
"Arisha sayang "Panggil seseorang sambil mengetuk pintu. Kemudian Tidak lama pintu terbuka menampilkan gadis Cantik, berambut panjang kecokelatan, putih, memiliki badan bak model, Gigi ginsul dan tidak lupa matanya yang berwarna abu-abu Sangat cantik.
Yah dialah Arisha Zayda Ariwibowo gadis cantik berumur 17 tahun yang kini akan menjalani hari Ujian Nasional, Putri tunggal dari pasangan Arya Kusuma Ariwibowo dan Bulan Aprilia. Walaupun sekarang Arya dan Bulan telah bercerai mereka tetap berusaha menjadi orang tua yang selalu ada untuk putrinya itu.
"Iya Ma, ada apa pagi- pagi begini Risa udah dibangunin" Sambil menguap dengan menutupi mulutnya mengunakan tangan kanannya.
"Risa- Risa, kamu ini yah ini bukan pagi tapi udah mulai siang nak, kamu lupa yah hari ini kan mau UN nak aduh nak gimana nanti kalau kamu udah nikah nggak mungkin dong mama ikut terus ngebangunin kamu" Sambil menggelengkan kepalanya dengan mengoceh panjang lebar melihat tingkah anaknya yang manja, tanpa iya sadari kalau anaknya sudah pergi dari hadapannya.
Risa... benar-benar yah kamu mama masih ngomong udah ngilang aja" sambil menuruni anak tangga menuju lantai 1.
Ma, mama lama banget sih, ini anak cantik mama udah laper nih"kata Risa dengan berteriak sambil duduk dimeja makan dengan memainkan sendok dan garpunya yang ada di piringnya.
Iya tunggu honey" Kata mama Bulan
Setelah Risa menyelesaikan sarapannya, ia bergegas ke kamarnya untuk mandi dan bersiap- siap kesekolahnya. Sedangkan Bulan membersihkan peralatan makan yang mereka pakai sarapan tadi, kemudian dia masuk kekamar Risa untuk membantunya bersiap.
Dikamar Risa, Bulan menatap anaknya dengan penuh kesedihan ia tak habis pikir anaknya sekarang sudah sebesar dan sekuat ini, kenangan akan perceraiannya dengan Arya masih membekas dihatinya disaat Risa masih berumur 9 tahun. Tak terasa air matanya mengalir di pipinya, Risa yang melihat mamanya sedih kemudian mendekatinya.
Mama kenapa?Are you ok?" kata Risa sambil memeluk Bula.
I'm ok Honey, Mama hanya tidak menyangka kamu sudah sebesar ini" sambil membalas pelukan anaknya dan mencium puncak kepala anaknya, ia teringat akan perjanjian dengan mantan suaminya dimana Risa hanya diperbolehkan tinggal dengan Bulan sampai Risa lulus sekolah SMA, setelah itu maka Risa harus ikut tinggal dengan Arya diluar negeri dan otomatis Bulan harus berpisah dengan anaknya selama 4 tahun.
Sekolah SMA N Bandung
Sekolah ini adalah sekolah impian para muda mudi dimana sekolah ini memiliki bangunan sebanyak 5 dan masing-masing berlantai 8 dimana fasilitasnya lengkap. Bandung Sendiri terkenal dengan kota Kembang dan sejuk, hanya orang-orang pilihan yang bisa masuk ke sekolah itu. Hari ini adalah hari Ujian Nasional dimana para murid dengan fokus mengisi jawabannya didepan layar yang telah disediakan.
Baik anak- anak waktu kalian habis, sekarang kalian boleh beristirahat diluar ujian selanjutnya akan dilakukan setelah istirahat" kata seorang guru perempuan yang mengingatkan mereka setelah mendengar bel sekolah berbunyi.
Baik Bu" kata semua murid dalam kelas.
__ADS_1
Dikantin
Risaaa, Arisha ku sayanggg kangen bangett" Kata Dira teman Risa sambil memeluk Risa.
Hai Dir, aduh sakit ihh lepasin ah nanti orang pikir kita lesbian lagi" Sambil berusaha melepaskan pelukan Dira
haha, tanpa kamu bilang gitu juga orang-orang udah ngira kali kalau loh itu lesbian buka gue yah tapi Loh SENDIRI" Dira berkata penuh penekanan pada ucapan terakhirnya sambil tertawa
apaan sih loh" kata Risa dengan muka males
eh loh nggak percaya, gini yah coba lu mikir gimana orang-orang nggak mikir gitu sedangkan loh itu nggak punya pacar sampai sekarang" kata Dira sambil memesan cemilan
yah kan gue itu nggak level pacaran dan tipe cowok gue itu tuh haru" Risa berhenti bicara karna ucapannya telah dipotong oleh Dira.
harus tinggi, punya kulit eksotis, ganteng, mapan bla-bla. Gitukan yang mau loh bilang" kata Dira sambil memakan mie yang iya pesan.
haha lah emang kan, uhuk-uhuk aduh Sa minum" sambil menepuk-nepuk dadanya.
yah rasain, makanya jangan ngatain orang dosa kan Luh" kata Risa sambil menyodorkan air mineral ke sahabatnya itu.
Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang telah memperhatikan mereka sedari tadi. Dia adalah Arham Wijaya Putra laki-laki berperawakan tinggi, memiliki alis tebal, badan atletis, dan idola disekolah mereka.
Udah kebanyakan ngeliatin, mending tuh disamperin keburu ada yang nembak duluan ntar patah hati Luh" kata Eko sahabat Arham.
udah deh jangan ikut campur" kata Arham sambil berdiri meninggalkan Eko sendirian dikantin
yaelah, dibilangin ntar nyesel loh" kata Eko berteriak sambil mengejar Arham.
melihat kelakuan dua cowok populer disekolah mereka, menarik perhatian dua gadis yang sedang duduk bersebelahan itu, "ciee ada yang diam-diam jatuh hati nih, haha" kata Dira sambil menyenggol lengan Risa yang terlihat serius melihat kedua cowok populer tersebut.
__ADS_1
ihh apaan sih, aneh banget deh udah ah" kata Arisha pergi meninggalkan Dira dikantin sendiri.
ihh tungguin sa" kata Dira sambil berlari mengejar Arisha yang telah pergi meninggalkannya.
Dikelas
Dir, gue ke kamar mandi dulu yah, kebelet nih" kata Arisha .
Yaudah, jangan lama bentar lagi ujian udah mo dimulai" kata Dira tanpa melihat Risa, dia sibuk chattingan dengan kekasihnya dimana pacarnya itu beda sekolah dengan Dira.
oke" ucap Risa sambil berlari kecil menuju toilet, setelah Arisha keluar dari toilet di sibuk mengerikan bajunya menggunakan tangan yang kecipratan air di wastafel kamar mandi sambil mengomel.
aduhh basah lagi, tuh wastafel kok nggak ngotak sih males dehhh ihhh mana masih harus ujian lagi" Kata Arisha sambil berjalan dengan tergesa-gesa dan hampir terjatuh, untung ada sebuah tangan kekar yang tiba-tiba datang memeluknya.
Arham!" kata Arisha dalam hati, mereka saling menatap untuk beberapa menit ada rasa gugup diantara mereka berdua, sehingga mereka hanya saling memandang satu sama lain tanpa berani memulai pembicaraan.
Ehh, Arham makasih yah" kata Arisha sambil melepaskan dirinya dari pelukan Arham kemudian Risa tersenyum. Arham tidak menjawab iya pergi berlalu begitu saja membuat Risa kesal.
Dasar cowok aneh, Sok cakep apaan sih cowok gitu diidolakan, gue yakin pasti tuh yang mau sama dia cuma cewek yang nggak waras, ihh nyebelin dasar kutu kuprek" Kata Arisha emosi sambil berjalan menuju kelas.
Sedangkan, Arham yang bersembunyi dibalik tembok setelah meninggalkan Risa begitu saja hanya bisa senyum-senyum sendiri setelah mengalami kejadian tadi.
nggak nyangka bisa lihat langsung senyum Risa" kata Arham sambil menyentuh dadanya dimana detak jantungnya sudah tidak karuan. Tanpa ia sadari telah ada seseorang yang memperhatikan gerak-geriknya dari tadi.
Woyy, ngapain Luh senyum-senyum sendiri, kerasukan Luh" kata Eko sambil menepuk pundak Arham, Arham yang kaget langsung memukul kembali Eko.
Apaan sih bikin kaget aja loh" kata Arham sambil berlalu meninggalkan Eko.
Anak ini" kata Eko sambil memperhatikan sekelilingnya, " atau jangan-jangan ada hantu lagi" kata Eko sambil berlari mengejar Arham yang telah pergi.
__ADS_1