang liat Zora kerjaannya hanya fokus pada layar laptop dari pas Zora datang kesekolah hingga sekarang hendak jam istirahat.
"kan takut ada pengumuman penting Yadi" Zora yang berbincang dengan Yadi tapi matanya fokus pada layar laptop
Seperti hari sebelumnya anak kelas IX datang kesekolah hanya untuk mengisi absen saja. Ini adalah hari bebas untuk murid kelas IX yang telah mengikuti Ujian Nasional. Dan datang ke sekolah takutnya ada pengumuman penting yang terlewat.
Tak berbeda dengan Zora, dia kesekolah sengaja membawa laptopnya agar tak merasa bosan. Namun kelakuannya itu membuat Yadi kesal, karena diajak ngomong Zora cuman ngangguk ngangguk aja. Entah di dengar atau tidak yang jelas Yadi kesal sekarang dengan Zora.
Tak lama walikelas Yadi dan Zora masuk ke kelas Zora dan menghentikan perbincangan para murid.
"pengumuman untuk hari ini sekolah kita kedatangan dari kakak kelas kalian yang kini menduduki bangku SMA, mereka datang untuk memperkenalkan sekolah tempat mereka belajar. mudah-mudahan kedatangan mereka menjadi referensi untuk kalian yang masih bingung mau pilih sekolah mana" pengumuman walikelas agar tak bingung saat muridnya kedatangan tamu nanti.
"dan ingat saat nanti mereka datang kalian jangan bikin ulah dan kegaduhan" peringatannya
walikelas datang hanya untuk memberi pengumunan tersebut dan kembali keruangannya, karena masa ujian beres adalah hari sibuk bagi walikelas kelas IX.
"ingat jangan mempermalukan sekolah ok" peringatannya kembali sesampainya di ambang pintu ruang kelas.
tak lama kemudian segerombolah siswa siswi yang mengenakan seragam putih abu pun datang ke kelas Zora dan mulai mempromosikan sekolah mereka, dengan membagikan selembaran brosur terntang sekolahnya.
Dari mulai visi dan misi mereka ucapkan. tak lupa kelebihan-kelebihan dari setiap sekolah yang menjadi daya tarik dari sekolah tersebut.
Tak hanya satu sekolah saja yang datang ke sekolah tempat Zora mengemban pendidikan. Dalam sehari sekolah Zora bisa kedatangan 5-6 sekolah baik itu dari SMA atau Kejuruan. Yang dominannya sama dalam hal memperkenalkan sekolahnya.
Selama 4 hari berturut Zora datang ke sekolah hanya untuk mendengarkan promosi para murid SMA.
"Zor udah 4 hari gua sekolah cuman ngedengerin orang promosi, ngapain coba dipromosiin toh jatohnya pas mau daftar nanti di tes ujian lagi" Bosan Yadi karena kesehariannya terus terulang seperti itu
"ya emang tapi seenggaknya kan narik banyak peminat Yadi"
"Tapi Zor sumpah deh gua ga minat beneran" mengangkat kedua jarinya melambangkan huruf v
__ADS_1
"lu mah ga bukannya ga niat, emang udah punya tujuan pasti, ujungnya bakalan masuk pesantren,,, lagian nih ya sumpah pramuka 3 jari Yadi" mengoreksi jari Yadi
"oh iya lupa" perhatian Yadi teralihkan" kenapa jadi bahas jari,, udahlah Zor kantin yuk?" ajak Yadi
"ngapain?" Zora tahu maksud Yadi tapi malas meladeni ww
"nyari makan atuh Zora napain lagi masa mancing sih"
"ga ah males"
"ayo Zor gua traktir" Yadi tak menyerah
"ga mau lagian udah telat bentar lagi bu Tuti masuk ntar dia bawa pasukan lagi"
"ga asik lo Zor, kapan lagi coba bisa dapet traktiran dari gua"
"ya udah sono lu aja sendiri" tak ingin berdebat Yadi pergi sendiri meninggalkan Zora dikelas.
Namun niatnya terurungkan letika walikelasnya keduluan masuk dan mencegah Yadi pergi keluar. Yadi sedikit kecew, Zora yang melihatnya pun tersenyum puas.
"puas lo ngetawain gua" kesal Yadi yang tak jadi ke kantin
Zora mengabaikannya dan fokus Zora kembali pada gerombolah murid yang tadi mengekor walikelas nya iyu.
Memang diawali dengan visi dan misi sama seperti sekolah lainnya. Tetapi saat mulai berbincang-bincang berbeda dengan sekolah sebelumnya mereka akan memamerkan kelebihan dan keunggulan dari masing-masing sekolah.
Kali ini berbeda para senior yang ada di depan Zora itu malah asik mengumumkan kekurangan dari sekolah iyu. Ya walau terkadang kelebihannya pun disebutkan. Tapi mereka katakan dengan seadanya dengan keadaan.
"mereka aneh Zor ko promosi malah mamerin kekurangan sekolahnya sih bukan keunggulannya?"
"ya bagus dong"
"ko bagus Zor?"
"kan lo ga usah berekspektasi tinggi buat itu sekolah karena udah di kasih tahu kekurangannya, nih ya lobayangin kalo lo cuman dikasih tau keunggulannya doang trus ekspektasi lo tinggi sama itu sekolah, tapi keadaan yang sebenarnya tak seperti itu, itu hanya berlaku untuk murid-murid tertentu, lo bakal kecewa ga?" jawab panjang lebar Zora
Baru dengan sekolah ini Zora tertarik dengan cara promosi mereka dibanding dengan sebelum-sebelumnya. Zora lebih tertarik dengan sekolah yang mengutamakan semua muridnya bukan hanya murid unggulannya saja.
Zora berpikir tiap sekolah mengatakan kelebiahn dan enaknya bersekolah disana, itu pasti berlaku hanya untuk murid unggulan saja. berbeda jika yang disebutkan adalah kekurangannya, yang artinya dominan adalah keluh kesah semua murid. Tak hanya murid unggulan bahkan berlaku untuk murid yang biasa saja. Jika mereka melakukan promosi seperti itu itu artinya mereka menyamaratakan para murid, tak hanya fokus pada murid unggulan, ya walau setiap sekolah pasti punya murid unggulannya masing-masing.
__ADS_1
"ok viks Zor lo juga aneh" terheran Yadi dengan pemikiran Zora
.
.
.
"ma Zora bingung mau nerusin sekola dimana"
"kenapa bingung kamu maunya kemana?" bukannya ngasih solusi malah nambah pertanyaan
"iya karena itu Zora bingung, kan mau ke Farmasi, tapi Zora punya 2 pilihan sekolah ma"
"kalo kamu pengen ke farmasi mah udah aja sekolah di sekolahnya abang-abang mu dulu" mama ngasih usul
"kan abang sekolahnya teknik ma"
"sekarang ada farmasinya, lagian mama juga udah kenal sama guru-gurunya jadi ntar mama bisa titipin kamu"
"ya kali Zora barang dititipin segala"
"takutnya kamu nanti kebawa arus anak teknik jadi nakal suka tawuran, jadi mesti dibantu mantau"
"lah kalo takut ngapain disaranin sekolah disitu ma?"
"ya disekolah mana juga tergantung orangnya, tapi seenganya kalo disitu kan ada guru kenalan mama yang bisa bantu mama mantau kamu disekolah"
"masuknya ma ada ujian ga?" tanya zora takut masuk ke sekolah yang mamanya inginkan itu susah
"setahu mama ga sih cuman liat dari nilai raport doang, sama domisilinya"
"oh gitu ya, ya udah terserah mama deh kalo itu yang mama mau, Zora ngikut aja"
"ye bukannya gitu, ntar malah ga betah"
"gapapa Zora bakal betah betahin"
Zora tak ingin ambil pusing, dan memutuskan untuk bersekolah di tempat dulu abang-abangnya bersekolah. Namun bukan jurusan teknik melainkan jurisan kesehatan yakni farmasi.
__ADS_1
"ya udah ma bye Zora ngamar dulu"
Merasa tak perlu galau lagi, Zora memutuskan kembali ke kamarnya dan melakukan rutinitas setiap harinya dengan stand by depan laptop atau komputernya. Dan melanjutkan drama tontonannya yang belum tamat.