
Kebahagiaannya hanya cukup melihat Arisa baik-baik saja dan bahagia, itu sudah cukup untuk membuat Bulan bahagia dan semangat dihari tuanya. Mungkin keputusan mantan suaminya untuk membawa putri mereka pergi dari hidupnya adalah pilihan terbaik untuk masa depan Arisa putrinya, karena dengan begini Arisa bisa memiliki masa depan yang cerah tanpa harus merasakan kehidupan yang susah.
7 tahun telah berlalu dimana Bulan benar-benar kehilangan kontak dengan Arisa, yang dia tahu hanya kabar tentang putrinya di majalah yang bertebaran dimana-mana. Kabar tentang keberadaannya pun tidak pernah dia ketahui dengan pasti dimana keberadaan Risa sebenarnya.
*****
...Takdir datang membawa sejuta alur...
...kehidupan seseorang,...
...alur yang tak semua orang tahu bagaimana...
...dan dimana akhir yang akan dia tuju....
oke pemotretan kali ini selesai" Kata seorang fotografer yang biasa memotret Arisa untuk majalah di perusahaan tempat Arisa dikontrak.
thanks" jawab Arisa lalu berlalu pergi keruang ganti pakaian.
where is my phone?" kata Arisa kepada asisten pribadinya yang mengurus segala keperluan Arisa
this is miss" kata asisten itu memberikan handphone tersebut
Halo where is pa?"kata Arisa yang ternyata menelfon Arya
i'm home honey, what's wrong with you?"kata Arya
Sure pa? papa nggak dikantor kan?" kata Arisa tak percaya
bagaimana kamu tahu, kalau papa sedang berbohong haha" kata Arya tertawa dibalik telfon
papa I have to tell you how many times, papa have to rest I don't want papa it's okay" kata Arisa dengan nada khawatir
__ADS_1
Calm down honey, papa it's fine ok!" kata Arya menenangkan Arisa
wait for me there pa, don't go anywhere" kata Arisa mematikan telfonnya. Kemudian dia beranjak dari tempat duduknya diikuti oleh asistennya, langkahnya dengan cepat menuju parkiran mobil untuk menuju ke kantor Arya.
can you speed up the car?Kata Arisa pada Asistennya
tanpa berbicara, asistennya itu hanya mengangguk tanda mengiyakan.
Papa kenapa sih, selalu buat aku khawatir" kata Risa dalam hati
*****
sesampainya Risa dikantor dia kemudian berlari ka arah ruangan Arya, Arisa kemudian mengetuk pintu ruangan Arya namun tidak ada jawaban lalu Arisa berteriak memanggil Arya dibalik pintu.
Pa, ini Risa open the door pa" kata Risa
namun tidak ada jawaban dari dalam, karna khawatir Arisa kemudian menelfon Arya tapi tidak ada jawaban bahkan Arisa dapat mendengar dering telfon Arya dari luar. Hal itu membuat Arisa khawatir setengah mati, lalu dia berteriak meminta bantuan kepada karyawan yang ada di sana.
help me" kata Arisa berteriak, hal itu membuat orang-orang berdatangan
papa is inside, he doesn't open the door I'm afraid he faints" kata Arisa sambil menangis
okay let's break down the door" kata salah satu pegawai Arya meminta bantuan kepada yang lain
setelah berjuang membuka paksa pintu ruangan Arya, akhirnya pintunya terbuka. Didalam ruangan itu terlihat Arya yang telah terkapar tak berdaya di lantai, hal itu membuat Arisa berlari lalu memeluk pria tua itu dan menangis.
Papa"panggil Arisa sambil menggoyangkan tubuh Arya
Papa wake up, papa" lanjut Arisa menangis
tanpa menunggu lama, ambulance telah datang. Seorang pegawai dengan cepat menghubungi Ambulance setelah melihat keadaan bos mereka yang pingsan dilantai.
__ADS_1
*****
Doc, how is my papa?
Come with me, I have something to say" kata dokter itu
Arisa kemudian mengikuti dokter itu menuju ruangannya
Mr. Arya has heart failure, puts Mr. Arya in a coma" kata Dokter menjelaskan
what? no way, no way papa coma doc it's impossible right doc" kata Arisa tidak percaya
I have to say this, I beg you to be patient and pray for Mr. Arya recovery" kata dokter
nggak mungkin dok" kata Arisa menangis
can i see my papa now?" lanjut Arisa
iya sudah boleh, silahkan" kata dokter
thank you dok" kata Arisa sambil berjalan keluar dari ruangan
Setelah memakai scrub yang telah disediakan dirumah sakit, Arisa kemudian masuk kedalam ruangan dimana Arya dirawat.
melihat selang dan beberapa selang infus yang terpasang dibadan Arya membuat Arisa kembali menangis.
Pa, papa kenapa bisa begini?aku udah bilang kan buat istirahat dirumah, kenapa papa nggak mau dengerin Risa sih?" kata Risa menangis
Pa, aku takut papa kenapa-napa"
aku takut papa ninggalin Risa sendirian"
__ADS_1
Pa, aku takut" lanjut Risa menangis melihat keadaan Arya
lututnya terasa lemah untuk tetap berdiri, Risa jatuh tersungkur dia benar-benar lemah untuk menghadapi apa yang ada didepannya sekarang. Baginya Arya adalah segalanya, Arya adalah tempatnya untuk mengadu, berlindung dan untuk bermanja . Melihat keadaan Arya sekarang, membuat Arisa terpukul dia tidak tahu harus kemana lagi dan pada siapa untuk mengadu.