Lucky Star

Lucky Star
JADWAL PADAT ZORA


__ADS_3

"berhubung lapangan lagi dipakai oleh anak-anak futsal, dan jadwal latihan kita juga bentrok dengan anak futsal kita akan berdiskusi jadwal latihan saja, dengan kata lain tak ada latihan dihari ini" ucap seseorang yang jadi pembina Zora di Paskibra.


"Ada apa dengan hari ini?" monolog Zora secara pelan


Zora merasa semua kegiatannya hanya berlangsung dengan merapatkan jadwal latihan yang harus diganti.


Karena kedua club latihannya membutuhkan lapangan jadi mau tak mau mereka harus membagi jadwal agar tak terjadi bentrokan seperti saat ini.


"apa ada yang mau usul hari?" ketua Paskib membuka suara


"jangan dihari senin dan jum'at ada kegiatan OSIS" terdengar usulan dari belakang Zora


"jangan selasa sama kamis juga, aku ada latihan Marching" ucap teman sebelahnya


"ya sama aku juga kamis ada jadwal les" timpal anak yang tadi bilang tak bisa hari senin dan jum'at


"ok kalo gitu jadwal kosong di hari rabu,, apa ada yang keberatan dengan hari rabu?" semuanya terdiam dan ketua menganggap semuanya setuju jadwal latihan diganti menjadi hari rabu.


tanpa berlama-lama jadwal pun ditetapkan di hari rabu tak ada pemberontakan jadwal yang ditetapkan. Karena sebagian besar yang ikut Paskibra adalah anak OSIS dan anak Marching dan sisanya adalah anak-anak yang tak ounya kegiatan lain selain Paskibra. Terkecuali Zora ketua Paskib dan teman lelakinya Zora yaitu Rahmat mereka bertiga mengikuti ketiga kegiatan. Yaitu Marching Band, OSIS dan Paskibra.


"karena telah di tetapkan hari Rabu latihannya, dan di hari sabtu kita hanya gladi untuk hari senin" finalnya dari kesepakatan." apa sampai sini ada yang ingin ditanyakan?, jangan sampai setelah saya bubarkan kalian masih bertanya-tanya" semuanya menggelengkan kepala, tanda paham.


"ok karena tak ada yang ditanyakan saya tutup rapat hari ini, dan kalian bisa pulang" ketua meembubarkan rapat saat dilihat sudah semua yang ingin dia sampaikan.


.


.


.


Setelah club Paskibra bubar, Zora tak langsung pulang. Zora masih stay dibangkunya di kantin dekat lapangan. Zora membuka laptopnya dan streaming drama korea dengan mengandalkan WiFi sekolah.


Tengah asik menonton anak-anak dari club futsal kini sedang istirahat. Dan mereka menyerbu berbondong-bondong datang ke kantin untuk membeli minuman. Zora yang merasa terusik dengan suara gaduh dari anak futsal itu pun mengendus kesal dan menatap mereka dengan tajam, namun tak ada yang melihat tatapan tajam Zora.

__ADS_1


Tatapan tajam Zora berubah menjadi tatapan tersipu malu, dimana tatapannya kini tengah dibalas oleh seorang pria yang Zora kenal. Ya Vian, hal baru yang Zora ketahui tentang Vian, dia suka olahraga bermain bola kaki itu.


saat Vian dan temannya sedang istirahat dan memesan minuman, Vian melirik seorang wanita yang tengah asik metanap teman-temannya yang gaduh itu merasa mengenalnya. Saat tatapan mereka bertemu Vian pun tersenyum kearah Zora.


Melihat lucunya tingkah Zora dengan metanap tajam karena terganggu tapi tak bisa berbuat apa-apa itu, Vian sedikit terkekeh. Dan Zora yang melihat Vian seperti sedang menertawakan tingkahnya itu pun merasa malu setengah mati.


"apaan ini kenapa dia tertawa seperti itu, kan jadi malu" Zora berpura-pura matanya kembali fokus ke laptopnya, namun sesekali mencuri pandang ke arah Vian duduk.


Selesai meneguk minuman, club futsal pun kembali bermain dilapangan. Zora bernafas lega ketika melihat mereka berlarian kembali menuju lapangan.


"akhirnya pergi juga" kini Zora tak terlalu tertarik dengan laptopnya dan fokus melihat Vian yang tengah bermain bola


Dengan cekatan mata zora tertuju pada Vian yang tengah berlari dengan lincah. Sesekali Zora kembali melihat laptopnya, karena tak ingin ketahuan jika dia sedang memperhatikan Vian.


"Ada apa denganku,?" tersadar Zora karena tingkahnya.


Berbarengan dengan selesainya permainan futsal dan kini mereka membubarkan diri, ada pula yang duduk diam di kantin. Dan Zora kembali fokus dengan tontonannya saat melihat Vian dengan sepeda motornya melaju keluar gerbang sekolah.


"Zor serius amat?, ga mau pulang kamu Zor?" ternyata itu Arju yang kini melirik jam di tangannya sudah menunjukan waktu petang dan sebentar lagi malam.


Zora menoleh ke arah suara, posisi Zora yang asalnya sedikit membungkuk karena menonton kini tegak lurus sambil melihat sumber suara. Dan Zora terkejut ketika melihat wajah Arju yang jaraknya sangat dekat dengan laptop Zora.


"aaahhh , hyaaa ngapain disitu ngagetin tau ga?" Zora sedikit berteriak tapi tak jadi ketika sadar bahwa itu Arju


"lagian kamu ini jam segini masih di sekolah, sekolah aja udah sepi ga ada siapa-siapa, bukannya pulang malah nongkrong asik-asikan disini. sendirian lagi gimana ntar kalo kamu liat penunggu sekolah ini?" maksud Arju adalah hantu.


" Zora lebih takut kaummu dari pada hantu" tunjuk Zora pada Arju dengan sedikit senyuman yang bermaksud menyindir.


"ye ini mah, pulang Zora ntar di cariin ibunya coba"


"nanggung 15 menit lagi udahan" Zora kembali fokus ke laptopnya untuk menyelesaikan tontonannya.


Arju dengan setia menunggu Zora yang asik menonton yang Arju sendiri ga tau apa yang sedang Zora tonton karena bahasanya begitu asing bagi Arju.

__ADS_1


Drakor tontonan Zora pun berakhir dengan bersambung, Zora memijat pelan pelipis matanya yang terasa sakit karena melihat layar laptop. Zora pun menutuo laptopnya dan menyimpan kembali ke tasnya, ia berniat melanjutkan menonton lagi nanti saat dirumah.


Mata Zora kini tertuju pada Arju. "belum balik?" awalnya Zora ingin bertanya 'kenapa masih disini' tapi setelah dipikir ini sekolahan jadi bebas siapapun masih disini. Begitu pula dengan Zora, jika orang melihatnya mungkin pertanyaan itu lebih tepatnya untuk Zora. Jadi Zora memutuskan bertanya kenapa Arju belum balik.


"akhirnya selesai juga"


"apanya?" Zora tak ngerti maksud Arju


"nontonnya lah, kamu kamu fokus banget dari tadi"


"lo ikutan nonton?"


"iya, nontonin Lo Zor"


Malas Zora harus meladeni kata-kata Arju. Tanpa ia perpanjang lagi percakapannya zora memberesi barangnya dan berjalan menuju gerbang untuk pulang.


"gua anter mau?"


"ga usah ngerepotin"


"gua ga ngerasa direpotin ko Zor "


"maksudnya lo ngerepotin " Arju menggelengkan kepalanya, merasa kesak tapi juga senang karena Zora kini sudah mau menjawab kata-kata yang ia lontarkan pada Zora. Yang dimana sebelumnya Zora hanya membalas dengan anggukan atau gelengan kepala saja.


"ntar lo ada yang nyulik gimana?"


"Zora lebih takut kamu dibanding penculik,, udah ah mau malem Zora balik dulu, bye" langkah Zora pun tergesa-gesa takut Arju menyusulnya.


Untungnya Arju tak mengikutinya, dan malah terkekeh dan tersenyum puas saat memungut secarik kertas yang jatuh Kini Zora tengah sampai di halte bus dan menaiki mobil angkutan umum untuk pulang menuju rumahnya.


Arju memungut kertas yang dijatuhkan Zora, lalu tersenyum "hah tulisannya jelek" dia mengejek tapi tersenyum bahagia, apalagi saat melihat kata terakhir di kertas itu...


__ADS_1


__ADS_2