
Hari ini biasanya hari dimana lapang dipenuhi dengan para pemain bola sekolah. Zora sengaja datang untuk melihat orang-orang bermain dilapang, karena hari ini dia tak punya kegiatan apapun. Laptop yang selalu dibawanya setiap haripun sengaja tak Zora keluarkan karena berniat menonton pertandingan bola dilapang.
Bukan hanya menonton pertandingan saja, lebih tepatnya Zora menonton Vian seorang yang tengah bertanding.
Selama pertandingan berlangsung sudut mata Zora tak lepas dari penglihatannya pada Vian. Hingga akhir pertandingan dan bubarnya mereka yang habis bertanding. Zora tetap memandangi Vian, yang kini hanya mencuri pandang saja.
Tak lama hati Zora tersedak saat melihat seorang wanita menghampiri Vian dan bermanja-manja dengannya kayakny seorang kekasih. Terkejut dan merasa sakit menjadi satu dihati Zora, tapi Zora tetap dengan pemikiran positifnya. Ia akan memastikan semuanya terlebih dahulu.
Keesokan harinya Zora mendapat desas-desus jika wanita itu adalah pacarnya Vian dan satu sekolah sudah mengetahuinya. lagian siapa yang tak kenal dengan Rani primadonanya sekolahan dimana apapun yang Rani lakukan seisi sekolah pasti mengetahuinya.
Zora menemui Arju dan memastikan padanya dengan bertanya pada Arju mengenai hubungan Vian dan Rani.
Sebelum bertanya pada Arju, Arju sudah senang terlebih dahulu karena kini Zora yang pertama menemui Arju biasanya pertemuan mereka karena Arju lah yang terlebih dahulu menemui Zora.
"tumben dateng kesini" tempat biasa Arju nongkrong sepulang sekolah atau tepatnya basecamp
"Zora mau naya boleh?"
"boleh dong, nanya doang mah gratis, yang bayar mah kalo makan dikantin"
"serius nih"
"serius serius amat sih?, kenapa emang?, ini juga kenapa mukanya kusut ditekuk kaya gini" memegang kedua pipi Zora dengan satu tangannya.
"emang iya ya ka Rani dan ka Vian pacaran?" Arju tahu arah pertanyaan Zora hanya dengan menyebutkan nama Vian.
Arju tak ingin membahasnya lebih jauh dia hanya menjawab seadanya saja pada Zora.
"iya, kan emang satu sekolah juga udah tahu"
"gitu ya" Zora pun meneteskan air mata yang dari tadi sudah Zora tahan habis-habisan
Arju semakin tak menerimanya, kini bahkan Zora menangisi laki-laki lain.
"lo sesuka itu sama Vian?, nyampe nangisin dia?"
"lo tau?"
"tentu saja apa yang gua ga tau dari lo zora, haahh" Arju duduk sebelah Zora" apa yang lo suka darinya?"
"ga tau zora juga bingung, Zora ga tau apa yang Zora sendiri rasain. Selama ini fine aja Zora hanya mengaguminya, bahkan Zora juga sempat berpikir ka Vian juga bakalan punya cewe." sambil menagis pelan
"tapi sekarang ga tau kenapa Zora pas ngeliat ka Vian udah punya pacar rasanya Zora kaya kecewa kesel gitu"
"jadi lo nangis karena kesel?"
"iya lah Zora nangis karena kesel kalo karena sedih Zora cuman bakalan diem ngurung dikamar seharian tapi ga nangis."
__ADS_1
"ka lo punya banyak mantan pacar jadi pasti lebih berpengalaman, bisa ceritain apa yang Zora rasain?"
"melihat dari sikap lo sekarang sama persis kaya gua pas lagi patah hati, tapi selebihnya gua juga ga tau yang lo rasain. perasaan itu cuman lo aja yang bisa nyimpulinnya."
"emang beda yah kalo orang udah berpengalaman "
"lo ya, sempet-sempetnya bercanda, emang siapa sih anak zaman sekarang yang belum pernah pacaran"
"ada"
"siapa coba lo sebutin"
"nih orang dipinggir lo" menunjuk dirinya sendiri
"jangan becanda lanjutin aja nangisnya"
"ga mau ah sayang air matanya, tapi ngomong-ngomong tempatnya enak juga, Zora nyaman disini"
"dateng aja kesini kalo lo mau"
"kalo ga ada lo mah ga mau" intinya Zora nyaman karena ada Arju
merasa tak ada kegiatan Zora membuka tasnya dan mengeluarkan laptopnya. "ngapain lo?" tanya Arju terheran
"nontonlah ngapain lagi, mau ikutan ga?"
"dih Zora nontonin film film barat sama anime juga kali"
"Zora Zora tadi baru aja lo nangis sekarang udah semangat aja kalo masalah nonton, Zor apa idup lo sesimpel itu?" Arju menggelengkan kepalanya tak habis pikir dengan Zora yang belum sampai 5 menit yang lalu ia lagi nangis kini udah ceria kembali cuman dengan nonton aja.
"mudh dibujuk ini mah" pikir Arju
"ye biarin idup Zora ini, lagian Zora itu simple tapi riber tahu"
Tak ingin banyak bicara lagi Zora menyalakan laptopnya dan memilih tontonan yang akan dia tonton.
"mana ikutan dong"
"tadi ga mau"
"ya kali aja lo punya film keluaran Marvel yang baru"
"Zora punya yang baru dirilis kemaren mau nonton?"
"ya udah mana?" semangat Arju
"bentar Zora buka dulu aplikasinya"
__ADS_1
Mereka kini fokus terhadap layar laptop yang tengah memutarkan film favorit dari Arju.
"selera lo kaya anak kecil ka Arju, jangan-jangan tontonan lo dirumah ben10 sama Pikachu kalo ga Doraemon "
"emang apa salahnya?, mereka kan lucu tau, ya mendingan lah dari pada gua suka film Barbie kan ga lucu jadinya"
"emang apa salahnya dengan barbie, Barbie kan cantik"
"iya kaya lo cantik" gombal Arju pada Zora
"bisa aja, emang Zora cantik baru nyadar?" bercanda Zora
"iya deh iya"
"ya udah jangan banyak ngomong tonton aja fimnnya" mereka menghentikan pembicaraan dan lanjut menonton film yang telah diputar.
Tanpa mereka sadari diluar sudah ada Risma yang memperhatikan mereka berdua dari awal mereka akan menonton. Untung saja Risma tak datang saat Zora mencurahkan hatinya. Jika itu terjadi yang ada semuanya akan jadi kelemahannya Zora dimata Risma.
Risma tampak kesal melihat mereka sangat dekat. Dulu aja Risma ajak Arju ke bioskop tak ada respon. Padahal nonton di bioskop lebih seru dibandingkan nonton di layar komputer apa lagi handphone dan laptop. Tapi sekarang tanpa diajak Arju memintanya terlebih dahulu.
Tah hanya rasa kesal yang didapatkan Risma tapi juga rasa iri dan cemburu tengah melandanya. Tak ingin semakin merasa kesal, Risma pun pergi meninggalkan mereka berdua di basecamp.
"Zor pause dulu ya filmnya, gua laper mau nyari makan ga?" menghentikan laju film " loblaper ga?" saat Arju melihat kearah Zora, Arju melihat Zora tengah tertidur pulas di sofa sebelahnya dengan posisi tangan dijadikannya sebagai bantalan
"yey lo yang ngajakin nonton tapi malah tidur dasar"
"Zora Zora, kenapa gua ga bisa benci sama lo sih?" menatap Zora yang sedang tertidur
Arju membenarkan posisi tidur Zora agar Zora merasa nyaman saat tertidur. Dan setelah itu ia mengusap pelan rambut Zora
"Zor kenapa harus Vian yang lo sukai sih?, dia ga ada perasaan apapun sama lo sama sekali. kenapa lo sukanya ga ke gua aja sih? yang jelas-jelas bakalan suka balik sama lo. tapi lo tau anehnya hati gua sakit denger curhatan lo, tapi gua ga bisa berhenti suka sama lo" ungkap Arju saat Zora tertidur.
Tak lama Zora terbangun dan Arju tak berada di basecamp. Zora mengubah posisinya yang tertidur menjadi duduk, dan mengumpulkan semua kesadarannya setelah terbangun dari tidurnya.
Tak lama Arju datang dari arah pintu keluar basecamp.
"lo udah bangun?"
"huu" Arju tertawa mendengar jawaban Zora yang terlikmhat masih mengantuk
"mau lanjut tidur?" Zora menggeleng lucu
"dari mana?" tanya Zora yang masish setengah sadar
"abis nyari makan, lo mau?"
Mendengar makanan kesadaran Zora langsung terkumpul semua. Dan tanpa permisi langsung menyantap makanan yang disiapkan oleh Arju.
__ADS_1