Lucky Star

Lucky Star
RENCANA MEMBUAT CEMBURU


__ADS_3

Arju tengah asik mencurahkan isi hatinya pada kedua sahabatnya yaitu Raska dan Adrian. Mengenai perasaannya pada Zora dan juga sifat Zora yang membuat Arju bingung antara menyukainya atau hanya sebatas berprilaku baik saja.


Dan munculah ide dari Raska agar membuat Zora cemburu. Dengan begitu Arju bisa memastikan bagaimana perasaan Zora. Namun Arju menolak karena iya sering melakukannya terhadap teman-teman dekat Zora Arju sering melakukan candaan untuk membuat Zora cemburu atau sekedar memperhatikannya. Dan Zora tak pernah ada respon sama sekali. Tapi dilain sisi Zora akan bersikap baik layaknya dia menyukai seseorang.


"tapi ini berbeda ju, lo cobain beneran deketin cewenya kalo perlu kaya biasanya lo pura-pura suka sama cewe itu"


"A**g lo Ka kapan gua kaya gitu?" menolak tudingan Raska


"trus selama ini lo punya banyak mantan pacar namanya apa?"


"iya kalo itu mah emang cewenya aja yang ngasih kode duluan"


"trus giliran lo bosen lo putusin gitu" timpal Adrian


"bener yang dibilang si Ardi ju, kalo lo mau tau kaya giaman lo, kaya yang tadi si Ardi katakan"


"an**g lo berdua" hendak melmparkan bangku pada Raska dan Adrian


"santai-santai,." hindar Adrian


"tenangin dulu diri lo, kaya yang gua bilang tadi lo deketin aja salah satu cewe terang-terangan di hadapan Zora teus lo liat reaksinya dia cemburu atau ga sama lo,"


"emangnya kalo dia cemburu kenapa, kan ga ngubah situasi gua"


"ya seengganya lo ada peluang bego"


"euy kalian berdua, liat tuh orangnya nongol" mereka pun menghentikan obrolah mereka. Dan Zora datang dari kejauhan menuju ruang multimedia tempat mereka berkumpul setelah selesai latihan.


"Zora duduk sini, masih kosong" ajak Rahmat pada Zora,dan Zora melakukan permintaan dari Rahmat duduk disebelahnya karena meja yang lainnya sudah penuh.


Arju merasakan panas menggebu pada hatinya dan langsung berdiri menghampiri Zora lalu menarik Zora untuk berdiri dan duduk ditempat Zora duduk sebelumnya.


"ka Arju Zora jadi ga punya tempat duduk"


"nih masih ada ruang" memberikan sedikit ruang untuk zora di bangku yang diduduki Arju


Tak ingin berdebat Zora pun duduk di bangku yang di maksud oleh Arju. Karena senderan bangku dikuasai oleh Arju, zora yang merasa lelah setelah latihan pun menyenderkan badannya pada lengan Arju.


Jika ada alat yang bisa mendengar detak jantung Arju sekarang diruangan itu mungkin mereka takkan percaya dengan memdengar detakan jantung Arju yang begitu kencang dan menggebu.

__ADS_1


"nyari perhatian amat sih,. Zora duduk sini masih banyak ruang disini" Arju yang hanya melihatnya pun tahu disana sudah berdesak-desakan


"ga perlu" bukan Zora yang menjawab


"udah disitu aja ga perlu didengerin"


"siapa juga yang peduli" ucap dingin Zora


Arju tersenyum puas mendengar kata-kata Zora yang seolah tak terusik dengan intimidasi dari kakak kelasnya. Dan para seniornya pun mulai berbisik-bisik menggosipkan Zora.


"berisik kalian jika tak tahu apapun jangan asal bicara" senior tingkat akhirnya itu angkat bicara ketika mendengan pembicaraan mereka yang mulai diluar kendali.


Namun ketahuilah orang-orang menganggap Zora berpura-pura tak peduli tetapi nyatanya Zora memang benar tak peduli. Rasa malas Zora lebih menguasainya dibandingkan harus menimpali pembicaraan seniornya yang tanpa darar fakta yang benar.


tak lama kemudian latihan pun selesai dan kini mereka tinggal pulang ke rumah masing-masing. Biasanya Arju akan menawarkan Zora untuk pulang bareng, begitu pun kali ini Arju berniat mengajak Zora.


"Zora" pangil Arju lalu menghampirinya


Tetapi belum juga Arju mengajak Zora senior yang tadi mengusik Zora keburu memanggil Arju


"Ju anterin pulang dong, ojek gua ga bisa jemput" pinta Risma kakak kelas Zora bermaksud memanasi Zora


"ya udah ayo gua anter nyampe rumah juga gapapa, sekalian nemuin bokap ama nyokap lo" bercanda Arju


"lo mah bisa aja, ya udah buruan jalan" mereka pun pergi ke parkiran


Dan Zora?, dia mah bodo amat, orang dipikiran Zora kali ini cuman episode baru drakor tambah lagi keluarnya album baru dari group idol favoritnya.


tin


Arju membunyikan klakson motornya dan berhenti tepat dipinggir Zora bermaksud memperlihatkan dirinya akan mengantarkan Risma.


"Zora duluan ya, nganterin dulu ni orang"


Zora pun sedikit murung dan mengangguk 'berhasil' pikir Arju karena wajah Zora seperti yang tak nyaman melihat Arju dan Risma.


Tapi tak lama wajah Arju pun memperlihatkan kekecewaannya melihat Zora yang langsung merubah wajahnya menjadi gembira dari kejauhan. 'lalu yang tadi ekspresi apa' terheran Arju dengan mimik muka Zora yang mudah berganti tapi tak tahu penyebabnya.


Sebelum Arju menghampiri Zora, Zora mendapatkan kabar jika episode terbaru akan diundur jadi minggu depan. Jadi Zora pun langsung lemas dan murung melihatnya, semangatnya seolah-olah menghilang. tetapi saat sampai di gerbang Zora mendapatkan notifikasi dari updatean idolnya. Bahwa idol kesukaannya akan membintangi sebuah drama yang sudah Zora tunggu-tunggu.

__ADS_1


Dan Arju menjalankan motornya dengan rasa kecewa, ternyata Zora tak merasakan cemburu jika Arju dekat dengan orang lain.


"makasih ya udah mau nganterin" ucap Risma tapi terdengar samar oleh Arju.


"ju film Spiderman ada film terbarunya di bioskop mau nonton ga?" Arju mengabaikan pertanyaan Risma


" kalo mau nonton bareng yu, biar gua pesenin tiketnya"


"ju lo suka makanan apa?, mampir bentaran yu ke sana," menunjuk sebuah tempat namun Arju tetap tak merespon.


Melihat tak ada respon dari Arju, Risma oun terus memancing Arju dengan banyak pertanyaan dan Arju pun sedikit terusik dengan Risma. Karena mood-nya yang kali ini sedang ga baik.


Arju berniat meninggalkan Risma dijalan begitu saja. Namun melihat keadaan sudah mulai malam, dan jarang ada kendaraan menuju rumah Risma. Mau tak mau Arju menahan niatanya dan berencana mengantarkan Risma sampai tujuan.


"ju gua haus, mampur bentar ke cafe itu ya" ajak Risma


Arju kini sudah tak tahan dan mengabaikan Risma lalu berhenti disebelah Cafe. Pikir Risma Arju menyetujui permintaannya, tetapi nyatanya tidak.


"turun"


"lo beneran mau mampir dulu ju ke Cafe?"


"turun" Arju mengulang katanya lagi dan Risma pun turun dari motor.


"bang anterin dia kerumahnya, ni ongkosnya" Arju memanggil seseorang yang asik mengobrol dan menyerahkan uang berwarna biru pada pria yang sedang mengobrol itu.


Ya Arju menghentikan motornya bukan untuk menuju cafe melainkan Arju melihat di sebelah Cafe terdapat tulisan pangkalan ojek. Jadi arju berhenti dan berniat mengantarkan Risma hanya sampai di cafe tersebut. Dan menyerahkannya oada ojek untuk mengantar sampai ke rumahnya.


"lo tega banget gua kira mau ke cafe taunya malah ngebiarin gua dianter tukang ojek"


"kan emang bisanya juga lo sama abang ojek kan, lagian nih gua kurang perhatian gimana sama lo ongkosnya udah gua tanggung"


"ishh" Risma tak terima dan menggerutu sendiri


"gua duluan" pamit Arju lalu membunyikan klakson motornya.


disisi Zora, Zora baru tersadar setelah Zora sampai di halte.


"oh iya ngomong-ngomong tumben ka Arju ga ngajak balik" tanya Zora pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Tak ingin ambil pusing mobil jurusan rumah Zora sudah ada dan Zora pun menaikinya lalu pulang kerumahnya.


__ADS_2