
"mama liahat siapa yang nganterin Zora balik, buruan sini" teriak Sky yang mengisi seluruh ruangan mengadu pada mamanya
"apaan lo Sky berisik teriak teriak, orang yang nganterin temen Zora ko lo yang ribet"
Mama pun menghampiri mereka berdua
"Sky ini bukan dihutan kenapa berteriak-teriak segala?"
"ma, mama harus tahu tadi Zora pulang dianterin sama cowo ma, mana pulangnya telat lagi"
"dih ngadu,, udah ah Zora mau bersih-bersih terus istirahat" Zora melangkahkan kaki menuju kamarnya
"tunngu, kamu kenapa pulang telat?, abis dari mana dulu?, udah makan belum?"
"udah ma, Zora telat tadi mampir dulu ke rumah makan yang ada di perempatan" teriak Zora dari dalam kamar
merasa sudah mendapatkan jawaban Zora merekapun bubar dari ruang tengah yang digunakan untuk tamu.
besok harinya Zora kembali pulang diantar oleh Arju. Dan tak terasa sudah satu minggu Arju mengantarkan Zora pulang kerumahnya tiap pulang sekolah.
Pandangan curiga dari orang-orang pun semakin besar, begitupun dengan Risma dia sedikit tak terima atas kedekatan Arju dan Zora.
Risma pun dengan tekatnya saat pulang sekolah langsung mengajak ketemuan Zora. menanyakan tentang hubungan Zora dengan Arju.
"apa hubungan lo sama arju?" tanya risma dengan nada yang ketus
"hubungan apa?,"
"halah jangan bilang kalian cuman temenan doang"
Dihatinya Kana, Kana berpikir dia tengah di labrak sekarang. Kana pun memikirkan ide untuk bermain-main dengan situasi ini.
"keliatannya giama?, hubungan kita ya sesuai dengan yang kalian lihat" Kana sedikit memberikan senyuman tanda kemenangan.
Tak terima jawaban menggantung Zora. Namun jika Risma perpanjang pun tak ada gunanya entah kenapa dia merasa kalah kali ini. Risma pun pergi dengan memikirkan ide untuk menjaili Zora.
Terbukti kali ini Risma sengaja membuntuti Zora dan mengunci Zora di kamar mandi dan di takut takuti. Tetapi dasarnya Zora bukan penakut jadi dia bersikap tenang dan mengotak atik pintu hingga pintu itu terbuka oleh Zora tanpa kunci.
__ADS_1
tak cukup disitu Zora yang tengah berjalanpun terkada sengaja Risma dan teman temannya tubruk agar Zora tersungkur jatuh. namun lagi lagi gagal, keseimbangan Zora dari kecil terbilang bagus.
begitupun dengan seterusnya Risma terus mengusik Zora sampai Zora jera. Namun bukannya mempermalukan Zora malah senjata makan tuan, setiap hal yang Risma lakukan untuk mempermalukan Zora malah berbaik keadaan pada dirinya yang jadi dipermalukan oleh dirinya sendiri.
Merasa sudah kesal dengan Risma yang terus mengusik ketenangannya Zora pun bertindak untuk membalasnya mengatas namakan Arju.
"ka kata ka Arju mau pulang bareng ga katanya. kalo mau tungguin di ruang alat" pesan zora pada Risma
"jangan bohong lo"
"yey ga percaya. terseran Zora udah nyampein pesen ini bodo amat percaya ga percayanya mah" Zora meninggalkan Risma sendirian.
Risma merasa senang karena Arju mengajak ia pulang bareng, tetapi saar di ruang alat bukannya mendapati Arju, malah tertutup dengan sendirinya ruangan lalu berubh menjadi gelap.
Risma berteriak didalam ruangan berharap ada yang mendengar. Tak lama Arju datang ke arah ruang alat.
"siapa didalam?" merasa mendengar ada yang meminta tolong dari dalam ruangan
mendengar suara Arju Risma kembali berteriak meminta tolong.
"Arju tolong bukain ruangannya kekunci sendiri"
Risma menjelaskan situasinya dari awal kenapa dia bisa terkunci didalam. mendengarkan penjelasan Risma Arju berniat mencari kunci ruangan.
Kini Arju pun sibuk mencari kunci, takutnya memang ada yang jail terhadap Risma. Namun setelah berkeliling, Arju tak menemukan kuncinya. Malah terkejut karena menemukan Zora yang tengah asik mendengarkan musik di handphonenya.
"ini ulahmu?" tanya curiga Arju
zora mengangguk mengiyakan, iya tak berberniat berbohong memang dari awal. Bahkan jika ada orang lain bertanyapun Zora akan menjawab jujur pertanyaan itu. Disebut jahat Zora bodo amat, ini tak seberapa dibanding perlakuan Risma terhadapnya.
melihat reaksi Zora Arju tak marah. karena mengetahui apa yang sudah Zora alami selama ini. Arju menjadi bukti hidup saat Zora dijaili Risma selalu pas kelihatan oleh sudut pandang Arju.
Awalnya Arju inginturun tangan menolong Zora, namun ia tak ingin membuat situasinya semakin tak terkendali. Karena kali ini Risma tengah dipenuhi dengan amarah, jika Arju ikut campur malah akan menambahkan bara pada api Risma.
"berapa lama lo mau ngurungnya?"
"ini juga mau udahan"
__ADS_1
"lemparin aja kuncinya ke dalem biar dia buka sendiri" Arju mengambil kunci ruangan dari tangan Zora. dan pergi menuju pintu depan ruangan.
"Ma ini kuncinya gua lemparin, gua duluan balik ya ga kuat pengen boker udah ga tahan" Arju melempar kuncinya ke dalam dan menggenggam tangan Zora mengajaknya pulang.
Risma mengetahui dalang dibalik insidennya waktu kemarin terkunci digudang. Amarahnya kini semakin menjadi terhadap Zora. Tanpa aba-aba lagi Risma dengan temanya pergi menuju kelas Zora, berniat mempermalukan Zora dengan memperlihatkan klip videonya yang selama ini dijaili oleh risma sengaja direkam untuk dipertontonkan.
berteriak-teriak pada Zora layaknya bukan seperti siswi pelajar. Zora yang diteriakinya pun sedikit terganggu. Apa lagi yang akan dilakukan Risma padanya kali ini?.
situasi yang cukup menegangkan namun lucu sekaligus, meliht amarah Risma dengan reaksi Zora yang hanya menatap jari kukunya sambil memainkannya.
"lo dengerin gua ngomong"
"zora dengerin pake telinga bukan pake mulut"
"jangan nyautin kalo gua lagi ngomong, sekali lagi gua peringatin lo jangan bertingkah lo, ntat gua sebarin videonya tau rasa lo" ancam Risma
Orang-orang pun semakin curiga dan penasaran video apa yang dimaksud oleh Risma sampe dijadiin anceman buat Zora. selama ini zora dikenal dengan anak yang ga banyak tingkah, tapi kenapa Risma seolah-olah berkata sebaliknya.
"sebarin aja, lagian Zora ga malu, toh bukan cuman Zora yang ada di video itu."
"lo nangtangin gua?"
"iya, emang kenapa?" dengan wajah datar
"lo dasar liatin aja lo"
"ya udah tinggal liatin, udah ngomongnnya?, sekarang giliran Zora yang ngomong.. Kakak pikir dengan menyebarkan video itu bikin Zora malu?, nga lah orang terpampang nyata di video itu Zora lagi dikerjain. mau disebarin?, oh silahkan emang kaka ga takut dengan komentar tajam orang?. berasa Zora bertingkah?, selama ini Zora dijailin kalian semua Zora diem aja, tapi kali ini udah keterlaluan" Zora berbisik ditelinga Risma" seperti yang lo katakan gua kaya sikopat jadi hati-hati saat lo sendirian" menjauhkan dirinya dari Risma
"jadi jangan ngancem Zora itu ga mempan, ide lo mudah gua baca" Zora tersenyum seperti psikopat tentu saja untuk menjaili Risma agar dia ketakutan.
ingat disini zora memang pendiam, dan jarang berbicara namun bukan berarti ia akan duduk diam saat diperlakukan tak adil oleh sekitarnya. zora itu anak yang cerdik serta banyak akalnya, hanya saja dia peka terhasap situasi kapan saja dia bisa serius kapan dia bisa bercanda. Dia orang baik yang dengan sadar berbuat baik.
melihat Zora yang tengah dikelilingi oleh kakak kelasnya Arju menarik lengan Zora dan mengajaknya makan.
"kalo lo ada urusan lagi sama dia bilang gua aja, jangan kaya gini, bener-bener kekanak-kanakan lo tau!" marah Arju pada Risma dan kawannya.
"ayo pergi makan" ajak Arju pada Zora
__ADS_1
Semuanya pun serentak bubar ketika melihat Arju membawa pergi Zora.