Luka Diantara Jarak!

Luka Diantara Jarak!
Awal


__ADS_3

...Akhir dari persimpangan jalan...


...bukanlah Akhir dari sebuah perpisahan...


...tapi awal dari sebuah pertemuan...


aku kangen pa...


tanpa Arisa sadari rasa kantuk sudah menguasai dirinya, wajahnya yang basah karna air mata membuat matanya bengkak karena seharian ini Risa selalu menangis.


*****


1 Bulan telah berlalu, dan kondisi Arya tetap sama mungkin karna usia Arya sendiri yang sudah memasuki usia tua sehingga mempengaruhi tingkat kesadarannya. Sehingga pihak rumah sakit memutuskan untuk merujuk Arya ke Amerika untuk melakukan pengobatan yang lebih baik lagi, hal ini juga sudah atas persetujuan dari Arisa sendiri.


Arisa menjual Rumah dan mobil mewah miliknya, untuk membiayai pengobatan Arya ke Amerika. Sedangkan sebagian uang dari penjualan Rumah dia sisihkan untuk membeli rumah sederhana, dia pun memutuskan untuk tetap di Paris mencari kerja dan akan ke Amerika setiap sebulan sekali setelah dia mendapatkan gaji.


Arisa kini bekerja disebuah perusahaan terbaik di Paris dimana perusahaan ini bergerak di bidang Fashion, setelah Kepala manajernya memberitahukannya bahwa Kerabat dari kepala manajer membutuhkan seorang sekretaris.


Arisa pun dengan senang hati menerima tawaran tersebut, karena bagi Arisa papahnya adalah alasannya untuk tetap bisa kuat menjalani kehidupannya sekarang.


Dan besok adalah hari pertama Arisa untuk bekerja di perusahaan itu.


*****


Bismillah, ok semangat Risa kamu bisa" kata Risa memandangi dirinya dicermin.


Hari ini Risa mengenakan kemeja berwarna putih tulang dengan memakai Rok berwarna hitam diatas lutut, lalu rambutnya yang berwarna kecoklatan dia urai dengan hiasan anting bintang ditelinganya. penampilannya hari ini adalah sangat sederhana, jika saja Arya melihat caranya berpakaian dan memakai perhiasan maka Arya akan marah karena dia tidak ingin putrinya memiliki penampilan yang biasa saja.


Padahal jika orang-orang yang melihat penampilan Arisa sekarang pun akan tetap mendapatkan pujian, karena wajah cantiknya membuat pakaian apapun yang dia gunakan selalu terlihat mewah Dimata orang lain.


Miss Arisa please come in, the President is already waiting inside" Kata karyawan wanita kepada Risa yang tengah duduk diruang tunggu


ah yah, thank you" kata Risa tersenyum sambil berjalan menuju Ruangan Presdir.


huff, ok semangat Risa" Kata Risa sambil mengetuk pintu

__ADS_1


yeah come in" kata Seorang laki-laki dari dalam


Arisa lalu membuka pintu, dia bisa melihat seorang laki-laki Tengah membelakanginya sambil menelfon. Arisa dapat melihat bahwa laki-laki didepannya ini pasti sangat tampan, karena penampilannya dari belakang saja sudah sangat menggoda. Apalagi melihat punggungnya yang lebar terlihat gagah, serta otot-otot di lengannya yang sangat menonjol membuat kemejanya pasti sesak karena sangat atletisnya badan laki-laki itu.


astaga mikir apa aku ini, sadar Arisa Zayda Ariwibowo kamu itu kesini buat kerja bukan buat mikir macam-macam" kata Arisa mengutuk dirinya sendiri yang telah berfikir liar.


Bisa-bisa aku dipecat sebelum kerja kalau gini"


Alright, I'll call you later, thanks" kata laki-laki itu mengakhiri telfonnya sambil membalik badannya


I'm sorry to keep you wai" Kata laki-laki itu namun setelah melihat Arisa, dia tidak melanjutkan perkataannya.


Arham" Kata Arisa dalam hati


ternyata tempat Arisa melamar kerja sebagai sekretaris ternyata perusahaan milik Arham, Arham Wijaya Putra


mantan kekasihnya waktu SMA dulu.


Mereka berdua cukup lama terdiam sambil saling menatap satu sama lain, Arisa benar-benar tidak menyangka akan bertemu Arham kembali setelah 7 tahun mereka tidak bertemu. Tapi dipikiran Arisa sekarang itu tidak lah penting baginya sekarang adalah kerja untuk membiayai pengobatan papahnya, tanpa harus mengulik masa lalu mereka berdua.


Saya Ariza Zayda Ariwibowo yang akan menjadi sekretaris bapak mulai hari ini" kata Arisa tersenyum memulai pembicaraan


Hah, sepertinya kau memang telah berubah" Kata Arham dengan suara kecil


yah, ada apa pak?" kata Risa mendengar samar-samar suara Arham


Arham mengangkat kepalanya lalu menatap tajam Arisa , mata elangnya membuat siapa yang dia tatap hanya bisa tertunduk.


Kau sepertinya ingin bermain-main Risa, dengan berpura-pura tidak mengenaliku" kata Arham dalam hati


sepertinya kau tidak suka berbasa- basi, baiklah hari ini saya ada meeting diluar, bawa berkas ini" kata Arham mengambil berkas dimejanya lalu dengan kasar dia memberikannya pada Arisa, tapi sebelum berkas itu benar-benar Arisa pegang kertas itu sudah jatuh bertebaran dilantai. Melihat hal itu membuat Arham menatap tajam Arisa


Ma maaf" kata Arisa memungut satu persatu lembaran kertas itu dilantai.


Melihat hal itu, Arham kemudian mencengkeram lengan Risa dengan kasar lalu berkata" apa kau tidak bisa bekerja dengan benar?" kata Arham dengan suara lantang

__ADS_1


Mendapatkan perlakuan seperti itu membuat Risa kaget , dan tanpa Risa sadari cairan bening telah menghiasi pipi cantiknya. Melihat hal itu bukannya Arham iba dia bahkan menghina Arisa dengan kata-katanya.


Apa kau bekerja hanya mengandalkan wajah cantikmu, dan badanmu?" kata Arham menunjuk wajah Arisa dari atas kepala sampai kaki


saya hanya mempekerjakan seseorang karena otot dan otaknya bukan dengan Wajah dan tubuhnya, apa kau paham?"kata Arham dengan tersenyum sinis


Kemudian Arham pergi meninggalkan Arisa diruangannya, sedangkan Arisa hanya bisa terdiam mendengar apa yang Arham katakan padanya. Dia benar-benar tidak menyangka kata-kata seperti itu akan keluar dari mulut seseorang yang pernah dia cinta beberapa tahun lalu bahkan sekarang, karna selama Arisa di Paris dia tidak pernah berkencan dengan siapa pun.


apakah aku serendah itu dimata kamu?" kata Arisa menghapus air matanya


kemudian Arisa beranjak dari tempat duduknya lalu berlari keluar untuk mengejar Arham, dia tidak mau sampai kehilangan pekerjaan ini apalagi mencari pekerjaan sangatlah susah sekarang. Dia harus tetap bertahan meskipun diperlakukan seperti itu


Setelah Arisa berjalan keluar diruangan Arham tiba-tiba seorang pegawai wanita memangilnya


Mrs. Arisa, the President Director told you to take a taxi to this address, sorry Mrs, you have to get used to moving fast because the President really doesn't like being late" kata pegawai itu sambil memberikan sebuah kertas


ah thank you" kata Arisa kemudian berlari mencari bus untuk menuju alamat kantor yang tertera di kertas


*****


Sesampainya Arisa didepan kantor, Arham pun telah keluar dari mobilnya melihat hal itu Arisa menghela nafas karena setidaknya dia bisa sampai bersamaan dengan Arham dikantor.


Arisa kemudian berlari untuk menghampiri Arham dan berjalan dibelakangnya, menyadari akan keberadaan Arisa. Arham hanya cuek dan tidak menoleh untuk melihat Arisa sama sekali, diruang meeting Arisa tidak habis-habisnya dipuji oleh klien Arham. Mereka takjub atas pengetahuan bisnis Arisa dan kecantikan yang dimiliki Arisa, hal itu membuat para klien tidak bisa memalingkan pandangannya. Melihat hal itu membuat Arham geram, dia tidak menyukai ketika laki-laki lain memandangi Arisa sehingga hal itu membuat Arham dengan cepat menyelesaikan meeting dan dengan cepat pergi meninggalkan ruangan meeting.


Pak, saya mau bicara" kata Arisa mengikuti Arham yang berjalan keluar dari kantor


mendengar hal itu, Arham membalikkan badannya. Tetapi sebelum Arisa berbicara Arham sudah terlebih dahulu berkata" Apa kau pikir kau hebat hari ini? Apa kau berpikir saya akan bangga karena mendapatkan kontrak kerja dengan mereka karena kau? Haha kau tidak lebih hanya seorang wanita murahan yang tersenyum kepada semua laki-laki untuk menggodanya!" kata Arham dengan tegas lalu pergi meninggalkan Arisa sendirian yang hanya bisa terdiam mendengar setiap ucapan yang keluar dari mulut Arham.


haha, kenapa aku harus menangis mendengar perkataan itu. Nggak aku harus kuat" kata Arisa tersenyum sambil menghapus air matanya.


*****


Sesampainya Arisa dirumah, dia kemudian membersihkan dirinya lalu memasak kemudian dia mempelajari berkas-berkas yang telah diberikan oleh asisten pribadi Arham.


Sedangkan dilain sisi, Arham sedang mengumpat dirinya sendiri mengingat perlakuannya karna telah berkata kasar kepada Arisa dan membuatnya menangis.

__ADS_1


ah s*al " kata Arham mengusap wajahnya dengan kasar


Arisa yang kelelahan pun tertidur dimeja belajarnya, wajahnya yang tampak letih karena pekerjaannya hari ini.


__ADS_2